Tuesday, August 11, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

Konser 25 Tahun Padi Reborn, Rencana Besar setelah Sesuatu yang Tertunda

Nana HasanbyNana Hasan
August 21, 2022
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Merayakan 25 tahun dalam formasi utuh adalah anugerah terindah bagi sebuah band dan penggemarnya. Itulah yang dirasakan Padi Reborn dengan segenap Sobat Padi yang hadir dalam Konser Perak 25 Tahun Padi Reborn, di Tennis Indoor Senayan, pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Kita semua sama-sama tahu bahwa keutuhan Padi hari ini tidak lepas dari perpecahan yang terjadi medio 2010-2017. Dan kita semua sama-sama tahu bahwa band ini sampai pada titik – yang sayangnya tidak dialami semua band – bahwa kesediaan menerima perbedaan dengan tujuan yang lebih besar adalah lebih penting ketimbang pecah karena mempertahankan ego masing-masing. Terdengar klise, tapi itulah yang membuat 25 tahun Padi terasa begitu indah.

\”Kita bukan jebolan (ajang) talenta, kadang kalaupun mereka jago skill belum tentu bisa menyatu menjadi band yang tahan lama. Karena akhirnya semua berbicara soal ego. Kalau kita, sepakat bahwa kita ini bukan kayak saudara, tapi keluarga. Sudah tahu saya seperti apa. Kita sudah tahu, jeroannya. Itu yang menyemangati kita selalu terus bersama,\” kata Piyu kepada media, sebelum memulai konser. \”Ego kita ditempa selama 7 tahun vakum itu. Kita menempa ego kita sampai akhirnya 2017 selesai itu,\” sambung Yoyo.

Konser dibuka dengan raungan sonik gitar Ari Tri Sosianto. Ari mempertunjukkan kebolehannya memadukan efek gitar dengan kemampuan teknikal yang menghasilkan bunyi-bunyi spacy. Suguhan pembuka penting dalam membangun suasana konser yang terasa sakral. Sekitar dua menit Ari beraksi, sebelum konser resmi dibuka dengan \”Bayangkanlah.\” Sayangnya, sesi gitar solo Piyu dalam lagu itu terganggu persoalan teknis. Gitar yang dipersiapkan untuk aksi solo gitar di tengah \”Bayangkanlah\” mati.

Berhubung ini adalah perayaan spesial, tentu pihak penyelenggara berupaya menyuguhkan sesuatu yang bisa jadi pembeda. Hal itu diejawantahkan dengan kehadiran Denny Chasmala Orchestra yang bertugas memberi penyegaran beberapa hit Padi, antara lain \”Menanti Keajaiban,\” \”Harmony,\” \”Tempat Terakhir,\” \”Rapuh,\” dan tentu saja \”Kasih Tak Sampai.\” Selain itu, pada sela-sela konser diputar juga video dokumenter berisi retrospeksi perjalanan 25 tahun Padi. Bassist Rindra yang dalam penampilan Padi pada umumnya selalu diam pun dipaksa berbicara dalam momen spesial ini.

\”Perjalanan ini masih panjang masih banyak sesuatu yang tertunda yang belum kami persembahkan. Terima kasih Sobat Padi telah merajut, meniti rencana besar,\” ujar Rindra malu-malu, setelah \”dipaksa\” bicara oleh Fadly.

Catatan menarik lainnya dari konser ini adalah penggenapan janji Padi beberapa waktu lalu untuk memainkan nomor-nomor yang jarang atau bahkan belum pernah mereka bawakan secara langsung. Sesi \”membawakan lagu yang jarang dimainkan\” itu dibuat secara medley dengan urutan \”Patah,\” \”Repihan Hati,\” \”Menerobos Gelap,\” \”Beri Aku Arti,\” \”Lingkaran,\” dan \”Akhir Dunia.\”

Dalam konser dua setengah jam itu, Padi Reborn menutup dengan hit \”Sobat.\” Sebuah lagu yang menyeret Padi Reborn lebih dalam ke industri musik, sekaligus sebagai penanda awal kesuksesan karier mereka. Usai menuntaskan \”Sobat,\” para penonton yang enggan pulang karena menantikan encore, dimanjakan dengan dua nomor pamungkas, yaitu \”Hitam\” dan \”Begitu Indah.\”

\”Kami pertama kali ke luar negeri tahun 2004 ke Jepang. Sampai bandara Narita, saya melihat pesawat yang saya tumpangi besar sekali. Piyu saat itu tanya ke saya, \’Pernah nggak kepikiran kita band kampus bisa datang dan menginjak Jepang?\’ Ini enggak pernah terbayang dalam hidup. Kami adalah band beruntung karena dicintai. Malam ini kita tutup dengan \’Begitu Indah,\’\” kisah Fadly mengakhiri konser.

