Wednesday, February 4, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Hiburan

Kisah Soekarno dan Hobinya Menonton Film

adminsaibyadminsai
October 19, 2020
in Hiburan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Kehidupan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tidak melulu menyoal perjuangan kemerdekaan. Setidaknya semasa mudanya, Soekarno, diketahui memiliki beberapa kegemaran. Menonton dan menulis naskah sandiwara salah satunya.

Mengutip Cindy Adams di buku Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Soekarno selalu menyempatkan pergi ke bioskop untuk menyaksikan film dalam tempo sekali seminggu. Kegiatan itu dilakukannya ketika masih indekos di rumah gurunya yang merupakan pemimpin Sarekat Islam, H.O.S Tjokroaminoto di Surabaya pada awal 1920-an.

“Sekali dalam seminggu aku menikmati satu?satunya kesenanganku. Film. Aku sangat menyukainya,” kata Soekarno, mengutip Cindy Adams, Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

ADVERTISEMENT

Sang proklamator menyaksikan film di bioskop dari tempat yang paling murah yakni belakang layar. Pada masa itu, ruangan bioskop dibagi menjadi dua bagian, ruangan kelas utama dan ruangan di baliknya. Adapula tempat paling murah di belakang layar menjadi tempat Soekarno menyaksikan film.

“Betapapun, caraku menonton sangat berbeda dengan anak?anak Belanda. Aku duduk ditempat yang paling murah. Coba pikir, keadaanku begitu melarat, sehingga aku hanya dapat menyewa tempat di belakang layar,” terang dia.

Film yang tersaji di Indonesia kala itu merupakan film bisu karya Belanda. Film era 1920-an belum dilengkapi dengan audio dengan suara menggelegar seperti sekarang. Jadi Soekarno ketika itu menyaksikan film berbahasa Belanda dari belakang layar secara terbalik.

“Di waktu itu belum ada film bicara. Aku harus membaca teksnya dan terbalik dan masih dalam bahasa Belanda! lama?kelamaan aku menjadi biasa dengan keadaan itu sehingga aku dapat dengan cepat membaca teks itu dari kanan ke kiri,” ucap Soekarno.

Soekarno mengaku harus menikmati cara menonton seperti itu karena tidak punya uang banyak. Dia tak menyoal. Namun mengaku kesal kalau yang sedang disaksikannya film tinju. Menonton dari balik layar membuatnya kesulitan menerka pukulan yang dilayangkan.

“Aku tidak peduli, karena tak ada cara lain lagi. Bahkan aku bersyukur karena masih bisa menyaksikannya. Saat satu?satunya yang menyebabkan aku kecewa ialah, bila dipertunjukkan film adu tinju. Aku sama sekali tak dapat menaksir, tangan siapa yang melakukan pukulan,” terang dia.

Menghibur Kesedihan lewat Film

Kegemaran Soekarno dalam menyaksikan film tetap terpupuk hingga dirinya beranjak dewasa. Film dijadikannya bahan hiburan buat teman-temannya hingga orang terdekatnya yang sedang bersedih.

Momen ini tergambarkan ketika pemimpin Sarekat Islam, H.O.S Tjokroaminoto dipenjara Belanda karena dituding sebagai dalang penggerak pemberontakan buruh di Garut, Jawa Baarat pada 1926. Soekarno yang kala itu masih berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) lantas menghibur anak-anak H.O.S Tjokroaminoto dengan mengajak mereka menonton film.

“Di waktu mereka patah semangat dan bersusah hati, kubawa mereka menonton film dengan apa yang masih tersisa dari uangku yang 40 rupiah itu. Atau kubelikan barang?barang kecil seperti kartu pos bergambar,” terang Soekarno.

Soekarno juga mengenalkan anak-anak H.O.S Tjokroaminoto dengan aktor-aktor di perfilman Hollywood. Perkenalan tersebut dilakukan Soekarno dengan mengajak para anak belajar sekaligus menggambar karikatur bintang film kesukaannya.

“Pada waktu Pak Tjokro dijatuhi hukuman karena persoalan politik, Belanda melarang anak?anaknya untuk melanjutkan sekolah. Jadi, Sukarnolah yang mengajar mereka. Akupun mengajar mereka menggambar. Untuk membeli kertas atau batu tulis tidak ada uang, akan tetapi dinding rumah di Jalan Plambetan dipulas dengan kapur putih. Bukankah dinding putih baik untuk digambari? Maka kugambarkan dari luar kepala gambar persamaan, dan karikatur dari bintang film kesayanganku, Frances Ford,” ucap Soekarno.

Aktor Favorit

Sebagai seorang pencinta film, Soekarno, tentu punya daftar aktor dan aktris favoritnya. Beberapa di antaranya Frances Ford, Eddie Polo, Fatty Arbuckle hingga Beverly Bayne.

Soekarno juga diketahui sangat menggandrungi Norman Kerry, aktor kelahiran Rochester, New York, 1894 yang merajai film bisu di era 1920-an. Saking gandrungnya dengan aktor tersebut, Soekarno pernah mencoba meniru potongan kumisnya yang melengkung ke atas.

