Saturday, May 23, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Teleskop James Webb Berhasil Petakan Struktur Semesta dan Rahasia Kematian Galaksi

cecilbycecil
May 22, 2026
in Teknologi
Teleskop James Webb Berhasil Petakan Struktur Semesta dan Rahasia Kematian Galaksi

Sebuah "potongan" dari jaring kosmik, seperti yang direkonstruksi melalui data COSMOS-Web. Titik sudut di sebelah kiri mewakili masa kini, sementara tepi yang berlawanannya menjangkau kembali ke masa ketika alam semesta berusia kurang dari 1 miliar tahun.(UCR/Hossein Hatamnia)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SAI100FM.ID – Teleskop James Webb Berhasil Petakan Struktur Semesta dengan Detail yang Belum Pernah Terlihat

Teleskop James Webb berhasil petakan struktur semesta melalui penelitian astronomi terbesar yang pernah dilakukan menggunakan James Webb Space Telescope (JWST). Penemuan ini menjadi salah satu pencapaian paling penting dalam dunia astronomi modern karena berhasil memperlihatkan “kerangka” atau skeletal alam semesta dengan detail yang sebelumnya tidak pernah bisa diamati.

Para ilmuwan kini mampu melihat bagaimana galaksi terbentuk, berkembang, hingga berhenti menciptakan bintang baru di dalam jaringan raksasa kosmik yang dikenal sebagai cosmic web atau jaring kosmik. Struktur tersebut menjadi fondasi utama yang menyusun alam semesta dalam skala terbesar.

ADVERTISEMENT

Penelitian ini dilakukan oleh tim astronom internasional yang dipimpin para peneliti dari University of California, Riverside (UCR). Hasil riset mereka dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Astrophysical Journal pada 6 Mei 2026.

Dengan kemampuan teknologi mutakhir milik JWST, para peneliti berhasil mengamati galaksi-galaksi kuno yang sangat jauh dan redup, bahkan dari masa ketika alam semesta baru berusia beberapa ratus juta tahun.

Teleskop James Webb Berhasil Petakan Struktur Semesta Lewat Jaring Kosmik

Salah satu fokus utama penelitian ini adalah memetakan cosmic web atau jaring kosmik, yaitu struktur terbesar di alam semesta yang menjadi tempat berkumpulnya galaksi-galaksi.

Jaring kosmik terdiri dari filamen gas, gugusan galaksi, ruang hampa raksasa atau void, serta materi gelap yang membentuk pola seperti jaringan raksasa di seluruh kosmos.

Para ilmuwan menyebut struktur ini sebagai “kerangka alam semesta” karena hampir seluruh galaksi berada di dalam jaringan tersebut. Cosmic web berfungsi layaknya perancah besar yang mengatur distribusi materi dan evolusi galaksi selama miliaran tahun.

Melalui proyek survei bernama COSMOS-Web, JWST melakukan pengamatan selama total 255 jam. Program ini menjadi survei terbesar yang pernah dilakukan oleh teleskop tersebut.

Dibandingkan teleskop generasi sebelumnya seperti Hubble, JWST memiliki kemampuan jauh lebih sensitif dalam mendeteksi cahaya inframerah dari galaksi yang sangat jauh.

Hasilnya, para peneliti kini dapat melihat struktur kosmik dengan resolusi dan detail yang jauh lebih tajam dibanding sebelumnya.

JWST Ungkap Proses Kelahiran dan Kematian Galaksi

Penelitian terbaru ini juga berhasil mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi kehidupan galaksi, mulai dari pembentukan bintang hingga proses “kematian” galaksi.

Para astronom menemukan bahwa galaksi-galaksi besar yang berada di wilayah sangat padat cenderung berhenti membentuk bintang baru. Kondisi ini disebut sebagai quiescent galaxy atau galaksi sekarat.

Fenomena tersebut terjadi ketika galaksi memiliki massa yang terlalu besar. Halo materi gelap yang mengelilingi galaksi akan memanaskan gas di dalamnya sehingga tidak lagi mampu membentuk bintang baru.

Selain itu, keberadaan lubang hitam supermasif di pusat galaksi juga memainkan peran penting. Lubang hitam tersebut dapat menghasilkan semburan energi dan jet berkecepatan tinggi yang menghambat pembentukan bintang.

Dengan kata lain, galaksi bisa “mati” karena kehabisan bahan bakar untuk menciptakan generasi bintang baru.

Lingkungan Kosmik Ternyata Sangat Berpengaruh

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lingkungan sekitar galaksi memiliki pengaruh besar terhadap evolusinya.

