Sunday, February 1, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

Konser 25 Tahun Padi Reborn, Rencana Besar setelah Sesuatu yang Tertunda

Nana HasanbyNana Hasan
August 21, 2022
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Merayakan 25 tahun dalam formasi utuh adalah anugerah terindah bagi sebuah band dan penggemarnya. Itulah yang dirasakan Padi Reborn dengan segenap Sobat Padi yang hadir dalam Konser Perak 25 Tahun Padi Reborn, di Tennis Indoor Senayan, pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Kita semua sama-sama tahu bahwa keutuhan Padi hari ini tidak lepas dari perpecahan yang terjadi medio 2010-2017. Dan kita semua sama-sama tahu bahwa band ini sampai pada titik – yang sayangnya tidak dialami semua band – bahwa kesediaan menerima perbedaan dengan tujuan yang lebih besar adalah lebih penting ketimbang pecah karena mempertahankan ego masing-masing. Terdengar klise, tapi itulah yang membuat 25 tahun Padi terasa begitu indah.

\”Kita bukan jebolan (ajang) talenta, kadang kalaupun mereka jago skill belum tentu bisa menyatu menjadi band yang tahan lama. Karena akhirnya semua berbicara soal ego. Kalau kita, sepakat bahwa kita ini bukan kayak saudara, tapi keluarga. Sudah tahu saya seperti apa. Kita sudah tahu, jeroannya. Itu yang menyemangati kita selalu terus bersama,\” kata Piyu kepada media, sebelum memulai konser. \”Ego kita ditempa selama 7 tahun vakum itu. Kita menempa ego kita sampai akhirnya 2017 selesai itu,\” sambung Yoyo.

Konser dibuka dengan raungan sonik gitar Ari Tri Sosianto. Ari mempertunjukkan kebolehannya memadukan efek gitar dengan kemampuan teknikal yang menghasilkan bunyi-bunyi spacy. Suguhan pembuka penting dalam membangun suasana konser yang terasa sakral. Sekitar dua menit Ari beraksi, sebelum konser resmi dibuka dengan \”Bayangkanlah.\” Sayangnya, sesi gitar solo Piyu dalam lagu itu terganggu persoalan teknis. Gitar yang dipersiapkan untuk aksi solo gitar di tengah \”Bayangkanlah\” mati.

Berhubung ini adalah perayaan spesial, tentu pihak penyelenggara berupaya menyuguhkan sesuatu yang bisa jadi pembeda. Hal itu diejawantahkan dengan kehadiran Denny Chasmala Orchestra yang bertugas memberi penyegaran beberapa hit Padi, antara lain \”Menanti Keajaiban,\” \”Harmony,\” \”Tempat Terakhir,\” \”Rapuh,\” dan tentu saja \”Kasih Tak Sampai.\” Selain itu, pada sela-sela konser diputar juga video dokumenter berisi retrospeksi perjalanan 25 tahun Padi. Bassist Rindra yang dalam penampilan Padi pada umumnya selalu diam pun dipaksa berbicara dalam momen spesial ini.

\”Perjalanan ini masih panjang masih banyak sesuatu yang tertunda yang belum kami persembahkan. Terima kasih Sobat Padi telah merajut, meniti rencana besar,\” ujar Rindra malu-malu, setelah \”dipaksa\” bicara oleh Fadly.

Catatan menarik lainnya dari konser ini adalah penggenapan janji Padi beberapa waktu lalu untuk memainkan nomor-nomor yang jarang atau bahkan belum pernah mereka bawakan secara langsung. Sesi \”membawakan lagu yang jarang dimainkan\” itu dibuat secara medley dengan urutan \”Patah,\” \”Repihan Hati,\” \”Menerobos Gelap,\” \”Beri Aku Arti,\” \”Lingkaran,\” dan \”Akhir Dunia.\”

