Thursday, July 16, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Penyebab Belum Banyak Karya Jurnalistik Indonesia Diangkat ke Film

Nana HasanbyNana Hasan
February 21, 2021
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Dunia film dan jurnalisme begitu dekat. Ada banyak film-film Hollywood yang dibuat atau terinspirasi dari karya jurnalistik. Begitu juga di Indonesia juga meski jumlahnya belum banyak.

\”Film dan jurnalisme punya sesuatu yang banyak tumpang tindih, dalam arti bagus. Hasil kerja jurnalistik bisa menjadi inspirasi,\” kata Tito Imanda dari Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (Kafein) dalam webinar \”Karya Jurnalistik yang Menginspirasi Filmmaker\” yang digelar oleh Perum Produksi Film Negara (PFN).

Di luar negeri, kata Tito, film-film yang diangkat dari sejumlah karya jurnalistik selalu menarik. Selain berdasarkan kisah nyata, film yang terinspirasi dari karya seorang jurnalis biasanya peristiwanya punya daya tarik tersendiri.

ADVERTISEMENT

Ada juga film yang membahas kisah di balik sebuah berita yang menggemparkan. Sebut saja seperti The Post yang mengangkat polemik di balik meja redaksi Washington Post dan All The President\’s Men tentang dua reporter Washington Post yang menyelidiki skandal Watergate.

Sementara untuk di Indonesia, Tito mencontohkan film Remang-Remang Jakarta karya sutradara Lukmantoro DS dan Jakarta Undercover yang diangkat dari penelusuran Moamar Emka ke dunia esek-esek Tanah Air.

\”Film lainnya yang mengangkat kisah nyata dari liputan wartawan masih banyak fokus kepada investigasi kehidupan esek-esek ibu kota,\” ucap Tito.

Tito lalu mencontohkan kasus-kasus korupsi besar di Indonesia. Lika-liku investigasi wartawan membongkar kasus korupsi hingga ancaman terhadap mereka sebenarnya cukup menarik untuk diangkat ke sebuah film.

\”Banyak cerita dari liputan. Ada wartawan yang diancam karena angkat kasus korupsi, hidupnya sudah kaya di film suspense. Tapi film tapi suspense kan memang belum banyak dibuat di Indonesia,\” ucap Tito.

Banyak faktor yang menyebabkan film-film yang diangkat dari karya jurnalistik belum banyak di Indonesia. Salah satunya topik yang diangkat bisa jadi terlalu berat sehingga tidak menguntungkan secara bisnis.

\”Banyak yang bisa diangkat dari karya jurnalistik. Banyak sisi dramatis dalam hidup jurnalis. Problemnya bisa jadi, tidak ada karya yang bisa diangkat. Kedua, tidak ada informasi tentang karya wartawan yang bisa diangkat. Ketiga, bisa jadi tidak tertarik. Karena meski ada karya jurnalis yang bisa jadi inspirasi pasti sudah dibuat,\” kata Ketua Forum Pewarta Film, Teguh Imam Suryadi.

Tito mengamini pernyataan Imam. Menurut Tito, pasar film di Indonesia belum begitu besar. Jumlah bioskop Indonesia yang masih kalah jauh dibandingkan industri film Hollywood misalnya membuat seorang produser harus selektif mengangkat cerita yang akan difilmkan. Sisi bisnis tentu harus menjadi pertimbangan.

\”Sulit membandingkan film Indonesia dengan Hollywood. Mereka punya pasar seluruh dunia. Produser juga pilih-pilih mau angkat karya jurnalistik yang mana. Akhirnya investor pilih cerita yang ringan, yang dekat dengan anak-anak muda. Saya tidak menyalahkan orang yang tidak mau menaruh biaya untuk film-film seperti itu (bertema berat). Wajar mereka (produser dan investor) takut (rugi),\” jelas Tito.

Kaitan dunia film dan jurnalisme semakin erat ketika banyak juga profesi wartawan yang diangkat menjadi karakter sebuah film. Banyak film fiksi yang menceritakan profesi jurnalis. Dalam penelusuran Tito di situs filmindonesia.or.id, ada 55 film menggunakan kata \”wartawan\” dan tiga film menggunakan kata \”jurnalis\”.

