Tuesday, July 28, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

6 Fakta Menarik Film Dokumenter ‘BLACKPINK: Light Up the Sky’

adminsaibyadminsai
November 1, 2020
in Film, K-Pop Area
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Tak berlebihan jika BLACKPINK layak disebut sebagai girlband K-Pop yang paling sukses saat ini. Tak hanya di negara asalnya Korea Selatan, grup bentukan YG Entertainment ini juga sukses mengguncang beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia.

Untuk bisa berada di posisi sekarang, grup yang beranggotakan Jennie, Lisa, Jisoo, dan Rose ini harus melewati proses panjang dan berat. Hal ini terungkap dalam film dokumenter ‘BLACKPINK: Light Up the Sky’ yang dirilis Netflix pada 14 Oktober 2020.

BLACKPINK. Dok: blackpinkofficial

Berikut ini enam fakta menarik soal ‘BLACKPINK: Light Up the Sky’

ADVERTISEMENT

1. Jadi saksi kerja keras BLACKPINK

‘BLACKPINK: Light Up the Sky’ menjadi saksi perjuangan Jennie, Lisa, Jisoo, dan Rose untuk bisa menjadi sesukses saat ini. Film ini memperlihatkan momen ketika mereka masih berstatus trainee dan harus menjalani masa-masa pelatihan yang keras.

Jennie mengungkapkan kalau mereka sering mendapatkan komentar yang pedas dan kejam dari para pelatih. Jisoo mengaku sempat ingin berhenti menjadi trainee karena proses pelatihan yang begitu mengintimidasi.

Sementara Rose disuruh oleh keluarganya untuk pulang ke Australia karena ia sering menangis mengeluhkan masa trainee yang berat. Sedangkan Lisa harus berjuang sendiri untuk mandiri di negara yang sangat awam baginya.

2. Pengorbanan BLACKPINK

Untuk mencapai status sebagai salah satu girlband K-Pop terbesar di dunia, bukanlah hal yang gampang bagi BLACKPINK. Demi bisa berada di posisinya sekarang, keempat anggotanya harus rela mengorbankan masa-masa remaja mereka dengan berlatih keras.

Menjadi trainee selama enam tahun, Jennie menjadi anggota BLACKPINK yang paling lama menjalani masa training. Ia sempat tertekan dan khawatir karena tak kunjung debut di saat satu per satu teman dekatnya selama jadi trainee keluar YG Entertainment sebelum jadi penyanyi.

Rose yang harus berhenti sekolah dan tinggal sendirian di Korsel, meninggalkan keluarganya di Australia. Demi menjadi penyanyi, ia merelakan kehidupan sekolahnya dan terbang ke Korea seorang diri.

Dan Lisa harus pindah ke Korea Selatan sendirian di usia 14 tahun. Saat itu Lisa yang berdarah dan berasal dari Thailand sama sekali enggak bisa Bahasa Korea.

3. Mengenal BLACKPINK lebih dekat

Caroline Suh sebagai sutradara ‘BLACKPINK: Light Up the Sky’ mengatakan semua yang ditampilkan dalam dokumenter itu jujur dan asli. Sehingga lewat film tersebut, penonton diajak untuk mengenal keempat anggota BLACKPINK lebih dekat.

Misalnya Jennie yang memiliki daya tahan tubuh lemah dan gampang sakit, Rose yang sangat terobsesi pada musik, Jisoo yang pernah dihina oleh kerabatnya karena jelek, serta Lisa yang selalu bisa bikin mood BLACKPINK ceria.

4. Sisi humanis BLACKPINK

Film ini bisa membuat penonton memiliki pandangan yang humanis akan BLACKPINK. Bukan sebagai super star K-Pop, penonton diajak untuk melihat sisi Jennie, Lisa, Rose, dan Jisoo sebagai empat gadis biasa.

‘BLACKPINK: Light Up the Sky’ menyajikan momen awal grup asuhan YG Entertainment ini sejak trainee, debut pada 2016, hingga sukses menjadi fenomena yang mengguncang dunia seperti sekarang ini.

