Wednesday, February 18, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Rantai Lemah di Industri Jasa Keuangan: Mengapa Data Pribadi Nasabah Terus Terancam?

Pentingnya keamanan digital.

Sri AgustinaSetiaji PamungkasbySri AgustinaandSetiaji Pamungkas
January 20, 2025
in Ekonomi dan Bisnis
Ilustrasi Keamanan Digital

Ilustrasi Pentingnya Keamanan Digital.

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (SAI100FM)–Bocornya data pribadi milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo beberapa waktu lalu sempat menghebohkan banyak pihak. Pasalnya, orang nomor satu di tanah air yang notabene memiliki perlindungan maksimal masih dapat mengalami kebocoran data.

Kasus ini menunjukkan betapa lemahnya perlindungan data pribadi di Indonesia. Bukan hanya Presiden Jokowi, kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep juga turut jadi korban. Bahkan, data pribadi beberapa anak buah presiden yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ikut dibobol.

Kasus yang dialami Joko Widodo beserta keluarga dan beberapa menterinya hanya merupakan sebagian kecil saja. Parahnya, ada jutaan masyarakat Indonesia yang menjadi korban akibat buruknya perlindungan data pribadi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Melansir Tempo.co, sebanyak 6 juta data nomor pokok wajib pajak atau NPWP milih masyarakat di dalam negeri diduga diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp150 juta.

Berdasarkan unggahan akun Bjorka pada Rabu, 18 September 2024, data pribadi yang bocor antara lain nomor induk kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor kontak telepon seluler, dan surat elektronik atau email.

Kasus tersebut membuat seluruh masyarakat semakin takut. Bagaimana tidak, kebocoran data pribadi dapat tersebar luas dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dampaknya, dapat merugikan si pemilik data pribadi baik moril, materil hingga sanksi hukum.

Efek dari kebocoran data pribadi membuat ketakutan masyarakat semakin meningkat. Apalagi, di era digital seperti saat ini, masyarakat harus memberikan data pribadi untuk memenuhi persyaratan tertentu. Khususnya, saat mengakses layanan industri jasa keuangan.

Ada banyak jenis industri jasa keuangan yang berhubungan langsung dengan masyarakat Indonesia. Di antaranya, perbankan, asuransi, pembiayaan multiguna, perusahaan efek, dana pensiun, pegadaian, perusahaan leasing, modal ventura, reksa dana dan lainnya. Semua proses pengumpulan dan penyimpanan data pribadi berbasis digital. Ironisnya, industri jasa keuangan masih sangat lemah untuk melindungi data pribadi nasabahnya dari ancaman siber seperti peretasan.

Di tengah digitalisasi yang pesat, perlindungan data pribadi menjadi isu semakin krusial. Kebocoran data, penyalahgunaan informasi, dan risiko peretasan data pribadi merupakan ancaman yang sering menjadi perhatian konsumen.

Lemahnya perlindungan data pribadi yang terjadi di industri jasa keuangan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945. Konstitusi negara ini dengan jelas menyatakan bahwa perlindungan data pribadi juga merupakan bagian dari perlindungan hak asasi manusia.

Lebih jelas lagi, amanat dari Pasal 28G Ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas perlindungan data pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

Sebenarnya, pemerintah dengan tegas telah melindungi nasabah yang mengalami kebocoran data pribadi lewat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Menukil situs hukumonline.com, dijelaskan dalam Pasal 46 ayat (1) UU PDP, bahwa kegagalan perlindungan data pribadi adalah kegagalan melindungi data pribadi seseorang (nasabah) dalam hal kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data pribadi, termasuk pelanggaran keamanan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, yang mengarah pada kerusakan, kehilangan, perubahan, pengungkapan, atau akses yang tidak sah terhadap data pribadi yang dikirim, disimpan, atau diproses.

