Tuesday, February 17, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Mel Gibson dan Sean Penn Berduet di The Professor and The Madman

adminsaibyadminsai
October 11, 2020
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

ADVERTISEMENT
The Professor and the Madman adalah sebuah film biopic yang menceritakan kisah dua orang kontroversial di balik perumusan kamus dunia Bahasa Inggris, Oxford English Dictionary (OED).
Film yang dibintangi dua aktor kawakan, Mel Gibson dan Sean Penn itu bisa disaksikan di Mola TV mulai 8 Oktober 2020.

The Professor and The Madman mengambil latar sekitar 1879 dan menceritakan seorang filolog Skotlandia, James Augustus Murray (Mel Gibson), yang ditunjuk Delegasi Agung Oxford University Press sebagai kepala proyek untuk menyusun kamus besar Bahasa Inggris baru Oxford setelah dua dekade mengalami kebuntuan.

Penunjukan itu sempat mengundang pro dan kontra di antara anggota delegasi, karena Murray dianggap tidak
memenuhi standar kualifikasi akademik.
Diceritakan, Murray telah putus sekolah saat berusia 14 tahun, sehingga ia belajar sastra dan ilmu Bahasa secara otodidak. Kefasihannya dalam 17 bahasa, termasuk di antaranya Prancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab hingga Celtic, membuat jajaran delegasi sepakat dengan keputusan mereka.
Murray yakin ia bisa menyelesaikan proyek besar ini dalam jangka waktu tujuh tahun. Namun, perkiraannya meleset dan membuatnya tertinggal dari jadwal yang ditentukan. Hal itu yang membuat Murray mengeluarkan ide radikal untuk mempercepat prosesnya: kamus dengan demokrasi. Murray meminta bantuan publik untuk mengirimkan semua kata yang mereka gunakan, definisinya, bagaimana, dan dari mana asalnya.
Proses inilah yang membuat Murray bertemu dengan Kapten Dr William Chester Minor (Sean Penn), tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne. Minor adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak sengaja membunuh orang yang salah di Inggris. Setelah persidangan, terungkap bahwa Minor mengidap penyakit jiwa Schizophrenia, dan ditahan di RSJ.
Selama masa tahanan, ia menjadi relawan yang berkontribusi untuk Murray lewat surat-suratnya, termasuk kata-kata yang membuat tim Murray frustrasi. Minor berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisinya, walaupun ketika itu kondisi kejiwaannya tidak stabil.
Awalnya, mereka hanya berkorespondensi via surat namun kemudian mereka bertemu dan menjalin persahabatan. Kontribusi Minor sempat menjadi kontroversi dan polemik setelah diungkap oleh surat kabar South London Chronicle. Kondisi pun semakin runyam ketika kejiwaan Minor memburuk setelah menjalani perawatan ekstrem dan Murray mengundurkan diri.
Film berdurasi 2 jam 4 menit ini disutradarai Farhad Safinia dengan nama samaran PB Shemran dan dirilis pada2019. Film itu diadaptasi dari novel laris keluaran 1998, The Surgeon of Crowthorne: A Tale of Murder, Madness and the Love of Words karya Simon Winchester. Selain Mel Gibson dan Sean Penn, film ini juga dibintangi Natalie Dormer, Jennifer Ehle, Ioan Gruffudd dan Steve Coogan.
Pengambilan gambar yang apik dan lantunan musik klasik dari komposer Bear McCreary sebagai latar akan membuat penonton terbawa ke suasana London akhir 1800-an.