Sayangnya, Soekarno gagal meniru gaya aktor kawakan itu karena kumisnya tak bisa melengkung ke atas. Alih-alih mirip Norman Kerry, kumis Soekarno disebut-sebut lebih mirip aktor komedi Charlie Chaplin.

“Kumis Sukarno lebih mirip kumis Charlie Chaplin,” ucap istrinya kala itu, Inggit Garnasih, dalam Sukarno, Paradoks Revolusi Indonesia.

Gara-gara celetukan istrinya itu, usaha Soekarno untuk meniru aktor favoritnya itu dikuburnya dalam-dalam. Dia tak mau lagi mencoba meniru gaya Norman Kerry sejak itu juga.

“Akhirnya usahaku satu?satunya untuk meniru seseorang berakhir dengan kegagalan yang menyedihkan dan semua pikiran itu kemudian kulepaskan segera dari ingatan,” ucap Soekarno.

Menjadi Penulis Naskah di Flores

Kegemaran Soekarno sebagai penulis naskah terbentuk di Flores, Ende. Hal ini berawal dari bergabungnya Soekarno di Partai Nasional Indonesia. Di sana, Soekarno dikenal kritis dan memiliki semangat perjuangan tinggi. Namun pandangan-pandangannya yang tajam serta semangat perjuanganya membuat Belanda yang kala itu menjajah nusantara, geram.

Alhasil, Soekarno dan tiga rekannya bernama Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja dipenjara di penjara Banceuy pada Desember 1929 selama delapan bulan. Soekarno kemudian dipindahkan ke penjara Sukamiskin hingga 31 Desember 1931.

Ketika dibebaskan, perangai Soekarno tak berubah. Dia makin membara melawan Belanda. Puncaknya, Soekarno kembali diciduk dan diasingkan ke Flores Ende bersama istrinya kala itu Inggit Ganarsih. Hal ini berdasarkan perintah langsung dari Gubernur Jenderal Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, De Jonge.

Sejak diasingkan ke Flores, hobi Soekarno dengan dunia film tak pupus begitu saja. Di Flores, Soekarno mendirikan grup sandiwara bernama Tonil Kelimutu yang diambil dari nama danau tak jauh dari rumah tahanannya di sana.

Soekarno berperan sebagai penulis naskah hingga mengurus dekorasi panggung Tonil Kelimutu. Sementara istrinya, Inggit, bekerja mengurus kostum sandiwara buat 47 orang anggota Tonil Kelimut yang terbentuk saat itu.

Selama membentuk kelompok Tonil Kelimutu, Soekarno menghasilkan 13 naskah cerita. Judul naskah yang digarap Soekarno di antaranya Dokter Setan, Rendo, Rahasia Kelimutu, Jula Gubi, Kut Kutbi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero Dinamit, Nggera Ende, Amoek, Rahasia Kelimutu II, Sang Hai Rumba, dan 1945.

Grup tersebut sering tampil di gedung bioskop setempat. Tak jarang sandiwara mereka disuguhkan dengan tarian adat untuk membangkitkan semangat untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan.

Gemar Nonton ketika Jadi Presiden

Perjuangan Soekarno dan para pejuang meraih kemerdekaan terwujud pada 17 Agustus 1945. Hal ini ditandai dengan pembacaan Proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur pada 17 Agustus 1945. Soekarno lantas menjabat sebagai presiden pertama RI periode 1945-1967.

Setelah menjabat presiden pada 1945 kegemaran Soekarno dalam menonton film makin menjadi-jadi. Di waktu luangnya Soekarno biasa menyaksikan sampai tiga film setiap pekannya melalui bioskop kecil yang didirikan di dalam Istana Negara.

Beberapa film yang diketahui pernah disaksikan Soekarno di sana berjudul Darah dan Doa, karya Usmar Ismail pada 1950. Dalam asa jabatannya sebagai presiden, Soekarno turut mendorong pembuatan film berjudul Tauhid garapan sutradara Asrul Sani. Film ini berkisah tentang rukun kelima dalam Agama Islam dan dirilis pada 1964.
Soekarno juga pernah melawat ke Amerika Serikat pada 1956 atas undangan langsung dari presiden Eisenhower. Sesampainya di Amerika Serikat, Soekarno diberangkatkan ke Washington dengan menumpang pesawat pribadi Eisenhower.

“Saya datang ke sini ke Amerika untuk belajar sesuatu dari Amerika,” kata Soekarno ketika mendarat.

Dalam lawatannya itu, Soekarno juga menyempatkan bertemu dengan penguasa film Hollywood bernama Eric Johnston. Dia merupakan pengusaha yang disebut-sebut memiliki enam studio film Hollywood. Atas pertemuan tersebut, Soekarno kemudian diajak melihat-lihat bisnis perfilman di Amerika.

“Di Hollywood aku diberi kesempatan untuk melihat?lihat di sekitar studio?studio film,” ucap Soekarno.

Dalam kunjungan tersebut Soekarno bertemu dengan berbagai aktris top dunia masa itu. Mereka di antaranya Jayne Masfield hingga Marilyn Monroe. Soekarno dan Monroe kemudian bertemu untuk kedua kalinya dalam acara resepsi di Beverly Hills Hilton Hotel. Pertemuan mereka yang terkesan intim diabadikan lewat jepretan foto dan menjadi perbincangan heboh media.