Dalam konser dua setengah jam itu, Padi Reborn menutup dengan hit \”Sobat.\” Sebuah lagu yang menyeret Padi Reborn lebih dalam ke industri musik, sekaligus sebagai penanda awal kesuksesan karier mereka. Usai menuntaskan \”Sobat,\” para penonton yang enggan pulang karena menantikan encore, dimanjakan dengan dua nomor pamungkas, yaitu \”Hitam\” dan \”Begitu Indah.\”

\”Kami pertama kali ke luar negeri tahun 2004 ke Jepang. Sampai bandara Narita, saya melihat pesawat yang saya tumpangi besar sekali. Piyu saat itu tanya ke saya, \’Pernah nggak kepikiran kita band kampus bisa datang dan menginjak Jepang?\’ Ini enggak pernah terbayang dalam hidup. Kami adalah band beruntung karena dicintai. Malam ini kita tutup dengan \’Begitu Indah,\’\” kisah Fadly mengakhiri konser.

Dilansir dari: medcom.id
ADVERTISEMENT

Merayakan 25 tahun dalam formasi utuh adalah anugerah terindah bagi sebuah band dan penggemarnya. Itulah yang dirasakan Padi Reborn dengan segenap Sobat Padi yang hadir dalam Konser Perak 25 Tahun Padi Reborn, di Tennis Indoor Senayan, pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Kita semua sama-sama tahu bahwa keutuhan Padi hari ini tidak lepas dari perpecahan yang terjadi medio 2010-2017. Dan kita semua sama-sama tahu bahwa band ini sampai pada titik – yang sayangnya tidak dialami semua band – bahwa kesediaan menerima perbedaan dengan tujuan yang lebih besar adalah lebih penting ketimbang pecah karena mempertahankan ego masing-masing. Terdengar klise, tapi itulah yang membuat 25 tahun Padi terasa begitu indah.

\”Kita bukan jebolan (ajang) talenta, kadang kalaupun mereka jago skill belum tentu bisa menyatu menjadi band yang tahan lama. Karena akhirnya semua berbicara soal ego. Kalau kita, sepakat bahwa kita ini bukan kayak saudara, tapi keluarga. Sudah tahu saya seperti apa. Kita sudah tahu, jeroannya. Itu yang menyemangati kita selalu terus bersama,\” kata Piyu kepada media, sebelum memulai konser. \”Ego kita ditempa selama 7 tahun vakum itu. Kita menempa ego kita sampai akhirnya 2017 selesai itu,\” sambung Yoyo.

Konser dibuka dengan raungan sonik gitar Ari Tri Sosianto. Ari mempertunjukkan kebolehannya memadukan efek gitar dengan kemampuan teknikal yang menghasilkan bunyi-bunyi spacy. Suguhan pembuka penting dalam membangun suasana konser yang terasa sakral. Sekitar dua menit Ari beraksi, sebelum konser resmi dibuka dengan \”Bayangkanlah.\” Sayangnya, sesi gitar solo Piyu dalam lagu itu terganggu persoalan teknis. Gitar yang dipersiapkan untuk aksi solo gitar di tengah \”Bayangkanlah\” mati.

Berhubung ini adalah perayaan spesial, tentu pihak penyelenggara berupaya menyuguhkan sesuatu yang bisa jadi pembeda. Hal itu diejawantahkan dengan kehadiran Denny Chasmala Orchestra yang bertugas memberi penyegaran beberapa hit Padi, antara lain \”Menanti Keajaiban,\” \”Harmony,\” \”Tempat Terakhir,\” \”Rapuh,\” dan tentu saja \”Kasih Tak Sampai.\” Selain itu, pada sela-sela konser diputar juga video dokumenter berisi retrospeksi perjalanan 25 tahun Padi. Bassist Rindra yang dalam penampilan Padi pada umumnya selalu diam pun dipaksa berbicara dalam momen spesial ini.

\”Perjalanan ini masih panjang masih banyak sesuatu yang tertunda yang belum kami persembahkan. Terima kasih Sobat Padi telah merajut, meniti rencana besar,\” ujar Rindra malu-malu, setelah \”dipaksa\” bicara oleh Fadly.

