Friday, February 6, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

Posan Tobing Tagih Royalti, Kotak Beri Penjelasan

Nana HasanbyNana Hasan
October 10, 2022
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Mantan personel grup band Kotak, Posan Tobing menagih royalti kepada mantan rekannya, Tantri, Chua, dan Cella. Ia merasa dirinya berhak mendapatkan royalti dari lagu-lagu kotak yang diciptakannya.

Grup Band Kotak akhirnya buka suara untuk menanggapi pernyataan Posan Tobing dan disebut tagihan tersebut salah alamat.

\”Di Indonesia sendiri ini ada badan yang diatur oleh pemerintah, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 Jo UU Hak Cipta LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) dalam hal ini WAMI (Wahana Musik Indonesia),\” beber Chua Kotak dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok pribadi Tantri Kotak Jumat, 7 Oktober 2022.

ADVERTISEMENT

Tantri Kotak pun memberikan penjelasan soal hak performance royalti yang ditagih oleh Posan Tobing. Tantri menyebut, Posan Tobing harus mendaftarkan dirinya terlebih dahulu ke lembaga yang mengurus royalti tersebut.

\”Jadi memang sudah pasti tidak tepat kalau meminta hak performance royaltinya ke Kotak. Jadi memang sudah ada lembaganya, ya minta royaltinya ke WAMI gitu. Misalnya nih, saya kasih contoh, buat teman-teman, katakan perform menggunakan lagu Kotak, kalian itu tidak perlu membayarkannya kepada kami. Tapi kalian membayarkannya ke WAMI nanti WAMI yang membayarkan kepada kami,\” sambung Tantri Kotak.

\”Jadi ini sebenarnya, memang hak semua pelaku seni atau pencipta lagu. Kalau kalian ingin mendapatkan hak performance royalti, silakan mendaftarkan diri ke WAMI, menjadi membernya WAMI, nanti akan mendapatkan hak tersebut melalui WAMI,\” sambungnya.

Sebelumnya, Posan Tobing mengungkapkan kekesalannya kepada band Kotak lantaran sebagai pencipta lagu, Kotak tak memberikan royalti kepada dirinya. Bahkan Posan Tobing juga telah mencoba untuk membuka ruang diskusi terkait permasalahan tersebut.

Posan Tobing juga menyebut Kotak telah membawakan lagu-lagu ciptaannya di atas panggung. Namun, Posan Tobing selaku pencipta lagu tidak pernah mendapatkan hak Royalti atas lagu tersebut.

\”Jangan lupa, kalian konser ke mana-mana, itu bawa karya-karya yang ada ciptaan saya di situ,\” tutur Posan Tobing.

\”Nggak pantas kalian ngomong bagi tiga sebelum kalian memberikan hak orang yang terkait dari lagu itu,\” sambungnya.

Dilansir dari: medcom.id

Tags: band kotakgrup bandGrup Band KotakPosan TobingRoyalti
Previous Post

Reuni Mengharukan Dara Puspita di Synchronize Festival setelah Bubar 50 Tahun Silam

Next Post

Trending Aksi Panggung Tak Senonoh Pamungkas di Synchronize Fest 2022

Next Post

Trending Aksi Panggung Tak Senonoh Pamungkas di Synchronize Fest 2022

Rencana Shania Naveen Setelah Juara 2 Idola Cilik 2022

Dituding Jadi Selingkuhan Rain dan Jo Jung Suk, Pegolf Cantik Park Gyeol Buka Suara

Iwan Fals Gandeng Tujuh Penyanyi Muda di Lagu \'Kabar Aroma Tanah\'

Dihujat karena Aksi Panggung Tak Senonoh, Simak Prestasi Pamungkas di Industri Musik

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
016df4c9 F870 40a8 88ad Ff93b3f08b3f
D40ef271 10ad 47a2 8eda F484b97ee236
5afe9a8b 0de3 448e A534 123fdbb436ad
6377f45a Ad81 4165 9289 43428ec414d7
3648fc5b 240e 4ae6 A370 7920ef3f3809
1b010605 5b5d 45b2 9390 99498e0fc274
00809caa E377 4ea8 B270 Bbf1a2e6ea69
11112893 17e1 4347 A92e Ec9055a5e13a
37245e33 E838 46f8 Ad51 Dbc9af1db482
0d2ee6ce 157d 4457 A795 895bf43bddc2
4172d991 3321 4704 8555 4c56343c4fbf
F346d7de 8185 427d 97d7 F778d0eb9481
E3741902 0d8d 470a A13a 443d11c27238
A88f4511 D567 4666 B0ce 022271da3f70
F36a2f1c 1074 438f B945 Ccd69caec8d0
300191e4 C52e 4182 80ce 7e20ccfc7307
8325dcd3 Dbc4 4252 94ee 0227cb0685e6
Fb709755 6199 4aee 8a25 E8593bef57dd
3dff0e15 952b 4cd6 Aa48 383f9d7144ad
Dc496ba5 F9fe 4300 Ae6a 20ee66a2c79c
F015e820 3a79 4b73 84f6 6003ec8e647b
D88ad2d7 3e15 48b4 93b4 1feb1fc11765
4f76bc6d 1a09 49e3 A9d7 43649e827c92
917c80ea 48d9 496b B3ef A04fc2c1a636
349d2c2b 4360 480f 8f47 25eeb5bf542d
D41a613c 0b7d 4c94 9fc3 00ee344f866f
587d0e9c Fc9e 44bd Be0c A8ee6556e0e1
2de953c3 B5bc 4ec3 Ae23 Ddcad6e40b9e
0987f367 B483 4c0e 8fdf 7be746d2c6f8
F6c648fe C9a8 462f 98de 0962f8558dec
29075444 4b5a 443e Ad51 28126621d493
70c57bd4 6bcf 456b 9e4b 51b1ff8371b4
C2008277 43ec 4aa9 8ecf 1b928357dee9
776fb22c 8bfd 4795 8c4d 57113e2cb25b
1eae34ed Bb1c 4717 A6c5 A59b57ab49c8
Dee1eb11 Ec24 40ad B99a 53f77985c361
9370a61b 8a8a 453c A9de 285208f5c10f
42c63a22 B3f5 426e 8361 B0b6e433c2ab
87da36fa 9140 4474 9101 6263a5ea6279
63a74b10 Bf5d 4dec 878e 2f76a62aa77e
37b49b78 Fe0f 4bb0 8782 313e9c6b19d8
D9e72cf4 114e 496b A108 921cacb28fa1
Ef476e99 2c80 43e6 Aac7 0a0b38cb4788
18ecd0ac 2f3a 4222 A9e2 A1303456742b
E064d735 15aa 4f13 9414 19ac094737cf
48051dbd Bb84 481f 9d83 D261dc9f7d5c
85c81de2 155e 4881 9672 E5ed2806ce25
4445816b 60a0 460d 9924 29f0b6e59d12
Ffeaa07b 3271 4820 9148 57b66980e910
200729b1 Ff19 46f3 Aa01 189c04b31bfd