Monday, March 2, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

Rollfast Kritik Eksploitasi Pariwisata Bali lewat Lagu Garatuba

adminsaibyadminsai
July 17, 2020
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Band elektrik rock asal Denpasar, Rollfast, merilis singel dan video lirik terbaru mereka berjudul Garatuba. Perilisan ini menandai perjalanan Rollfast menuju album penuh kedua yang dijadwalkan rilis pada Agusutus 2020.

Berdasarkan rilis yang diterima Medcom.id, singel Garatuba dirilis pertama kali dalam bentuk video lirik 3D modeling. Lagu ini dibuat dengan menggunakan pendekatan visual yang sama dengan dua video lirik sebelumnya berjudul Pajeromon dan Grand Theft Atma.

Adapun menurut salah satu anggota Rollfast, Bayu Krisna, Garatuba merupakan lagu kritik satire yang ditujukan terhadap keadaan di Bali saat ini yang dieksploitasi tanpa henti dan semakin meluas. Hal ini, kata dia, disebabkan ketamakan masyarakat asli dan pendatang dalam mengekploitasi lahan yang ada dengan dalil pariwisata.

ADVERTISEMENT

“Dengan dalil dan latar belakang bahwa Pulau Dewata adalah tujuan utama pariwisata di Indonesia tanpa memikirkan efek jangka panjang untuk masyarakat dan lingkungannya,” kata Bayu melalui rilis yang diterima Medcom.id, Kamis 16 Juli 2020.

Bayu memaparkan, di dalam singel Garatuba tersemat konsep kritikan baru yang disampaikan lewat lagu tersebut. Lagu ini tercipta dari hasil penabrakan perspektif masyarakat anti eksploitasi yang kemudian disampaikan lewat musik dan visual video beraroma beach club.

“Sedikit klise memang untuk membahas atau mencoba untuk memberontak (lagi) dengan apa yang sudah terjadi di Bali saat ini. Jadinya kita mencoba membuat suatu bentuk protes baru dengan teman-teman tongkrongan yang mempunyai semangat yang sama. Mencampur dan menabrakkan semua perspektif yang ada. Terlihat dalam visual video nya sendiri, kami mencoba mem-visualisasikan konsep beach club di atas beach club yang setiap tahunnya selalu bertambah, seperti rumah susun,” ucapnya.

Sementara itu, Bayu bilang, Garatuba merupakan gabungan kata dari Segara, Laut dan Tuba serta Racun. Nada-nada pada lagu ini merupakan persona fiksi yang dibuat berdasarkan impresi bunyi mukbang, progresi template gitar rock generik dengan balutan beat-beat electronic music yang selalu terdengar kencang di setiap sudut cafe dan club di Bali.

“Kemudian ini dipadukan dengan realitas khayal tentang kondisi pesta makan besar di Beach Club, yang palugada (apa lo mau, gua ada). Garatuba menjadi proyeksi dari kerasukan kami dalam berbagai aspek yang ada di sekitar,” tandas dia.

Tags: musikRollfast
Previous Post

Kikan Eks Cokelat Tertantang Jadi Dayang Sumbi

Next Post

Dinda Hauw dan Rey Mbayang Bakal Bintangi Film Cinta Subuh

Next Post

Dinda Hauw dan Rey Mbayang Bakal Bintangi Film Cinta Subuh

Jadwal Buka Bioskop di Jakarta Masih Tentatif

Model Catherine Wilson Ditangkap karena Sabu-sabu

Bioskop Batal Dibuka Kembali, Bagaimana Nasib Pekerjanya?

Prambanan Jazz Online Janjikan Sensasi Berbeda Menikmati Konser Virtual

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
5ceda692 4f67 4065 98a4 64f798938dfe
0182df7b 6a83 4025 9266 2a30ee8d6e84
855788c4 Fed2 4acb 97f4 A26370bb3159
03c5d4c6 F27b 42c4 9637 D422edc62d44
400a64bd 0fdb 4f71 B75a 06038f164b94
Ade946de C724 4107 Aaad 7603a5fe61a9
Afd97e69 001d 4571 8627 D8e6c8705646
47c97596 2e4c 4ab7 A6e1 124d2178aed1
C6d5a2b0 1607 4623 B163 Ec4d9191d454
Aca381fe D28d 4096 A3ef 7de5b0e531a2
A80c66df 3653 4832 Be7c D8fc7902eb73
A43eeab8 668e 4775 8a28 E635bb7fb1ba
9b764f14 D539 480b 88b7 0c9c34c71080
6aebb093 Eb2b 4e77 9e44 Aaebe7a2e160
E4544929 Abd7 4b4d B99b A89d32445746
A2817450 B5ff 488b 8cce Aeec640b25c2
92cadbc4 Ff0c 44ba 921c 93a887364145
B8ddd2c9 Ebe9 48cf 9d21 2bf39916a82f
8fabd643 E77f 4cc8 A5db Da406e8c6ff5
5e9825f9 C154 4e03 A4d8 26c34e32dddf
Bb7e195a A03b 409b 8ce0 820142a180bb
F5df45c4 9e3d 479a A7ef E188134d32ef
F30bc56c 5ddb 45f9 B608 C822dfaaf0ff
D9e72cf4 114e 496b A108 921cacb28fa1
17e321cf 27c8 4538 8be8 F0325e03d7dd
294350c8 Acf6 4a4f 8b66 5cdf69477e5a
Fad97711 2717 4e06 A082 Bd503ec5b6cc
F23464e4 E2d1 4400 B1f6 E9b356e1d4c6
25bdff14 C063 47ae 9a32 6bf777732b9b
163a782e 9099 48a0 9e4a F29fe2abb504
0bea7463 F679 42fe A425 890da3958eaf
9333aff1 4e11 410b 9cfe D884d27ef347
D416d66e 3039 4c54 Bb33 E12986d18e08
A87c5423 05a2 4f2b 94de E4633b011774
83deb630 6f2d 4b10 9554 8d8909d3ecb2
Ce78d722 1c49 4551 Bf56 Ef0436ee2ab6
B113042a E8dc 46c8 9f7b 85bbcf5ffd58
Dd731f7a 1394 4f76 B898 08e30fe8b2ed
Aa363151 5e09 46b8 8c59 B48b31bf9cde
0e2f0515 40d9 446f A029 40d084ffffbc
0867ab62 2d3d 4b0b 97c3 666462f92838
02493df6 41a8 4c6a Ac35 18d116ac8e2e
A8bfda4f 717a 4eb0 80d4 5843671199f5
B6f13044 D71c 408e 8c46 4f34e9dc0a63
Eac2db40 2f1a 44f7 9515 9e1d3014ef60
E9b3bcf0 B7c0 44d4 9b1e 97f7f39a3fb5
9e93a435 Db93 4db6 8fbc B8ca10b9a951
9d042d66 C335 4647 9c57 F3c18dc9327c
01742a43 9fca 480e Aaa5 282566d32900
57ca2e81 51ad 4e80 9566 154b12ebac88