Thursday, June 18, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Mel Gibson dan Sean Penn Berduet di The Professor and The Madman

adminsaibyadminsai
October 11, 2020
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

Tags: filmtelevisi
Previous Post

Para Buruh Mendadak Kaya, Dikasih Mobil Sama Pabriknya

Next Post

Kenang Glenn, Rangkaian Konser Wave of Cinema telah Usai

Next Post

Kenang Glenn, Rangkaian Konser Wave of Cinema telah Usai

Cartoon Networks akan Hadirkan We Baby Bears

Emoticon jadi Kunci Penting Ardhito Pramono dalam Menjaga Pertemanan

Mocca Rilis Singel Hasil Kolaborasi dengan Rekti The SIGIT

Afgan Hibur Anak dengan Penyakit Langka Lewat Lagu

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
chanel woc quilted caviar replica 2b878133 women s le cagole heart mini bag in optic white 58ad79e2 paris vii large flat hobo bag chanel lambskin small double flap bag 23cm 7222fee6 louis vuitton lv x tm handbag east west handbags replica louis vuitton lv josephine wallet replica celine teen triomphe bag smallmedium lv néonoé bb multiple collections replica celine nano medium handbag6509 sunset medium chain bag in smooth leather 33920 celine triomphe shiny cow leather short wallet celine cuir triomphe mini smooth cowhide bucket bag pink hermes kelly pink euphoria oasis louis vuitton mini bucket bag m82885 fendi kan i ff shoulder bag 4 dior pouch in green crocodile3940 christian dior large dior book tote black houndstooth embroidery black white for women womens handbags shoulder bags 42cm cd7387 saint laurent loulou puffer small quilted leather shoulder bag black 2ac98add neo classic medium handbag in dark grey e1bb4be7 gucci gg ophidia boston pink8618 Tiffany-&-Co-silver-silver-bracelets
9ct-White-Gold-Diamond-Hoop-Earrings
Animal-Design-Ring---Buffalo-Print---Buffalo-Track----Laser-Engraved---Flat-Tungsten-Ring---4mm---6mm---8mm---10mm---12mm
Shy-Creation-Diamond-Huggie-Earrings-0.42-CT
Shy-Creation-Rainbow-Multi-Color-Stone-Hoop-Earrings-0.32CT
Yves-Saint-Laurent-grey-metal-necklaces
Smart-Caviar-Black-Ceramic-and-Stainless-Steel-Infinite-Watch-Bracelet-38-45mm
18K-YELLOW-GOLD-DIAMOND-EARRING-WITH-CLEAR-QUARTZ-OVER-LAPIS-TOP-AND-LONDON-BLUE-TOPAZ-BOTTOM
7"-Multi-Gem-Set-Bracelet---18ct-Yellow-Gold
KJ5-Diamond-Round-Engagement-Ring-Mounting-14K-Yellow-Gold
Masai-18K-Yellow-Gold-Triple-Strand-Diamond-Station-Bracelet
Chanel-cc---necklaces
Tacori-18K-White-Gold-Diamond-Earrings
Memoire-Diamond-Band
HALO-DIAMOND-ENGAGEMENT-RING
Cartier-18K-Trinity-Necklace
Necklace---Gold-&-Diamond
Tiffany-&-Co.-Elsa-Peretti-Bean-Pendant-in-Sterling-Silver,-14mm
Hermès-multicolour-silk-bracelets
Neon-Candy-8MM-Cuban-Pink-Chain
Emerald-Luxe-Earcuff
Ortyx-bracelet-Triangle-cut,-Black,-Rhodium-plated
Eka-18K-White-Gold-Flex'it-Bracelet-with-a-White-Diamond
Sethi-Couture-Bezel-18KRG-White-Diamond-Eternity-Band
Classic-Gigi-Bracelet---6.7in---Blue
14-Ct-Red-Gold-Ring-WithAmethyst-&-Diamonds,-Size:2.50cm,-Total-Weight:9.56g
EARRINGS
Ombre-Pink-Sapphire-Ghost-Ring
Lilah-Pave-Hoop-Earrings
Gucci-black-leather-bracelets
Pearl-Earrings-in-14K-White-Gold-with-Drop-Diamond-Accent
Chanel-cc-multicolour-metal-necklaces
Neon-Pink-Ada-Diamond-Bracelet
Cartier-Pasha-Necklace-in-18K-Yellow-Gold
IMPERIALE-COCKTAIL-EARRINGS
SWAROVSKI-SPARKLING-DANCE-BANGLE,-BLUE,-RHODIUM-PLATED
Graff-10.08ct-Bombe-Diamond-White-Gold-Cocktail-Ring-Sz-4-3/4
Puzzle-ceramic-pendant
Marco-Bicego-Masai-Thin-Coil-and-Pave-Diamond-Bangle-Bracelet
Mimi-Milano-Talita-Jade-Pearl-Gold-Earrings
Edward-Mirell-Titanium-Black-Ti-Casted-Design-Signet-Ring---17mm
Blue-Topaz-Bezel-Set-Necklace
Cadar-18K-Yellow-Gold-White-and-Black-Diamond-Reversible-Huggie-Earrings
Turquoise-and-Topaz-Buddy-Stud
18K-Yellow-Gold-&-Diamond-'Lotus-Fleur'-Bracelet
Floating-Diamond-Necklace
14K-Rose-Gold-Beaded-Band
Zydo-18K-White-Gold-Sapphire-and-Diamond-Stretch-Ring
Deluxe-Classic-Chain-Earrings---White-Gold
Red-Ball-Earring