Saturday, February 7, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Indonesia Butuh Lebih Banyak Sutradara Perempuan

adminsaibyadminsai
November 6, 2020
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Sutradara Mouly Surya menuturkan Indonesia butuh lebih banyak sutradara perempuan untuk memberikan sudut pandang baru dan menyampaikan suara mereka melalui karya seni. Dengan memberikan perspektif baru dari sudut pandang kaum hawa, perempuan dalam film tak melulu terjebak dalam stereotipe karakter lemah yang butuh penyelamat.

“Ketika perempuan punya suara, kita bisa mengubah sudut pandang masyarakat, dan saya kira itu artinya penonton juga akan turut meyakininya,” kata Mouly dalam perbincangan daring Asia Lounge yang diadakan The Japan Foundation Asia Center Tokyo International Film
Festival, Kamis.

Mouly Surya berbincang dengan sutradara Yang Yonghi, generasi kedua penduduk Jepang beretnis Korea, di seri diskusi di mana sutradara-sutradara Asia berdialog mengenai berbagai topik.

ADVERTISEMENT

Sutradara Yang sepakat dengan pernyataan Mouly, dia menimpali industri perfilman di Jepang juga butuh hal yang sama. Setelah melewati fase transformasi, kini ada banyak sutradara perempuan di Negeri Sakura.

Namun tetap ada anggapan perempuan di industri film sulit untuk tetap bekerja dan punya karier yang panjang karena pada akhirnya akan sibuk mengurus rumah tangga setelah berkeluarga.

“Tapi saya pikir tidak cukup (jumlah sutradara perempuan di Jepang), dan bukan cuma sutradara, saya ingin ada lebih banyak perempuan di berbagai profesi dalam industri, seperti fotografer hingga produser,” kata sutradara Our Homeland, Sona, the Other Myself,dan Dear Pyongyang.

Sutradara Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, peraih predikat Film Cerita Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2018 juga menuturkan pengalamannya sebagai perempuan yang berprofesi sebagai sutradara di Indonesia.

Saat awal berkarier, Mouly menganggap tidak ada label sutradara perempuan, karena baginya sutradara adalah sutradara, tak peduli apa jenis kelaminnya.

“Saya baru menyadari saya ‘sutradara perempuan’ setelah membuat film pertama,” tutur Mouly dalam bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang untuk para penonton daring.

Di sisi lain, ideMarlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak diberikan oleh Garin Nugroho kepadanya untuk digarap sehingga menghasilkan film dengan sentuhan perempuan, sesuai dengan perspektif film itu.

Garin pernah mengatakan di Festival Film Tokyo 2018, Marlinaadalah cerita favoritnya, cerita yang paling ia sukai, tapi penting untuk dibuat dalam sudut pandang perempuan.

Mouly pada akhirnya tidak mempermasalahkan lagi soal label tersebut. Malah dia sering menerima respons positif dari para perempuan yang terinspirasi mengikuti jejaknya sebagai sutradara setelah Marlina, film yang mewakili Indonesia pada perhelatan Academy Awards 2019, tayang,

“Saya jadi merasa punya tanggung jawab,” kata Mouly.

Pada umumnya, perempuan di Indonesia dibesarkan tengah anggapan di mana laki-laki dianggap lebih laik jadi pemimpin. Ini juga mempengaruhi mentalitas siswi-siswi yang cenderung kurang percaya diri, misalnya bicara di depan banyak orang, hal yang ditemui Mouly saat mengajar di sekolah film.

“Saya juga mengalami ini di awal berkarier, saya dulu tidak punya kepercayaan diri untuk membuat keputusan untuk semua orang, karena saya tidak terbiasa,” katanya.

Merintis karier di industri perfilman juga tantangan yang dialami perempuan. Setelah berhasil menembus industri, ada lagi tantangan baru: bujet. Masih ada anggapan bahwa sutradara perempuan takkan berhasil mendulang lebih banyak keuntungan dibandingkan perempuan.