Sekitar 7 miliar tahun lalu, faktor utama yang menghentikan pembentukan bintang lebih dipengaruhi oleh ukuran dan massa galaksi itu sendiri.

Namun di alam semesta modern, faktor lingkungan menjadi lebih dominan. Galaksi yang berada di wilayah padat cenderung kehilangan gas dingin yang diperlukan untuk menciptakan bintang baru.

Beberapa galaksi bahkan mengalami “perampasan” material pembentuk bintang akibat interaksi gravitasi dengan galaksi lain atau kondisi lingkungan ekstrem di sekitarnya.

Temuan ini membantu ilmuwan memahami bagaimana hubungan antara posisi galaksi di cosmic web dengan siklus hidupnya selama miliaran tahun.

Menurut astronom Hossein Hatamnia dari UCR, wilayah padat pada masa awal alam semesta justru menjadi tempat pertumbuhan galaksi yang sangat cepat.

Namun seiring waktu, wilayah yang sama berubah menjadi area yang mempercepat berhentinya pembentukan bintang.

Kemampuan James Webb Buka Era Baru Astronomi

Keberhasilan JWST dalam memetakan struktur semesta dianggap sebagai lompatan besar dalam dunia astronomi.

Sebelumnya, banyak bagian cosmic web hanya terlihat samar atau tampak seperti gumpalan cahaya buram. Kini, JWST mampu memperlihatkan detail galaksi kuno dengan jauh lebih jelas.

Kemampuan teleskop ini dalam mendeteksi cahaya inframerah membuatnya dapat menembus debu kosmik dan mengamati objek yang sangat jauh dari Bumi.

Para ilmuwan bahkan kini bisa mempelajari alam semesta ketika usianya baru beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang terjadi.

Profesor fisika dan astronomi UCR, Bahram Mobasher, menyebut bahwa peningkatan resolusi dan kedalaman observasi JWST benar-benar mengubah cara manusia memahami kosmos.

Menurutnya, era awal pembentukan galaksi yang sebelumnya hampir mustahil diamati kini mulai bisa dipetakan secara detail.

Data 164.000 Galaksi Kini Dibuka untuk Publik

Salah satu hal menarik dari penelitian ini adalah keterbukaan data bagi masyarakat global.

Tim peneliti telah membuka katalog berisi sekitar 164.000 galaksi yang digunakan dalam pemetaan cosmic web. Data tersebut kini dapat diakses publik untuk kepentingan penelitian lanjutan maupun pendidikan astronomi.

Keterbukaan ini diharapkan dapat membantu para ilmuwan lain dalam memahami evolusi alam semesta serta menemukan fenomena-fenomena baru yang sebelumnya belum terungkap.

Dengan semakin banyaknya data dari JWST, para astronom percaya bahwa manusia akan semakin dekat memahami misteri terbesar alam semesta, termasuk asal-usul galaksi dan struktur kosmik raksasa yang membentuk dunia tempat kita hidup.

Penemuan JWST Jadi Tonggak Baru Eksplorasi Alam Semesta

Penelitian terbaru ini memperlihatkan bahwa Teleskop James Webb bukan sekadar penerus Hubble, melainkan instrumen revolusioner yang membuka era baru eksplorasi kosmos.

Kemampuan JWST dalam memetakan cosmic web, mengamati galaksi kuno, dan mempelajari evolusi bintang memberikan wawasan baru tentang bagaimana alam semesta berkembang selama lebih dari 13 miliar tahun.

Penemuan ini juga menjadi langkah penting untuk menjawab berbagai pertanyaan besar dalam astronomi modern, termasuk bagaimana galaksi lahir, tumbuh, dan akhirnya berhenti membentuk bintang.

Dengan teknologi yang semakin maju, para ilmuwan optimistis JWST masih akan menghasilkan banyak penemuan besar lainnya di masa depan.

Tags: astronomiGALAKSIJamesWebbJWSTPenelitianAstronomiSains
Previous Post

Cara Install Google Survei Berhadiah di Android dan iPhone untuk Dapat Saldo Gratis

Next Post

Meta Beri Akses Chatbot AI Rival di WhatsApp, Awal Persaingan Baru Teknologi AI? Fokus Keyword

Next Post
Meta Beri Akses Chatbot AI Rival di WhatsApp, Awal Persaingan Baru Teknologi AI? Fokus Keyword

Meta Beri Akses Chatbot AI Rival di WhatsApp, Awal Persaingan Baru Teknologi AI? Fokus Keyword

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In