SAI100FM.ID – Setengah 12 menjadi langkah baru yang diambil oleh Dodhy Hardiyanto, musisi sekaligus pencipta lagu yang dikenal sebagai salah satu sosok penting di balik kesuksesan Kangen Band. Melalui proyek musik terbarunya ini, Dodhy ingin membuka ruang kreativitas yang lebih luas sekaligus memastikan dirinya tetap dapat berkarya dalam berbagai kondisi di industri musik Indonesia.
Kehadiran Setengah 12 bukanlah tanda berakhirnya perjalanan Dodhy bersama Kangen Band. Sebaliknya, grup musik ini hadir sebagai wadah alternatif yang memungkinkan dirinya terus menghasilkan karya dan menyalurkan ide-ide musikal yang selama ini belum tentu bisa diwujudkan melalui Kangen Band.
Selama bertahun-tahun berkarier di dunia musik, Dodhy telah merasakan berbagai dinamika perjalanan sebuah grup band. Pengalaman ketika Kangen Band sempat vakum menjadi salah satu alasan utama yang mendorongnya untuk membentuk proyek baru. Ia menyadari bahwa seorang musisi harus memiliki ruang lain untuk tetap produktif ketika menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.
Setengah 12 Jadi Wadah Kreativitas Baru
Bagi Dodhy, musik bukan sekadar profesi, melainkan bagian dari hidup yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu, ia ingin tetap aktif menciptakan lagu dan menghasilkan karya meskipun suatu saat kondisi tidak memungkinkan Kangen Band untuk terus berjalan seperti biasa.
Menurutnya, Setengah 12 dapat diibaratkan sebagai “sekoci” yang akan membantunya tetap bertahan dan berkarya. Meski demikian, Dodhy menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Kangen Band tidak pernah berkurang. Ia tetap berharap band yang telah membesarkan namanya itu dapat terus eksis dan berkembang.
Keberadaan Setengah 12 justru menjadi bentuk antisipasi agar kreativitasnya tidak terhambat oleh keadaan. Dengan adanya proyek baru ini, Dodhy memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai konsep musik yang berbeda dari karya-karya sebelumnya.
Mengenal Setengah 12 dan Konsep Musik yang Diusung
Dalam proyek ini, Dodhy menghadirkan nuansa musik pop yang lebih segar dan mengikuti perkembangan tren industri musik saat ini. Warna musik yang ditawarkan Setengah 12 dirancang berbeda dengan karakter Kangen Band yang selama ini identik dengan lagu-lagu pop melayu yang mudah diterima masyarakat.
Melalui Setengah 12, Dodhy ingin menjangkau pendengar yang lebih luas dengan pendekatan musikal yang lebih modern. Ia percaya bahwa industri musik terus berkembang sehingga para musisi juga perlu beradaptasi tanpa kehilangan identitas mereka.
Perbedaan karakter musik inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama Setengah 12. Pendengar akan menemukan nuansa baru yang tetap memiliki sentuhan khas Dodhy sebagai pencipta lagu, tetapi dikemas dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan dengan selera musik masa kini.
Asal Usul Nama Setengah 12
Nama Setengah 12 memiliki cerita yang cukup unik. Nama tersebut muncul secara spontan setelah proses rekaman lagu pertama mereka selesai dilakukan.
Saat itu, proses rekaman berakhir tepat pada pukul 23.30 atau setengah dua belas malam. Momen tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk menentukan identitas grup yang baru dibentuk.
Menurut Dodhy, nama Setengah 12 terdengar ringan, unik, dan mudah diingat. Faktor tersebut menjadi pertimbangan utama hingga akhirnya nama itu dipilih sebagai identitas resmi band.
Dalam dunia musik yang penuh persaingan, nama yang unik memang menjadi salah satu elemen penting untuk membangun citra dan memudahkan publik mengenali sebuah grup musik. Karena itulah, Setengah 12 dianggap mampu merepresentasikan semangat baru yang ingin mereka hadirkan.
Kolaborasi dengan Personel Baru
Untuk mewujudkan proyek ini, Dodhy tidak berjalan sendiri. Ia menggandeng Mars sebagai vokalis dan Praha sebagai drummer.
Mars dipercaya mengisi posisi vokal karena memiliki karakter suara yang lembut tetapi tetap kuat dan berkarakter. Menurut Dodhy, kualitas vokal tersebut sangat sesuai dengan konsep musik yang ingin dibangun oleh Setengah 12.
Sementara itu, Praha dipercaya mengisi sektor ritme sebagai drummer. Kehadiran para personel baru ini diharapkan mampu memberikan warna berbeda sekaligus memperkuat identitas musikal Setengah 12 di tengah persaingan industri musik nasional.
Kolaborasi antara Dodhy, Mars, dan Praha menjadi fondasi awal yang menjanjikan bagi perjalanan grup ini ke depan. Masing-masing personel membawa kemampuan dan pengalaman yang diharapkan mampu menghasilkan karya-karya berkualitas.
Single Debut “Energi” Jadi Awal Perjalanan
Sebagai langkah awal, Setengah 12 telah menyiapkan lima lagu yang siap diperkenalkan kepada publik. Dari sejumlah materi yang telah dipersiapkan, lagu berjudul “Energi” dipilih sebagai single perdana.
Pemilihan lagu tersebut bukan tanpa alasan. “Energi” dianggap mampu menggambarkan semangat baru yang ingin dibawa oleh Setengah 12 ke industri musik Indonesia.
Melalui lagu ini, Dodhy berharap para pendengar dapat merasakan semangat positif dan warna baru yang menjadi identitas grup tersebut. Ia optimistis Setengah 12 dapat menjadi alternatif menarik bagi pecinta musik Tanah Air yang mencari sesuatu yang berbeda namun tetap mudah dinikmati.
Dengan konsep yang matang, personel yang kompeten, serta dukungan pengalaman panjang Dodhy di dunia musik, Setengah 12 berpotensi menjadi salah satu grup yang mampu mencuri perhatian publik. Kehadiran mereka bukan hanya memperkaya khazanah musik Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa kreativitas seorang musisi dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk dan wadah baru.
Melalui single debut “Energi”, Setengah 12 siap memulai perjalanan baru dan membawa semangat segar bagi industri musik Indonesia.