Tito menyebut, profesi jurnalis juga begitu dekat dengan dunia film. Banyak juga sineas yang pernah menjadi jurnalis sebelum terjun ke dunia film. Contoh paling populer saat ini tentu sutradara Joko Anwar. Usmar Ismail yang merupakan Bapak Perfilman Indonesia disebut Tito pernah bekerja sebagai wartawan.

Selain bertugas memberitakan sebuah berita tentang sebuah film, seorang jurnalis juga bisa berperan langsung menghadirkan sebuah karya di dunia film. Sebagai profesi yang dekat dengan kepenulisan, seorang jurnalis bisa menempuh langkah sebagai penulis naskah. Langkah ini pernah dilakukan Joko Anwar ketika mengawali karier dengan menulis naskah film Arisan.

Karena itu, Tito mengusulkan jurnalis bisa mengikuti pelatihan menulis naskah film. Menulis berita dengan cara menulis skenario tentu berbeda sehingga harus secara rutin dilatih.

\”Kita saat ini kekurangan penulis film. Yang berpotensi salah satunya wartawan. Wartawan bisa belajar menulis skenario film, bukan hanya formatnya, tapi juga bagaimana art-nya, kapan ketegangan meningkat, konflik mulai muncul sampai selesai. Saya sangat menyemangati ketika ada pelatihan menulis, wartawan yang berminat bisa jadi prioritas karena punya model besar untuk jadi penulis naskah yang hebat,\” jelas Tito.

Dilansir dari: medcom.id

Tags: filmJurnalistikproduksi film
Previous Post

Agensi Membantah Ravi VIXX Masuk Wajib Militer Juni 2021

Next Post

Arsy Widianto Terluka oleh Tiara Andini di Single Ketiga

Next Post

Arsy Widianto Terluka oleh Tiara Andini di Single Ketiga

Kaspersky Imbau Waspada Soal Aplikasi Tiruan Clubhouse

Conan Gray Rilis Single Baru Berjudul “Overdrive”

Ajak Iann Dior dan Upsahl, Mike Shinoda Rilis Single “Happy Endings”

Joe Taslim Ucapkan Terima Kasih, Setelah Aksinya di “Mortal Kombat” Banjir Pujian

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
omega co axial replica6559 replica cartier tourbillon rg diamonds dialbezel leather strap5281 omega replica 11 watch seamaster aqua terra blue dial4631 replica rolex datejust ii 41mm ss yg black dial lumed marker ss yg bracelet a28247299 fake cartier watch ballon bleu de rose gold 42mm silver dial leather strap wgbb0030 af replica patek philippe nautilus 5711 1a ppf vf 11 best edition green textured dial on ss bracelet 324cs1859 hublot replica 11 watch classic fusion blue diamond black dial1934 vacheron constantin overseas dual time 7900v replica watches pz factory 41mm8666 sky dweller m326933 0010 bbc76dc5 replica iwc portuguese tourbillon power reserve moonphase gold maker black dial4700 rolex yacht master 126621 replica watch dial chocolate clean factory 40mm4851 replica panerai sf pam572 radiomir 1940 black dial p 4000 super clone7009 rolex replica 11 watch datejust mens gold wrapped chocolate dial3984 replica watches panerai luminor tourbillon gmt 47mm pam01060 nautilus 5711 black replica5842 audemars piguet replica watch royal oak offshore selfwinding flying tourbillon big bang unico titanium rainbow 42mm ef56a496 rolex daytona gold replica2236 rolex m124300 006 7ea320dd replica richard mille rm007 01 lady ss diamonds black dial rg white rubber strap 6t511897 whats-the-fastest-way-to-lose-weight-without-exercise how-much-weight-could-i-lose-in-5-weeks tirzepatide-low-blood-sugar goodrx-tirzepatide-price the-truth-about-tirzepatide what-speed-and-incline-to-lose-weight tirzepatide-and-caffeine tirzepatide-4-mg shilajit-ashwagandha-gummies do-you-have-to-lose-weight-before-tummy-tuck