Monday, February 9, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

Kemendikbud Dukung Digitalisasi Arsip Musik Irama Nusantara

adminsaibyadminsai
August 7, 2020
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hari ini meluncurkan program digitalisasi musik bersama yayasan non profit Irama Nusantara untuk mengarsipkan musik Indonesia. Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menilai, meski perihal arsip musik prakteknya baru berjalan, kerja sama ini menjadi wujud nyata setelah banyak diperbincangkan.

“Lebih dari itu juga untuk meningkatkan apresiasi, saya kira mereka yang punya akses pada arsip musik pop dalam konteks ini di masa lalu tentu juga punya ranah pengetahuan musik bentangnya cukup luas dan saya kira ini sangat diperlukan di sebuah masyarakat yang ingn melihat keseniannya terutama musik bisa maju,” ujar Hilmar Farid dalam Taklimat Media Peluncuran Program Digitalisasi Musik, Kamis, 6 Agustus 2020.

Irama Nusantara dengan tujuh pendiri, belasan anggota, dan para sukarelawan melakukan digitalisasi arsip musik Indonesia tahun 1920-an hingga 1980-an sejak 2013 dalam bentuk piringan hitam. Belum lama ini, Irama Nusantara mengumumkan nyaris berhenti bekerja lantaran terkendala pandemi Covid-19. Kerja sama ini memperpanjang umur Irama Nusantara.

ADVERTISEMENT

“Senang sekali kerja sama dengan Kemendikbud ini karena terus terang kita memang hampir terhenti sejak pandemi, hampir saja Irama Nusantara harus berhenti melakukan inisiatif ini,” terang Ketua Yayasan Irama Nusantara Dian Octarina Wulandari.

“Dengan adanya bantuan dari Dikbud harapan kami lebih banyak dan lebih luas lagi pengarsipan yang bisa kita lakukan,” lanjutnya.

Digitalisasi karya dimulai dari yang terlawas. Menimbang urgensi umur musik yang saat itu belum diarsipkan secara baik karena belum ada teknologi untuk melakukan digitalisasi. Saat ini, sudah sekitar 4 ribu rilisan yang didigitalisasi. Irama Nusantara menargetkan arsip seribu rilisan hingga akhir tahun.

“Empat ribu rilisan kira-kira 40 ribu lagu kalau ambil rata-rata satu piringan hitam ada 10 lagu kira-kira 40 ribu lagu, tapi yang baru di-upload di website 3 ribu karena ada kesulitan server dan segala macam,” terang Dian.

Duo Diskoria menyambut baik program digitalisasi ini. Sebab, pengarsipan musik yang dilakukan sekarang dapat menjadi bekal masa depan generasi mendatang terkait autentisitas musik Indonesia.

“Kami melihat pentingnya digitalisasi itu kemudahan bagi semua orang yang ingin mendapatkan pengetahuan karena makin ke sini semuanya serba digital. Jadi, format yang peling penting format digital itu,” terang Merdi Simanjuntak.

“Kita mendapat hard copy kadang dalam kondisi kurang baik, jadi itu dulu yang kita selamatkan makanya kita pindahkan dalam bentuk digital selanjutnya buat keperluan koleksi dan kerja,” kata Fadli Aat.

Peneliti musik di LARAS Irfan R. Darajat mengamini tindakan ini. Menurutnya, hal terdekat yang bisa dilakukan menggabungkan inisiasi mengarsipkan musik Indonesia, dari musik populer, tradisional, maupun musik baru.

“Amir Pasaribu sebetulnya sudah membicarakan itu tahun 1984 sudah mempunyai bayangain seperti itu dengan mencontohkan The CDMC dari Perancis, pusat dokumentasi musik kontemporer dan DONEMUS di Belanda,” ujar Irfan yang pengajar program studi kearsipan vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pengarsipan musik ini dapat menjadi jawaban di masa depan ketika ada pertanyaan tentang musik Indonesia. Arsip ini juga menjawab andai kata ada studi kasus baru seperti hilangnya jenis musik Indonesia yang sempat populer di masa lalu.

“Ada ketidaksunambungan dalam gerak sejarah Indonesia seperti lupa, dulu pernah ada musik seperti ini, itu selalu kaget, sehingga imajinasi kita tentang musik Indonesia enggak pernah utuh jadi putus-putus terus, nanti tiba-tiba muncul musik seperti ini kita kaget,” kata Irfan.

