Friday, February 6, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Hiburan

Pandemi yang Menyelamatkan Bubarnya Pee Wee Gaskins

Nana HasanbyNana Hasan
July 3, 2022
in Hiburan, Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Pandemi covid-19 membawa cerita bagi siapa saja yang mampu bertahan dan bangkit dari keterpurukan. Bagi Pee Wee Gaskins, grup pop-punk asal Jakarta, pandemi adalah \”penyelamat\” mereka dari rencana bubar.

Kembali ke medio 2019 dan awal 2020, Pee Wee Gaskins sempat membuat para penggemar mereka gusar. Pasalnya, grup yang kini digawangi Dochi Sadega, Sansan, Omo, Aldy, dan Ayi itu berencana untuk merilis album terakhir dan membubarkan diri. Bukan tanpa alasan, Pee Wee Gaskins yang terbentuk sejak 2007 itu merasa apa yang mereka lakukan sudah tak lagi relevan. Panggung ke panggung mereka lalui dengan rasa pasai. Para personel tak lagi menemukan kesenangan seperti alasan awal band ini dibentuk.

\”Waktu itu momennya pas karena lagi capek touring dan ngerasa ini cuma kerjaan bukan senang-senang lagi. Padahal, dulu Pee Wee Gaskins itu band senang-senang. Setelah merasa ini pekerjaan, seperti ada yang hilang,\” kata Dochi Sadega kepada Medcom.id, saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

Berdiri selama 15 tahun tentu bukan perkara mudah bagi sebuah band, terlebih mampu menjaga eksistensi mereka di tengah arus deras industri musik dengan perputaran tren yang kencang, iklim industri tak menentu, dan ekosistem yang tak sepenuhnya ideal. Pee Wee Gaskins bahkan merasakan lebih dari itu, mereka sempat dicerca habis-habisan oleh sekelompok orang yang menamakan diri APWG (Anti Pee Wee Gaskins) pada tahun awal-awal berdiri. Tak jarang mereka dilempari berbagai benda saat berada di atas panggung. Jika tak kuat mental, tentu Pee Wee Gaskins telah bubar sejak dulu.

Tetapi, apa yang mengancam hidup dan mati mereka ternyata bukan dari faktor eksternal. Dochi mengaku bahwa kondisi internal band justru jadi malaikat pencabut nyawa mereka. Beruntung, mereka lagi-lagi lolos dari ujian itu. Namun, entah sampai kapan hal itu bertahan.

\”Ada beberapa hal yang disia-siakan sama anak-anak termasuk gue. Ketika pandemi, kami seperti merasakan tidak bareng-bareng seperti apa. Terus kami merefleksikan, kami masih bisa bikin sesuatu. Energi itu kembali lagi, sekarang kalau kami nge-band rasanya seperti awal-awal lagi,\” kata Dochi.

Kendati demikian, Dochi mengaku masih tetap memikirkan saat yang tepat untuk mendaratkan Pee Wee Gaskins dan bubar secara terhormat. Langkah yang paling masuk akal menurutnya adalah menyiapkan generasi penerus dalam ranah pop-punk dan mewariskan spirit mereka ke band-band yang sejalan dengan idealisme Pee Wee.

\”Band saat ini regenerasinya sudah enggak kayak dulu. Sejak pandemi, venue sempat susah banget. Selama pandemi gue malah jadi ngulik ada band baru apa lagi. Ternyata, banyak band baru yang bagus dan tidak terdengar. Akhirnya gue bikin platform bernama Knurd, untuk memfasilitasi mereka. Sekarang misi gue, Pee Wee Gaskins enggak boleh bubar sebelum ada penerusnya. Jangan sampai berhenti di Pee Wee Gaskins atau di band angkatan Pee Wee Gaskins. Jadi, kalau kami nanti bubar ada legacy-nya,\” tukas Dochi.

Dochi sadar bahwa tak selamanya tren genre pop-punk berada di atas angin seperti era 2006-2010. Dia mengaku tak naif melihat pop-punk sebagai sebuah genre yang terbatas dan kaku. Sebaliknya, Dochi justru melihat cara pop-punk bertahan adalah dengan melebur pada entitas musik-musik lain.

\”Kalau dari genre kami, kami menyebut pop-punk. Pop-punk sendiri versatile, bisa masuk ke hip-hop, mendayu-dayu, R&B. Kalau bicara relevansi, mungkin band saat ini musiknya berbeda dari Pee Wee, tapi bisa saja semangatnya sama.\”

Kini, Pee Wee Gaskins menatap kembali perjalanan mereka yang tersisa, tanpa berlindung di balik hari esok dan belum membiarkan kertas dan pena berakhir hari ini. Entah bubar atau tidak, rasanya Pee Wee Gaskins punya sesuatu yang lebih penting dari itu: suara lantang untuk memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai komunitas.

