Thursday, May 21, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Tayang 4 Agustus, Film \’Pesantren\’ Merekam Sisi Lain Kehidupan Para Santri

Nana HasanbyNana Hasan
August 2, 2022
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Setelah sempat tertunda akibat pandemi, film Pesantren segera tayang di bioskop pada 4 Agustus 2022. Sesuai judulnya, film dokumenter garapan Shalahuddin Siregar ini merekam kehidupan para santri di pesantren.

Film Pesantren diproduksi oleh Negeri Films sejak tahun 2015. Sementara distribusinya di bioskop dilakukan oleh Lola Amaria Productions. Film ini mengambil latar kehidupan para santri di Pondok Kebon Jambu Al Islamy.

\”Saya membawa keliling film ini 10 pesantren. Awalnya dirilis 2019 di Belanda, lalu 2020 seharusnya dirilis tapi pandemi jadi ketahan dan baru naik ke bioskop 4 Agustus mendatang dengan layar terbatas,\” kata Lola Amalia di Jakarta.

ADVERTISEMENT

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki 25.000 pesantren. Karena terkesan tertutup, banyak stigma negatif yang dilekatkan padanya.

Film Pesantren adalah usaha untuk mencari tahu tentang hal itu, tentang bagaimana kehidupan para santri di pesantren melalui kisah dua santri dan guru muda di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy, sebuah pesantren terbesar dengan 2000 santri di Cirebon, Jawa Barat. Pondok pesantren ini adalah pesantren tradisional pada umumnya, tetapi istimewa karena dipimpin oleh perempuan.

\”Saya sebenarnya melihat utuh film ini 2018 dan dikerjakan dengan editor orang Jerman dengan proses pengerjaan yang panjang. Saya saat itu bilang kalau film ini harus naik sebagai perspektif bahwa pesantren dan islam itu berkembang dengan sangat baik,\” kata Lola.

Film ini dibuat Shalahuddin Siregar setelah menggarap film Negeri di Bawah Kabut yang rilis pada tahun 2011. Di film itu dia mengisahkan perjalanan seorang anak laki-laki yang dipaksa untuk masuk pesantren oleh orang tuanya karena keterbatasan biaya.

\”Setelah saya membuat Negeri di Bawah Kabut, saya tergerak untuk membuat dokumenter tentang kehidupan di dalam pesantren. Perjalanannya begitu panjang. Saya membuat film ini 2015, syuting lalu riset sampai 2016. Lanjut syuting 2018 editing 2018 di Jerman lalu kembali syuting pada 2019 dan pertama kali ditonton di Belanda,\” paparnya.

Dilansir dari Medcom.id

Tags: Film 'Pesantren'Kehidupan Para SantriTayang
Previous Post

SEVENTEEN Masuk Top 4 Billboard 200 Untuk Pertama Kalinya Dengan “SECTOR 17”

Next Post

Riri Mestica Tampil di Vapemagz Award 2022, Tawarkan Warna Musik Baru

Next Post

Riri Mestica Tampil di Vapemagz Award 2022, Tawarkan Warna Musik Baru

Sejumlah Anak Muda Berbakat Indonesia Jadi Bagian Gerakan GEN AKTIF

Comeback, Boyband Indonesia \'Galaxy\' Usung Image Baru

Prilly Latuconsina Wujudkan Mimpi 12 Orang lewat \'Make a Wish\'

Mark, Jaehyun, dan Johnny NCT 127 Tidak Akan Hadir di Fan Meeting Jepang

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In