Wednesday, June 10, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Olahraga

Sejarah Gelora Bung Karno: Perjalanan Ikonik Stadion Kebanggaan Indonesia

Sejarah Gelora Bung Karno dan Awal Pembangunannya

cecilbycecil
May 18, 2026
in Olahraga
Sejarah Gelora Bung Karno: Perjalanan Ikonik Stadion Kebanggaan Indonesia

GBK.(Dok GBK)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SAI100FM.ID – Sejarah Gelora Bung Karno tidak bisa dilepaskan dari ambisi besar Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya di mata dunia internasional. Kompleks olahraga yang berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat ini bukan sekadar stadion olahraga, tetapi juga simbol kebanggaan nasional yang merekam perjalanan politik, budaya, hingga perkembangan olahraga Indonesia dari masa ke masa.

Pembangunan Gelora Bung Karno atau GBK bermula ketika Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games IV pada tahun 1962. Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, ingin menghadirkan fasilitas olahraga modern yang mampu menyaingi stadion-stadion besar di dunia. Saat itu, Indonesia masih tergolong negara muda yang baru merdeka, sehingga pembangunan kompleks olahraga megah menjadi simbol kemajuan bangsa.

Proyek pembangunan resmi dimulai pada 8 Februari 1960. Pemerintah Indonesia memperoleh bantuan pinjaman lunak dari Uni Soviet senilai US$12,5 juta untuk merealisasikan proyek besar tersebut. Dana itu digunakan untuk membangun stadion utama beserta fasilitas olahraga lainnya di kawasan Senayan.

ADVERTISEMENT

Sebelum menjadi kawasan olahraga modern, area Senayan masih berupa rawa, kebun, dan permukiman warga. Pemerintah kemudian melakukan relokasi penduduk ke beberapa wilayah lain seperti Tebet dan sekitarnya demi mendukung pembangunan proyek nasional tersebut.

Pembangunan GBK melibatkan tenaga ahli dari Uni Soviet bersama arsitek Indonesia. Proses pengerjaannya tergolong cepat untuk ukuran proyek besar pada masa itu dan menjadi salah satu proyek konstruksi paling ambisius di Asia Tenggara.


Sejarah Gelora Bung Karno dan Arsitektur Ikonik Temu Gelang

Salah satu daya tarik utama dalam sejarah Gelora Bung Karno adalah desain arsitekturnya yang sangat ikonik. Stadion Utama Gelora Bung Karno memiliki atap khas bernama “Temu Gelang” yang hingga kini menjadi simbol visual paling terkenal dari stadion tersebut.

Desain Temu Gelang merupakan gagasan langsung Presiden Soekarno. Konsep ini dibuat agar penonton tetap nyaman saat menonton pertandingan, baik ketika cuaca panas maupun hujan. Selain memiliki fungsi praktis, bentuk melingkar tanpa putus pada atap stadion juga melambangkan persatuan bangsa Indonesia.

Pada masanya, struktur baja tanpa tiang penyangga di tengah stadion merupakan pencapaian teknik sipil yang sangat modern. Tidak banyak stadion di dunia saat itu yang mampu menghadirkan desain semegah dan sekompleks GBK.

Arsitektur stadion juga dirancang agar mampu menampung puluhan ribu penonton dengan pandangan yang tetap nyaman ke lapangan. Hingga sekarang, desain tersebut masih dipertahankan meskipun sudah mengalami beberapa renovasi besar.


Perubahan Nama GBK dari Masa ke Masa

Dalam perjalanan sejarahnya, nama Gelora Bung Karno sempat mengalami perubahan akibat dinamika politik nasional. Pada awal peresmiannya tahun 1962, kawasan olahraga ini bernama Gelora Bung Karno sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Soekarno.

Namun setelah pergantian pemerintahan pada era Orde Baru, nama tersebut diubah menjadi Kawasan Olahraga Senayan. Perubahan ini merupakan bagian dari kebijakan de-Soekarnoisasi yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Nama Senayan digunakan cukup lama, yakni sejak 1969 hingga 2001. Setelah memasuki era Reformasi, Presiden Abdurrahman Wahid akhirnya mengembalikan nama asli kawasan tersebut menjadi Gelora Bung Karno melalui Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2001.

Pengembalian nama GBK dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Soekarno yang menjadi tokoh utama di balik pembangunan kompleks olahraga terbesar di Indonesia tersebut.


Fungsi Gelora Bung Karno bagi Indonesia

Gelora Bung Karno memiliki fungsi yang sangat luas dan tidak hanya digunakan untuk pertandingan olahraga. Sejak pertama kali berdiri, kawasan ini telah menjadi pusat berbagai kegiatan nasional maupun internasional.

Sebagai pusat olahraga nasional, GBK menjadi markas pertandingan tim nasional sepak bola Indonesia serta berbagai ajang olahraga seperti atletik, bulu tangkis, renang, hingga basket.

