SAI100FM.ID – Prambanan Jazz Festival 2026 kembali menjadi salah satu agenda musik paling dinantikan pecinta konser di Indonesia. Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya, festival musik tahunan ini siap menghadirkan pengalaman berbeda dengan deretan musisi internasional dan artis papan atas Indonesia dalam satu panggung megah.
Festival ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 Juli hingga 5 Juli 2026, dengan lokasi utama di kawasan ikonik Candi Prambanan. Tahun ini penyelenggara mengangkat tema Celebrate The Joy, sebuah konsep yang menggambarkan semangat kebersamaan, kegembiraan, dan pengalaman emosional yang ingin dibangun melalui festival tersebut.
Selama lebih dari satu dekade, Prambanan Jazz Festival berhasil berkembang menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia yang dikenal tidak hanya karena line-up artis berkualitas, tetapi juga pengalaman budaya yang memadukan musik modern dengan warisan sejarah Indonesia.
Prambanan Jazz Festival 2026 Siapkan Deretan Musisi Global dan Nasional
Dalam penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2026, penonton akan disuguhkan kombinasi menarik antara artis internasional, musisi jazz, hingga berbagai genre musik populer tanah air.
CEO festival, Anas Syahrul Alimi, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar konser musik biasa. Menurutnya, Prambanan Jazz Festival ingin menjadi ruang emosional yang memberikan rasa hangat seperti rumah bagi seluruh penikmat musik.
Sejumlah nama besar internasional dipastikan tampil, di antaranya:
Musisi Internasional
- NIKI
- Henry Moodie
- Michael Learns to Rock
- Xdinary Heroes
- The Rose
Kehadiran musisi global tersebut menjadi daya tarik besar yang membuat festival ini kembali masuk daftar event musik terbesar Indonesia tahun ini.
Joey Alexander dan Musisi Indonesia Turut Ramaikan Festival
Selain artis internasional, Prambanan Jazz Festival 2026 juga menghadirkan banyak musisi berbakat dari Indonesia yang akan tampil di berbagai panggung.
Beberapa nama besar yang dipastikan hadir antara lain:
Musisi Jazz dan Nasional
- Joey Alexander
- Rio Febrian
- Salma Salsabil
Penampil Lintas Genre
- **Perunggu>
- The Panturas
- White Chorus
- Jogja Hip Hop Foundation
Keberagaman genre ini menjadi bukti bahwa festival tersebut dirancang agar dapat dinikmati berbagai kalangan pecinta musik.
Program Regenerasi Musisi Lewat I’m Jazz a Kids
Salah satu program unggulan yang tetap dipertahankan adalah I’m Jazz a Kids, sebuah program khusus yang bertujuan membangun regenerasi musisi jazz muda Indonesia.
Melalui program ini, anak-anak berbakat akan diberikan kesempatan tampil dan berkolaborasi bersama musisi senior.
Kategori peserta dibagi menjadi beberapa kelompok usia:
- Senandung : usia 7–9 tahun
- Irama : usia 10–12 tahun
- Harmoni : usia 13–15 tahun
Program ini menjadi bentuk komitmen festival dalam mendukung masa depan industri musik Indonesia melalui pengembangan talenta muda sejak usia dini.
Kolaborasi Seni Visual Hadirkan Pengalaman Festival Berbeda
Selain pertunjukan musik, festival tahun ini juga menghadirkan pengalaman visual yang lebih artistik.
Penyelenggara menggandeng seniman kontemporer Eko Nugroho sebagai Commissioned Artist.
Pengunjung nantinya akan disambut berbagai instalasi seni visual interaktif di area festival.
Tidak hanya itu, pertunjukan multidimensi Wayang Bocor juga akan hadir sebagai kolaborasi lintas disiplin bersama:
- Ki Catur Kuncoro
- Ari Wulu
- Eko Supriyanto
- Didik Nini Thowok
Konsep ini membuat festival tidak hanya menjadi panggung musik, tetapi juga ruang apresiasi seni multidisiplin.
Festival Ramah Lingkungan dan Cocok untuk Keluarga
Penyelenggara juga memperkenalkan program keberlanjutan melalui konsep festival hijau.
Bekerja sama dengan Get Plastic dan Lokalogi, festival menerapkan sistem Event Waste Management yang inovatif.
Salah satu inovasinya adalah penggunaan bahan bakar hasil olahan sampah plastik untuk mengoperasikan salah satu panggung utama.
Sebagai festival untuk semua usia, tersedia pula area khusus anak bernama Tiny Tunes Ville yang menghadirkan berbagai aktivitas kreatif bagi anak-anak.
Dengan konsep ini, orang tua dapat menikmati konser sambil tetap menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.




