Sunday, June 14, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Indonesia Butuh Lebih Banyak Sutradara Perempuan

adminsaibyadminsai
November 6, 2020
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Sutradara Mouly Surya menuturkan Indonesia butuh lebih banyak sutradara perempuan untuk memberikan sudut pandang baru dan menyampaikan suara mereka melalui karya seni. Dengan memberikan perspektif baru dari sudut pandang kaum hawa, perempuan dalam film tak melulu terjebak dalam stereotipe karakter lemah yang butuh penyelamat.

“Ketika perempuan punya suara, kita bisa mengubah sudut pandang masyarakat, dan saya kira itu artinya penonton juga akan turut meyakininya,” kata Mouly dalam perbincangan daring Asia Lounge yang diadakan The Japan Foundation Asia Center Tokyo International Film
Festival, Kamis.

Mouly Surya berbincang dengan sutradara Yang Yonghi, generasi kedua penduduk Jepang beretnis Korea, di seri diskusi di mana sutradara-sutradara Asia berdialog mengenai berbagai topik.

ADVERTISEMENT

Sutradara Yang sepakat dengan pernyataan Mouly, dia menimpali industri perfilman di Jepang juga butuh hal yang sama. Setelah melewati fase transformasi, kini ada banyak sutradara perempuan di Negeri Sakura.

Namun tetap ada anggapan perempuan di industri film sulit untuk tetap bekerja dan punya karier yang panjang karena pada akhirnya akan sibuk mengurus rumah tangga setelah berkeluarga.

“Tapi saya pikir tidak cukup (jumlah sutradara perempuan di Jepang), dan bukan cuma sutradara, saya ingin ada lebih banyak perempuan di berbagai profesi dalam industri, seperti fotografer hingga produser,” kata sutradara Our Homeland, Sona, the Other Myself,dan Dear Pyongyang.

Sutradara Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, peraih predikat Film Cerita Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2018 juga menuturkan pengalamannya sebagai perempuan yang berprofesi sebagai sutradara di Indonesia.

Saat awal berkarier, Mouly menganggap tidak ada label sutradara perempuan, karena baginya sutradara adalah sutradara, tak peduli apa jenis kelaminnya.

“Saya baru menyadari saya ‘sutradara perempuan’ setelah membuat film pertama,” tutur Mouly dalam bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang untuk para penonton daring.

Di sisi lain, ideMarlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak diberikan oleh Garin Nugroho kepadanya untuk digarap sehingga menghasilkan film dengan sentuhan perempuan, sesuai dengan perspektif film itu.

Garin pernah mengatakan di Festival Film Tokyo 2018, Marlinaadalah cerita favoritnya, cerita yang paling ia sukai, tapi penting untuk dibuat dalam sudut pandang perempuan.

Mouly pada akhirnya tidak mempermasalahkan lagi soal label tersebut. Malah dia sering menerima respons positif dari para perempuan yang terinspirasi mengikuti jejaknya sebagai sutradara setelah Marlina, film yang mewakili Indonesia pada perhelatan Academy Awards 2019, tayang,

“Saya jadi merasa punya tanggung jawab,” kata Mouly.

Pada umumnya, perempuan di Indonesia dibesarkan tengah anggapan di mana laki-laki dianggap lebih laik jadi pemimpin. Ini juga mempengaruhi mentalitas siswi-siswi yang cenderung kurang percaya diri, misalnya bicara di depan banyak orang, hal yang ditemui Mouly saat mengajar di sekolah film.

“Saya juga mengalami ini di awal berkarier, saya dulu tidak punya kepercayaan diri untuk membuat keputusan untuk semua orang, karena saya tidak terbiasa,” katanya.

Merintis karier di industri perfilman juga tantangan yang dialami perempuan. Setelah berhasil menembus industri, ada lagi tantangan baru: bujet. Masih ada anggapan bahwa sutradara perempuan takkan berhasil mendulang lebih banyak keuntungan dibandingkan perempuan.

“Lelaki lebih dipercaya dan mereka memberikan lebih banyak uang kepada lelaki meskipun pengalamannya lebih sedikit dibandingkan sutradara perempuan yang juga ikut pitching dalam proyek,” ujar dia.

Sementara itu, sutradara Yang Yonghi mengemukakan kendala yang dialaminya ketika berkarya adalah karena dia memasukkan latar belakangnya ke dalam film. Yang Yonghi adalah warga Jepang keturunan Korea, etnis minoritas terbesar di sana.

Film pertamanya, Dear Pyongyang, adalah dokumenter mengenai keluarganya. Pada 1970-an, ayah Yang mengirimkan tiga putranya dari Jepang ke Korea Utara dalam program repatriasi. Sebagai putri satu-satunya, hanya Yang yang tetap tinggal di Jepang.

Ketika situasi ekonomi di Korea Utara memburuk, nasib saudara-saudara lelakinya di sana bergantung kepada paket bantuan dari orangtua mereka.

Dear Pyongyang menampilkan Yang mengunjungi saudaranya di Pyongyang, juga perbincangan dengan sang ayah mengenai kepercayaan ideologi, dan penyesalannya karena membuat keluarga mereka terpisah. Film ini mendapatkan Special Jury Award di Festival Film Sundance dan NETPAC Award di Berlinale.