Selain itu, GBK juga menjadi lokasi berbagai acara internasional penting. Kompleks ini pernah menjadi tuan rumah Asian Games 1962 dan Asian Games 2018. Tidak hanya event olahraga, GBK juga sering digunakan untuk konser musik internasional, acara kenegaraan, hingga kegiatan diplomasi dunia.

Kawasan GBK juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau di tengah padatnya Jakarta. Area pedestrian, jogging track, hingga taman kota menjadi tempat favorit masyarakat untuk berolahraga maupun bersantai.

Di sisi ekonomi dan budaya, GBK berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat modern. Banyak acara pameran, festival kuliner, kegiatan komunitas, hingga event bisnis rutin digelar di kawasan ini.


Renovasi Besar dan Fasilitas Modern GBK

Menjelang Asian Games 2018, Gelora Bung Karno mengalami renovasi besar-besaran. Pemerintah melakukan modernisasi hampir di seluruh area kompleks olahraga agar memenuhi standar internasional.

Stadion Utama Gelora Bung Karno kini memiliki kapasitas sekitar 77 ribu kursi tunggal atau single seat yang lebih nyaman bagi penonton. Sistem pencahayaan stadion juga sudah menggunakan teknologi LED standar FIFA.

Lapangan sepak bola menggunakan rumput jenis Zeon Zoysia yang dikenal berkualitas tinggi dan sering dipakai di stadion internasional.

Selain stadion utama, kawasan GBK juga memiliki Stadion Akuatik modern dengan empat kolam standar olimpiade. Ada pula Istora Senayan yang menjadi venue utama turnamen bulu tangkis dunia.

Fasilitas lain seperti Hutan Kota by Plataran, jogging track sintetis, area parkir modern, hingga konektivitas transportasi publik menjadikan GBK sebagai salah satu kompleks olahraga terbaik di Asia.


Tips Berkunjung ke Gelora Bung Karno

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke GBK, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pengunjung disarankan menggunakan transportasi umum seperti MRT atau TransJakarta karena akses menuju kawasan cukup mudah.

Stasiun MRT Istora Mandiri dan MRT Senayan menjadi pilihan tercepat menuju area GBK. Pengunjung juga disarankan membawa kartu uang elektronik untuk pembayaran parkir kendaraan.

Jika ingin berolahraga, gunakan pakaian yang nyaman karena area pedestrian dan jogging track cukup luas. Selain itu, pengunjung wajib mematuhi aturan kawasan, termasuk larangan merokok di area inti olahraga.

Sebelum datang, sebaiknya cek jadwal kegiatan melalui situs resmi atau media sosial GBK karena beberapa area bisa ditutup sementara saat ada acara besar.

Tags: Gelora Bung KarnoKompleks Olahraga SenayanPPKGBK
Previous Post

Sonic the Hedgehog 4 Rampung Syuting, Metal Sonic Siap Jadi Villain Utama

Next Post

John Travolta Terima Palme d’Or Kejutan di Cannes 2026, Momen Haru Sang Legenda Hollywood

Next Post
John Travolta Terima Palme d’Or Kejutan di Cannes 2026, Momen Haru Sang Legenda Hollywood

John Travolta Terima Palme d'Or Kejutan di Cannes 2026, Momen Haru Sang Legenda Hollywood

Dhea Natasya Juara WSL Hamamatsu Terbuka 2026, Peselancar Indonesia Cetak Sejarah Dunia

Dhea Natasya Juara WSL Hamamatsu Terbuka 2026, Peselancar Indonesia Cetak Sejarah Dunia

Afgan Siapkan Duet Spesial di Konser Retrospektif 2026, Penggemar Dibuat Penasaran

Afgan Siapkan Duet Spesial di Konser Retrospektif 2026, Penggemar Dibuat Penasaran

Alex Marquez Alami Patah Tulang Selangka dan Retak Tulang Leher di MotoGP Catalunya 2026

Alex Marquez Alami Patah Tulang Selangka dan Retak Tulang Leher di MotoGP Catalunya 2026

Joko Anwar Hadirkan Macabre Art Installation Ghost in The Cell, Perluasan Horor dari Film ke Ruang Seni

Joko Anwar Hadirkan Macabre Art Installation Ghost in The Cell, Perluasan Horor dari Film ke Ruang Seni

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
cartier ballon bleu copies watches blue dial metal wire af factory 40mm2990 cbd gummies shop omega seamaster gmt replica watch chocolate dial3964 cbd gummies shop replica omega speedmaster apollo 17 40th anniversary gray dial leather strap manual winding7724 cbd gummies shop replica panerai pam1499 s xf white dial brown asso strap p90107649 cbd gummies shop hublot replica watch big bang unico king gold 21983 cbd gummies shop replica rolex yacht master 116655 ss ew blue dial on ss bracelet a31359125 cbd gummies shop replica audemars piguet jf royal oak offshore diver real ceramic rubber strap a31208019 cbd gummies shop patek philippe 5980 replica1567 cbd gummies shop patek philippe nautilus 5711 knock off watches gray dial automatic movement1293 cbd gummies shop rolex submariner date black dial replica9365 cbd gummies shop