Dilansir dari: medcom.id
ADVERTISEMENT

Merayakan 25 tahun dalam formasi utuh adalah anugerah terindah bagi sebuah band dan penggemarnya. Itulah yang dirasakan Padi Reborn dengan segenap Sobat Padi yang hadir dalam Konser Perak 25 Tahun Padi Reborn, di Tennis Indoor Senayan, pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Kita semua sama-sama tahu bahwa keutuhan Padi hari ini tidak lepas dari perpecahan yang terjadi medio 2010-2017. Dan kita semua sama-sama tahu bahwa band ini sampai pada titik – yang sayangnya tidak dialami semua band – bahwa kesediaan menerima perbedaan dengan tujuan yang lebih besar adalah lebih penting ketimbang pecah karena mempertahankan ego masing-masing. Terdengar klise, tapi itulah yang membuat 25 tahun Padi terasa begitu indah.

\”Kita bukan jebolan (ajang) talenta, kadang kalaupun mereka jago skill belum tentu bisa menyatu menjadi band yang tahan lama. Karena akhirnya semua berbicara soal ego. Kalau kita, sepakat bahwa kita ini bukan kayak saudara, tapi keluarga. Sudah tahu saya seperti apa. Kita sudah tahu, jeroannya. Itu yang menyemangati kita selalu terus bersama,\” kata Piyu kepada media, sebelum memulai konser. \”Ego kita ditempa selama 7 tahun vakum itu. Kita menempa ego kita sampai akhirnya 2017 selesai itu,\” sambung Yoyo.

Konser dibuka dengan raungan sonik gitar Ari Tri Sosianto. Ari mempertunjukkan kebolehannya memadukan efek gitar dengan kemampuan teknikal yang menghasilkan bunyi-bunyi spacy. Suguhan pembuka penting dalam membangun suasana konser yang terasa sakral. Sekitar dua menit Ari beraksi, sebelum konser resmi dibuka dengan \”Bayangkanlah.\” Sayangnya, sesi gitar solo Piyu dalam lagu itu terganggu persoalan teknis. Gitar yang dipersiapkan untuk aksi solo gitar di tengah \”Bayangkanlah\” mati.

Berhubung ini adalah perayaan spesial, tentu pihak penyelenggara berupaya menyuguhkan sesuatu yang bisa jadi pembeda. Hal itu diejawantahkan dengan kehadiran Denny Chasmala Orchestra yang bertugas memberi penyegaran beberapa hit Padi, antara lain \”Menanti Keajaiban,\” \”Harmony,\” \”Tempat Terakhir,\” \”Rapuh,\” dan tentu saja \”Kasih Tak Sampai.\” Selain itu, pada sela-sela konser diputar juga video dokumenter berisi retrospeksi perjalanan 25 tahun Padi. Bassist Rindra yang dalam penampilan Padi pada umumnya selalu diam pun dipaksa berbicara dalam momen spesial ini.

\”Perjalanan ini masih panjang masih banyak sesuatu yang tertunda yang belum kami persembahkan. Terima kasih Sobat Padi telah merajut, meniti rencana besar,\” ujar Rindra malu-malu, setelah \”dipaksa\” bicara oleh Fadly.

