Saturday, February 7, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Yuk, Nonton Puncak Hujan Meteor Gemini di Akhir Pekan Ini

adminsaibyadminsai
December 11, 2020
in Teknologi
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Ratusan bintang jatuh alias meteor akan memenuhi langit malam di akhir pekan ini, memuncaki musim hujan meteor Geminid yang berlangsung antara 4 Desember dan 17 Desember.

Diproyeksikan, malam terbaik untuk dilihat adalah pada Minggu malam 13 Desember hingga pagi hari di hari berikutnya. NASA mengatakan, peristiwa menakjubkan ini dapat disaksikan sepanjang Minggu malam (13/12) di belahan Bumi Utara, dengan puncak aktivitasnya sekitar pukul 8 malam waktu setempat.

Sementara, bagi pemirsa di belahan Bumi Selatan (termasuk Indonesia), hujan meteor Geminid ini dapat anda disaksikan setelah tengah malam, pukul 00.00 WIB.  Hujan meteor Geminid akan tampak lebih intens tahun ini, karena nyaris bersamaan dengan Bulan baru, sehingga langit lebih gelap lantaran tidak ada cahaya Bulan.

ADVERTISEMENT

Bintang-bintang jatuh ini akan memenuhi langit dengan guratan berkas cahaya yang berwarna-warni, mereka akan menempuh jarak sekitar 78.000 mph, dan bintang (lebih tepatnya meteor) yang bersinar paling terang akan meninggalkan jejak sinar yang bersinar di sepanjang jalurnya. Diana Hannikainen, editor pengamat di Majalah Sky & Telescope, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertunjukan tersebut layak untuk disaksikan.

“Jika Anda memiliki langit yang cerah dan tanpa polusi cahaya, Anda mungkin dapat menyaksikan bintang-bintang jatuh melintas di langit setiap satu atau dua menit dari pukul 22.00 hingga fajar pada puncak hujan meteor Geminid,” papar Hannikainen, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Kamis (10/12).

Geminid adalah jejak debu antariksa yang tertinggal di belakang komet 3200 Phaethon beberapa ribu tahun lalu. Jejak debu ini tampak memancar pada konstelasi Gemini. Hujan meteor Geminid pertama kali dilaporkan pada1862, tetapi baru pada 1983 para ilmuwan berhasil menemukan bahwa Komet Phaethon lah yang menjadi sumbernya.

Komet ini memiliki panjang sekitar 4,8 kilometer dan bergerak mengelilingi matahari setiap 1,4 tahun. Ia akan melepaskan debu-debu antariksa setiap kali mendekati bintang induk Bumi tersebut. ”Jika tidak mendung, menjauh dari cahaya terang, dan lihat ke atas.

Anda akan melihat lebih banyak meteor dengan cara itu,” saran NASA kepada para masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena hujan meteor tersebut.

Tags: antariksaGALAKSIHUJAN METEORKOMET
Previous Post

Daftar Lengkap Nominasi Seoul Music Awards 2021

Next Post

Marvel Tak Akan Cari Ganti Chadwick Boseman di Black Panther

Next Post

Marvel Tak Akan Cari Ganti Chadwick Boseman di Black Panther

Langit Desember Dimeriahkan Berbagai Fenomena Alam

BTS Jadi Entertainer of the Year Majalah TIME 2020

Jazz Gunung 2020 Ingin Jadi Contoh Konser Langsung saat Pandemi

Yura Yunita dan Donne Maula Resmi Menikah

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
670db3ae Ae2a 4459 B9c2 8ef3fa816bbc
59d79fb2 22bb 42f3 Aea4 320eb20ad8f9
20a6be4e 3b61 482b Af3b Fb833444535e
C5262d04 67b8 4609 82eb 09816e8dfac7
0f1448d2 8c64 4f42 Ad30 760a475bc229
B0aef710 29c7 4c58 8b83 2047eef552ae
235decc9 6400 4d65 9b8b F5b35a438559
00bff8b5 95fd 4b01 Ac04 157f8b5df1d7
3ab88022 9b99 4e46 874e 7b143cd71b48
D3b2dbed 37ab 4eac 882b D53d278d740c
3fdaacec A5ad 49cc 89eb C056e658e4ac
68e98bb7 F13a 4ff7 971b 73daf00476e7
673d0336 D91f 414b Ac7b F59fe784ecfe
Ed98019e B6c1 4f93 B5cf B2c293ca7ca7
9d6cf366 0066 49f5 A221 A949ae435757
133c0472 9e25 4f65 Bb55 2b0bcab79092
6e9dc4e9 6821 428c A02a 5ba61454050b
B78836a1 A9a4 4ccc 90bb 243c1d85e764
Abb6d6b0 9e6d 4778 B366 D0e674bc681e
65d9978c 7c31 42d2 A98b Dd120172638f
A2b2f5ec 9b1c 46b3 A55b 00e9d2b10e70
F294a2d4 1c3f 4a1f A844 6e807b8b37b3
7dc5dc57 B2fe 4f1e 9690 Fd601ad2197f
Db1b4349 E607 42f4 9c1a Be32c54bc850
86b4e453 235d 4d13 950d 9c81e9777656
A753dbe3 0ece 4235 9351 20ad8598ab81
51832ff3 Cb74 4726 B2d7 6e39d1639c96
05ce132c 0626 45c8 98a1 9e994dd29c60
0ed65c74 3172 401e A61b Ec54d2430665
9b3e5452 6dda 4a94 B0d3 1470dd6e61c4
53c463d1 A2fa 4cb3 B641 6c9f6f7d94f0
F6ae32fc 5bca 4fda 974d C2e9246b83a8
Cdd730a2 C461 4060 9ffd F95979a1d764
70235e46 9808 435c 8bc3 2b1842d52188
7a102f4c 0fe9 4ca8 883f 796b3ee17c72
429be0c4 0241 4744 A732 44b4da803ecf
985a0707 7f80 49a1 B23a Cf1abccc0b07
B4b89cca Cf22 42d3 9411 1b6e8fa6a313
2826b892 61d4 4f44 Bb52 7e7c29a5ffad
0669b9fe 8a35 4bd9 Ad76 30978e913334
6885d6a8 338c 411e B993 E7c155bbfeb5
19aa9bd1 A872 4b21 Aa56 5709ea50c49a
F5df45c4 9e3d 479a A7ef E188134d32ef
72c52ed6 6b50 4d4d Ba83 23866ca961ca
06df59c8 3ffb 47f6 B386 69d207faa606
Dd6e5c08 E4c1 46e8 8297 621e117509ab
Cf762b6b 5447 484a 8207 9c69fa55aeab
E0017808 6a11 48e1 A016 49a07c289eaf
D679909d 6336 435c 9bfa 196b40de1f74
774da240 1d1b 4cb0 8642 710c2d97441b