Tags: filmtelevisi
Previous Post

Para Buruh Mendadak Kaya, Dikasih Mobil Sama Pabriknya

Next Post

Kenang Glenn, Rangkaian Konser Wave of Cinema telah Usai

Next Post

Kenang Glenn, Rangkaian Konser Wave of Cinema telah Usai

Cartoon Networks akan Hadirkan We Baby Bears

Emoticon jadi Kunci Penting Ardhito Pramono dalam Menjaga Pertemanan

Mocca Rilis Singel Hasil Kolaborasi dengan Rekti The SIGIT

Afgan Hibur Anak dengan Penyakit Langka Lewat Lagu

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Constellation Quartz 28mm Stainless Steel With Diamonds 6ac2
Rolex Diagonal Black 7601
Rolex Datejust 116300 White Gold Diamond Arabic Dial Iced Out 7ceb
Audemars Piguet Royal Oak Tourbillon Extrathin Openworked Yg Skeleton Dial 57dd
Richard Mille Rm6702 Carbon Watch Weight 37 Grams 3874752mm 9870
Rolex Daytona Cosmograph Yellow Gold Champagne Dial 16523 C762
Patek Philippe Watch Complications 5205r 18k Gold Wrapped Custom 40mm 2657
Omega Speedmaster Moonwatch Chrono Dark Side Of The Moon Leather 96cf
Rolex Daydate 118238 Yellow Gold Green Dial 419c
Patek Philippe Watch Calatrava 5227g Mechanical Ivory Dial 3k Factory 9cbc
Patek Philippe Best Copies Watch Nautilus 7118 Custom Diamonds Moissanite 9794
Omega Watch Seamaster Blue Dial Steel Strap Factory Vs Factory Ea9b
Hublot Watch With Moissanite Diamonds Rubber Strap 33mm 9ce0
Rolex Daydate 228235 Ar Rose Gold Wrapped Rhodium Dial 18a5
Iwc Da Vinci Silver Dial Automatic 36mm Mens Watch Iw458307 C47b
Patek Philippe 6300403g001 F4e6
Omega Seamaster Coaxial 150m Goodplanet Ss Gmt White Dial Leather 4bd6
Watches Fake Vacheron Constantin Patrimony Selfwinding 365 Mm Pink Gold 017f
Rolex Daydate 40 228206 0e56
Omega Planet Ocean 45mm Chrono Orange Bezel Black Dial Ss D9f4
Rolex Daydate 1181390004 V5 Stainless Steel Blue Dial 06a8
Tag Heuer Watch Carrera Chronograph Automatic 43 Mm 0870
Fake Cartier Watch Santosdumont Large Model High Autonomy Quartz Movement Bba0
Rolex Datejust Black Roman 21d7
Rolex Datejust 12633bkdj Steel Gold Automatic Black And Diamond Dial 33ee
Omega Mkf De Ville 39mm Coaxial White Dial Black Leather 3517
Breitling Top Time B01 Chevrolet Corvette Ab01761a1k1x1 40f4
Rolex Datejust 1782400037 Midsize Blue Steel Fb0d
Patek Philippe Watch Aquanaut 5062 Gold Wrapped Moissanite Diamond 356mm 22c8
Iwc Portuguese Black Dial Stainless Steel Watch Iw371609 Acee
Rolex 326935 B4c7
Omega Speedmaster Moonwatch Pvd Chrono Black Dial Nylon Strap A9300 4795
Omega Planet Ocean Professional Ceramic Bezel 45mm Omf Rubber Strap C71b
Omega V6 Constellation 35mm Diamonds Bezel Yg Dial Ss Bracelet Eb24
Tag Heuer Watch Aquaracer Professional 200 Chronograph Quartz 40 Mm 134b
Patek Philippe Calatrava Opaline Dial 18kt Rose Gold Brown Leather C43d
Rolex Datejust Watch Dial Green Jubilee Strap Thb Factory 31mm Db0c
Patek Philippe Calatrava Mens Watch 5196r001 5404
Datejust 41 M1263340022 7a78
Breitling Six Nations France 0000
Rolex Submariner 6190 Blaken Black Dial 3e5c
Iwc Portugieser Chronograph Automatic White Dial 18kt Rose Gold Mens F0c5
Hublot Best Fake Watches Classic Fusion Ceramic Demi King Gold 34bd
Watches Fake Vacheron Constantin Traditionnelle Moon Phase 36 Mm White Aadb
Hublot Classic Fusion Tourbillon 45mm Tf Skeleton Dial Black Gummy Fbf4
Hublot Watches Big Bang Sang Bleu Ii Black Ceramic Bbf E5f6
Breitling Navitimer 01 46mm Black Dial F401
Rolex Airking 5500 Adb3
Patek Philippe Watch Aquanaut 5067a Blue Dial With Stone Benzene 725f
Patek Philippe Ppf Nautilus Chronograph Travel 5990 Ss Grey Dial D1a5