Catatan menarik lainnya dari konser ini adalah penggenapan janji Padi beberapa waktu lalu untuk memainkan nomor-nomor yang jarang atau bahkan belum pernah mereka bawakan secara langsung. Sesi \”membawakan lagu yang jarang dimainkan\” itu dibuat secara medley dengan urutan \”Patah,\” \”Repihan Hati,\” \”Menerobos Gelap,\” \”Beri Aku Arti,\” \”Lingkaran,\” dan \”Akhir Dunia.\”

Dalam konser dua setengah jam itu, Padi Reborn menutup dengan hit \”Sobat.\” Sebuah lagu yang menyeret Padi Reborn lebih dalam ke industri musik, sekaligus sebagai penanda awal kesuksesan karier mereka. Usai menuntaskan \”Sobat,\” para penonton yang enggan pulang karena menantikan encore, dimanjakan dengan dua nomor pamungkas, yaitu \”Hitam\” dan \”Begitu Indah.\”

\”Kami pertama kali ke luar negeri tahun 2004 ke Jepang. Sampai bandara Narita, saya melihat pesawat yang saya tumpangi besar sekali. Piyu saat itu tanya ke saya, \’Pernah nggak kepikiran kita band kampus bisa datang dan menginjak Jepang?\’ Ini enggak pernah terbayang dalam hidup. Kami adalah band beruntung karena dicintai. Malam ini kita tutup dengan \’Begitu Indah,\’\” kisah Fadly mengakhiri konser.

Dilansir dari: medcom.id

Merayakan 25 tahun dalam formasi utuh adalah anugerah terindah bagi sebuah band dan penggemarnya. Itulah yang dirasakan Padi Reborn dengan segenap Sobat Padi yang hadir dalam Konser Perak 25 Tahun Padi Reborn, di Tennis Indoor Senayan, pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Kita semua sama-sama tahu bahwa keutuhan Padi hari ini tidak lepas dari perpecahan yang terjadi medio 2010-2017. Dan kita semua sama-sama tahu bahwa band ini sampai pada titik – yang sayangnya tidak dialami semua band – bahwa kesediaan menerima perbedaan dengan tujuan yang lebih besar adalah lebih penting ketimbang pecah karena mempertahankan ego masing-masing. Terdengar klise, tapi itulah yang membuat 25 tahun Padi terasa begitu indah.

\”Kita bukan jebolan (ajang) talenta, kadang kalaupun mereka jago skill belum tentu bisa menyatu menjadi band yang tahan lama. Karena akhirnya semua berbicara soal ego. Kalau kita, sepakat bahwa kita ini bukan kayak saudara, tapi keluarga. Sudah tahu saya seperti apa. Kita sudah tahu, jeroannya. Itu yang menyemangati kita selalu terus bersama,\” kata Piyu kepada media, sebelum memulai konser. \”Ego kita ditempa selama 7 tahun vakum itu. Kita menempa ego kita sampai akhirnya 2017 selesai itu,\” sambung Yoyo.

Konser dibuka dengan raungan sonik gitar Ari Tri Sosianto. Ari mempertunjukkan kebolehannya memadukan efek gitar dengan kemampuan teknikal yang menghasilkan bunyi-bunyi spacy. Suguhan pembuka penting dalam membangun suasana konser yang terasa sakral. Sekitar dua menit Ari beraksi, sebelum konser resmi dibuka dengan \”Bayangkanlah.\” Sayangnya, sesi gitar solo Piyu dalam lagu itu terganggu persoalan teknis. Gitar yang dipersiapkan untuk aksi solo gitar di tengah \”Bayangkanlah\” mati.

