Aura Kasih mengaku sempat mengidap anxiety disorder atau gangguan mental. Anxiety disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Aura mengatakan bahwa jenis asupan sosial media yang diterima sangat penting untuk menghindari gangguan tersebut.
\”Oh anxiety disorder. Ya, isu anak Gen Z lebih ke mental health ya. Karena penting input asupan dari sosial media jadi harus filter, nggak semua harus kita cerna, harus disaring,\” kata Aura Kasih
Menurut keterangan Aura, edukasi dan spiritual juga menjadi hal penting untuk mengurangi penyakit mental. Namun, untuk menenangkan diri, Aura mengaku berusaha meningkatkan spiritualitas.
Baca juga : Tidur Cukup Penting Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
\”Sebenarnya dari segi spiritual dan edukasi penting. Ya aku pribadi lebih ke spiritual aja coba menenangkan diri agar anxiety disorder tidak muncul,\” ungkapnya.
Disinggung apakah sudah pernah ke psikolog atau psikiater untuk penanganan penyakitnya, Aura mengaku belum sempat. Tapi ia banyak mengobrol dengan teman-tema yang memiliki kemampuan hipnoterapi.
\”Belum sempat. Karena banyak temanku yang hipnotherapi jadi ngobrol dan sharing sama mereka, banyak baca buku aja. Ya itu berusaha menyaring inputnya aja,\” ungkapnya.
Aura kasih mengaku terus berusaha menyiasati agar penyakitnya tersebut tidak kambuht. Terutama tentang kegiatan positif yang ia lakukan, seperti melukis hingga meditasi.
Baca juga : Inilah 6 Artis Yang Mengidap Autoimun, Penyanyi Sampai Komedian!
\”Kadang-kadang lebih ke trust issue aja. Untuk mental health aku mencoba menyiasati aja. Ya seleksi inputnya harus banyak. Ya itu baca buku, banyak kegiatan, melukis. Aku lagi suka melukis ya sama saja meditasi agar anxietynya tidak kambuh. Anxiety bukan soal diem dan pikiran kosong, tapi lebih ke main musik dan ngelukis itu berimajinasi dan itu bisa mendistraksi pikiran negatif menjadi excited,\” bebernya.
Selain itu, tips dari Aura untuk menghilang anxiety disorder, adalah harus memiliki teman ngobrol. Menurutnya, tak boleh gengsi dengan sakit yang diidap.
\”Pertama harus punya teman ngobrol. Kita nggak boleh gengsi karena kita harus sadar ada sesuatu di dalam diri kenapa ya. Kedua cari tempat buat ngobrol. Ya nanti akan ada diskusi. Perbanyak ngobrol sih. Terakhir perbanyak input yang positif atau baik,\” ungkapnya.