Friday, February 6, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Waspada Pembajakan WhatsApp, Ini Modus dan Cara Mencegahnya

Nana HasanbyNana Hasan
January 26, 2021
in Teknologi
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Kasus pembajakan WhatsApp bukan hal baru. Kasus peretasan siber ini dilakukan dengan cara yang mudah dan memanfaatkan kelalaian penggunanya yang memberikan kodeverifikasi atau OTP kepada pihak tidak dikenal.

Meskipun begitu, kasus ini ditanggapi oleh serius di Malaysia. Beberapa waktu lalu pemerintah setempat lewat lembaga Malaysian Communications and Multimedia Commision (MCMC) merilis peringatan bahaya dan cara pencegahannya.

Dikutip dari New Strait Times, pelaku pembajakan WhatsApp melakukan sejumlah cara untuk menipu korban agar memberikan enak angka kode verifikasi atau OTP (One Time Password) yang diterima.

ADVERTISEMENT

Padahal kode verifikasi atau OTP ini penting sebagai akses pengguna WhatsApp login ke aplikasi saat berganti ke smartphone yang baru. Tanda bahwa WhatsApp sedang dalam percobaan dibajak dikenali dari aplikasi yang logout dengan sendiri atau menerima kode OTP tanpa diminta.

Hal tersebut menandakan bahwa pelaku sedang mencoba mengambil alih akses akun WhatsApp korban di perangkat baru dan tinggal membutuhkan OTP untuk berhasil melakukan kejahatan.

Ada beberapa modus pembajakan WhatsApp lewat pencurian kode OTP yang diumumkan:
1. Berpura-pura sebagai teman atau anggota keluarga korban dengan menggunakan nomor atau akun WhatsApp yang juga sudah jadi korban pembajakan lebih dulu

2. Berpura-pura sebagai staf resmi WhatsApp dan meminta Anda mengirimkan kembali kode OTP

3. Pelaku akan mencoba kode OTP hingga salah berkali-kali sehingga korban menerima telepon resmi dari WhatsApp yang akan memberikan nomor OTP untuk dicatat. Selanjutnya pelaku akan berpura-pura sebagai staf resmi WhatsApp untuk menanyakan OTP tadi.

Bagaimana cara mencegah menjadi korban pembajakan WhatsApp?
1. Jangan pernah memberikan memberikan kode OTP kepada siapapun termasuk anggota keluarga dan pihak yang mengaku dari pihak resmi WhatsApp.

2. Gunakan sistem keamanan atau nomor PIN dari Two-Step Verification di WhatsApp. Jadi pelaku tidak hanya membutuhkan kode OTP juga kode PIN untuk berhasil membajak WhatsApp sehingga akan lebih menyulitkan mereka.

3. Ganti nomor PIN WhatsApp secara berkala karena identitas pribadi yang bocor rentan membuat pembajak WhatsApp menebak kode PIN Anda dan jangan gunakan tanggal lahir atau nomor kontak sebagai PIN.

Dilansir dari: medcom.id

Tags: aplikasisosial mediateknologiwhatsapp
Previous Post

Keseruan Konser Virtual Padi Reborn di Metro TV

Next Post

Twitter Luncurkan Fitur Cek Fakta Birdwatch

Next Post

Twitter Luncurkan Fitur Cek Fakta Birdwatch

Bos Google: Kantor Jadi Lokasi Vaksin Covid-19 dan Donasi Rp2,1 Triliun

Perpusnas Tidak Mau Hakimi Masyarakat yang Kegemaran Membacanya Rendah

5 Rekomendasi Tanaman Hias yang Mudah Tumbuh

Billboard Music Awards 2021 Digelar pada 23 Mei 2021

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
F3d76b56 Efe4 41b5 81e4 1955a9c967e1
1af1ba09 Afb3 45bb 8a3b 1af4811e84da
13f53def 1337 447b A49d E0bc7bbb7aee
7081e6b1 836c 471e Af28 Ce2934e59200
0e3bba94 5051 4bc1 B3ef 1c14d48b9707
F531a2f2 Ddff 4e11 9934 104749329464
1f8b33f3 1e22 4c3d 88ae 2de279ca873d
08262043 347d 4eba 8b6e 3b4aba43204f
603edcc9 36b2 471c 9d51 D9e0e11c8451
1b010605 5b5d 45b2 9390 99498e0fc274
90582729 Ab33 4e16 9c3f 14edefbc18d2
793977ac 6a91 4abf Ba01 F4b8d920696f
F15ad6fe F7b9 4845 Bdd8 55c004594cbf
Ac138e30 2a82 4b90 B02e Ceee5104fd94
Be8760bf 19cc 43dd Bcad E31d437b49c9
7b8819d2 C584 4e37 838a B8105a6bb55c
71fcf120 Baa3 4f88 9cb5 82459c73b763
976fc568 7168 410e 8355 2ca2da4a0f6d
E809dc76 6038 432e 8056 A19298b14ea5
D6512c58 Cd5e 43a8 A1d8 7228ab5f8239
30b26429 3213 48fc A0a0 3d4e383b98b6
D72dfc4e 75b2 4e55 Ba76 90b3c815ffb3
Abb6d6b0 9e6d 4778 B366 D0e674bc681e
90447716 714d 44b0 963e Dd00686caaf0
883e1663 93fc 4414 86f6 Eea2d0407007
2910e4d0 9b5c 46c4 9f52 2d6c058a64fc
0466858e 7b77 442c 8e67 60326599432f
4ff878b0 F085 46a8 Ade3 D4a0022812e7
1f8dc102 4396 4501 Bef5 46a991752e0c
B74a6b8d 9714 49c5 8ba5 4b1f03dcb94a
48051dbd Bb84 481f 9d83 D261dc9f7d5c
70d4191b A862 4b35 896a 1bdfcbd133e1
90447716 714d 44b0 963e Dd00686caaf0
39810984 A79b 47b7 B4b9 B0ea40e43abc
F0ea1a33 B4d3 4946 B009 7afda245355a
7191cf39 Faf1 492f 91de Ab1e5ba524cb
796a7b8b 10b4 4f14 Bbf1 Af8ff79b885b
Cb3e7859 95cd 41b5 A8d8 8d094650923b
Bff56704 Abc0 4bba 8cec A81542741d57
7b69cd4e 416a 4fc8 B3ea 7baaa10e7402
49911d69 0f10 46f2 Ab3e F1c81a7b8634
C2934490 C3e8 4183 A908 Da2ccd7eca48
C9e9f342 4362 4acd Bdcd 78847bce7884
6e80f253 0644 4106 8251 Ec5148948fc2
4c50a719 9884 438c B53f Ca13e78a4ea8
Fe018770 A405 49e5 86f7 C8551dc29b4e
F98b7f72 A112 4f59 A6dc D05f300f12ca
1d49d9a8 29e5 4a0c Acbd 127d5e4cc7e8
2463ade4 0a39 4724 Bf56 D9558ac19cbf
31468536 Aeb3 40d2 8058 8d903864384d