Berhubung ini adalah perayaan spesial, tentu pihak penyelenggara berupaya menyuguhkan sesuatu yang bisa jadi pembeda. Hal itu diejawantahkan dengan kehadiran Denny Chasmala Orchestra yang bertugas memberi penyegaran beberapa hit Padi, antara lain \”Menanti Keajaiban,\” \”Harmony,\” \”Tempat Terakhir,\” \”Rapuh,\” dan tentu saja \”Kasih Tak Sampai.\” Selain itu, pada sela-sela konser diputar juga video dokumenter berisi retrospeksi perjalanan 25 tahun Padi. Bassist Rindra yang dalam penampilan Padi pada umumnya selalu diam pun dipaksa berbicara dalam momen spesial ini.

\”Perjalanan ini masih panjang masih banyak sesuatu yang tertunda yang belum kami persembahkan. Terima kasih Sobat Padi telah merajut, meniti rencana besar,\” ujar Rindra malu-malu, setelah \”dipaksa\” bicara oleh Fadly.

Catatan menarik lainnya dari konser ini adalah penggenapan janji Padi beberapa waktu lalu untuk memainkan nomor-nomor yang jarang atau bahkan belum pernah mereka bawakan secara langsung. Sesi \”membawakan lagu yang jarang dimainkan\” itu dibuat secara medley dengan urutan \”Patah,\” \”Repihan Hati,\” \”Menerobos Gelap,\” \”Beri Aku Arti,\” \”Lingkaran,\” dan \”Akhir Dunia.\”

Dalam konser dua setengah jam itu, Padi Reborn menutup dengan hit \”Sobat.\” Sebuah lagu yang menyeret Padi Reborn lebih dalam ke industri musik, sekaligus sebagai penanda awal kesuksesan karier mereka. Usai menuntaskan \”Sobat,\” para penonton yang enggan pulang karena menantikan encore, dimanjakan dengan dua nomor pamungkas, yaitu \”Hitam\” dan \”Begitu Indah.\”

\”Kami pertama kali ke luar negeri tahun 2004 ke Jepang. Sampai bandara Narita, saya melihat pesawat yang saya tumpangi besar sekali. Piyu saat itu tanya ke saya, \’Pernah nggak kepikiran kita band kampus bisa datang dan menginjak Jepang?\’ Ini enggak pernah terbayang dalam hidup. Kami adalah band beruntung karena dicintai. Malam ini kita tutup dengan \’Begitu Indah,\’\” kisah Fadly mengakhiri konser.

Dilansir dari: medcom.id
ADVERTISEMENT

Merayakan 25 tahun dalam formasi utuh adalah anugerah terindah bagi sebuah band dan penggemarnya. Itulah yang dirasakan Padi Reborn dengan segenap Sobat Padi yang hadir dalam Konser Perak 25 Tahun Padi Reborn, di Tennis Indoor Senayan, pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Kita semua sama-sama tahu bahwa keutuhan Padi hari ini tidak lepas dari perpecahan yang terjadi medio 2010-2017. Dan kita semua sama-sama tahu bahwa band ini sampai pada titik – yang sayangnya tidak dialami semua band – bahwa kesediaan menerima perbedaan dengan tujuan yang lebih besar adalah lebih penting ketimbang pecah karena mempertahankan ego masing-masing. Terdengar klise, tapi itulah yang membuat 25 tahun Padi terasa begitu indah.

\”Kita bukan jebolan (ajang) talenta, kadang kalaupun mereka jago skill belum tentu bisa menyatu menjadi band yang tahan lama. Karena akhirnya semua berbicara soal ego. Kalau kita, sepakat bahwa kita ini bukan kayak saudara, tapi keluarga. Sudah tahu saya seperti apa. Kita sudah tahu, jeroannya. Itu yang menyemangati kita selalu terus bersama,\” kata Piyu kepada media, sebelum memulai konser. \”Ego kita ditempa selama 7 tahun vakum itu. Kita menempa ego kita sampai akhirnya 2017 selesai itu,\” sambung Yoyo.