“Ada empat, lima atau enam generasi Korea Utara di Jepang, tapi tidak banyak yang tahu betul mengenai hal itu. Jadi saya harus selalu menjelaskannya ke semua orang sepanjang waktu,” ujar Yang Yonghi yang belajar di Korea University, Tokyo serta New School University, New York.

Menurut dia, perlu ada lebih banyak buku dan film mengenai hal tersebut sehingga generasi muda bisa lebih memahami film bertema keturunan Korea Utara di Jepang, atau program repatriasi yang membuatnya terpisah dari saudara kandungnya.

“Sekarang usia saya di atas 50 tahun, jadi saya kira ini semacam
tugas hidup saya.”

Benang merah yang sama hadir dalam film drama Our Homeland(2012) mengenai pria Korea yang mengunjungi keluarganya Jepang setelah lama diasingkan di Korea Utara.

Mouly berkomentar, film tersebut merebut hatinya dan membuatnya memahami lebih dalam mengenai seluk-beluk kehidupan keturunan Korea di Jepang.

“Ceritanya sangat berbeda, tapi familier karena kita bisa merasa dekat dengan keluarga di film itu.”

Yang menimpali, meski Our Homeland dan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babakadalah dua film dengan tipe berbeda, ada kesamaan dari karakter perempuan yang ditampilkan.

Dalam Our Homeland, tokoh Rie yang diperankan aktris Sakura Ando memberontak dari budaya patriarki di keluarganya, di mana perempuan harus mematuhi lelaki dan dilarang membangkang.

“Di filmku dan filmmu, ada karakter perempuan yang memberontak melawan kekuasaan yang lebih besar karena mereka ingin jadi diri mereka sendiri,” kata Yang.

Dia melanjutkan, Marlina memenggal kepala pria bukan karena dia menginginkannya, tapi untuk menjaga dirinya. Sementara di filmnya, tokoh Rie setia kepada perasaannya, dia tidak hidup mengikuti kemauan masyarakat atau negara, dia tetap loyal untuk dirinya sendiri

“Jadi jujur dan loyal kepada diri sendiri adalah kesamaan antara karakter di film saya dan di film Anda,” imbuh Yang.

Tags: filmperempuansutradara
Previous Post

Sambut Hari Pahlawan, NonaRia Rilis Aransemen Ulang Sepasang Mata Bola

Next Post

Melaney Ricardo Tinggalkan Obat-obatan yang Dikonsumsi Saat Terpapar Covid-19

Next Post

Melaney Ricardo Tinggalkan Obat-obatan yang Dikonsumsi Saat Terpapar Covid-19

Potret Pernikahan Tata Janeeta dengan Mantan Suami Angelina Sondakh

Dianggap Hina Malih Tong Tong, Ade Londok Kapok Jadi Artis

Filter iPhone 12 Juga Muncul di Instagram Stories

WhatsApp Rilis Fitur Pesan Sementara

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
rolex lady datejust replica2184 hublot replica 11 watch classic fusion titanium gray dial5866 seamaster aqua terra 150m co axial master chronometer 38mm saffron dial on bracelet 579e25d0 replica richard mille rm027 rg skeleton dial black rubber strap 6t513319 replica watches fake vacheron constantin historiques triple calendrier 1942 40 mm steel patek philippe nautilus 5712r custom gold wrapped refined movement1307 rolex best replica watch datejust gold wrapped 24560 daydate 40 gold replica5610 rolex gmt master ii replica watch black dial8035 rolex daytona blaken with black dlc coating modified blue diamond black rolex datejust grey roman replica8601 rolex datejust 126301 two tone fluted replica7050 replica rolex datejust ii 126333 ss yg gray dial ss yg bracelet8424 replica richard mille rm027 ss skeleton dial gray inner bezel red nylon strap 6t516452 fake breitling replica watches endurance pro replica omega v6 de ville 41mm ss white dial black leather strap a85009280 rolex batman replica6449 replica richard mille rm027 ss skeleton dial gray inner bezel gray rubber strap 6t515831 replica panerai noob new pam111 brown asso strap a64973088 vacheron constantin overseas ultra thin 2000v knock off watches white dial metal wire8064 day date 40 m228235 0025 0f8c210b best richard mille rm 052 replica black carbon fiber case watch men s luxury watch with skeleton skull dial richard mille rm055 bubba watson sapphire tourbillon replica 11 watch8510 replica cartier ballon de cartier tourbillon rg gray dial leather strap flying tour8819 hublot orlinski white dial replica watch custom moissanite diamonds hong kong 40mm6576 replica omega mkf de ville 33mm white dial ss bracelet a28246365 patek philippe replica watch aquanaut 5069g6303 rolex daytona black 126519ln5160 audemars piguet navy replica5811 replica iwc portuguese tourbillon power reserve moonphase white dial5037 patek philippe replica 11 watch nautilus 7118 womens with stone gray dial factory 3k 35 2mm1296 ballon bleu de fake cartier watch 33 mm replica richard mille rm057 dragon phoenix rg case yg dragon dial black rubber strap5800 pasha de fake cartier watch 41 mm mechanical movement with automatic winding caliber 1847 mc tag heuer replica watch carrera twin time automatic 41 mm steel replica watches fake vacheron constantin overseas self winding 37 mm steel hublot replica 11 watch classic fusion black ceramic1544 replica omega planet ocean master chronometer omf blue liquidmetal blue leather a99004940 replica cartier jf ballon bleu 42mm dlc all black black textured dial leather strap a18477961 replica iwc yl portuguese iw5001 white dial blue markers6716