“Lelaki lebih dipercaya dan mereka memberikan lebih banyak uang kepada lelaki meskipun pengalamannya lebih sedikit dibandingkan sutradara perempuan yang juga ikut pitching dalam proyek,” ujar dia.

Sementara itu, sutradara Yang Yonghi mengemukakan kendala yang dialaminya ketika berkarya adalah karena dia memasukkan latar belakangnya ke dalam film. Yang Yonghi adalah warga Jepang keturunan Korea, etnis minoritas terbesar di sana.

Film pertamanya, Dear Pyongyang, adalah dokumenter mengenai keluarganya. Pada 1970-an, ayah Yang mengirimkan tiga putranya dari Jepang ke Korea Utara dalam program repatriasi. Sebagai putri satu-satunya, hanya Yang yang tetap tinggal di Jepang.

Ketika situasi ekonomi di Korea Utara memburuk, nasib saudara-saudara lelakinya di sana bergantung kepada paket bantuan dari orangtua mereka.

Dear Pyongyang menampilkan Yang mengunjungi saudaranya di Pyongyang, juga perbincangan dengan sang ayah mengenai kepercayaan ideologi, dan penyesalannya karena membuat keluarga mereka terpisah. Film ini mendapatkan Special Jury Award di Festival Film Sundance dan NETPAC Award di Berlinale.

“Ada empat, lima atau enam generasi Korea Utara di Jepang, tapi tidak banyak yang tahu betul mengenai hal itu. Jadi saya harus selalu menjelaskannya ke semua orang sepanjang waktu,” ujar Yang Yonghi yang belajar di Korea University, Tokyo serta New School University, New York.

Menurut dia, perlu ada lebih banyak buku dan film mengenai hal tersebut sehingga generasi muda bisa lebih memahami film bertema keturunan Korea Utara di Jepang, atau program repatriasi yang membuatnya terpisah dari saudara kandungnya.

“Sekarang usia saya di atas 50 tahun, jadi saya kira ini semacam
tugas hidup saya.”

Benang merah yang sama hadir dalam film drama Our Homeland(2012) mengenai pria Korea yang mengunjungi keluarganya Jepang setelah lama diasingkan di Korea Utara.

Mouly berkomentar, film tersebut merebut hatinya dan membuatnya memahami lebih dalam mengenai seluk-beluk kehidupan keturunan Korea di Jepang.

“Ceritanya sangat berbeda, tapi familier karena kita bisa merasa dekat dengan keluarga di film itu.”

Yang menimpali, meski Our Homeland dan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babakadalah dua film dengan tipe berbeda, ada kesamaan dari karakter perempuan yang ditampilkan.

Dalam Our Homeland, tokoh Rie yang diperankan aktris Sakura Ando memberontak dari budaya patriarki di keluarganya, di mana perempuan harus mematuhi lelaki dan dilarang membangkang.

“Di filmku dan filmmu, ada karakter perempuan yang memberontak melawan kekuasaan yang lebih besar karena mereka ingin jadi diri mereka sendiri,” kata Yang.

Dia melanjutkan, Marlina memenggal kepala pria bukan karena dia menginginkannya, tapi untuk menjaga dirinya. Sementara di filmnya, tokoh Rie setia kepada perasaannya, dia tidak hidup mengikuti kemauan masyarakat atau negara, dia tetap loyal untuk dirinya sendiri

“Jadi jujur dan loyal kepada diri sendiri adalah kesamaan antara karakter di film saya dan di film Anda,” imbuh Yang.