Arsip musik juga menjadi potret zaman ketika beberapa medium digunakan untuk berkarya. Misalnya konteks politik sosial pada zaman itu, mengungkap perasaan dalam lagu cinta, dan kehidupan keseharian masyarakat.

“Di dalam musik itu ada pengetahuan sebetulnya, kalau itu tidak terdokumentasi, penegtahuan dan sejarah kita menguap,” kata Irfan.

Tags: pengarsipan musik
Previous Post

Stevan Pasaribu Rilis Lagu Baru Libatkan David Noah

Next Post

Hana Hanifah Akui Diminta Lakukan Praktik Prostitusi di Medan

Next Post

Hana Hanifah Akui Diminta Lakukan Praktik Prostitusi di Medan

Tom Hanks Bakal Reuni dengan Sutradara Forrest Gump di Film Pinnochio?

Film Peninsula Raih Rp583 M di 8 Negara Asia

Jadwal Tayang Break The Silence: The Movie

Keke Palmer Pandu MTV Video Music Awards 2020

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
9dd54382 3df4 4708 9493 9363902b2ca6
44566bec Eefd 46bc B32b C728199a727a
724185a4 19df 4e2e Acfd Ce5f08657fd5
B9085806 4cdc 4efe 9a67 Da16731a9ddd
Db676ee5 30e7 417f A706 7e5aa0af6574
044636ce 52b9 4374 806d 934a10e4fffb
3ef241f9 5999 4412 Ac43 F3ba4fc57a1a
F1553b3f 8e02 433b 8a80 3d1aad4d4b04
47eaa29d 8415 45bd A943 24494dd7ced1
9526a568 Cd25 459b A385 9ec706e9d2e9
8d044c2f 38e6 4436 Bc54 3a5ce1345ca2
3a3b08be A890 4cee 8600 61d8fb40e1ea
5ca2c712 2527 4baa B4bc 8f061bee4d82
0a932e53 B982 4523 8c9d Ca335e638b82
D692e668 F911 4b53 92ed Fbb4b46ed485
875702ea 1ca2 4eb4 A927 1e6499af8664
C74c4d72 F895 4918 A2c5 9b04b89d7bb4
4b1b8272 Cad0 4fa6 A9d5 Cf2f865f08bc
Acbfb263 2138 4351 9afb F170f60011b1
0da36f3f 7c95 4817 957e 27f1c2208992
7d91d36c Ea31 405e 80ee 66cb8dc10442
25332fc4 56ce 42f8 Bf59 A3d923513b24
A59adfbf 93a2 421e 90ad Ca7d21e8e844
6c2cfcc4 1edd 4ffd 927d 5be0bf15440a
2e8f0e89 Ad36 4e6b Bc74 012a85fbe113
D5958a59 88a0 4457 8156 907ce3ca4bae
D8727d90 2262 4101 9aa5 Ed7f5803f960
2a6ac29e 4665 4b6a Ac48 0665e0588ea7
F6badf3b 6d04 4dae 98ec 4797a8941285
3998e9fe Fa0e 4230 A6ed 0c05ddda7bbf
Ad2825db 84cd 46f3 8e3b 568d6c008726
Dda8c957 0e38 4c78 Ab44 74c8b6193d1f
4d11ac56 Be0f 4735 9ada 4735d5781036
8ff2ffce 205a 47fe A7c0 01fd40a77cf2
A10026a7 50d8 4566 B29e A23c6ab503a0
D9a4d8fd 9c03 4f7e A72f 19a1d346f646
9370a61b 8a8a 453c A9de 285208f5c10f
D424deb6 6e9c 48c1 894a F94c42f941eb
C385ab7a 7a02 4070 Bec5 0aa733a659e3
Bea7b341 0da3 4c75 Bd27 01e800f98574
367bc7e3 Bfb9 4574 9e4a D92aeb0d8de7
2986fd25 A13f 4908 B4ec D5efe662a458
Aea0b9c7 Dab0 4619 98a4 36ccdb71753a
291a26c7 B6ea 4695 A3fc Eca05ea82dd1
A7e34f47 0d6b 4a85 Ab3e Ce168a8ab396
5ff22d0a B5bb 45e8 Bbe0 A5fcdb48b8f8
9bc0452e 3472 4264 9e5b 5f41989945ce
34cd15a1 C096 4336 8712 C6a0284ba53e
90bf277f 64a0 43fb A2e0 Df3fe11eacde
825a8918 5a8e 4806 8fbd 9f05a99b1f0f