Thursday, April 16, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Lubang Hitam Seluas 100 Miliar Kali Matahari Menghilang

adminsaibyadminsai
December 21, 2020
in Teknologi
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Salah satu lubang hitam terbesar di alam semesta dilaporkan menghilang begitu saja dan hal ini menyebabkan ilmuwan kebingungan. Lubang hitam ini terletak di pusat gugus galaksi Abell 2261, dan diperkirakan memiliki berat antara tiga miliar hingga 100 miliar kali lebih besar dari massa Matahari.

Mengutip Digital Trends, menghilangnya lubang hitam ini bertolak belakang dengan keadaan selama ini. Sebagian besar galaksi disebut ilmuwan memiliki lubang hitam supermasif, dan umumnya berskala dengan ukuran galaksi, dengan arti semakin besar galaksi maka lubang hitam juga semakin besar.

Sempat diketahui jika pusat galaksi berukuran sangat besar seharusnya memiliki lubang hitam supermasif yang sama besarnya. Namun, astronom tidak dapat menemukan lubang hitam khusus di manapun pada galaksi Abell 2261, yang terletak di 2,7 miliar tahun cahaya dari Bumi.

ADVERTISEMENT

Menghilangnya lubang hitam Abell 2261 saat ini menjadi bahan pembelajaran berbagai pihak, termasuk Teleskop Subaru, Teleskop Luar Angkasa Hubble, dan Observatorium Chandra X-Ray.

Studi sebelumnya yang didasarkan pada data dari Chandra untuk mencari sinar-X hasil materi saat jatuh ke dalam lubang hitam dan menjadi sangat panas.

Sayangnya, studi tersebut tidak menemukan bukti seperti yang dicarinya dan keanehan itu semakin kentara, jika membayangkan lubang hitam raksasa tersebut terlontar dari posisinya di pusat galaksi. Namun studi itu memang tidak menemukan bukti apapun dari lubang hitam itu sendiri.

Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa keanehan ini kemungkinan terjadi sebagai dampak dari penggabungan, yaitu peristiwa dramatis ketika dua galaksi bergabung. Pada penggabungan ini, lubang hitam sebagai pusat setiap galaksi juga bergabung, dan mengeluarkan riak bernama gelombang gravitasi.

Apabila gelombang ini tidak terdistribusi secara merata ke segala arah, maka lubang hitam berpotensi untuk terlepas dari tempatnya di pusat galaksi, disebut dengan istilah recoiling black hole. Namun, ungkapan itu hanya bersifat teoritis.

Sebab, hal serupa belum pernah diamati sebelumnya, meski jika benar, hal tersebut dapat memberikan cara baru yang menarik bagi ilmuwan untuk mempelajari gelombang gravitasi.

Tags: antariksaGALAKSILubang Hitamplanet
Previous Post

Ini Game Gratis Google Doodle Populer 2020

Next Post

J Jey dan Tarrarin Rilis Lagu Baru, Gambarkan Romansa Masa Muda

Next Post

J Jey dan Tarrarin Rilis Lagu Baru, Gambarkan Romansa Masa Muda

Niki Rilis Single Baru

Agensi Tanggapi Dugaan Ilhoon BTOB Pemakai Ganja

Hande Ercel Wanita Tercantik Di Dunia versi Top Beauty World

Drakor Sweet Home Pecahkan Rekor

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In