Saturday, August 8, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Mel Gibson dan Sean Penn Berduet di The Professor and The Madman

adminsaibyadminsai
October 11, 2020
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

Tags: filmtelevisi
Previous Post

Para Buruh Mendadak Kaya, Dikasih Mobil Sama Pabriknya

Next Post

Kenang Glenn, Rangkaian Konser Wave of Cinema telah Usai

Next Post

Kenang Glenn, Rangkaian Konser Wave of Cinema telah Usai

Cartoon Networks akan Hadirkan We Baby Bears

Emoticon jadi Kunci Penting Ardhito Pramono dalam Menjaga Pertemanan

Mocca Rilis Singel Hasil Kolaborasi dengan Rekti The SIGIT

Afgan Hibur Anak dengan Penyakit Langka Lewat Lagu

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
prada suede ballerinas 44128 loewe snakeskin small postal bag sky blue 1730947 saint laurent grain de poudre small classic monogram camera bag amaranto 1885922 loro piana extra bag l27high end grade 147958 large romy in supple calfskin arctic whit loewe supple calfskin small madrid bag black 1831709 louis vuitton empreinte monogram giant felicie pochette tourterelle creme 1793515 louis vuitton monogram lv rubber keepall xs multicolor 1787196 balenciaga signature grained calfskin logo xxs ville top handle bag black white 1886176 louis vuitton monogram speedy 30 1794651 chanel lambskin quilted jumbo double flap black 1817366 chanel metallic aged calfskin quilted small gabrielle hobo gold 1785449 loewe small gate bag in soft calfskin and jacquard 53856 saint laurent smooth calfskin medium classic monogram cassandra top handle black 1777565 louis vuitton monogram petit bucket 23 1825629 horseferry small canvas shoulder bag9883 large dior toujours bag 23406 gucci gg supreme monogram web slim belt bag black grey 1789576 miumiu mary jane pumps 128313 jimmy choo suede 120mm platform pumps 38 electric blue 1636222 fashion reps
lv shoes replica
replica sneaker
replica from the garden
replica philippe patek
replica bubble bath
replica fragrance
replica perfume set
van cleef and arpels replica bracelet
martin margiela replica shoes
rolex submariner replica
van cleef bracelet replica
van cleef and arpels replica
patek philippe replica watch
afternoon delight replica