Thursday, February 5, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Hiburan

Libatkan Pihak Ketiga TikTok Memulai Program Cek Fakta

adminsaibyadminsai
October 17, 2020
in Hiburan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Menghadapi tantangan misinformasi, Tiktok telah memulai program cek fakta Asia Pasifik dengan bermitra bersama sejumlah ahli cek fakta.
“Kami telah memulai Program cek fakta Asia Pasifik, bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, AFP dan Lead Stories,” ujar Director, Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific, dikutip dari laman resmi TikTok, Jumat (16/10).
Arjun mengatakan TikTok sebagai platform sosial bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan pengalaman edukasi pengguna dan mencegah penyebaran berita palsu. “Kami telah meningkatkan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai “fakta” atau “berita” di mata publik,” kata Arjun.
Selain itu, TikTok telah menerapkan sistem untuk memungkinkan pengguna dengan mudah melaporkan misnformasi dalam aplikasi. TikTok juga memperluas tim internal yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan mencegah misinformasi serta disinformasi.
“Misinformasi atau disinformasi yang disengaja seperti itu dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan bertentangan dengan misi kami untuk membangun komunitas berbasis kepercayaan, dimana interaksi yang otentik dapat berkembang,” ujar Arjun.
Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.
“Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini,” kata Arjun.
Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea. Tim ini juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.
“Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman,” ujar Arjun. (OL-12)  

ADVERTISEMENT
Menghadapi tantangan misinformasi, Tiktok telah memulai program cek fakta Asia Pasifik dengan bermitra bersama sejumlah ahli cek fakta.
“Kami telah memulai Program cek fakta Asia Pasifik, bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, AFP dan Lead Stories,” ujar Director, Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific, dikutip dari laman resmi TikTok, Jumat (16/10).
Arjun mengatakan TikTok sebagai platform sosial bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan pengalaman edukasi pengguna dan mencegah penyebaran berita palsu. “Kami telah meningkatkan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai “fakta” atau “berita” di mata publik,” kata Arjun.
Selain itu, TikTok telah menerapkan sistem untuk memungkinkan pengguna dengan mudah melaporkan misnformasi dalam aplikasi. TikTok juga memperluas tim internal yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan mencegah misinformasi serta disinformasi.
“Misinformasi atau disinformasi yang disengaja seperti itu dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan bertentangan dengan misi kami untuk membangun komunitas berbasis kepercayaan, dimana interaksi yang otentik dapat berkembang,” ujar Arjun.
Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.
“Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini,” kata Arjun.
Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea. Tim ini juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.
“Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman,” ujar Arjun. (OL-12)  

Menghadapi tantangan misinformasi, Tiktok telah memulai program cek fakta Asia Pasifik dengan bermitra bersama sejumlah ahli cek fakta.
“Kami telah memulai Program cek fakta Asia Pasifik, bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, AFP dan Lead Stories,” ujar Director, Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific, dikutip dari laman resmi TikTok, Jumat (16/10).
Arjun mengatakan TikTok sebagai platform sosial bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan pengalaman edukasi pengguna dan mencegah penyebaran berita palsu. “Kami telah meningkatkan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai “fakta” atau “berita” di mata publik,” kata Arjun.
Selain itu, TikTok telah menerapkan sistem untuk memungkinkan pengguna dengan mudah melaporkan misnformasi dalam aplikasi. TikTok juga memperluas tim internal yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan mencegah misinformasi serta disinformasi.
“Misinformasi atau disinformasi yang disengaja seperti itu dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan bertentangan dengan misi kami untuk membangun komunitas berbasis kepercayaan, dimana interaksi yang otentik dapat berkembang,” ujar Arjun.
Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.
“Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini,” kata Arjun.
Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea. Tim ini juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.
“Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman,” ujar Arjun. (OL-12)  

ADVERTISEMENT
Menghadapi tantangan misinformasi, Tiktok telah memulai program cek fakta Asia Pasifik dengan bermitra bersama sejumlah ahli cek fakta.
“Kami telah memulai Program cek fakta Asia Pasifik, bekerja sama dengan pemeriksa fakta terkemuka di industri, AFP dan Lead Stories,” ujar Director, Trust & Safety, TikTok, Asia Pacific, dikutip dari laman resmi TikTok, Jumat (16/10).
Arjun mengatakan TikTok sebagai platform sosial bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan pengalaman edukasi pengguna dan mencegah penyebaran berita palsu. “Kami telah meningkatkan upaya kami untuk mengidentifikasi konten yang tidak terverifikasi yang beredar di internet, yang mungkin terlihat sebagai “fakta” atau “berita” di mata publik,” kata Arjun.
Selain itu, TikTok telah menerapkan sistem untuk memungkinkan pengguna dengan mudah melaporkan misnformasi dalam aplikasi. TikTok juga memperluas tim internal yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan mencegah misinformasi serta disinformasi.
“Misinformasi atau disinformasi yang disengaja seperti itu dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dan bertentangan dengan misi kami untuk membangun komunitas berbasis kepercayaan, dimana interaksi yang otentik dapat berkembang,” ujar Arjun.
Program pemeriksa fakta pihak ketiga ini memanfaatkan tim pemeriksa fakta yang meninjau dan memverifikasi laporan konten. Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.
“Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini,” kata Arjun.
Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea. Tim ini juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses. Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.
Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.
“Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman,” ujar Arjun. (OL-12)  

