SAI100FM.ID – Investasi AI APAC Terus Meningkat di Tengah Tantangan Transformasi Digital
Investasi AI APAC terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perusahaan di kawasan Asia-Pasifik mulai menempatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian penting dalam strategi transformasi bisnis mereka.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, perusahaan berlomba mengadopsi sistem otomatisasi berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat daya saing bisnis di pasar global.
Namun di balik tingginya ambisi digital tersebut, banyak perusahaan justru masih menghadapi persoalan mendasar yang kerap luput dari perhatian, yaitu kesiapan data operasional yang belum sepenuhnya tersedia secara real time.
Kondisi ini menjadi tantangan serius, terutama pada aktivitas gudang, pusat distribusi, logistik, hingga fasilitas manufaktur yang masih banyak mengandalkan sistem pencatatan manual atau data yang terlambat masuk ke sistem utama perusahaan.
Investasi AI APAC Masih Terhambat Ketersediaan Data Real Time
Berdasarkan hasil riset Pulse of Change yang dilakukan oleh Accenture, sekitar 86 persen pimpinan perusahaan di kawasan Asia-Pasifik berkomitmen meningkatkan investasi pada sektor AI secara signifikan.
Meski angka investasi terus bertambah, implementasi AI ternyata belum berjalan maksimal. Penyebab utamanya adalah data yang dibutuhkan sistem AI sering kali belum tersedia secara lengkap, akurat, dan real time.
Permasalahan ini menjadi topik utama dalam forum Executive Exchange yang diselenggarakan oleh commsult AG di Jakarta pada Mei 2026.
Forum tersebut menghadirkan berbagai perusahaan besar seperti Bayer Indonesia, Astra Tol Nusantara, Garuda Yamato Steel, serta Sinar Mas Land.
Diskusi dalam forum tersebut menyoroti bahwa meskipun perusahaan telah mengadopsi sistem enterprise seperti SAP, banyak aktivitas di lantai gudang yang belum sepenuhnya terhubung secara langsung ke sistem digital.
Data Gudang Menjadi Hambatan Besar Implementasi AI
Salah satu kebutuhan utama dalam implementasi AI adalah ketersediaan data berkualitas tinggi. Sistem kecerdasan buatan membutuhkan data lengkap dan akurat agar mampu menghasilkan analisis yang relevan.
Founder dan CEO commsult AG, Michael Buschner, menilai masih banyak perusahaan yang menjalankan operasional gudang menggunakan metode tradisional.
Menurutnya, banyak proses pergudangan masih dilakukan menggunakan pencatatan manual dengan pena dan kertas. Setelah data dicatat, pekerja masih harus memasukkan ulang data tersebut ke sistem SAP secara manual.
Proses seperti ini dinilai sangat tidak efisien dan menyebabkan keterlambatan pembaruan data operasional.
Padahal AI membutuhkan data yang tersedia saat kejadian berlangsung, bukan data yang baru diperbarui beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah aktivitas dilakukan.
Transformasi Digital Tidak Bisa Bergantung pada Teknologi Saja
Dalam sesi diskusi lain, Chief Information Officer Sinar Mas Land, Stefanus Mulianto, menjelaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi.
Menurutnya, perubahan harus selalu dimulai dari manusia terlebih dahulu, kemudian proses kerja, baru setelah itu teknologi hadir sebagai alat pendukung.
Perusahaan sering kali terlalu fokus pada teknologi baru tanpa mempersiapkan sumber daya manusia yang akan menjalankannya.
Padahal keberhasilan digitalisasi membutuhkan pola pikir yang tepat, kesiapan organisasi, serta proses kerja yang sudah tertata dengan baik.
Teknologi hanyalah alat untuk menyelesaikan persoalan bisnis, bukan satu-satunya solusi perubahan.
Penggunaan AI di Gudang Indonesia Masih dalam Tahap Awal
Pengamat teknologi digital Heru Sutadi dari ICT Institute menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam operasional gudang di Indonesia sebenarnya mulai berkembang.
Namun implementasinya masih berada pada tahap awal dan belum dilakukan secara luas.
Salah satu kendala terbesar adalah integrasi antara teknologi baru dengan sistem lama yang telah digunakan perusahaan selama bertahun-tahun.
Selain itu, kualitas data yang masih belum konsisten menjadi tantangan berikutnya.
Di sejumlah negara seperti Indonesia, Singapura, dan Australia, banyak perusahaan pengguna SAP masih menggunakan terminal desktop yang posisinya jauh dari area operasional gudang.
Akibatnya pencatatan data tidak dapat dilakukan secara langsung sehingga sistem tidak menerima pembaruan real time.
Ontego Hadir Membantu Digitalisasi Gudang Berbasis SAP
Untuk menjawab persoalan tersebut, commsult menghadirkan solusi bernama Ontego.
Ontego merupakan platform manajemen gudang berbasis mobile yang memungkinkan pekerja mengakses sistem SAP melalui perangkat seperti tablet atau smartphone secara langsung dari area kerja.
Keunggulan utama platform ini adalah kemampuan integrasi data secara real time ke dalam sistem SAP.
Artinya, setiap aktivitas yang terjadi di gudang langsung tercatat saat itu juga tanpa perlu proses input manual tambahan.
Selain itu, sistem tetap dapat bekerja meski koneksi internet sedang tidak tersedia. Data akan otomatis tersinkronisasi ketika jaringan kembali aktif.
Teknologi ini juga dinilai lebih aman karena dapat terhubung langsung dengan SAP tanpa aplikasi tambahan yang berpotensi meningkatkan risiko kebocoran data.
Menurut Direktur commsult Indonesia Leonardo Kurnia, perusahaan yang telah menggunakan SAP dapat mengintegrasikan Ontego dalam waktu relatif singkat, yaitu sekitar 8 hingga 12 minggu untuk implementasi standar.
Fondasi Data Menentukan Masa Depan Investasi AI
Besarnya tren Investasi AI APAC menunjukkan bahwa transformasi digital akan terus berkembang di masa depan.
Namun investasi besar pada AI tidak akan memberikan hasil maksimal apabila perusahaan belum memiliki fondasi data yang kuat.
Ketersediaan data operasional yang lengkap, akurat, dan real time menjadi faktor utama agar sistem AI mampu bekerja optimal.
Karena itu, modernisasi manajemen gudang kini menjadi salah satu prioritas penting dalam strategi transformasi digital perusahaan.
Jika kesiapan manusia, proses bisnis, dan teknologi berjalan selaras, maka AI berpotensi memberikan manfaat besar mulai dari efisiensi operasional hingga pengambilan keputusan bisnis yang jauh lebih cepat dan akurat.



