Sunday, January 25, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

.Feast Rilis Album Mini Uang Muka

adminsaibyadminsai
September 11, 2020
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Jakarta: .Feast, kembali merilis album mini berjudul Uang Muka, pada 10 September 2020. Ini adalah album mini kedua .feast setelah Beberapa Orang Memaafkan yang dirilis pada 2018.

Uang Muka bisa dibilang sebagai perhentian menuju album penuh bertajuk Membangun dan Menghancurkan.

“Kami merasa Membangun dan Menghancurkan butuh pengalaman dan kedalaman bermusik yang lebih dibanding apa yang kami punya pada saat itu,” kata vokalis Baskara, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Uang Muka sekaligus jadi cara .Feast untuk mengasah kemampuan bermusik mereka, sebelum melanjutkan perjalanan dengan materi-materi lain. Masing-masing personel .Feast mendapat kesempatan untuk menjadi produser pada masing-masing lagu yang mereka tulis untuk album mini ini.

Uang Muka juga meneruskan tradisi .Feast yang selalu membuat dunia tersendiri dalam album-album yang mereka buat, sebagai latar imajiner lagu. Pada album mini ini, mereka mengusung dunia khayal yang mereka namai Earth-08, sebuah dunia yang dalam segala hal bersifat komersial.

Masa pandemi yang kita semua alami turut memberi pengaruh dalam proses kreatif pembuatan album ini. Baskara menulis lagu berjudul Dapur Keluarga, sebuah refleksi sejauh mana para tulang punggung keluarga mencari uang di tengah situasi sulit, bahkan beberapa terpaksa harus mencari uang dengan melanggar etika dan norma.

Potret lain dari album ini adalah lagu berjudul Komodifikasi yang ditulis gitaris Adnan. Lagu ini menyorot media sosial yang menjadi sarana menghasilkan uang.

“Secara keseluruhan, Uang Muka sudah bisa dianggap sebuah kesuksesan bagi .Feast karena memungkinkan tiap personel bisa lebih leluasa dalam berekspresi dan berkreasi. Di samping itu, kementokan yang dirasakan dalam mengerjakan album Membangun dan Menghancurkan menjadi teratasi berkat ilmu yang didapat melalui penggarapan Uang Muka,” tulis .Feast dalam keterangan pers.

.Feast terdiri dari Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Fadli “Awan” Fikriawan (bass), Dicky Renanda (gitar) dan Adrianus Aristo Haryo alias Ryo Bodat (drum).

ADVERTISEMENT
Jakarta: .Feast, kembali merilis album mini berjudul Uang Muka, pada 10 September 2020. Ini adalah album mini kedua .feast setelah Beberapa Orang Memaafkan yang dirilis pada 2018.

Uang Muka bisa dibilang sebagai perhentian menuju album penuh bertajuk Membangun dan Menghancurkan.

“Kami merasa Membangun dan Menghancurkan butuh pengalaman dan kedalaman bermusik yang lebih dibanding apa yang kami punya pada saat itu,” kata vokalis Baskara, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Uang Muka sekaligus jadi cara .Feast untuk mengasah kemampuan bermusik mereka, sebelum melanjutkan perjalanan dengan materi-materi lain. Masing-masing personel .Feast mendapat kesempatan untuk menjadi produser pada masing-masing lagu yang mereka tulis untuk album mini ini.

Uang Muka juga meneruskan tradisi .Feast yang selalu membuat dunia tersendiri dalam album-album yang mereka buat, sebagai latar imajiner lagu. Pada album mini ini, mereka mengusung dunia khayal yang mereka namai Earth-08, sebuah dunia yang dalam segala hal bersifat komersial.

Masa pandemi yang kita semua alami turut memberi pengaruh dalam proses kreatif pembuatan album ini. Baskara menulis lagu berjudul Dapur Keluarga, sebuah refleksi sejauh mana para tulang punggung keluarga mencari uang di tengah situasi sulit, bahkan beberapa terpaksa harus mencari uang dengan melanggar etika dan norma.

Potret lain dari album ini adalah lagu berjudul Komodifikasi yang ditulis gitaris Adnan. Lagu ini menyorot media sosial yang menjadi sarana menghasilkan uang.

“Secara keseluruhan, Uang Muka sudah bisa dianggap sebuah kesuksesan bagi .Feast karena memungkinkan tiap personel bisa lebih leluasa dalam berekspresi dan berkreasi. Di samping itu, kementokan yang dirasakan dalam mengerjakan album Membangun dan Menghancurkan menjadi teratasi berkat ilmu yang didapat melalui penggarapan Uang Muka,” tulis .Feast dalam keterangan pers.

.Feast terdiri dari Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Fadli “Awan” Fikriawan (bass), Dicky Renanda (gitar) dan Adrianus Aristo Haryo alias Ryo Bodat (drum).

Jakarta: .Feast, kembali merilis album mini berjudul Uang Muka, pada 10 September 2020. Ini adalah album mini kedua .feast setelah Beberapa Orang Memaafkan yang dirilis pada 2018.

Uang Muka bisa dibilang sebagai perhentian menuju album penuh bertajuk Membangun dan Menghancurkan.

“Kami merasa Membangun dan Menghancurkan butuh pengalaman dan kedalaman bermusik yang lebih dibanding apa yang kami punya pada saat itu,” kata vokalis Baskara, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Uang Muka sekaligus jadi cara .Feast untuk mengasah kemampuan bermusik mereka, sebelum melanjutkan perjalanan dengan materi-materi lain. Masing-masing personel .Feast mendapat kesempatan untuk menjadi produser pada masing-masing lagu yang mereka tulis untuk album mini ini.

