Ada risiko kebocoran data yang harus diwaspadai ketika pengguna menjual handphone bekas pakai mereka.
Sebab, data yang ada di dalam ponsel ternyata bisa diakses oleh orang lain yang membeli ponsel itu. Terutama jika pemilik ponsel belum secara utuh menghapus datanya.
Berdasarkan penelitian Kaspersky, 90 persen data masih tersisa di perangkat bekas. Hal itu diperoleh setelah menganalisis lebih dari 185 perangkat media penyimpanan, seperti kartu memori dan hard drive.
Data yang ditemukan berkisar dari entri kalender berisi catatan rapat hingga foto dan video pribadi, bahkan dokumen pajak, informasi perbankan, kredensial login, dan informasi medis. Semua data itu dinilia akan berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah.
Dilansir dari: cnnindonesia.com
