Saturday, February 7, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Hiburan

Bikin Geleng-Geleng, Tingkah Gila 7 Kaisar Tiongkok yang Pernah Dicatat Sejarah

adminsaibyadminsai
January 2, 2021
in Hiburan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Pada zaman dulu, para kaisar Tiongkok mempunyai kekuasaan yang sangat besar. Semua titah “putra-putra Surgawi” ini wajib dilaksanakan. Jika nggak, siap-siap saja nyawa melayang.

Kekuasaan absolut memang bisa bikin siapa pun gila kuasa. Seperti apa tingkah gila kaisar Tiongkok tersebut?

1. Kaisar Zhou dan Danau Arak

Sadar berada di tampuk kepemimpinan negeri besar membuat Kaisar Zhou nggak menyia-nyiakannya. Dia pun pengin menikmatinya dengan cara yang luar biasa. Caranya, dengan memberi perintah pembangunan Kolam Arak dan Hutan Daging. Wow!

ADVERTISEMENT

Danau ini cukup luas untuk dikelilingi dengan sampan. Lalu, di tengah danau berisi arak ini, sebuah pulau kecil dibangun. Nah, pada sejumlah cabang di pohon itu bergelantungan aneka jenis daging panggang. Jadi, dengan begitu raja dan para selirnya bisa bertamasya dengan mengarungi danau arak, meminumnya langsung dari sampan, kemudian mampir ke pulau daging panggang.

Keborosan ini membuatnya dibenci rakyat. Pemberontakan akhirnya terjadi. Sang raja yang nggak pengin dimakzulkan pun memilih mangkat dengan membakar diri. Danau arak tersebut dihancurkan dan penerusnya melarang arak di seluruh kerajaannya.

2. Kambing Penentu Selir Kaisar Wu

Sudah bukan rahasia jika seorang kaisar bisa saja memiliki ratusan, bahkan ribuan selir. Kaisar Wu dari dinasti Jin, misalnya, punya 10.000 selir. Dengan jumlah sebanyak itu, tentu sulit untuk membagi waktu. Maka, muncullah ide “brilian” Kaisar Wu. Dia menggunakan kambing.

\"Kaisar
Kaisar dianggap keturunan langit sehingga disebut Putra Surgawi. (Threepochtimes)

Jadi, Kaisar akan naik pedati yang ditarik kambing-kambing. Kalau kambing berhenti di depan salah satu selir, kaisar bakal menghabiskan malam dengan selir tersebut. Kaisar yang satu ini memang hobi mengoleksi perempuan cantik sebagai selir.

Dia sangat rajin menambah selir walau nggak semua bisa dia temui. Para selir ini sebagian merupakan para putri pengikutnya. Selain itu, dia juga mengambil perempuan yang dijumpainya dalam perjalanan. Bahkan, seseorang nggak boleh menikah kalau kaisar belum selesai memilih selir. Jika dilanggar, penjara hukumannya.

3. Kaisar Xuanzong dan 40.000 Selir

Kalau berdasar tradisi, pada masa Xuanzong, para kaisar bakal membebaskan selir-selir setelah tampuk pemerintahan berakhir. Keberadaan para selir memang cuma sementara, karena raja mereka bisa sewaktu-waktu dilucuti atau bahkan dibunuh.

Nah, sayangnya, Kaisar Xuanzong panjang umur dan berkuasa selama 44 tahun. Otomatis, jumlah selirnya terus bertambah dan membengkak hingga 40.000 orang. Kaisar memang nggak punya waktu bermesraan dengan semua selirnya, tapi tetap saja terus menambah selir.

Gilanya lagi, dia pernah memaksa putranya bercerai dan menjadikan mantan menantu itu sebagai selirnya. Padahal, kala itu usia kaisar sudah 60 tahun.

4. Kaisar Houfei Memanah Pusar Jenderal

Karena masih kekanak-kanakan, Kaisar Houfei bersikap semaunya. Maklum, dia naik tahta ketika berusia 9 tahun. Jadi, ceritanya, kaisar muda ini kesal karena melihat jendral Xiao Daocheng, tidur tanpa busana. Melihat perut jendral tambun yang bulat itu, Houfei kaget. Timbullah niat untuk bermain-main.

