Thursday, October 1, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Yuk, Nonton Puncak Hujan Meteor Gemini di Akhir Pekan Ini

adminsaibyadminsai
December 11, 2020
in Teknologi
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Ratusan bintang jatuh alias meteor akan memenuhi langit malam di akhir pekan ini, memuncaki musim hujan meteor Geminid yang berlangsung antara 4 Desember dan 17 Desember.

Diproyeksikan, malam terbaik untuk dilihat adalah pada Minggu malam 13 Desember hingga pagi hari di hari berikutnya. NASA mengatakan, peristiwa menakjubkan ini dapat disaksikan sepanjang Minggu malam (13/12) di belahan Bumi Utara, dengan puncak aktivitasnya sekitar pukul 8 malam waktu setempat.

Sementara, bagi pemirsa di belahan Bumi Selatan (termasuk Indonesia), hujan meteor Geminid ini dapat anda disaksikan setelah tengah malam, pukul 00.00 WIB.  Hujan meteor Geminid akan tampak lebih intens tahun ini, karena nyaris bersamaan dengan Bulan baru, sehingga langit lebih gelap lantaran tidak ada cahaya Bulan.

ADVERTISEMENT

Bintang-bintang jatuh ini akan memenuhi langit dengan guratan berkas cahaya yang berwarna-warni, mereka akan menempuh jarak sekitar 78.000 mph, dan bintang (lebih tepatnya meteor) yang bersinar paling terang akan meninggalkan jejak sinar yang bersinar di sepanjang jalurnya. Diana Hannikainen, editor pengamat di Majalah Sky & Telescope, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertunjukan tersebut layak untuk disaksikan.

“Jika Anda memiliki langit yang cerah dan tanpa polusi cahaya, Anda mungkin dapat menyaksikan bintang-bintang jatuh melintas di langit setiap satu atau dua menit dari pukul 22.00 hingga fajar pada puncak hujan meteor Geminid,” papar Hannikainen, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Kamis (10/12).

Geminid adalah jejak debu antariksa yang tertinggal di belakang komet 3200 Phaethon beberapa ribu tahun lalu. Jejak debu ini tampak memancar pada konstelasi Gemini. Hujan meteor Geminid pertama kali dilaporkan pada1862, tetapi baru pada 1983 para ilmuwan berhasil menemukan bahwa Komet Phaethon lah yang menjadi sumbernya.

Komet ini memiliki panjang sekitar 4,8 kilometer dan bergerak mengelilingi matahari setiap 1,4 tahun. Ia akan melepaskan debu-debu antariksa setiap kali mendekati bintang induk Bumi tersebut. ”Jika tidak mendung, menjauh dari cahaya terang, dan lihat ke atas.

Anda akan melihat lebih banyak meteor dengan cara itu,” saran NASA kepada para masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena hujan meteor tersebut.

Tags: antariksaGALAKSIHUJAN METEORKOMET
Previous Post

Daftar Lengkap Nominasi Seoul Music Awards 2021

Next Post

Marvel Tak Akan Cari Ganti Chadwick Boseman di Black Panther

Next Post

Marvel Tak Akan Cari Ganti Chadwick Boseman di Black Panther

Langit Desember Dimeriahkan Berbagai Fenomena Alam

BTS Jadi Entertainer of the Year Majalah TIME 2020

Jazz Gunung 2020 Ingin Jadi Contoh Konser Langsung saat Pandemi

Yura Yunita dan Donne Maula Resmi Menikah

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In