Dilansir dari: medcom.id

Tags: covid19grup bandmusikmusisiPandemi covid-19Pee Wee Gaskins
Previous Post

Menteri PAN & RB Tjahjo Kumolo Dikabarkan Meninggal Dunia

Next Post

Selamat! Lindsay Lohan Menikah dengan Bader Shammas

Next Post

Selamat! Lindsay Lohan Menikah dengan Bader Shammas

Film Kamboja di Piala Oscar 2022 Tayang di Indonesia

Obati Kerinduan Penggemar, Vagetoz Rilis Lagu \"Cuma Kamu\"

Obati Kerinduan Penggemar, Vagetoz Rilis Lagu \"Cuma Kamu\"

Steve Aoki Rilis Lagu Kolaborasi dengan John Martin, Anthem Lagu Dance Musim Panas

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
7ad81228 42f9 4b7d 9d20 44415286d2cd
22211033 675a 494b 9e34 0ed76a2d52ff
07774091 8c45 44ef 9214 99fd89fc5aae
1672e29b 2470 4b64 B5ab 0a549b5686a3
764a3698 8355 4244 B329 B39551f30903
F4added1 3a85 4537 80bc 884022ca5f46
344be687 6070 4182 999d 2cc85ca9771b
5f86380c B26f 45a2 9e4e F5ce4ea884d8
36996187 Dc0f 4641 9db6 45aee8c35660
4bce95aa Ae6f 4458 9108 37f41892a351
B1d7706c Ea97 4072 B7a2 54e0bd47e591
1fea8199 E209 488f Abcc 80f5930927ba
C2a44caa 87d5 4e91 9cc0 90bd583dd7f2
9d632c25 Eb7d 4cab 8e45 4013dc0660db
96d25425 7485 4a22 B8f6 6c0f14beae3d
D0bacf44 345a 44ae 8ff8 5601aeb354f8
D38fabe6 3248 4260 85f4 87b498eb11e2
66e5c9f4 3e3d 4b52 808e 38adfb1b9c49
38bf2966 243f 484b B68d C1db9aee58a1
3ec721a7 Cd27 49de 8d60 3bbd9a1434ff
C8e001b3 9325 4fad 9ba8 23dca0d56104
B11a9332 E8aa 4fc8 94fe 6f8734007417
05262d41 Bd2f 4895 A81e Cf1a0645e88b
A917be8a 5ca5 4755 B5c6 6180b429ba14
0d52574b 79e2 4af3 87a9 7275a9adb4ec
B3177a0e 72b6 4c4c 8cb7 E5b7bcd344ca
Badf2b69 A58e 4e36 815f 6d38f0868e17
1e0c6240 7073 4311 A4fc D79782a90d36
51adbba8 1b08 4b46 B159 515c7d5dac32
89b3a72c 542a 4ba3 842e D080e8a03164
2c6a1683 49d6 42e9 B7f8 91735179b4b9
E1bbeb83 3be6 4cc9 8262 489bcbdc89fd
518b023c Dbb1 496e 86c2 D1b0132b77ef
C6934e8d Ef90 404a 8542 4117160d140f
847c4fde B75c 43d8 B199 5f0e3dcf4780
0fd31446 Ee82 41a1 B0f3 Dce91916d642
71d9ad93 93f8 475c 9312 Eba23eb4c05c
5a03cf2f Bd68 4673 A321 Cf93d837a0c6
265b0cac A9ee 4e04 Acd0 E334f5dace55
Cc339f7b A75c 4863 8626 73b4c6ac5455
3bc43401 8dd4 4f50 A6ad 9e2656b9137a
9f65d1a5 D247 4acc 9e23 4a9be56139e0
E65fbe10 4dd5 47ef B88b B48ec1aee3a7
53fadc0f C344 482e Abe5 Bdc41ca03a7e
18e55ea4 85ed 49d1 B81b 22cb56d10bcf
1853a20f Afb1 4ebd 8828 1c89ca5f3375
A2bab204 5c68 493a A6e1 82c32d000547
Ddfe7de3 8b22 4d4b 8a05 90b4dcb3a5e0
590770db 8bad 4a6a 9ae1 Af91978383e3
46be585f Faea 41a5 B9d9 1672342f5e6f