Thursday, July 30, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Hiburan

Libatkan Pihak Ketiga TikTok Memulai Program Cek Fakta

adminsaibyadminsai
October 17, 2020
in Hiburan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Menghadapi tantangan misinformasi, Tiktok telah memulai program cek fakta Asia Pasifik dengan bermitra bersama sejumlah ahli cek fakta.
“Kami telah memulai Program cek fakta Asia Pasifik, bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, AFP dan Lead Stories,” ujar Director, Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific, dikutip dari laman resmi TikTok, Jumat (16/10).
Arjun mengatakan TikTok sebagai platform sosial bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan pengalaman edukasi pengguna dan mencegah penyebaran berita palsu. “Kami telah meningkatkan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai “fakta” atau “berita” di mata publik,” kata Arjun.
Selain itu, TikTok telah menerapkan sistem untuk memungkinkan pengguna dengan mudah melaporkan misnformasi dalam aplikasi. TikTok juga memperluas tim internal yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan mencegah misinformasi serta disinformasi.
“Misinformasi atau disinformasi yang disengaja seperti itu dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan bertentangan dengan misi kami untuk membangun komunitas berbasis kepercayaan, dimana interaksi yang otentik dapat berkembang,” ujar Arjun.
Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.
“Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini,” kata Arjun.
Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea. Tim ini juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.
“Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman,” ujar Arjun. (OL-12)  

ADVERTISEMENT
Menghadapi tantangan misinformasi, Tiktok telah memulai program cek fakta Asia Pasifik dengan bermitra bersama sejumlah ahli cek fakta.
“Kami telah memulai Program cek fakta Asia Pasifik, bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, AFP dan Lead Stories,” ujar Director, Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific, dikutip dari laman resmi TikTok, Jumat (16/10).
Arjun mengatakan TikTok sebagai platform sosial bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan pengalaman edukasi pengguna dan mencegah penyebaran berita palsu. “Kami telah meningkatkan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai “fakta” atau “berita” di mata publik,” kata Arjun.
Selain itu, TikTok telah menerapkan sistem untuk memungkinkan pengguna dengan mudah melaporkan misnformasi dalam aplikasi. TikTok juga memperluas tim internal yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan mencegah misinformasi serta disinformasi.
“Misinformasi atau disinformasi yang disengaja seperti itu dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan bertentangan dengan misi kami untuk membangun komunitas berbasis kepercayaan, dimana interaksi yang otentik dapat berkembang,” ujar Arjun.
Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.
“Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini,” kata Arjun.
Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea. Tim ini juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.
“Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman,” ujar Arjun. (OL-12)  

Menghadapi tantangan misinformasi, Tiktok telah memulai program cek fakta Asia Pasifik dengan bermitra bersama sejumlah ahli cek fakta.
“Kami telah memulai Program cek fakta Asia Pasifik, bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, AFP dan Lead Stories,” ujar Director, Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific, dikutip dari laman resmi TikTok, Jumat (16/10).
Arjun mengatakan TikTok sebagai platform sosial bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan pengalaman edukasi pengguna dan mencegah penyebaran berita palsu. “Kami telah meningkatkan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai “fakta” atau “berita” di mata publik,” kata Arjun.
Selain itu, TikTok telah menerapkan sistem untuk memungkinkan pengguna dengan mudah melaporkan misnformasi dalam aplikasi. TikTok juga memperluas tim internal yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan mencegah misinformasi serta disinformasi.
“Misinformasi atau disinformasi yang disengaja seperti itu dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan bertentangan dengan misi kami untuk membangun komunitas berbasis kepercayaan, dimana interaksi yang otentik dapat berkembang,” ujar Arjun.
Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.
“Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini,” kata Arjun.
Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea. Tim ini juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.
“Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman,” ujar Arjun. (OL-12)  

ADVERTISEMENT
Menghadapi tantangan misinformasi, Tiktok telah memulai program cek fakta Asia Pasifik dengan bermitra bersama sejumlah ahli cek fakta.
“Kami telah memulai Program cek fakta Asia Pasifik, bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, AFP dan Lead Stories,” ujar Director, Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific, dikutip dari laman resmi TikTok, Jumat (16/10).
Arjun mengatakan TikTok sebagai platform sosial bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan pengalaman edukasi pengguna dan mencegah penyebaran berita palsu. “Kami telah meningkatkan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai “fakta” atau “berita” di mata publik,” kata Arjun.
Selain itu, TikTok telah menerapkan sistem untuk memungkinkan pengguna dengan mudah melaporkan misnformasi dalam aplikasi. TikTok juga memperluas tim internal yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan mencegah misinformasi serta disinformasi.
“Misinformasi atau disinformasi yang disengaja seperti itu dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan bertentangan dengan misi kami untuk membangun komunitas berbasis kepercayaan, dimana interaksi yang otentik dapat berkembang,” ujar Arjun.
Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.
“Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini,” kata Arjun.
Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea. Tim ini juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.
“Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman,” ujar Arjun. (OL-12)  

Tags: aplikasihiburantiktok
Previous Post

Peran Gerald Situmorang di Album Perdana Ify Alyssa

Next Post

Season 2 His Dark Materials Tayang di HBO 17 November

Next Post

Season 2 His Dark Materials Tayang di HBO 17 November

Vadi Akbar Bangga Lagu Ayahnya Diberi Penghargaan

Penggemar Super Junior Menangkan Fan Army Face-Off Billboard untuk Kedua Kalinya

Jane Wiseman, Petinggi Serial Original Netflix Mundur

9 Artis Korea yang Tinggalkan Pekerjaan di Tengah Produksi Drama

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
chanel iridescent lambskin quilted medium double flap black 1797595 christian louboutin patent merci allen 85 pumps 365 nude 1701644 miumiu mary jane pumps 75663 louis vuitton monogram speedy 25 1888733 louis vuitton monogram palm springs backpack mini 1838067 celine snakeskin large luggage black 1789474 louis vuitton vernis melrose amarante 1802480 gucci vintage effect calfskin matelasse diagonal torchon gg marmont belt bag 95 38 cognac 1883668 chanel 25 medium handbaghigh end grade8704 chanel aged calfskin quilted small gabrielle backpack black 1796838 chanel aged calfskin quilted small gabrielle backpack black 1796838 prada crochet sandals 37528 louis vuitton damier azur speedy 30 1887040 chanel shiny calfskin logo platform sandals 39 black 1756721 lv onthego mm 259936 celine smooth calfskin bucket 16 bag anthracite 1886263 hermes togo birkin 35 black 1842009 hermes jet sneaker 198897 gucci betty medium tote bag 35072 louis vuitton monogram sac souple 55 1829786 facebook账号购买
FB-账号购买
instagram账号购买
谷歌账号购买
line账号购买
telegram账号购买
购买Faceboook账号的网站分享
谷歌账号购买
twitter账号购买
telegram账号购买
line账号购买
instagram账号购买
fb商城号购买-Facebook协议号
Facebook各国稳定耐用白号
脸书账号购买-facebook账号购买