Tags: film favorithiburankisahproklamator
Previous Post

Oka Antara Bocorkan Film Noktah Merah Perkawinan

Next Post

Penuhi Kebutuhan Syuting, Film Kadet 1947 Rakit Sembilan Pesawat Tempur

Next Post

Penuhi Kebutuhan Syuting, Film Kadet 1947 Rakit Sembilan Pesawat Tempur

Penyebab Dewa Tak Pakai Angka "19" di Album Kedua

Ayu Ting Ting Tampak Anggun dengan Kebaya Rancangan Anne Avantie

Cerita Renatta Moeloek Terbakar Akibat Ledakan Tabung Gas

Tirta, Game Buatan Indonesia yang Bakal Ada di PS5

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Idx Tag Heuer Monaco Caw 211 Aeb 0026 V 2 3105 Html 2d0810
Idx Richard Mille Watch Rm 5102 Rh V 2 6477 Html 50bbfe
Idx Fake Breitling Watches Avi 19 V 3 0593 Html 20d2a3
Idx Vacheron Constantin 47040 Best V 1 2739 Html 267b9a
Idx Omega Olympic Watch V 1 1553 Html D636d3
Idx Audemars Piguet Royal Oak Offs V 3 6481 Html De825e
Idx Panerai Pam 519 Leather Strap V 1 6581 Html 474c80
Idx Rolex Datejust 18 K Gold Wrappe V 1 8548 Html E36977
Idx Aaa Richard Mille Rm 055 Watc V 3 7950 Html 52ad23
Idx Richard Mille Rm 5301 Price V 2 4559 Html 1968a7
Idx Iwc Zf Portuguese Rg Review V 2 0305 Html 1c1e7d
Idx Patek Philippe Nautilus 5726 A 0 V 1 3640 Html C1a978
Idx White Ap Specs V 1 8155 Html 7064d9
Idx Franck Muller Knock Off Watche V 1 5623 Html 1fbcdc
Idx Patek Philippe Watch Aquanaut V 2 7437 Html 8c085e
Idx Fake Breitling Watches Avi Re V 3 8054 Html E3b71d
Idx Breitling Superocean Ii 44 Mm V 2 7614 Html 107d39
Idx Daydate 0006 V 1 5341 Html 258b3f
Idx Richard Mille Best Copies Watc V 2 4324 Html 51b9b4
Idx Panerai Watch Submersible Este V 3 6630 Html 550e46
Idx Hublot Depe Che M Pde Band Jo V 2 2318 Html 8400c2
Idx Cartier Santos Best Copies Wat V 1 8361 Html 1d885b
Idx Rolex Daydate Best Watch Stra V 1 6630 Html 40069d
Idx Hublot Watch Classic Fusion T V 2 5439 Html 416ed4
Idx Richard Mille Watch Rm 055 Cera V 2 5284 Html 383b21
Idx Diamond Ap Watch Specs V 2 7858 Html 31fb72
Idx Rolex Daydate 40 228239 Ew Sta V 3 4212 Html Cf3f43
Idx Richard Mille Rm 2601 Replica V 3 1244 Html 57b20b
Idx Audemars Piguet Watches Royal V 2 9588 Html 083e1e
Idx Datejust 41 M 1263340011 V 3 9268 Html 3f6510
Idx Watches Fake Vacheron Constant V 3 6619 Html 49f386
Idx Ladydatejust M 2791750002 V 1 7397 Html Fee1cc
Idx Rolex 116719 Blro V 3 9955 Html 71985f
Idx Rolex 126334 V 2 0861 Html 93b9bc
Idx Cartier Santos With Moissanite V 3 3430 Html 99a26e
Idx Audemars Piguet Ap Watch Roya V 1 2037 Html 533466
Idx Fake Breitling Watches Premie V 3 8549 Html F224b2
Idx Rolex Watches Daydate Mother V 3 5609 Html F06b65
Idx Santos Demoisell Santos Platin V 1 5902 Html 9008d4
Idx Cartier Twf Ballon Bleu 46 Mm W V 2 2872 Html 6e74c0
Idx Cartier Santos Best Copies Wat V 3 1687 Html B18ade
Idx Omega Seamaster Diver 300 M Chr V 3 2716 Html 135a31
Idx Fake Breitling Watches Avenge V 3 3645 Html 63a60d
Idx Roger Dubuis Royale Diamond Re V 3 3993 Html C684a9
Idx Richard Mille Watch Rm 1201 To V 1 7465 Html 9aeee2
Idx Fake Cartier Watch Ballon Aust V 2 3425 Html 5e0408
Idx Patek Philippe 5961 P Blue Dial V 2 0612 Html 96bd81
Idx Longines Longines Forerunner S V 2 7718 Html 0da1aa
Idx Audemars Piguet Jules Audemars V 3 9365 Html 918e9d
Idx Cartier Ballon De Cartier 46 Mm V 3 1132 Html F94fd9