Catatan menarik lainnya dari konser ini adalah penggenapan janji Padi beberapa waktu lalu untuk memainkan nomor-nomor yang jarang atau bahkan belum pernah mereka bawakan secara langsung. Sesi \”membawakan lagu yang jarang dimainkan\” itu dibuat secara medley dengan urutan \”Patah,\” \”Repihan Hati,\” \”Menerobos Gelap,\” \”Beri Aku Arti,\” \”Lingkaran,\” dan \”Akhir Dunia.\”

Dalam konser dua setengah jam itu, Padi Reborn menutup dengan hit \”Sobat.\” Sebuah lagu yang menyeret Padi Reborn lebih dalam ke industri musik, sekaligus sebagai penanda awal kesuksesan karier mereka. Usai menuntaskan \”Sobat,\” para penonton yang enggan pulang karena menantikan encore, dimanjakan dengan dua nomor pamungkas, yaitu \”Hitam\” dan \”Begitu Indah.\”

\”Kami pertama kali ke luar negeri tahun 2004 ke Jepang. Sampai bandara Narita, saya melihat pesawat yang saya tumpangi besar sekali. Piyu saat itu tanya ke saya, \’Pernah nggak kepikiran kita band kampus bisa datang dan menginjak Jepang?\’ Ini enggak pernah terbayang dalam hidup. Kami adalah band beruntung karena dicintai. Malam ini kita tutup dengan \’Begitu Indah,\’\” kisah Fadly mengakhiri konser.

Dilansir dari: medcom.id

Merayakan 25 tahun dalam formasi utuh adalah anugerah terindah bagi sebuah band dan penggemarnya. Itulah yang dirasakan Padi Reborn dengan segenap Sobat Padi yang hadir dalam Konser Perak 25 Tahun Padi Reborn, di Tennis Indoor Senayan, pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Kita semua sama-sama tahu bahwa keutuhan Padi hari ini tidak lepas dari perpecahan yang terjadi medio 2010-2017. Dan kita semua sama-sama tahu bahwa band ini sampai pada titik – yang sayangnya tidak dialami semua band – bahwa kesediaan menerima perbedaan dengan tujuan yang lebih besar adalah lebih penting ketimbang pecah karena mempertahankan ego masing-masing. Terdengar klise, tapi itulah yang membuat 25 tahun Padi terasa begitu indah.

\”Kita bukan jebolan (ajang) talenta, kadang kalaupun mereka jago skill belum tentu bisa menyatu menjadi band yang tahan lama. Karena akhirnya semua berbicara soal ego. Kalau kita, sepakat bahwa kita ini bukan kayak saudara, tapi keluarga. Sudah tahu saya seperti apa. Kita sudah tahu, jeroannya. Itu yang menyemangati kita selalu terus bersama,\” kata Piyu kepada media, sebelum memulai konser. \”Ego kita ditempa selama 7 tahun vakum itu. Kita menempa ego kita sampai akhirnya 2017 selesai itu,\” sambung Yoyo.

Konser dibuka dengan raungan sonik gitar Ari Tri Sosianto. Ari mempertunjukkan kebolehannya memadukan efek gitar dengan kemampuan teknikal yang menghasilkan bunyi-bunyi spacy. Suguhan pembuka penting dalam membangun suasana konser yang terasa sakral. Sekitar dua menit Ari beraksi, sebelum konser resmi dibuka dengan \”Bayangkanlah.\” Sayangnya, sesi gitar solo Piyu dalam lagu itu terganggu persoalan teknis. Gitar yang dipersiapkan untuk aksi solo gitar di tengah \”Bayangkanlah\” mati.

Berhubung ini adalah perayaan spesial, tentu pihak penyelenggara berupaya menyuguhkan sesuatu yang bisa jadi pembeda. Hal itu diejawantahkan dengan kehadiran Denny Chasmala Orchestra yang bertugas memberi penyegaran beberapa hit Padi, antara lain \”Menanti Keajaiban,\” \”Harmony,\” \”Tempat Terakhir,\” \”Rapuh,\” dan tentu saja \”Kasih Tak Sampai.\” Selain itu, pada sela-sela konser diputar juga video dokumenter berisi retrospeksi perjalanan 25 tahun Padi. Bassist Rindra yang dalam penampilan Padi pada umumnya selalu diam pun dipaksa berbicara dalam momen spesial ini.

\”Perjalanan ini masih panjang masih banyak sesuatu yang tertunda yang belum kami persembahkan. Terima kasih Sobat Padi telah merajut, meniti rencana besar,\” ujar Rindra malu-malu, setelah \”dipaksa\” bicara oleh Fadly.

