Friday, February 6, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

Menerka Arah Musik Lokal 2021

adminsaibyadminsai
January 6, 2021
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jika ingin menerka apa yang sekiranya menjadi tren pada kancah musik lokal tahun 2021, sudah pasti kita harus melihat apa yang terjadi pada 2020. Kancah musik Indonesia sendiri mengalami gejolak yang luar biasa pada 2020, ditandai dengan sejumlah album debut yang benar-benar menjanjikan. Mulai dari album debut Romantic Echoes, Hondo, Joe Million, Nadin Amizah, hingga Ramengvrl. Ini menandakan regenerasi pada dunia musik berjalan dengan baik.

Melihat bahwa musik tidak pernah benar-benar mati meski dihajar pandemi, ada harapan yang besar pada 2021. Pembatasan sosial yang diberlakukan di Indonesia mulai Maret 2020 hingga hari ini, membuat para musisi memiliki waktu luang yang panjang. Konser dan festival mengalami penundaan, tentu hal paling masuk akal adalah para musisi kembali ke studio untuk menyiapkan materi, atau setidaknya menjajal segala kemungkinan dalam eksplorasi karya.

Kuat dugaaan, 2021 akan menjadi waktu yang tepat bagi para musisi untuk mengeluarkan materi-materi terbaik mereka, hasil olah rasa dan karya pada 2020. Kita masih menanti sejumlah nama besar melanjutkan kontinuitas karya.  Noah terakhir kali merilis album pada 2019. Tulus lebih lama lagi, dia terakhir kali merilis album studio pada 2016. Danilla, terakhir kali merilis album penuh pada 2017. Padi, belum merilis album dengan materi-materi baru sejak reuni. Nama-nama lain akan terus bermunculan jika kita telusuri. Ini hanya sebagai gambaran, begitu banyak musisi yang melompati 2020 tanpa perilisan album. Semoga, sederet nama-nama besar dan berpengaruh dalam industri akan merilis karya pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

Dan rasanya, dengan pandemi, terjadi akselerasi waktu yang membuat segalanya masuk akal terjadi pada 2021. Meski tak ada kepastian mereka akan menyuguhkan album baru pada tahun ini, tetapi setidaknya ada sedikit harapan bahwa 2021 menjadi momentum yang baik untuk para musisi merilis album. Ditambah dengan adanya harapan bahwa apa yang terjadi pada 2020 bukan saja memberikan gagasan baru. Tetapi eksplorasi-eksplorasi baru yang sebelumnya tidak terbayangkan.

2021 adalah tahun kompromi. Tentu konser dan festival musik tidak serta-merta pulih begitu saja pada 2021. Jika aktivitas pertunjukan musik masih terbatas, perilisan materi musik adalah jalan yang paling masuk akal. Terlebih jika dikaitkan dengan konsumsi dosis tinggi warganet dalam berselancar di platform steraming musik akibat belajar dari rumah dan bekerja dari rumah. Joox Indonesia melansir bahwa pengguna menghabiskan lebih dari satu jam setiap hari untuk mendengarkan musik lewat aplikasi mereka. Sedangkan platform streaming Spotify dalam laporan quarter pertama 2020, mengklaim penggunanya bertambah 6 juta dalam tiga bulan pertama 2020. Angka-angka itu tentu tidak lepas dari pandemi yang membuat orang banyak membunuh dan melewatkan waktu dengan musik.

Genre

Bicara genre, rasanya apa yang terjadi pada 2021 tak terlalu berbeda dari apa yang terjadi pada 2020. Catatan yang menarik dari 2020 adalah musik pop mengalami transformasi yang menarik. Ditandai dengan lahirnya album Persembahan dari Masa Lalu (Romantic Echoes), Selamat Ulang Tahun (Nadin Amizah), The Hike to Kamadela (Hondo), dan Solipsism (Pamungkas).

Eksplorasi musisi pop muda Indonesia pada 2020 mengagumkan. Seperti menjadi sekuel dan evolusi lanjutan dari apa yang terjadi pada era 2000-an awal dengan hadirnya Sore, Zeke and The Popo, dan sebagainya. Gelombang \”indie\” pada awal 2000-an melahirkan efek domino yang dapat kita lihat dan nikmati hari ini.

Hal itu sepertinya akan terus terjadi pada 2021. Dominasi pop dan segala turunannya akan menjadi suguhan sepanjang tahun. Belum lagi, adanya ajang pencarian bakat Indonesian Idol yang akan melahirkan pemenangnya pada tahun ini. Melihat ke belakang, Indonesian Idol bisa dibilang konsisten berkontribusi pada industri musik pop lokal.

Hip-hop lokal sempat lesu pada 2019 dan 2020 awal. Tidak semasif pada tahun 2016 hingga 2018. Dua nama yang datang mengobati kelesuan itu pada 2020 adalah Ramengvrl dan tentu saja Joe Million. Jujur, saya sangat berharap Krowbar merilis album baru pada 2021. Tapi secara umum, menurut saya pada tahun ini dunia hip-hop akan seperti pada 2020. Dalam artian tak terlalu masif, juga bukan berarti mati.

Yang menarik adalah serapan musik elektronik yang tak henti melahirkan fenomena dan kejutan-kejutan. Tidak lain karena faktor media sosial, termasuk salah satu di dalamnya aplikasi TikTok. Sebenarnya, musisi lokal sudah lama mengejawantahkan musik elektronik menjadi baur dengan unsur lokalitas. Salah satunya lewat genre funkot (funky kota). Menariknya, di Indonesia musik elektronik justru mampu membaur di segala lapisan masyarakat. Dan dirayakan bersama sebagai bagian inti dalam sebuah pesta dan hiburan. Salah satu yang belakangan sering muncul ke media sosial adalah DJ Ali Kece. DJ Ali Kece seperti menyederhanakan kompleksitas musik elektronik, dalam pendekatan paling umum, dan diterima masyarakat kelas bawah. Dia menjadikan aksinya di balik DJ set sebagai sarana kirim salam dan ucapan ulang tahun.

