Sunday, February 8, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

Kisah Album Indonesia Terbaik \”Badai Pasti Berlalu\”, Awalnya Tidak Laku sampai jadi Perselisihan

Nana HasanbyNana Hasan
January 26, 2021
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Album \”Badai Pasti Berlalu\” yang dirilis pada 1977 dianggap banyak kritikus dan media sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa. Seperti karya-karya besar lain, album \”Badai Pasti Berlalu\” menyimpan sejumlah kisah dramatis. Termasuk perselisihan yang terjadi antara para kreator album ini.

Album ini dikerjakan oleh Eros Djarot, Chrisye, dan Yockie Suryo Prayogo. Secara garis besar, pembagian tugasnya adalah Eros sebagai pencipta lagu, Chrisye menyanyikan lagu dan mengisi bass saat rekaman, dan Yockie aransemen musik. Mereka bertiga berusia 20-an tahun saat menggarap album ini.

Ketiganya lantas mengajak Fariz Rustam Munaf yang kala itu masih duduk di bangku SMA untuk menjadi drummer album ini. Dan selebihnya adalah sejarah.

ADVERTISEMENT

Tidak ada yang menyangka proyek musik \”Badai Pasti Berlalu\” akan menjadi sejarah. Awalnya, Eros diminta sutradara Teguh Karya untuk membuat soundtrack film berjudul sama. Teguh Karya sendiri membuat film ini berdasarkan novel karya Marga T dengan judul sama, yang dirilis pada 1974.

Gayung bersambut, Eros menyanggupi tawaran Teguh untuk menggarap soundtrack \”Badai Pasti Berlalu\”. Namun, Eros hanya diberi waktu kurang dari satu bulan untuk menyelesaikan album itu. Singkat cerita, Eros berhasil menyelesaikan album ini tepat waktu. Meski terdapat beberapa perbedaan pendapat dengan Teguh Karya. Salah satunya, Teguh tidak menginginkan Chrisye sebagai penyanyi. Akhirnya, dalam film soundtrack diisi oleh Broery Marantika. Sedangkan versi Chrisye sebagai penyanyi beredar dalam versi album.

Kompleksitas tidak berhenti sampai di situ. Musikalitas pada album \”Badai Pasti Berlalu\” dianggap aneh pada zamannya. Sehingga tidak ada bos label yang berani bertaruh untuk menjual album ini.

\”\’Ini lagu apaan? Engga ada yang mau,\’\” kata Eros meniru bos label pada waktu itu saat mendengar materi album \”Badai Pasti Berlalu\”.

\”Badai itu sebuah eksperimen, waktu saya mau edarkan tidak ada yang mau. Makanya saya edarkan sendiri. Satu hari sebelum saya ke London, saya dapat beasiswa dari British Council, saya kasih album ini ke Chrisye untuk diurus (diedarkan). Katanya kita mau dikasih Rp100 per kaset (tawaran dari label),\” kata Eros dalam wawancara program pengarsipan musik Shindu\’s Scoop, yang tayang melalui kanal YouTube Medcom.id.

Persoalan terus berlanjut justru ketika album tersebut meledak di pasaran. Materi dalam album itu dianggap sebagai lompatan besar dalam estetika dan industri musik Indonesia. Hal itu pula yang membuat para kreator album ini renggang, dengan dalih saling klaim siapa yang dominan dan merasa paling berhak atas kredit album ini.

\”Yang membuat saya sedih, seluruh rekaman Badai yang membiayai adalah saya. Dulu saya kerja di konsultan, dapat honor lumayan. Sebelum berangkat (ke London) punya sejuta sekian (rupiah), saya bayar (yang terlibat pada album ini) secara profesional.\”

\”Kemudian ribut-ribut saya dituntut bawa lari uang. Gila. Mengapa teman-teman tega, jelas-jelas itu uang saya. Ini mengapa kalau soal \’Badai\’ saya malas ngomong. Banyak hal-hal yang tidak sehat. Kok seniman seperti ini (perilakunya),\” sesal Eros.

Kini, 44 tahun berlalu sejak album \”Badai Pasti Berlalu\” dirilis. Namun, materi yang terkandung dalam album itu tak pernah usang. Karya musik \”Badai Pasti Berlalu\” abadi, dan menjadi saksi sejarah perjalanan panjang musik pop Indonesia yang masih terus kita rayakan sampai hari ini.