Uang Muka juga meneruskan tradisi .Feast yang selalu membuat dunia tersendiri dalam album-album yang mereka buat, sebagai latar imajiner lagu. Pada album mini ini, mereka mengusung dunia khayal yang mereka namai Earth-08, sebuah dunia yang dalam segala hal bersifat komersial.

Masa pandemi yang kita semua alami turut memberi pengaruh dalam proses kreatif pembuatan album ini. Baskara menulis lagu berjudul Dapur Keluarga, sebuah refleksi sejauh mana para tulang punggung keluarga mencari uang di tengah situasi sulit, bahkan beberapa terpaksa harus mencari uang dengan melanggar etika dan norma.

Potret lain dari album ini adalah lagu berjudul Komodifikasi yang ditulis gitaris Adnan. Lagu ini menyorot media sosial yang menjadi sarana menghasilkan uang.

“Secara keseluruhan, Uang Muka sudah bisa dianggap sebuah kesuksesan bagi .Feast karena memungkinkan tiap personel bisa lebih leluasa dalam berekspresi dan berkreasi. Di samping itu, kementokan yang dirasakan dalam mengerjakan album Membangun dan Menghancurkan menjadi teratasi berkat ilmu yang didapat melalui penggarapan Uang Muka,” tulis .Feast dalam keterangan pers.

.Feast terdiri dari Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Fadli “Awan” Fikriawan (bass), Dicky Renanda (gitar) dan Adrianus Aristo Haryo alias Ryo Bodat (drum).

ADVERTISEMENT
Jakarta: .Feast, kembali merilis album mini berjudul Uang Muka, pada 10 September 2020. Ini adalah album mini kedua .feast setelah Beberapa Orang Memaafkan yang dirilis pada 2018.

Uang Muka bisa dibilang sebagai perhentian menuju album penuh bertajuk Membangun dan Menghancurkan.

“Kami merasa Membangun dan Menghancurkan butuh pengalaman dan kedalaman bermusik yang lebih dibanding apa yang kami punya pada saat itu,” kata vokalis Baskara, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Uang Muka sekaligus jadi cara .Feast untuk mengasah kemampuan bermusik mereka, sebelum melanjutkan perjalanan dengan materi-materi lain. Masing-masing personel .Feast mendapat kesempatan untuk menjadi produser pada masing-masing lagu yang mereka tulis untuk album mini ini.

Uang Muka juga meneruskan tradisi .Feast yang selalu membuat dunia tersendiri dalam album-album yang mereka buat, sebagai latar imajiner lagu. Pada album mini ini, mereka mengusung dunia khayal yang mereka namai Earth-08, sebuah dunia yang dalam segala hal bersifat komersial.

Masa pandemi yang kita semua alami turut memberi pengaruh dalam proses kreatif pembuatan album ini. Baskara menulis lagu berjudul Dapur Keluarga, sebuah refleksi sejauh mana para tulang punggung keluarga mencari uang di tengah situasi sulit, bahkan beberapa terpaksa harus mencari uang dengan melanggar etika dan norma.

Potret lain dari album ini adalah lagu berjudul Komodifikasi yang ditulis gitaris Adnan. Lagu ini menyorot media sosial yang menjadi sarana menghasilkan uang.

“Secara keseluruhan, Uang Muka sudah bisa dianggap sebuah kesuksesan bagi .Feast karena memungkinkan tiap personel bisa lebih leluasa dalam berekspresi dan berkreasi. Di samping itu, kementokan yang dirasakan dalam mengerjakan album Membangun dan Menghancurkan menjadi teratasi berkat ilmu yang didapat melalui penggarapan Uang Muka,” tulis .Feast dalam keterangan pers.

.Feast terdiri dari Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Fadli “Awan” Fikriawan (bass), Dicky Renanda (gitar) dan Adrianus Aristo Haryo alias Ryo Bodat (drum).

Previous Post

Rocket Rockers Reuni, Ucay dan Lowp Hadir Kembali

Next Post

Bintang Game of Thrones Diana Rigg Meninggal Dunia

Next Post

Bintang Game of Thrones Diana Rigg Meninggal Dunia

Kim Hanbin Masuk Jajaran Direktur Eksekutif IOK Company, Warganet Heboh

Perlu Pemodelan Ulang Bisnis Ekshibisi Film

Agar Layar Tetap Berkembang

Eksistensi Pekerja Seni Melawan Pandemi

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
moonflower murders complication ain t talkin bout van halen a duchess for the duke flesh amp blood drugs dad s gift to me from heaven brenda adderly s introductory guide to nutritional supplements creativity sucks trust in a polarized age trailing clouds of glory emotional intelligence 21 effective tips to boost your eq gateways the entrepreneur roller coaster college majors tomboyland the founding fathers of america the seven spiritual laws of success todo a la luz everything in the light space elves defend their planet the plague blade a captain for caroline gray sustainable urban farming alpha wolf s pet kept immortalis everblue pride and prejudice fame die vierzig tage des musa dagh rule 7 you can t fake date your brother s best friend a hip pocket guide to sports se sembra impossibile allora si pu ograve fare the iliad legends of the longsword the octopus man through the fire girl forgotten la chica olvidada seducing mr knightly i have your back absolution evolution age of expansion marple twelve new stories season 8 trailer back to you the secret of the mask what do we believe an almond for a parrot the comet seekers after dark with the duke catskinner s book