Thursday, January 22, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

NASA Punya Misi Tabrak Asteroid Serupa di Film Don\’t Look Up

Nana HasanbyNana Hasan
January 7, 2022
in Teknologi
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyiapkan skenario untuk mengadang objek luar angkasa termasuk asteroid dan meteor yang datang menuju Bumi.
Skenario serupa seperti yang diceritakan film Don\’t Look Up, yang dibintangi Leonardo DiCaprio dan Jennifer Lawrence.

Don\’t Look Up menjadi salah satu film populer di platform video Netflix. Film ini bahkan mencatat rekor jam penayangan terlama dalam rentang seminggu pada pekan lalu, dengan capaian 152,59 juta jam penayangan.

Film tersebut menceritakan tentang dua orang astronom yang berhasil menemukan sebuah komet berukuran besar yang sedang bergerak menuju Bumi dengan potensi daya hancur yang bisa memusnahkan kehidupan di Bumi.

ADVERTISEMENT

Kemudian kedua astronom ini bersama pemerintah berupaya untuk menghentikan komet. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengirimkan roket untuk meledakkan komet tersebut.

NASA sendiri tengah menguji metode serupa yang bernama misi Double Asteroid Redirection Test (DART).

Pejabat NASA menyebut DART dimaksudkan untuk mencegah tabrakan antara Bumi dengan benda angkasa luar seperti asteroid yang dapat mengancam kelangsungan hidup di Bumi.

Misi tersebut dilaksanakan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Vandenberg Space Force Base di California.

Direktur Ilmu Planet NASA, Lori Glaze menyebut misi ini akan menjadi percobaan pertama sebuah pesawat ruang angkasa mencoba menabrak asteroid untuk menunjukkan bagaimana benda luar angkasa seperti itu dapat dibelokkan jika menuju ke Bumi.

\”Saya merasa bahwa setelah kami menyelesaikan tes ini, kami akan belajar jumlah yang luar biasa dan jauh lebih siap di masa depan jika memang asteroid potensial dapat menimbulkan ancaman buat Bumi,\” kata Glaze dilansir UPI.

Pada misi pertama DART, NASA akan menyasar asteroid Dimorphos yang berukuran sebesar lapangan sepak bola.

Ilmuan Program DART NASA, Tom Statler menyebut masih banyak fakta yang belum diketahui tentang hasil uji coba. Hal ini disebabkan karena saat ini NASA hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang komposisi asteroid Dimorphos yang menjadi target.

Misi DART disebut menelan biaya hingga US$330 juta atau sekitar Rp4,7 triliun untuk menerbangkan roket Falcon 9 menuju asteroid Didymos, yang sebenarnya asteroid kembar yang saling melingkari. Target misi DART sebetulnya satelit dari asteroid Dimorphos, yakni Didymos.

\”Masalah tentang seberapa siap kita sebenarnya adalah diskusi yang jauh lebih luas yang bisa dilakukan di seluruh pemerintah dan negara. Selain membelokkan asteroid, kita masih perlu mempelajari langit dan mencarinya,\” kata Statler.

Pesawat ruang angkasa DART akan terbang ke Dimorphos dengan kecepatan 15 ribu mil per jam atau 24 ribu kilometer per jam, setelah itu teleskop yang berbasis di Bumi akan memantau dampaknya dari misi yang dilakukan untuk selanjutnya mengubah jalur asteroid.

NASA memilih Didymos dari dua asteroid yang ada karena Didymos menawarkan kesempatan unik untuk mendapatkan pengukuran yang tepat dan dampak terkecil.

Menurut NASA, pesawat ruang angkasa DART yang diarahkan ke Didymos akan benar-benar hancur dan mengeluarkan awan puing, sekaligus membantu mengukur dampaknya.

Bagi NASA, misi DART akan mendemonstrasikan teknologi sekaligus cara bagi NASA yang nantinya akan dapat memberikan data berharga tentang bagaimana suatu hari nanti kita dapat membelokkan asteroid super menakutkan yang akan bertabrakan dengan Bumi.

\”Sebagian besar, apa yang ingin kami lakukan adalah mengubah kecepatan objek yang datang sekitar satu sentimeter per detik. Itu tidak terlalu cepat, tetapi jika Anda melakukannya cukup beberapa detik sebelumnya, Anda dapat membuatnya menghilang dari jalur Bumi sepenuhnya,\” sebut peninjau misi dari Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins dilansir CNET.

Dilansir dari: cnnindonesia.com

Tags: asteroidDon’t Look UpNASAteknologi
Previous Post

5 Tanda Penipuan Online yang Harus Anda Ketahui

Next Post

Stray Kids Gelar Fan Meeting Online dan Offline Februari 2022

Next Post

Stray Kids Gelar Fan Meeting Online dan Offline Februari 2022

M. Shadows Sebut Album Baru Avenged Sevenfold Terinspirasi dari Kanye West

Undangan Pernikahan Park Shin Hye dan Choi Tae Joon Beredar, Begini Penampakannya

Lewat “Christmas Tree” V BTS Cetak Rekor Billboard

Natya Shina Dihujat Netizen Soal Joki UAS, Dia Jawab Ini

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
forges of the federation oasis the shimmering sea robin williams murder the financial freedom mastery course ephraim s hurt room courage my love black beauty the christmas hummingbird the dragon king s outcasts imprisoned writing for busy readers the oatman massacre citizens united v fec siege line won rsquo t lose this dream opting in to optimization shattered amp scarred the red badge of courage parallel the voyager program the monster under my bed monster and the dolls house femdom new world order the metoo reckoning their reckless bride medea s curse x minus one saucer of loneliness january 9 1957 peeranormal 18 samhain and halloween explosive trail ep 8 pan freud a stitch in time torment her math funland with addition level 2 every body matters where did we come from do the opposite of nothing dragon chameleon ghosts of tsavo fresh air dave grohl january 4 2008 total focus self hypnosis amp meditation the essential family guide to borderline personality disorder the 80 20 business pakistan and the mumbai attacks blake shelton the new catecombe un lugar donde olvidarte a shared range birds without wings the splendour falls my life as seen from orbit part one exodus adhd and stem w raven the science maven dr raven baxter