SAI100FM.ID – Pengaruh Tayangan Kuliner Netflix kini semakin terasa di berbagai belahan dunia. Tayangan bertema makanan tidak lagi sekadar menampilkan hidangan yang menggugah selera, tetapi telah berkembang menjadi media yang mampu memperkenalkan budaya, tradisi, hingga destinasi wisata kepada jutaan penonton.
Mulai dari serial dokumenter, drama, hingga kompetisi memasak, konten kuliner di platform streaming berhasil menciptakan hubungan emosional antara penonton dengan makanan yang ditampilkan. Bahkan, banyak orang yang terdorong untuk mengunjungi restoran, mencoba hidangan tertentu, atau berwisata ke daerah asal makanan tersebut setelah menyaksikan tayangan favorit mereka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan telah menjadi bahasa universal yang mampu menghubungkan berbagai budaya sekaligus membuka peluang baru bagi industri kuliner dan pariwisata.
Pengaruh Tayangan Kuliner Netflix Terhadap Budaya dan Pariwisata
Menurut Malobika Banerji, Senior Director of Content Netflix untuk Asia Tenggara, kekuatan tayangan kuliner terletak pada kemampuannya menghadirkan cerita yang melibatkan berbagai emosi penonton.
Setiap hidangan bukan hanya soal rasa, tetapi juga menyimpan kisah tentang keluarga, tradisi, sejarah, serta komunitas yang menciptakannya. Inilah yang membuat tayangan kuliner terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui cerita yang dikemas secara menarik, penonton dapat mengenal budaya suatu daerah tanpa harus datang langsung ke lokasi tersebut. Ketika ketertarikan muncul, banyak orang akhirnya terdorong untuk menjadikan tempat tersebut sebagai destinasi wisata berikutnya.
Dengan kata lain, tayangan kuliner kini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan hiburan, budaya, dan sektor pariwisata.
Tayangan Kuliner Mendorong Lonjakan Bisnis Restoran
Dampak nyata dari popularitas tayangan kuliner dapat dilihat dari meningkatnya jumlah pengunjung restoran yang tampil dalam berbagai serial Netflix.
Salah satu contoh paling sukses adalah serial kompetisi memasak Culinary Class Wars. Program ini menjadi konten non-skenario asal Korea pertama yang berhasil menduduki daftar Global Top 10 Netflix kategori Non-English selama tiga minggu berturut-turut.
Di Indonesia sendiri, serial tersebut bertahan dalam daftar Top 10 selama delapan minggu, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap tayangan bertema kuliner.
Kesuksesan itu ternyata berdampak langsung pada dunia usaha. Berdasarkan data platform reservasi restoran Catchtable, bisnis kuliner yang tampil dalam acara tersebut mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
Berikut data peningkatannya:
Kategori Peningkatan
Reservasi restoran setelah musim pertama Rata-rata naik 148%
Reservasi dan daftar tunggu setelah musim kedua Meningkat hingga 303%
Data tersebut memperlihatkan bahwa tayangan kuliner mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi pelaku usaha makanan dan minuman.
Drama Kuliner Semakin Digemari Penonton Dunia
Tidak hanya kompetisi memasak, drama bertema makanan juga mengalami peningkatan popularitas.
Serial seperti Bon Appétit, Your Majesty dan Tastefully Yours berhasil menarik perhatian penonton internasional berkat perpaduan cerita romantis dengan eksplorasi dunia kuliner.
Khusus Tastefully Yours, serial tersebut bahkan berhasil menempati posisi pertama di 23 negara. Kesuksesan ini membuktikan bahwa makanan dapat menjadi elemen penting dalam membangun cerita yang mampu diterima oleh berbagai budaya.
Lewat tayangan seperti ini, makanan bukan hanya menjadi pelengkap adegan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perkembangan karakter dan alur cerita.
Kuliner Indonesia Semakin Mendunia Berkat Netflix
Indonesia juga menjadi bagian dari perkembangan tren tayangan kuliner global.
Serial dokumenter Street Food: Asia yang dirilis pada 2019 berhasil memperkenalkan berbagai makanan legendaris Indonesia kepada penonton internasional.
Beberapa kuliner khas Yogyakarta, seperti Lupis Mbah Satinem dan Gudeg Mbah Lindu, mendapat sorotan khusus sehingga semakin dikenal oleh wisatawan mancanegara.
Kehadiran tayangan tersebut turut memperkuat citra Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia.
Memasuki tahun 2026, eksplorasi kuliner Nusantara kembali berlanjut melalui serial Luka Makan Cinta yang mengambil latar Pulau Bali.
Selain menyajikan keindahan hidangan tradisional seperti Lontong Balap dan Lobster Sambal Matah dalam konsep fine dining, serial tersebut juga memperlihatkan dinamika kehidupan para chef profesional yang bekerja di balik dapur restoran.
Pendekatan ini membuat penonton tidak hanya menikmati visual makanan, tetapi juga memahami perjuangan para pelaku industri kuliner.
Kuliner Menjadi Media Bercerita yang Lebih Emosional
Chef Jesselyn Lauwreen, pemenang MasterChef Indonesia Season 8, menilai perkembangan tayangan kuliner saat ini membawa dampak positif terhadap industri makanan.
Menurutnya, cerita yang disampaikan kini jauh lebih personal karena memperlihatkan proses panjang di balik setiap hidangan.
Penonton tidak hanya melihat makanan yang telah selesai disajikan, tetapi juga memahami perjuangan para koki, pemilik restoran, hingga kisah budaya yang melatarbelakanginya.
Hal tersebut membuat banyak orang merasa lebih dekat dengan makanan tertentu bahkan sebelum mencicipinya secara langsung.
Fenomena ini juga mendorong generasi muda untuk semakin tertarik mempelajari dunia kuliner, baik sebagai hobi maupun profesi.
Film dan Serial Kuliner Perkuat Identitas Budaya
Selain serial dokumenter dan kompetisi memasak, sejumlah film Indonesia seperti Aruna & Lidahnya serta Rahasia Rasa turut memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya kepada masyarakat luas.
Lewat cerita yang dibangun, makanan menjadi simbol kebersamaan, keluarga, tradisi, hingga perjalanan hidup seseorang.
Inilah yang membuat tayangan kuliner semakin memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar hiburan.
Di era digital saat ini, konten kuliner telah berkembang menjadi sarana promosi budaya sekaligus penggerak sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Ketika sebuah hidangan berhasil mencuri perhatian penonton dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh restoran atau chef yang terlibat, tetapi juga oleh daerah asal makanan tersebut melalui meningkatnya minat wisatawan.
Melihat tren yang terus berkembang, tayangan kuliner diperkirakan akan semakin memainkan peran penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya dunia. Dengan menggabungkan cerita yang kuat, visual yang menarik, dan keunikan setiap hidangan, platform seperti Netflix berhasil membuktikan bahwa makanan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan manusia lintas negara, budaya, dan generasi.