Catatan menarik lainnya dari konser ini adalah penggenapan janji Padi beberapa waktu lalu untuk memainkan nomor-nomor yang jarang atau bahkan belum pernah mereka bawakan secara langsung. Sesi \”membawakan lagu yang jarang dimainkan\” itu dibuat secara medley dengan urutan \”Patah,\” \”Repihan Hati,\” \”Menerobos Gelap,\” \”Beri Aku Arti,\” \”Lingkaran,\” dan \”Akhir Dunia.\”

Dalam konser dua setengah jam itu, Padi Reborn menutup dengan hit \”Sobat.\” Sebuah lagu yang menyeret Padi Reborn lebih dalam ke industri musik, sekaligus sebagai penanda awal kesuksesan karier mereka. Usai menuntaskan \”Sobat,\” para penonton yang enggan pulang karena menantikan encore, dimanjakan dengan dua nomor pamungkas, yaitu \”Hitam\” dan \”Begitu Indah.\”

\”Kami pertama kali ke luar negeri tahun 2004 ke Jepang. Sampai bandara Narita, saya melihat pesawat yang saya tumpangi besar sekali. Piyu saat itu tanya ke saya, \’Pernah nggak kepikiran kita band kampus bisa datang dan menginjak Jepang?\’ Ini enggak pernah terbayang dalam hidup. Kami adalah band beruntung karena dicintai. Malam ini kita tutup dengan \’Begitu Indah,\’\” kisah Fadly mengakhiri konser.

Dilansir dari: medcom.id
ADVERTISEMENT

Merayakan 25 tahun dalam formasi utuh adalah anugerah terindah bagi sebuah band dan penggemarnya. Itulah yang dirasakan Padi Reborn dengan segenap Sobat Padi yang hadir dalam Konser Perak 25 Tahun Padi Reborn, di Tennis Indoor Senayan, pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Kita semua sama-sama tahu bahwa keutuhan Padi hari ini tidak lepas dari perpecahan yang terjadi medio 2010-2017. Dan kita semua sama-sama tahu bahwa band ini sampai pada titik – yang sayangnya tidak dialami semua band – bahwa kesediaan menerima perbedaan dengan tujuan yang lebih besar adalah lebih penting ketimbang pecah karena mempertahankan ego masing-masing. Terdengar klise, tapi itulah yang membuat 25 tahun Padi terasa begitu indah.

\”Kita bukan jebolan (ajang) talenta, kadang kalaupun mereka jago skill belum tentu bisa menyatu menjadi band yang tahan lama. Karena akhirnya semua berbicara soal ego. Kalau kita, sepakat bahwa kita ini bukan kayak saudara, tapi keluarga. Sudah tahu saya seperti apa. Kita sudah tahu, jeroannya. Itu yang menyemangati kita selalu terus bersama,\” kata Piyu kepada media, sebelum memulai konser. \”Ego kita ditempa selama 7 tahun vakum itu. Kita menempa ego kita sampai akhirnya 2017 selesai itu,\” sambung Yoyo.

Konser dibuka dengan raungan sonik gitar Ari Tri Sosianto. Ari mempertunjukkan kebolehannya memadukan efek gitar dengan kemampuan teknikal yang menghasilkan bunyi-bunyi spacy. Suguhan pembuka penting dalam membangun suasana konser yang terasa sakral. Sekitar dua menit Ari beraksi, sebelum konser resmi dibuka dengan \”Bayangkanlah.\” Sayangnya, sesi gitar solo Piyu dalam lagu itu terganggu persoalan teknis. Gitar yang dipersiapkan untuk aksi solo gitar di tengah \”Bayangkanlah\” mati.

Berhubung ini adalah perayaan spesial, tentu pihak penyelenggara berupaya menyuguhkan sesuatu yang bisa jadi pembeda. Hal itu diejawantahkan dengan kehadiran Denny Chasmala Orchestra yang bertugas memberi penyegaran beberapa hit Padi, antara lain \”Menanti Keajaiban,\” \”Harmony,\” \”Tempat Terakhir,\” \”Rapuh,\” dan tentu saja \”Kasih Tak Sampai.\” Selain itu, pada sela-sela konser diputar juga video dokumenter berisi retrospeksi perjalanan 25 tahun Padi. Bassist Rindra yang dalam penampilan Padi pada umumnya selalu diam pun dipaksa berbicara dalam momen spesial ini.

