Friday, April 3, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home K-Pop Area

Suga BTS Bicara soal Depresi dan Pentingnya Melawan Stereotip

adminsaibyadminsai
November 25, 2020
in K-Pop Area
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Salah satu member boy group BTS, Suga, menyampaikan tentang betapa dia tidak menyukai definisi maskulinitas. Ia pun aktif mendukung para kaum muda serta perjuangan yang mereka lalui saat ini.

Selain topik-topik itu, dia selalu memainkan peran besar dalam menekankan pentingnya penerimaan. Juga mendobrak stereotip dan hambatan yang ada di dunia. Meskipun, sebagai seorang selebriti sulit untuknya mengungkapkan pergumulan dan penderitaan pribadinya.

“Saya pikir orang-orang yang memiliki platform harus lebih banyak membicarakan topik ini. Karena depresi adalah penyakit yang didiagnosis di rumah sakit. Tetapi Anda tidak tahu Anda menderita depresi sampai Anda mendengarnya langsung dari dokter,” ujar Suga dikutip dari Koreaboo.

ADVERTISEMENT

“Jadi, tidak hanya kita, tapi juga para selebritis lainnya, harus membicarakan hal-hal tersebut secara terbuka,” tambahnya.

Misalnya, kata Suga, jika kita berbicara tentang depresi, bisa menganggap seperti kita berbicara tentang flu biasa. Sebab, apabila depresi bisa menjadi seperti penyakit biasa, pembahasannya akan lebih mudah diterima.

“Artis dan selebriti yang memiliki suara untuk membicarakan hal ini harus lebih sering membicarakan masalah ini dan mengangkat topik ini ke permukaan,” paparnya.

Pada album terbaru BTS yang berjudul BE, lirik lagu Dis-ease juga membicarakan masalah ini. Suga menekankan bahwa semua orang punya banyak penyakit. Bahkan banyak kasus penyakit jantung. Apalagi soal depresi.

“Tidak banyak orang yang tidak bekerja. Apakah dunia atau aku yang sakit? Apakah hanya perbedaan interpretasi? Saya tidak tahu bagaimana mengubah seseorang. Sesuatu yang lebih cepat dari mengubah orang adalah aku (harus lebih dahulu) berubah,” jelasnya.

Ia berupaya melawan stereotip. Baginya, tidak masalah genre apa pun yang digemari orang lain. Baik musik klasik atau musik pop. Baginya, ini hanya masalah selera dan pemahaman pribadi.

“Banyak penggemar idola menerima kebencian, tapi mereka benar-benar orang yang luar biasa. Hanya karena Anda menyukai seseorang bukan berarti Anda harus melakukan hal-hal yang mereka lakukan, jujur ??saja,” pungkasnya.

Tags: aktorBTSkoreankpop
Previous Post

Justin Bieber Protes Albumnya Masuk Nominasi Grammy Kategori Pop

Next Post

Ini Penyebab Stok PS5 Dijual Lebih Mahal

Next Post

Ini Penyebab Stok PS5 Dijual Lebih Mahal

Peringati Hari Guru, Google Doodle Kenang Tino Sidin Sang Guru Gambar

Ashanty Yakin Millen Cyrus Hanya Pemakai Narkoba, Bukan Pengedar

Kejutan Ultah Afgan untuk Rossa Langsung Jadi Trending

Ashanty Berharap Millen Cyrus Direhabilitasi

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In