Tags: aplikasihiburantiktok
Previous Post

Peran Gerald Situmorang di Album Perdana Ify Alyssa

Next Post

Season 2 His Dark Materials Tayang di HBO 17 November

Next Post

Season 2 His Dark Materials Tayang di HBO 17 November

Vadi Akbar Bangga Lagu Ayahnya Diberi Penghargaan

Penggemar Super Junior Menangkan Fan Army Face-Off Billboard untuk Kedua Kalinya

Jane Wiseman, Petinggi Serial Original Netflix Mundur

9 Artis Korea yang Tinggalkan Pekerjaan di Tengah Produksi Drama

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Hublot 11 Watch Classic Fusion King Gold Wom 90d894463a
Idx Patek Philippe Nautilus 7118 V 3 1382 Html 68f6ee
Idx Cartier Blue Balloon Square Di V 3 9222 Html 42dd72
Idx Franck Muller Watch V 32 With 4 V 2 2754 Html 9f8444
Rolex Day Date Watch Gold Wra 3015903e
Idx Audemars Piguet 26470 Or Jf Fac V 2 9887 Html Bf7796
Rolex Oyster Perpetual 124300 9c97b6c9
Patek Philippe Nautilus 5724G Watch Blue Dial 98f9149b42
Idx Hublot Spirit Of Big Bang Tita V 2 5865 Html 5a5a26
Rolex Watches Watch Day Date 53b53f1a
Omega Speedmaster Apollo 11 40 63ab0ddf
Rolex Fake Watch Day Date 2282 3e36af14
Idx Richard Mille Rm 007 Best Copie V 2 7266 Html Ea99b7
Richard Mille RM057 Dragon Phoenix RG Case YG B6d2cca3e8
Rolex Daytona Diw Daytona Dese E1b5cd83
Idx Buy Baignoire De Fake Cartier V 1 2649 Html 60973c
Omega OMF Speedmaster 57 Co Axial Blue Dial S 7ace63ff4f
Cartier Ballon Bleu 36mm Rg Wh 4c033e79
Idx Omega V 6 De Ville 41 Mm Ss Blac V 3 1073 Html 41b2c9
Idx Audemars Piguet Royal Oak Tour V 2 7643 Html D712a7
Rolex Daytona Black Ceramic 4ee78732
Idx Panerai Pam 386 V 3 6441 Html Eceedc
Idx Fake Patek Philippe Watch Pric V 1 8990 Html 248de4
Hublot 11 Watch Classic Fusio 4f7e82b0
Rolex Diw Daytona Carbon All C 6840b3b1
Rolex Gmt Master Ii Oyster 40 1f1e1fb4
Omega V6 Constellation 27mm SS Diamonds Marke 9f64dac65a
IWC Vintage IW544803 White Dial YG Black Leat 348d43577f
Richard Mille Rm033 Titanium S 1ddb0706
Hublot Full Sapphire 93c9131b
Idx Richard Mille Watch Rm 3802 Tou V 2 3093 Html 1a9e6e
Hublot Black Magic 301 Cx 130 10ae97ba
Ladydatejust M2791780017 8fae
Idx Cartier Watch Santos White Di V 1 5188 Html 4a868e
Omega Speedmaster Ss Apollo Xv 7d7e7af7
Audemars Piguet Watch Royal O 58363527
Idx Buy Carter Rotonde De Roma V 1 3039 Html 091b2b
Hublot Classic Fusion 42mm Rg 22d520fe
Patek Philippe Iced Nautilus J Ce80d51d
Pink Diamond Rolex 04b833a3
Audemars Piguet Jf Royal Oak O 5e310512
Idx Emerald 5711 Review V 2 6664 Html C3abba
Richard Mille Rm011 Ntpt Lotus 14dca546
Idx Audemars Piguet Watch Royal O V 1 6667 Html 2184d3
Audemars Piguet 15500 11 Watc 3aa01071
Hublot Big Bang Rose Gold 1d9f
Cartier Tourbillon YG Diamonds Dial Bezel Lea Aa5453d024
Richard Mille Watch Rm35 01 Fu F7a8a380
Idx Patek Philippe Rubber B Strap V 2 4656 Html 8dcb2b
Rolex Gmt Master Ii 116758 Sar 05e6e1bf