Sai100fm.ic – JAKARTA – Musisi senior Ikang Fawzi akhirnya angkat bicara dan pasang badan membela putrinya, Chiki Fawzi, yang secara mendadak dicopot dari posisinya sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026. Ikang mengaku tidak hanya sedih, tetapi juga merasa tersinggung dengan perlakuan yang diterima sang buah hati.
Kabar pencopotan ini menjadi sorotan publik mengingat Chiki Fawzi telah mengikuti serangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak akhir Januari lalu. Namun, di tengah proses tersebut, putri dari mendiang Marissa Haque ini justru diminta pulang secara mendadak tanpa alasan yang dinilai jelas.
Ikang Fawzi Merasa Tersinggung
Ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu, 15 Februari 2026, Ikang Fawzi mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai keputusan tersebut sangat tidak bijaksana, terutama karena Chiki sudah mencurahkan tenaga dan impiannya untuk melayani jemaah haji di Tanah Suci.
“Ya, bukan sedih lagi, saya tersinggung. Saya pikir, ya itu urusan mereka, kalau mereka punya gawean (acara) ya terserah mereka. Tapi kalau mereka bersikap tidak bijaksana, itu urusan mereka dengan Tuhan,” ujar Ikang Fawzi dengan nada tegas.
Dugaan Terkait Sikap Kritis
Beredar spekulasi bahwa pencopotan Chiki Fawzi berkaitan erat dengan sikap kritisnya yang sering ia suarakan di media sosial. Terkait hal ini, Ikang Fawzi justru memberikan dukungan penuh kepada putrinya untuk tetap kritis dan bertanggung jawab sebagai generasi muda.
“Intinya, saya sangat senang mempunyai anak-anak yang kritis dan bertanggung jawab. Karena anak muda itu harus kritis, masa depan itu milik mereka dan tidak gratis. Mereka harus merebut masa depan mereka sendiri,” tegas pelantun lagu Preman tersebut.
Respons Chiki Fawzi yang Tegar
Meskipun harus menelan pil pahit karena gagal berangkat sebagai petugas, Chiki Fawzi menunjukkan kedewasaannya. Sebelumnya, melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Chiki menyebut bahwa menjadi petugas haji adalah impian yang telah ia pendam selama tiga tahun terakhir.
Ikang menceritakan bahwa Chiki sendiri yang mencoba menenangkan dirinya. “Satu hal yang saya dapat dari anak saya, dia bilang: ‘Ayah, Kiki bisa naik haji itu semuanya atas izin Allah’. Kalau sekarang tidak jadi berangkat, berarti belum diizinkan atau Allah sedang melindungi Kiki dari hal yang tidak baik,” tutur Ikang menirukan ucapan putrinya.
Klarifikasi Pihak Berwenang
Di sisi lain, juru bicara kementerian terkait sebelumnya sempat memberikan penjelasan bahwa kepesertaan dalam Diklat PPIH tidak secara otomatis menjamin seseorang ditetapkan sebagai petugas haji. Ada proses evaluasi berkelanjutan yang dilakukan oleh tim kelompok kerja (pokja) berdasarkan standar dan kriteria tertentu.
Namun, bagi keluarga Fawzi, cara penyampaian dan momentum pencopotan yang dilakukan di tengah masa pelatihan tetap menjadi catatan mendalam. Ikang Fawzi menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah solidaritas keluarga untuk saling menguatkan di tengah situasi yang dinamis tersebut.
Kabar ini terus memicu diskusi di kalangan netizen, terutama mengenai transparansi proses seleksi petugas haji 2026 dan perlindungan terhadap hak berekspresi bagi para calon petugas dari kalangan profesional maupun aktivis.