Selain itu, film ini juga menampilkan rekaman aktivitas BLACKPINK di belakang panggung yang belum pernah diungkapkan sebelumnya. Sebagai seorang manusia, BLACKPINK juga mengaku pernah muak dan lelah dengan rutinitas mereka yang sangat padat. Tapi demi fans, mereka selalu berusaha untuk tampil maksimal dan ceria.

5. Disutradarai Caroline Suh

Proses produksi dokumenter ini dipimpin oleh Caroline Suh sebagai sutradara. Produser sekaligus sutradara keturunan Korea-Amerika ini sebelumnya sukses menggarap film berjudul ‘Frontrunners’ (2008), ‘Whitey: United States of America v. James J. Bulger’ (2014), ‘Final Cut: The Making and Unmaking of Heavens Gate’ (2004), ‘The 4%: Film’s Gender Problem’ (2016), dan sejumlah series Netflix lainnya.

Dirinya pun sempat menerima nominasi penghargaan James Beard Foundation untuk acara special/dokumenter (televisi atau video webcast) berkat serial dokumenter ‘Salt Fat Acid Heat’.

Sebelum menggarap proyek ini, Caroline mengaku tak begitu mengenal BLACKPINK. Dan saat proses pengerjaan, ia mulai mengenal masing-masing anggota dari grup pelantun ‘Stay’ tersebut.

6. Teknik sinematografi yang artistik

Keseluruhan kisah BLACKPINK tersebut dibungkus dengan teknik sinematografi yang artistik. Sehingga penonton juga akan dimanjakan dengan berbagai visual yang menarik.

Tags: BlackPinkfilmkoreankpop
Previous Post

Sean Connery Meninggal, Wariskan 6 Film Terbaik Kepada Dunia

Next Post

Cantika Abigail Rilis Single Baru ‘Sign’, Kolaborasi dengan Rayi Putra

Next Post

Cantika Abigail Rilis Single Baru 'Sign', Kolaborasi dengan Rayi Putra

Kacamata Khusus untuk Mengemudi, Anti Silau & UV

Virtual Tour, Terobosan Baru untuk Bangkitkan Pariwisata di Masa Pandemi

Suara Hati Pekerja Film Dokumenter di Tengah Pandemi Covid-19

Hujan Deras, Aksi Pamungkas di Prambanan Jazz Festival 2020 Dihentikan

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
herbag zip 31 bag 93530 hermes epsom kelly wallet to go etoupe 1843608 chanel 31 nano shopping baghigh end grade 22662 gucci padlock medium top handle bag 28047 gucci blondie small top handle bag 48154 dior small lady d joy baghigh end grade 38228 chanel metallic shiny aged calfskin quilted nano kelly shopper gold 1886778 louis vuitton empreinte monogram giant onthego pm black beige 1793596 saint laurent grain de poudre matelasse monochrome monogram mini lou camera bag black 1889736 chanel lambskin quilted small trendy spirit top handle bag beige 1772062 chanel lambskin quilted large chic with me flap navy 1885898 herbag zip 31 bag 124558 ysl sac de jour in smooth leather nanohigh end grade 41675 mens gucci re motion sneaker 42858 gg emblem small shoulder bag5953 saint laurent grain de poudre small monogram kate satchel bubblegum 1808999 bottega veneta andiamo clutchhigh end grade 46076 jimmy choo pumps 85 28341 bottega veneta spazzolato calfskin chain clutch gold marble 1826621 gucci canvas damita gg eyelet espadrille wedge sandals 38 blondie cognac 1727419 购买Faceboook账号的网站分享
whatsapp账号购买
脸书facebook个人号-解限号-耐用
脸书facebook个人号-解限号-耐用
购买Faceboook账号的网站分享
telegram账号购买
line账号购买
谷歌账号购买
FB账号购买-Facebook广告账户
tiktok账号购买
Facebook各国稳定耐用白号
脸书facebook个人号-解限号-耐用
fb账号购买
facebook账号购买
脸允Facebook账号购买平台