Tags: filmperempuansutradara
Previous Post

Sambut Hari Pahlawan, NonaRia Rilis Aransemen Ulang Sepasang Mata Bola

Next Post

Melaney Ricardo Tinggalkan Obat-obatan yang Dikonsumsi Saat Terpapar Covid-19

Next Post

Melaney Ricardo Tinggalkan Obat-obatan yang Dikonsumsi Saat Terpapar Covid-19

Potret Pernikahan Tata Janeeta dengan Mantan Suami Angelina Sondakh

Dianggap Hina Malih Tong Tong, Ade Londok Kapok Jadi Artis

Filter iPhone 12 Juga Muncul di Instagram Stories

WhatsApp Rilis Fitur Pesan Sementara

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Vacheron Constantin Overseas Dual Time 7920v Watch Dial 6255
Hublot Senna 8ff0
Roger Dubuis White Gold And Diamondset Velvet 36mm 3ad7
Richard Mille Rm029 Oversize Date Rm029 Ak Ti 2b12
Hublot Aerofusion Moonphase Watch Skeleton Mechanical 45mm 902b
Omega Mkf De Ville 395mm Ss White Dial 0485
Rolex Cosmograph Daytona 116506 Watch Refined Weight Oyster 88fd
Rolex Yachtmaster 116622 Ew Silver Dial Ss Bracelet Fd93
Audemars Piguet Royal Oak Series 15407bcgg1224bc01 5c7f
Hublot Best Watch Big Bang Sang Bleu Ii 88b1
Panerai Luminor Gmt Pam088 Ultimate Edition D7e4
Rolex Daytona Watch Custom 18k Solid White Gold 9e2d
Panerai Xf Luminor Due 3 Days Pam677 Acciaio 7083
Rolex Milgauss Black 116400 1f6c
Speedmaster Chronoscope Coaxial Master Chronometer Chronograph 43mm With E4a6
Constellation Coaxial Master Chronometer 29mm Stainless Steel With 3b0e
Rolex Datejust 41mm 126333 Ew Polished Bezel White 24ab
Seamaster Aqua Terra 150m Coaxial Master Chronometer 41mm 4673
Richard Mille Mclaren Ntpt Rm1103 D429
Hublot Geneve Bigbang 8d23
Patek Philippe 6104p Moon Rg Black Dial Diamond 37fe
Rolex Watch Price Oyster Perpetual Datejust 5dfd7
Audemars Piguet Royal Oak Offshore Selfwinding Chronograph Ref 2eda
Cartier Basculante Watch 840c3
Rolex Gmtmaster Ii 126718grnr 11 Watch Clean Factory Fe6b
Patek Philippe Watch Aquanaut 5167 Custom Moissanite Diamonds C8a1
Patek Philippe Rose Gold 59801ar 9c22
Constellation 41 Mm Steel On Steel 5a3d
Franck Muller Rep 11 Watch V32 Color Dreams C54c
Ap Extra Thin Tourbillon 62d9
Hublot Big Bang Unico Red Magic 42mm 1e08
Rolex Cosmograph Daytona 126506 Watch Dial Ice Blue 855d
World Expensive Watches 18af8
Rolex Watch Daydate 228236 Moissanite Green Dial 168gram 29f9
Constellation Coaxial Master Chronometer 29mm Stainless Steel With Fccd
Rolex Watch Datejust With Full Moissanite Diamond Pink 6592
Audemars Piguet Millenary 26150st Watches Black Dial Jfs 3adc
Omega Speedmaster Apollo 13 Silver Snoopy Luxury Imitation 2167
Richard Mille Rm03502 Rafael Nadal Fc Titanium Case Bd82
Audemars Piguet Jf Royal Oak Offshore Rg Bezel 639b
Rolex Daydate 218399 Yg Full Diamonds A3255 48fe
Ap 15500 Rose Gold 3a97
Cartier Watch Service Ca3d68
Patek Philippe Aquanaut 5168g Watch Green 422mm C87e
Ap 15202 D04b
Sky Dweller Blue Dial 18k White Gold Bezel A3f4
Audemars Piguet Royal Oak Frosted Gold Selfwinding Chronograph 4628
Breitling Six Nations France 1d10
Hublot Spirit Of Big Bang King Gold 11 A682
Franck Muller Vanguard Yachting V45 Sc Dt Black A0bb