Konser dibuka dengan raungan sonik gitar Ari Tri Sosianto. Ari mempertunjukkan kebolehannya memadukan efek gitar dengan kemampuan teknikal yang menghasilkan bunyi-bunyi spacy. Suguhan pembuka penting dalam membangun suasana konser yang terasa sakral. Sekitar dua menit Ari beraksi, sebelum konser resmi dibuka dengan \”Bayangkanlah.\” Sayangnya, sesi gitar solo Piyu dalam lagu itu terganggu persoalan teknis. Gitar yang dipersiapkan untuk aksi solo gitar di tengah \”Bayangkanlah\” mati.

Berhubung ini adalah perayaan spesial, tentu pihak penyelenggara berupaya menyuguhkan sesuatu yang bisa jadi pembeda. Hal itu diejawantahkan dengan kehadiran Denny Chasmala Orchestra yang bertugas memberi penyegaran beberapa hit Padi, antara lain \”Menanti Keajaiban,\” \”Harmony,\” \”Tempat Terakhir,\” \”Rapuh,\” dan tentu saja \”Kasih Tak Sampai.\” Selain itu, pada sela-sela konser diputar juga video dokumenter berisi retrospeksi perjalanan 25 tahun Padi. Bassist Rindra yang dalam penampilan Padi pada umumnya selalu diam pun dipaksa berbicara dalam momen spesial ini.

\”Perjalanan ini masih panjang masih banyak sesuatu yang tertunda yang belum kami persembahkan. Terima kasih Sobat Padi telah merajut, meniti rencana besar,\” ujar Rindra malu-malu, setelah \”dipaksa\” bicara oleh Fadly.

Catatan menarik lainnya dari konser ini adalah penggenapan janji Padi beberapa waktu lalu untuk memainkan nomor-nomor yang jarang atau bahkan belum pernah mereka bawakan secara langsung. Sesi \”membawakan lagu yang jarang dimainkan\” itu dibuat secara medley dengan urutan \”Patah,\” \”Repihan Hati,\” \”Menerobos Gelap,\” \”Beri Aku Arti,\” \”Lingkaran,\” dan \”Akhir Dunia.\”

Dalam konser dua setengah jam itu, Padi Reborn menutup dengan hit \”Sobat.\” Sebuah lagu yang menyeret Padi Reborn lebih dalam ke industri musik, sekaligus sebagai penanda awal kesuksesan karier mereka. Usai menuntaskan \”Sobat,\” para penonton yang enggan pulang karena menantikan encore, dimanjakan dengan dua nomor pamungkas, yaitu \”Hitam\” dan \”Begitu Indah.\”

\”Kami pertama kali ke luar negeri tahun 2004 ke Jepang. Sampai bandara Narita, saya melihat pesawat yang saya tumpangi besar sekali. Piyu saat itu tanya ke saya, \’Pernah nggak kepikiran kita band kampus bisa datang dan menginjak Jepang?\’ Ini enggak pernah terbayang dalam hidup. Kami adalah band beruntung karena dicintai. Malam ini kita tutup dengan \’Begitu Indah,\’\” kisah Fadly mengakhiri konser.

Dilansir dari: medcom.id
Tags: grup musikkonser musikmusikPadi Reborn
Previous Post

Terinspirasi Buku Harian, Hanin Dhiya Rilis Single \’Sempat\’

Next Post

Sudah Tayang, Ini Sinopsis Film Horor Orphan: First Kill

Next Post

Sudah Tayang, Ini Sinopsis Film Horor Orphan: First Kill

Perayaan 25 Tahun Shaggydog, Pameran Foto hingga Kolaborasi dengan Pahlawan SKA Lokal