Meski apa yang dilakukan DJ Ali Kece tidak bisa kita anggap mewakili kerja DJ yang sebenarnya, tetapi setidaknya dia merayakan musik elektronik sebagai musik yang mampu melebur, menembus batas kelas sosial. Entah di festival DWP atau panggung remix koplo tingkat kampung, rasanya semua berhak menikmati musik elektronik dengan caranya sendiri. Tanpa adanya penghakiman kelas.

Dalam serapan yang lain, musik elektronik pada 2021 akan mewujud dalam berbagai hal. Dalam genre pop, hingga memberi ruang pada produser musik elektronik yang \”sesungguhnya\”.

Lantas, bagaimana dengan rock? Pada 2020, genre ini punya sedikit catatan. Meski tak terlalu menggembirakan. Album rock yang paling mencuri perhatian dari tahun 2020 datang dari Rollfast lewat Garatuba. Tahun 2020 juga melahirkan duo yang cukup menjanjikan, yaitu Martials/. Namun nampaknya, 2021 dalam sirkuit rock tak terlampau bising.

Tags: genre musikmusikMusik Lokal 2021
Previous Post

Song Hye Kyo Bakal Main Drakor Garapan Penulis Descendants of The Sun

Next Post

Agnez Mo Tolak Tawaran Miliaran Rupiah untuk Manggung di Kelab Striptis

Next Post

Agnez Mo Tolak Tawaran Miliaran Rupiah untuk Manggung di Kelab Striptis

Sebelum Wafat, Chacha Eks Trio Macan Sempat Kirim Pesan Janggal ke Keanu Angelo

Namgoong Min Dedikasikan Kemenangan di SBS Drama Awards 2020 untuk Ibu

Film Susi Susanti - Love All Tayang di Disney+ Hotstar

Daftar Lengkap Pemenang SBS Drama Awards 2020

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
7035d9d1 7c82 44b4 987d Ef44afa80288
44ed4d21 F8a5 4f6c 8613 25f3b90a0a8f
55204b2d 442b 4299 9168 C286359aa871
0206f433 7160 43e5 A756 F887d3accc7d
F339210c 077b 4d07 B5bc C7b34e814989
11f36cc4 93d2 499e 88e2 D84e0b528160
Cb85d063 14db 42c7 A763 2840d587af7f
290f3955 B209 45ce 8d28 Fb8f4b1ff2af
357faad4 2704 4bd2 8170 6e2a79179b53
184f261c 89d5 4bdd Bb55 87a4749841c4
Ba129abc C39d 42d6 A0b7 E411f02e2fb5
4d962aae 8c07 46fe B271 Cbcf1df0cb9b
3e5b5e80 D5dc 46ac Ae0e E1bca7770340
29fa06cd 565c 4f1f 92f1 Deab2f111ed0
591383d9 9540 4460 890c 720f01c32f67
897937fd C91d 40e5 87b3 40c62c9b6c1a
817e3f70 D117 4d40 B818 07b413addf97
47a0a387 5b4b 4e42 8b91 C40f8e5ebb83
247caacf E731 4a8e B182 04d4a519b032
0d5753b3 A3aa 4b01 A0a1 F6687db5b4d5
A055f77c 93a8 46c7 9d55 Bf3a772489d5
E6fac842 221c 4671 8095 0ad6c4c921b0
A8bfda4f 717a 4eb0 80d4 5843671199f5
C8de7c45 2ac7 470a Be96 7dd447264fc8
72238cb4 7a41 4c8f 80f0 A63851da28c3
E8ee306c 6304 4530 80b1 20754ca15e38
397c0bd0 Dfed 4bad Ace2 C3f02fd71b9d
4fb9c66a 8969 4d9a 80a6 C49cab950448
A10fd492 B1d1 4400 96c7 B1d0f20c395a
0147d073 C572 4193 B3da 9dfe7107dc61
Bab0afc9 9499 4bb2 Bef6 C32aa97b43f0
D75f7c22 069d 4a8c A87e 09ffe1b03205
A1b57ab5 C2f3 4e1e Bbe6 83cc172f2f00
4a75bd42 D744 4ac0 8127 2334b05796ee
0841c150 4bbe 4d2b 9db4 8317fcaa940b
4e8e4029 7f37 405a Aea5 0a3e28ced4d6
6476062a F899 4b12 996d A2014f742878
E74dfdeb B764 4130 Af9e 91cfba4c834a
61a754eb 679c 48cd B46c 57680aa9dce2
Beadd70a C4bc 47e5 86d6 2550931cb8bf
A74f10ca 78c2 4a2c Ba80 5c8fe8ec2a25
E1ece5b9 2726 4699 84f5 F58f92146589
Db961d9c 89e7 4c2e 9658 B5ec0b5de2be
00b8b6c9 B31b 4b6c 94e4 5ae795b19561
701bbc35 61be 4d2c 8877 9299be29a54e
5e2f4d12 7ef3 407d 8fbb 5d30a74a419b
40ae07f7 B7b5 4311 8371 0ec499d00585
8f28462d 1ceb 4703 Aae4 F257ab40f3ae
85cc8b8b F9a0 4aff B9f8 B20313521d17
C7cbac86 5734 4cac Ab7b 1eef33ea9670