Saturday, July 11, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Mel Gibson dan Sean Penn Berduet di The Professor and The Madman

adminsaibyadminsai
October 11, 2020
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

Tags: filmtelevisi
Previous Post

Para Buruh Mendadak Kaya, Dikasih Mobil Sama Pabriknya

Next Post

Kenang Glenn, Rangkaian Konser Wave of Cinema telah Usai

Next Post

Kenang Glenn, Rangkaian Konser Wave of Cinema telah Usai

Cartoon Networks akan Hadirkan We Baby Bears

Emoticon jadi Kunci Penting Ardhito Pramono dalam Menjaga Pertemanan

Mocca Rilis Singel Hasil Kolaborasi dengan Rekti The SIGIT

Afgan Hibur Anak dengan Penyakit Langka Lewat Lagu

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
fake breitling replica watches aviator 8 b01 chronograph 43 rolex cosmograph daytona 40mm 18k everose gold ref 126505 0002 rolex datejust replica 11 watch dial mother of pearl6804 patek philippe replica 11 watch aquanaut 5062 gold4415 replica cartier jf ballon bleu 42mm dlc all black black textured dial leather strap a18477961 omega constellation manhattan co axial master chronometer 29 mm 8182936f replica panerai sf radiomir pam685 black dial leather strap super clone6954 rolex 126334 wimbledon replica4251 rolex gmt master ii red black dial coke 167104553 santos de fake cartier watch medium model mechanical movement with automatic winding 1847 mc patek philippe best fake watches7829 replica omega omf planet ocean master chronometer rg black bezel black dial rg bracelet a99014446 replica watches fake vacheron constantin traditionnelle complete calendar 41 mm pink gold rolex daytona ice blue arabic dial replica1178 fully iced out ap replica3810 rolex datejust 126234 green dial jubilee replica 11 watch9881 ap 50th anniversay blue dial replica2109 audemars piguet royal oak offshore series 26703st oo a027ca 01 0a322383 omega constellation globemaster co axial master chronometer annual calendar 41mm white dial leather strap 57fce3d5 breitling avenger ii seawolf a1733110 i519replica3617 does-tirzepatide-help-with-brain-fog does-melatonin-help-you-lose-weight body-fortress-whey-isolate-protein how-do-you-lose-weight-easy-and-fast mochi-tirzepatide-reddit reconstitute-10mg-tirzepatide when-you-lose-weight-does-your-face-get-smaller tirzepatide-formula best-time-to-eat-fruits-to-lose-weight does-apple-cider-vinegar-tablets-help-you-lose-weight