MILLI Rilis Single “Mind Games” Berkolaborasi dengan Jackson Wang

Jennifer Lopez dan Ben Affleck Resmi Menikah Lagi di Georgia

Kejutan Yakup Hasibuan Saat Lamar Jessica Mila Jadi Trending di Jagat Maya

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Omega De Ville Prestige Power Reserve 11 Watch Yellow Dial A4a7
Seamaster 300 Coaxial Master Chronometer 41mm Blue Dial On Bracelet B8d1
Constellation Coaxial Master Chronometer 41mm Black Dial On Leather Strap B229
Rolex Daytona Rose Gold Rainbow Bezel Diamond Dial 116595rbow 98a3
Iwc Portuguese Tourbillon Blue Markers Power Reserve Moonphase White Dial 4825
Patek Philippe Nautilus 5711 Watch Gold Wrapped Moissanite Diamonds Hong D37c
Patek Philippe Nautilus Womens Watch E4ea
Patek Philippe Nautilus 5724r Watches Gray Dial Full Function Ppf 583b
Omega Speedmaster Silver Snoopy Award 8350
Rolex Datejust Luxury Watch Yellow Champagne Dial Thb Factory 31mm 9e37
Rolex Yachtmaster Titanium 226627 Watches Black Dial Automatic Movement Vs 018e
Cartier Ballon Bleu De Fake Cartier Watch Stainless Steel 42mm 4385
Patek Philippe Nautilus 5726 Best Watch Gray Dial Grf 405mm 84bf
Audemars Piguet Copies Watch Royal Oak Jumbo 16202or Gold Wrapped A49f
Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Chronograph Ref 26331stoo1220st03 66f8
Ap 26574ba A027
Panerai Sf Pam727 S Americas Cup Thick Leather Strap P9010 4b95
Fake Breitling Watches Endurance Pro Ironman 1846
Rolex Gmt Master Ii Gold Black Dial 4e91
Rolex Cellini Moonphase 50535 High Quality Uu Factory 39mm 54f5
Ap Rose Gold Black 9f58
Audemars Piguet Watch Code 1159 Ultra Complication Universelle Rd4 Cf8a
Rolex Datejust 126234 Diamond Bezel Pink Dial 2e6c
Datejust 36 M1262000020 A92e
Rolex Cellini M50519 95fb
Cartier Panthere Women S Watch Rose Gold Quartz 27mm F89d
Rolex Datejust 126334 Watch Green Dial Clean Factory 41mm Eced
Cartier Ballon Bleu De Cartier Chrono Rg Black Dial Diamonds A944
Seamaster Diver 300m Coaxial Master Chronometer 42mm Green Dial On Cf36
Patek Philippe Nautilus 5712r Custom Gold Wrapped Refined Db2b
Patek Philippe Rubber B Strap For Nautilus 5980 Rg 1906
Audemars Piguet Royal Oak 67653bcgg1263bc01 Frosted A5e6
Constellation Coaxial Master Chronometer 29mm Stainless Steel With Diamonds Ee35
Rolex Daydate Dial Blue Copies Watch Custom Weight 186gram 18k A746
Omega Double Eagle Constellation Series 963f
Rolex Deepsea Seadweller Stainless Steel 1266600002 Oyster Fdd1
Seamaster Aqua Terra 150m Coaxial Master Chronometer 41mm Black Dial 78d2
Richard Mille Watch Rm2703 Full Carbon Red 44mm D411
Rolex Watch Daydate 228235 Gold Wrapped Chocolate Dial Gm V3 E416
Hublot Watch Classic Fusion Womens Gray Dial Hb Factory 33mm 0ebf
Omega Seamaster Coaxial B4f6
Cartier Tourbillon Rg Diamonds Dial Bezel Leather Strap 24b9
Richard Mille Rm011 Transparent Case Blackgreen Bezel Skeleton C31b
De Ville Prestige Quartz 274 Mm Stainless Steel With Diamonds 0953
Cartier Rotonde De Cartier Tourbillon Yg Leather Strap 69a7
Richard Mille Rm035 Rafael Nadal Forge Carbon Titanium Case Kvf C1f3
Audemars Iced Out Dbc7
Iwc Portofino Automatic Blue Dial Mens Watch Iw356523 034f
Hublot Watch With Full Diamond Moissanite Diamonds Black Dial Men A107
Yachtmaster Ii M1166800002 C533