Dia menempelkan sasaran bidik di perut sang jenderal dan hendak menggunakannya untuk latihan memanah. Tadinya, dia pengin memakai panah sungguhan, namun akhirnya mau menggunakan panah tumpul setelah dibujuk. Jika sang jenderal tetap hidup, kaisar boleh menjadikan perutnya sasaran panah setiap hari.

Diperlakukan seperti itu, Jenderal Xiao pun dendam. Dia mengirim orang ke kamar Houfei ketika sang kaisar sedang tidur dan memenggal kepalanya. Jendral Xiao kemudian mengambil alih kekuasaan menggantikan kaisar yang berkuasa selama 5 tahun ini.

5. Kaisar Jing dan Permainan Papan

\"Ilustrasi
Ilustrasi – Permainan papan. (Saiko)

Menjadi kaisar berarti harus selalu menang; dalam hal apa pun termasuk bermain. Pernah suatu ketika Kaisar Jing kalah dalam permainan papan (Liubo) dan lepas kendali. Dia melempar papan Liubo yang sangat berat ini ke lawan mainnya sampai tewas.

Tindakan ini berbuntut panjang. Lawan main kaisar Jing adalah seorang pangeran sekaligus penerus takhta Kekaisaran Wu. Marah putranya tewas dengan mengenaskan, Kaisar Wu kemudian menyatukan 7 kerajaan dan memberontak melawan Jing. Tapi hebatnya, Kaisar Jing yang pemarah ini berhasil meredam pemberontakan tersebut.

6. Kaisar Wenxuan dan Tata Rias Wajah

Pada awal kekuasaan, Kaisar Wenxuan sangat baik mengurus pemerintahan. Tapi kemudian dia mulai nggak peduli dan hanya mabuk-mabukan. Dia bahkan sampai kehilangan kendali diri.

Ketika mabuk, dia akan membuka semua pakaiannya, memakai riasan wajah, dan mengelilingi kamar-kamar. Dia bahkan tetap melakukan itu ketika musim dingin. Kegilaan yang paling parah adalah dia asal membunuh orang ketika mabuk.

Pernah suatu ketika dia bertanya kepada seorang perempuan yang lewat, \”Seperti apakah Putra Surgawi itu?\”

Perempuan itu menjawab, \”Terlalu gila sehingga dia tidak pantas disebut Putra Surgawi\”. Jelas jawaban itu membuatnya marah. Perempuan itupun dipenggal. Peristiwa yang berulang terjadi ini membuat orang-orang di istana resah. Mereka kemudian membawa para terpidana mati biar orang nggak bersalah nggak jadi korban kegilaannya.

7. Kaisar Zhengde dan Permainan Dongeng Anak

Menjadi kaisar pada usia 13 tahun membuat Kaisar Zhengde masih belum puas menikmati masa kecilnya. Dia masih suka bermain sandiwara ala dongeng. Karena sudah menjadi kaisar, dia meminta semua menteri ikut bermain.

Bagi kaisar, ini merupakan tugas kenegaraan. Kalau nggak mau ikut main berarti harus dipecat. Jadi, dengan terpaksa para menteri ini mengikuti perintah. Mereka harus menggunakan pakaian rakyat jelata dan mendatangi toko-toko.

Saking niatnya, sang kaisar juga mendirikan bangunan dengan 200 kamar yang diberi nama Kuartet Macan Tutul. Tempat itu berada bersebelahan dengan kebun binatang kerajaan. Kemudian dia mengajak teman-temannya minum bersama dan berburu hewan-hewan di kebun binatang, seolah-olah itu hutan.

Kaisar juga pernah mengatakan kepada rakyatnya bahwa dia mempunyai tiruan identik bernama Jenderal Zhu Shou. Dia sering memberikan pesan kepada rakyat agar disampaikan kepada sang Jenderal. Setelah memberikan pesan, kaisar masuk dan berganti baju. Dia memerintahkan semua orang memanggilnya Zhu Shou ketika keluar lagi nanti.

Bawahan kaisar harus menceritakan ulang perintah yang telah diberikan. Ketika mendengarnya, “jenderal” itu pura-pura kaget. Zhengde meninggal dalam keadaan mabuk pada usia 29 tahun. Ketika itu, dia terjatuh dari perahu dan tenggelam.