Sementara, pelaku yang membocorkan data pribadi seseorang atau nasabah bisa dijerat dengan Pasal 65 ayat (1) dan (2) jo. 67 ayat (1) dan (2) UU PDP. Namun, hal itu belum cukup untuk menekan potensi kebocoran data pribadi. Namun, regulasi tersebut belum cukup efektif untuk mencegah kasus kebocoran data pribadi secara simultan.

Masih banyak tantangan yang dihadapi dan diatasi industri jasa keuangan untuk melindungi para nasabahnya. Upaya yang harus dilakukan industri jasa keuangan yakni penguatan sistem keamanan siber yang mutakhir.

Jika data pribadi masih bocor, maka kepercayaan masyarakat terhadap satu entitas industri jasa keuangan akan runtuh dan akan berdampak pada merosotnya transaksi digital.

Dampak Negatif dan Solusi

Hilangnya data pribadi tidak boleh lagi dianggap enteng. Sebab, kebocoran data pribadi memberikan dampak negatif yang bukan main-main. Nasabah bisa kehilangan uang akibat penipuan dan pemerasan, kerugian finansial dan beban kredit bagi korban sehingga menimbulkan masalah hukum, penurunan loyalitas nasabah, penarikan dana dari industri jasa keuangan, hingga denda yang ditanggung perusahaan jasa keuangan.

Solusi yang harus dilakukan yakni memastikan industri jasa keuangan melakukan enkripsi data, menerapkan verifikasi berlapis, memanfaatkan Artificial Intelligent (AI) untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Juga melakukan back up data secara berkala, dan memberikan pelatihan keamanan siber kepada karyawan yang bekerja di industri jasa keuangan.

Sehingga karyawan dapat mengenali ancaman serangan siber seperti serangan phishing, pentingnya kata sandi kuat, dan protokol keamanan dasar.

Untuk mencapai tujuan ini, sinergi antara pemerintah pusat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh industri jasa keuangan sangat diperlukan demi melindungi dan menjamin keamanan data pribadi warga Indonesia.

Mengutip pada Lampost.co (15/10/2024), bahwa Kepala OJK Provinsi Sumatra Selatan dan Bengkulu, Arifin Susanto, memaparkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang ada saat ini.

Jika menilik lebih khusus, tingkat literasi keuangan di mayoritas wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) meliputi Sumatra Selatan. Kemudian, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jambi, dan Bengkulu masih di bawah rata-rata nasional.

Kondisi ini menjadi tantangan besar. Salah satunya mengenai pelindungan konsumen dari kejahatan keuangan digital yang belakangan marak terjadi.

sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung Otto Fitriandy mengimbau kepada masyarakat mengantisipasi terjadinya pembobolan data pribadi. “Masyarakat harus berhati-hati agar tidak menjadi korban kebocoran data pribadi,” ujar dia.

Ia menambahkan, OJK telah menerbitkan regulasi melalui POJK 6/PJOK.07/2022 bahwa pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) tidak diperbolehkan untuk menyebarkan data dan informasi pribadi nasabah atau konsumen kepada pihak manapun.

