SAI100FM.ID – Film Memburu Pemangsa karya Umay Shahab hadir dengan membawa isu sosial yang berat ke layar lebar. Menggabungkan genre horor, crime, dan action, film produksi Sinemaku Pictures ini mengangkat persoalan kekerasan terhadap anak melalui kisah empat jurnalis perempuan yang berusaha mengungkap rangkaian pembunuhan mengerikan.
Berbeda dari film drama yang sebelumnya banyak dikerjakan Umay Shahab, kali ini ia mencoba menghadirkan cerita yang lebih gelap dan menegangkan. Di balik unsur horornya, Memburu Pemangsa ingin mengajak penonton melihat persoalan kekerasan terhadap anak sebagai isu serius yang masih membutuhkan perhatian.
Film ini terinspirasi dari tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. Dalam konferensi pers di XXI Epicentrum pada Senin, 21 September 2026, Umay menjelaskan bahwa gagasan film tersebut berangkat dari keresahannya terhadap kasus kekerasan terhadap anak yang terus terjadi.
Film Memburu Pemangsa Angkat Isu Kekerasan Anak
Menurut Umay Shahab, salah satu alasan utama dibuatnya film ini adalah karena persoalan kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Ia menyoroti data kasus kekerasan terhadap anak yang disebut mencapai sekitar 20 ribu kasus pada 2025, sementara kasus kekerasan seksual terhadap anak disebut berada di angka sekitar 12 ribu kasus pada tahun yang sama.
Angka tersebut menjadi salah satu pemicu bagi tim produksi untuk menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial.
Melalui film ini, Umay ingin menunjukkan bagaimana kejamnya tindakan para pelaku kekerasan terhadap anak. Pesan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah cerita bernuansa gelap dengan menghadirkan sosok predator anak sebagai ancaman utama.
Bagi Umay, isu tersebut penting untuk dibicarakan melalui film bioskop. Terlebih, sebagai bagian dari generasi muda, ia merasa memiliki ruang untuk ikut menyuarakan persoalan yang berkaitan dengan keselamatan dan perlindungan anak.
Alasan Horor Dipilih untuk Film Memburu Pemangsa
Mengangkat isu kekerasan seksual terhadap anak tentu bukan perkara mudah. Materi cerita yang sensitif membuat tim produksi harus berhati-hati agar film tidak justru mengeksploitasi penderitaan korban.
Penulis skenario Rezy Junio menjelaskan bahwa penggunaan genre horor dalam Memburu Pemangsa telah melalui proses diskusi yang cukup panjang. Menurutnya, horor memiliki kemampuan untuk menyampaikan persoalan berat dengan pendekatan simbolis dan emosional.
Dalam film ini, unsur horor demonologi digunakan untuk memperkuat atmosfer cerita. Kehadiran elemen supranatural juga menjadi bagian dari cara film menggambarkan sisi gelap dari kejahatan yang dilakukan oleh predator anak.
Meski menggunakan pendekatan fiksi dan horor, tim kreatif tetap berusaha melakukan riset. Proses tersebut dilakukan agar cerita yang diangkat tidak dibuat secara sembarangan atau hanya mengejar sensasi.
Tim penulis juga melakukan asistensi dengan pihak-pihak terkait selama proses pengembangan cerita. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga agar penggambaran isu kekerasan terhadap anak tetap memiliki konteks dan tidak berlebihan dalam mengeksploitasi kekerasan.
Sinopsis Film Memburu Pemangsa
Cerita Memburu Pemangsa berpusat pada empat jurnalis perempuan yang bekerja di Daily Wave News. Keempatnya kemudian terlibat dalam investigasi terhadap serangkaian pembunuhan anak yang terjadi secara berulang.
Kasus tersebut semakin mengerikan karena para korban tidak hanya dibunuh, tetapi juga mengalami mutilasi. Rangkaian kejadian tersebut membuat keempat jurnalis tersebut berusaha mengungkap siapa sosok yang berada di balik pembunuhan.
Dalam proses penyelidikan, mereka bekerja sama dengan pihak kepolisian. Investigasi yang awalnya berkaitan dengan kasus kriminal biasa kemudian berkembang menjadi sebuah pengejaran yang mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri.
Situasi menjadi semakin rumit ketika terungkap adanya unsur supranatural dalam kejahatan tersebut. Pelaku pembunuhan disebut memiliki hubungan dengan iblis dan memanfaatkan kekuatan tersebut untuk menjalankan aksinya.
Dari sinilah unsur crime, action, dan horor dalam film semakin berpadu. Para jurnalis bukan hanya harus mencari bukti dan mengejar pelaku, tetapi juga berhadapan dengan ancaman yang berada di luar logika manusia.
Perpaduan Horor, Crime, dan Action
Memburu Pemangsa menawarkan pendekatan yang berbeda dalam mengangkat isu sosial. Film ini tidak disajikan sebagai drama realistis semata, melainkan menggunakan elemen horor dan action untuk membangun ketegangan.
Kombinasi tersebut membuat perjalanan empat jurnalis dalam mengungkap kasus pembunuhan menjadi inti dari cerita. Penonton diajak mengikuti proses investigasi sekaligus menghadapi berbagai ancaman yang muncul sepanjang perjalanan mereka.
Penggunaan unsur supranatural juga menjadi pembeda dalam cerita. Keberadaan iblis dan demonologi membuat film ini tidak hanya berfokus pada sisi kriminal, tetapi juga menghadirkan atmosfer horor yang lebih kuat.
Dengan pendekatan tersebut, Umay Shahab dan timnya mencoba menyampaikan isu sensitif melalui medium yang diharapkan dapat menjangkau penonton lebih luas.
Jadwal Tayang Film Memburu Pemangsa
Film Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Dengan mengangkat isu kekerasan terhadap anak dan menggabungkannya dengan horor, crime, serta action, film ini menjadi salah satu karya yang membawa tema sosial ke dalam cerita thriller yang penuh ketegangan.
Kisah empat jurnalis perempuan yang memburu predator anak menjadi pusat cerita, sementara unsur supranatural memberikan lapisan berbeda pada perjalanan investigasi mereka. Bagi penonton yang tertarik dengan film horor Indonesia dengan isu sosial dan investigasi kriminal, Memburu Pemangsa menawarkan premis yang cukup berbeda.