Tags: hiburanKaisar Tiongkokkerajaan
Previous Post

Pilih-Pilih Baju Baru? Ini Warna Hoki 2021 Berdasarkan Zodiak

Next Post

Ini Penyebab Akun Media Sosial Gampang Diretas Orang

Next Post

Ini Penyebab Akun Media Sosial Gampang Diretas Orang

Agar Lebih Aman, Jangan Simpan Berbagai Hal Ini di Ponsel

Ini Alasan Utama Mengapa Nggak Boleh Bermain Ponsel saat Mengisi BBM

Yuk Lebih Bijak! Ini 4 Kesalahan Penggunaan Tisu Basah

Aron personel NU\'EST Vakum karena Masalah Kesehatan Mental

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
9b46821e Ddf4 4716 B6b5 37e9b0d3436a
83cbd0dc 1ef7 4faf Ba78 1036e904d1ee
458c7abe 2d87 409f 94ca 96d58b884cbd
1868e278 075d 4278 B8de 3f0d4886eea0
E41d388e 2a58 42c2 9c4e 5c551f37c1db
Beeb29ea 4877 414d Bf8f B082dfb3b16f
58489ff7 61bf 4209 A874 31ebfdd0970a
2de953c3 B5bc 4ec3 Ae23 Ddcad6e40b9e
302175ea F61c 4213 Ad02 0f8de3c97477
2b34f2cb 3b41 4c6f 9fa2 6d0170f12a6e
D4a40584 4110 4856 Adf9 2034a5e6320f
93345221 00d5 46e3 Ae81 949ecc93420c
Fb690108 084c 41be 899d 715fd50b064b
2f313c97 Fb63 4a13 A890 2749941fec46
36b1a38d 6be5 44f2 B3b1 F316995f20b9
F6de57af 3365 495f A6fc Ec82b7022038
715cc2b4 Ce00 4c63 926c B0fccc1ca690
C2934490 C3e8 4183 A908 Da2ccd7eca48
9c148638 D01b 4d8e B986 645768b17248
Ce76e006 B1c8 425c Acc7 7da8592c8149
01098ce9 5c89 46df 9f47 5115303403c5
Da1f0d09 717b 4586 Bc64 3cc61d192ad9
9e4fa343 3eef 4dee B347 6f300cbec3e1
17d3ffbc 1a77 4f6f 9d05 1fba606428cf
Cd8c746e Da05 4567 Afcf 42d4fdbf23ac
7964701f 3033 4b69 A191 F713f4528fdd
34ae385a A1a6 4a97 962c 82f3b761f840
6f11c3be 921d 4acb Bf96 Cbfcb1ebb066
D900c2cb 1c06 4444 9012 1a2206be0a91
56b068ea 809d 41e4 8fa4 D781cf68c5f8
A055f77c 93a8 46c7 9d55 Bf3a772489d5
4f2d4726 7f3d 4e9c 8d5a 39c01fe2d4ef
1c844a26 8e5e 4d89 A94c 3ce5419120df
37560bf1 A3ba 4256 A3c0 80f527ab8269
70e03ead Ff30 4bda 99ce 8705c5eec7b0
A4548cfc 37d0 4852 8394 4f4fc05f5215
4afa34ee 5d8b 4104 A3d8 F2d30b7a5972
9ec60d72 Deb6 4d36 8329 A2d843cae9c4
6920b5cb A095 44f8 Adc6 A4510fc87547
Fd80f08a 9a7f 462a A868 F49f07d58df8
Bfd295df 5d0d 47de 8883 902903d95ff9
18366410 8b4b 47bb 88ec Be22f3d6c828
Fd3eb6aa B02a 4846 8b77 Fd6cbc0b846d
3c505080 D2c3 468c 89ef 7026f01a9292
A5e856df Aba2 4401 Aff4 8a491abb0045
A00e1859 515c 475d 80b3 41ac11ef5445
C7376453 84ee 4118 9072 E5b9f9318c33
E8c98d2a E3fb 4aa1 Bd08 B6cd4f4bd22b
C1b60cb0 01f9 41bb Be7e 5069242a6452
045336f8 95fd 4863 Ab0e 81a690804a38