Dilansir dari: medcom.id

Tags: albumAlbum Indonesia Terbaikmusikmusisi
Previous Post

Sosok Ini Diklaim Jadi Wanita Paling Cantik di Dunia

Next Post

Rusia Larang Penayangan Death Note, Inuyashiki, dan Tokyo Ghoul

Next Post

Rusia Larang Penayangan Death Note, Inuyashiki, dan Tokyo Ghoul

Donna Agnesia Positif Covid-19, Darius Sinathrya Tulis Kalimat Manis

7 Karakter Menarik dalam Animasi \"Attack on Titan\"

7 Karakter Menarik dalam Animasi \"Attack on Titan\"

7 Karakter Menarik dalam Animasi \"Attack on Titan\"

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
2e76acee 5609 412d 9668 3f020af47f00
2e7890bb F545 46d1 Ae2b 288d09434041
6c72ede5 6ab3 489c 884a 97f728ac85f4
24a59c07 8059 4cb0 8cb2 68103499ae10
1491f5b2 C4b3 4824 8ceb 02b31eca7055
C475d037 F13c 4214 B88e D676db8650b5
Cca97acd C858 4d31 9b42 E9b8dbee7a18
5e9825f9 C154 4e03 A4d8 26c34e32dddf
A5c46f9e E185 4dc6 9123 982e16b1417f
0d705d0a 0dd5 4f82 824a 1971431e65ee
Afadd6c0 7380 479e A1c7 B107770ad739
C0461781 A030 4bd1 894f Fbe7082ec299
9ca8e539 Cd13 4760 8d03 1294f546276b
3979b366 F5eb 4bdf B34f A2738222d6d1
Cb928db2 7ae6 4a2e 9d5c Fa2175c0b428
2179a7b4 D49c 4b4a A878 1c5bb323d410
225b9522 A197 4d93 Aa90 D506e7fb6ab6
0aced55b 851f 49cc B6a7 4db1f614fc9c
Ba325391 474c 48bd 8aaa 5a6bd2ecd760
5fa4f4ad B4f4 40f3 B61f 2e6d8c46478d
880ca725 B43a 4206 Ae53 64cb6f78e44d
4c231b21 4897 4131 B208 E2ebdf494c6e
A9d98ef8 9c77 4dcd 8e62 9d18709f9902
C5cf307d Efe8 47f9 90bc 47f8e92c79c1
A12fad6c D5c7 4b7b Aa64 837f32195cd5
F3f10614 071b 48a8 A854 943e9e688933
85cbeb72 0e53 4b9c 832d 2ac93ff13e61
Bbe50cab 1b60 4c46 A5f9 083acb80286c
Ac636e50 B0bd 4eaa 9aa1 Cbc8ee3fff1f
9df37a3d 718c 4a60 98f7 14777570af37
164503f4 71f8 4901 8074 7e20bd0de1ff
4942a148 C528 49df 8494 08a17b6e06de
66a50833 B1fb 4ae8 8027 1dab4b872902
2b3ad6fe 81a0 4f2f B96c 5cfddb92f268
E23428a7 4f4d 447e 9903 Fa3ffd25e015
34cc6d2f 04e7 4281 Ac63 75582034f95b
A6e5b8f6 842a 4be4 A516 F3cb8da5a7dd
83c920d1 6b70 4aba 902c E008dcbda8b7
Cd8c746e Da05 4567 Afcf 42d4fdbf23ac
2e12aa15 92e3 400f Ba59 51fb06679383
C6e2e5c7 068d 4ee2 Bfe9 7bf76f79cf15
Ea84836f E16c 400b 8eb6 B7bdb9a8a8e3
749394e4 Af6d 47ea Aa1a Bf6ef41405bc
2722056d F324 451d A9e5 F981b5862d9f
7087d2de B6b2 4a00 8e70 F4ccdbd06d30
357faad4 2704 4bd2 8170 6e2a79179b53
053afc19 742c 47b7 8bd1 9138370ecd4c
4a0a51d0 Bd84 4e01 8efa E59751cc20ee
335d1689 E0af 44b5 Bafc 1624f92a2738
C8039eb1 Acb2 43cf 8243 B0fbb5966d48