\”Perjalanan ini masih panjang masih banyak sesuatu yang tertunda yang belum kami persembahkan. Terima kasih Sobat Padi telah merajut, meniti rencana besar,\” ujar Rindra malu-malu, setelah \”dipaksa\” bicara oleh Fadly.

Catatan menarik lainnya dari konser ini adalah penggenapan janji Padi beberapa waktu lalu untuk memainkan nomor-nomor yang jarang atau bahkan belum pernah mereka bawakan secara langsung. Sesi \”membawakan lagu yang jarang dimainkan\” itu dibuat secara medley dengan urutan \”Patah,\” \”Repihan Hati,\” \”Menerobos Gelap,\” \”Beri Aku Arti,\” \”Lingkaran,\” dan \”Akhir Dunia.\”

Dalam konser dua setengah jam itu, Padi Reborn menutup dengan hit \”Sobat.\” Sebuah lagu yang menyeret Padi Reborn lebih dalam ke industri musik, sekaligus sebagai penanda awal kesuksesan karier mereka. Usai menuntaskan \”Sobat,\” para penonton yang enggan pulang karena menantikan encore, dimanjakan dengan dua nomor pamungkas, yaitu \”Hitam\” dan \”Begitu Indah.\”

\”Kami pertama kali ke luar negeri tahun 2004 ke Jepang. Sampai bandara Narita, saya melihat pesawat yang saya tumpangi besar sekali. Piyu saat itu tanya ke saya, \’Pernah nggak kepikiran kita band kampus bisa datang dan menginjak Jepang?\’ Ini enggak pernah terbayang dalam hidup. Kami adalah band beruntung karena dicintai. Malam ini kita tutup dengan \’Begitu Indah,\’\” kisah Fadly mengakhiri konser.

Dilansir dari: medcom.id
Tags: grup musikkonser musikmusikPadi Reborn
Previous Post

Terinspirasi Buku Harian, Hanin Dhiya Rilis Single \’Sempat\’

Next Post

Sudah Tayang, Ini Sinopsis Film Horor Orphan: First Kill

Next Post

Sudah Tayang, Ini Sinopsis Film Horor Orphan: First Kill

Perayaan 25 Tahun Shaggydog, Pameran Foto hingga Kolaborasi dengan Pahlawan SKA Lokal

MILLI Rilis Single “Mind Games” Berkolaborasi dengan Jackson Wang

Jennifer Lopez dan Ben Affleck Resmi Menikah Lagi di Georgia

Kejutan Yakup Hasibuan Saat Lamar Jessica Mila Jadi Trending di Jagat Maya

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
patek philippe nautilus 5726 replica 11 watch blue dial leather strap9702 panerai imitation watches luminor quaranta bitempo luna rossa pam1404 rubbers strap vsf 40mm5201 ap green dial jumbo replica1993 hublot classic fusion with moissanite replica watch leather strap5396 replica watches panerai radiomir quaranta 40mm pam01293 replica panerai pam388 black dial leather strap p 9000 super clone1837 rolex best replica watch cosmograph daytona 126529ln le mans clean factory 40mm4871 replica cartier santos wh100651 diamond ss white dial leather strap a90156155 patek philippe calatrava 5226g replica 11 watch mens leather strap1821 replica watches panerai submersible luna rossa 42mm pam01579 replica richard mille rm027 rg skeleton dial black nylon strap 6t515046 cartier santos wsa0065 best copies watch women dial brown9264 omega seamaster 150m 23e5295e replica breitling colt automatic 44mm ss gf white textured dial ss bracelet a28248306 replica cartier cle de cartier yg white textured dial leather strap miyota90158355 replica omega xf seamaster aqua terra master blue textured dial ss bracelet a89002323 breitling chronometre replica5968 iwc aquatimer laureus sport for good chronograph automatic blue dial mens watch iw379507 rolex cosmograph daytona 116595 rainbow replica watch bt factory 40mm8766 patek philippe sky moon celestial 6104r replica watch9934 jewelry inspired by van cleef
replica jazz club
replica bags online
omega seamaster replica
1:1 rolex
replicas watches swiss
replica philippe patek
rolex submariner homage
maison margiela replica gats
margiela replica cologne
cartier love bracelet dupe
maison margiela replica cologne
hermes birkin bag replica
patek replica
replica designer footwear