Sunday, January 25, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Hiburan

Komite Seni Rupa dan Jakarta Biennale 2021 Fasilitasi Kebebasan Ekspresi dan Bela Kemanusiaan

adminsaibyadminsai
September 16, 2020
in Hiburan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Komite Seni Rupa dan Jakarta Biennale menggelar diskusi publik Kemanusiaan dan Aktivisme dalam Praktik Seni Rupa Kontemporer pada Selasa, 15 September 2020. Tujuan diskusi ini untuk mengajak publik mengangkat persoalan Hak Asasi Manusia, lingkungan, dan kebebasan ekspresi untuk masa depan.

Sandika Hamid, Communications Manager Amnesty International – Indonesia, memaparkan bagaimana organisasi kemanusiaan Amensty mewadahi musisi dalam menyuarakan kemanusiaan. Divisi Art of Amnesty dibentuk untuk membangun komunitas seniman musisi dari berbagai media untuk membela HAM bersama.

“Seni itu punya kekuatan besar untuk menggerakkan orang, menginspirasi, jadi kita pakai cara-cara yang dekat dengan publik untuk menginspirasi mereka membela HAM,” paparnya dalam diskusi publik virtual.

ADVERTISEMENT

Ratri Ninditya, Peneliti dari Koalisi Seni Indonesia melakuka riset perihal studi kebebasan berkesenian di Indonesia tahun 2010-2020 didukung UNESCO. Setiap empat tahun sekali, Indonesia berkewajiban melaporkan kondisi kebebasan berekspresi setiap empat tahun sekali.

“Konsep kebebasan berkesenian itu sebetulnya ada di dalam UNESCO 2005 convention on the protection and promotion of the diversity of cultural expressions. Sebagai negara yang meratifikasi konvensi itu, Indonesia sebenarnya sudah wajib untuk memantau dan melaporkan kondisi kebebasan berkesenian di Indonesia setiap empat tahun sekali,” kata Ratri.

“Sayangnya sampai hari ini masih belum ada upaya yang sistematik untuk memantau isu spesifik kebebasan berkesenian,” imbuhnya.

Minimnya upaya sistematik tersebut mengakibatkan jumlah kasus yang terlacak masih sedikit. Oleh sebab itu, konsep ini perlu dipublikasikan kepada masyarakat luas. Menurutnya, perlu ada kerjasama strategis antara pegiat HAM, media, dan komunitas seni untuk merembukkan cara tepat untuk memantau kebebasam berkesenian.

Jakarta Biennale merupakan salah satu program unggulan Dewan Kesenian Jakarta. Jakarta Biennale 2021 mengambil tema ESOK dengan tujuan mengajak perupa dan para pegiat budaya mengangkat persoalan HAM, lingkungan, dan kebebasan berekspresi untuk masa depan lebih baik.

“Jakarta Biennale sebuah platform pergerakan mengajak banyak komunitas, banyak pihak di ekosistem bersama kami untuk kemudian merespons ESOK ini,” kata Farah Wardani, Direktur Eksekutif Jakarta Biennale 2021, Komite Seni Rupa DKJ.

Dolorosa Sinaga, Perupa, aktivis HAM, Direktur Artistik Jakarta Biennale 2021 memaparkan curatorial activism. Menurutnya, Jakarta Biennale menunjukkan bentuk aktivisme dengan melakukan reposisi. Ini dilakukan sebagai kontribusi untuk perubahan sosial Indonesia.

“Dampak dari muncunya gerakan human rights ini tentu bersinergi dengan yang pertama kita bisa lihat bagamaina ekspresi seni kemudian terinspriasi oleh gerakan human rights ini baik film maupun seni rupa,” terangnya.

“Dalam kurasi ini kami akan mencoba memberi ruang pada komunitas karena komunitas-komunitas ini yang sangat dekat melakukan ekspresi-ekspresi mau itu gugatan, kritikan terhadap pemerintah keadaan apapun itu yang saya pikir dia (seniman) perlu diberikan ruang,” ungkapnya.

Previous Post

NCT Siapkan Album Baru Bulan Depan

Next Post

Cardi B Ajukan Gugatan Cerai

Next Post

Cardi B Ajukan Gugatan Cerai

Madonna akan Sutradarai Film Biografi Dirinya

Tayang Selama 2 Minggu, Film Mudik Ditonton 55 Ribu Orang

Park Seo Joon Bakal Jadi Cameo di Record of Youth

Kim Kardhasian Bekukan Akun Medsos Pribadinya

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
the lifted veil last don standing mutual fund investing the sicilian rsquo s unexpected duty cosmic crustaceans redefining family fearless in high heels david farragut and david dixon porter after i m gone kitsu y el baku spanish edition defiant belle harbor cozy mysteries books 13 15 and then you loved me highly sensitive people going strong mind fixers pride and prejudice moonflower murders manifest presence made to crave devotional brutal score perilous gambit american presidents totalus rankium little dorrit dhampir the klaatu terminus die k ouml nigin der schatten fallen crest campout ep 5 summer preview the best of the upcoming season soar one last promise dark screams volume five pimsleur armenian western level 1 lessons 1 5 volume 1 cupid is a witch but that s okay the count of monte cristo good sex batman the last human the naughty pine shrm cp exam blueprint the guilty wife 100 citations d anatole france empress renia s diary come pray with carmel how to enrich your spiritual life with carmelite prayer how innovation works a perfect shot all the reasons i hate my 28 year old boss turbo charge your life eeny meeny conquering the countess a bdsm historical romance