Penulis: Setiaji Bintang Pamungkas

Tags: Keamanan SiberKebocoran DataOJKPemahaman Literasi Keuangan
Previous Post

Komunitas Gham Berkain Gelar Pertunjukan Boneka Kisah Radin Intan II

Next Post

Polisi Tangkap Pembunuh Sandy Permana, Pelaku Tetangga Dekat

Next Post
Polisi Tangkap Pembunuh Sandy Permana, Pelaku Tetangga Dekat

Polisi Tangkap Pembunuh Sandy Permana, Pelaku Tetangga Dekat

Beyonce Donasi Rp40 Miliar untuk Korban Kebakaran Los Angeles

Beyonce Donasi Rp40 Miliar untuk Korban Kebakaran Los Angeles

Brad Pitt Palsu Tipu Perempuan Hingga 13 Milliar

Brad Pitt Palsu Tipu Perempuan Hingga 13 Milliar

Brad Pitt Palsu Tipu Perempuan Hingga 13 Milliar

Aurelie Moeremans Gegar Otak Akibat Kecelakaan di Amerika

“Asmara Gen Z” di Episode 46 Menguak Cinta Segitiga Menguji Persahabatan

“Asmara Gen Z” di Episode 46 Menguak Cinta Segitiga Menguji Persahabatan

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Rolex Watch Daytona 116500ln Panda White Dial Factory Clean 40mm 83b6
Hublot Watch Classic Fusion Blue Diamond Black Dial 42mm 135d
Patek Philippe Watch Nautilus 5811 Blue Dial 3k Factory 41mm A0c4
Omega Planet Ocean Master Chronometer Rg Black Bezel Black Dial Ce4e
Patek Philippe Nautilus 5711 Brown Dial Copies Watches Automatic Movement Ba40
Richard Mille Rm6801 Cyril Kongo Imitation Watches Black Ceramic Rubber E69d
Ap Panda 23bf
New Chanel Ladies Watch Ce04
Speedmaster Chronoscope Coaxial Master Chronometer Chronograph 43mm With Red Accents Dbaa
Patek Philippe Nautilus 5711 40mm Black Diamond Dial With Rose Ca76
Hublot Classic Fusion 40 Years Anniversary Fake Watch Black Dial 1cc0
Rolex Daydate Watch Meteorite Dial Custom Moissanite Diamonds Hong Kong 7239
Rolex Gmtmaster Ii Bp 116758 Bluered Crystal Bezel A2836 2428
Rolex Pepsi 241c
Hublot Diamond Watch 61d6
Rolex 116508 33c9
Datejust Green Roman Ffef
Fake Breitling Watches Emergency 7d8b
Hublot Big Bang Unico Sapphire Plastic Case Skeleton Dial White 3c08
Richard Mille Rm055 Bubba Watson Best Watch White Ceramic Bbr 42a1
Rolex Best Watch Datejust 126234 Blue Dial Vs Factory 36mm D30a
Hublot Titanium Watch C5cc
Rolex Datejust 36 M1262330035 Ba56
Iwc Portofino Chrono Iw391019 Blue Dial Leather Strap 8f27
Omega V6 Constellation 35mm White Dial Yg Bezel 3133
Cartier Ronde Natural Diamond Watch For Women 36mm 61ae
Patek Philippe Watch Nautilus 5712 Rose Gold Plated Black Dial 0a7d
Richard Mille Rm0701 Watch Carbon With Stone 36mm 4860
Tag Heuer Carrera Chronograph 39mm 5afe
Hublot Watch Classic Fusion King Gold Dial Blue 304f
Cartier Tank Mc Rg White Textured Dial Diamonds Bezel Leather F5bc
Iwc Tf Portuguese Tourbillon Iw5046 White Dial Leather Strap F106
Patek Philippe Nautilus 5724r Gold Wrapped Moissanite Diamond Watch 40mm 0e68
Daydate 36 M1282350052 D80a
Watches Panerai Luminor Quaranta 40mm Pam01372 617d
Datejust 41 M1263000011 F79b
Richard Mille Rm010 8889
Omega Seamaster Diver 300m Watch Blue Dial Rubber Strap Vsf 4129
Santos De Fake Cartier Watch Large Model Mechanical Movement With B5d0
Omega Planet Ocean Master Chronometer Rg Black Bezel Black Dial 622c
Hublot Watch Big Bang Chronograph With Diamonds Bezel Blue Dial Cb50
Tag Heuer Carrera Date 36mm 62fe
Rolex Daydate White Diamond 9efe
Rolex Datejust 41mm Ssyg Yg Textured Dial Yg 4572
Omega Seamaster Diver 300m Watch Blue Dial Rubber Strap Vsf 0e37
Santos De Fake Cartier Watch Large Model Mechanical Movement With A360
Rolex Watch Datejust 126331 Gold Wrapped Sliver Dial Gm Factory 1819
Yachtmaster Ii M1166880002 A743
Richard Mille Rm055 Bubba Watson Black Ceramic Bedd
Tag Heuer Carrera Date 36mm Ef0d