Sunday, June 14, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Hiburan

Kaka Slank Lari 12 Km buat Air Bersih di Nagekeo

adminsaibyadminsai
November 1, 2020
in Hiburan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Vokalis grup band Slank, Kaka, bersama istrinya, Natascha Oking, melakukan lari amal sejauh 12 km di Flores, NTT, demi berdonasi untuk akses air bersih di Kabupaten Nagekeo. Keduanya mengambil titik start lari pada Sabtu (31/10) dari terminal Watujaji, Kota Bajawa, hingga finis di kampung Bena, Kabupaten Ngada.
Kaka dan Natascha mengambil jarak yang lebih pendek pada jalur yang sama dengan 15 pelari yang berlari dari Kota Mbay, Nagekeo, dengan jarak tempuh 86 km hingga finis di Kampung Bena. Kaka Slank bersama istrinya Natascha melalukan start di Watujaji, Sabtu (31/11), pukul 13.30 Wita, dan mencapai garis finis di Kampung Bena pukul 14.33.

Kegiatan lari itu merupakan bentuk amal yang digagas Plan Indonesia dengan melibatkan 100 pelari yang berlari pada 13 kota, yakni Mbay-Nagekeo, Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Sangatta, Kupang, Sorong, dan Brisbane-Australia.
Kaka Slank dan istri yang juga mengikuti Jelajah Timur: Charity Run for Equality sejak 2019 mengatakan keprihatinannya terhadap anak-anak perempuan untuk akses air bersih di Indonesia Timur dan berharap dengan donasi ini bisa mengatasi masalah yang ada serta ingin melihat keindahan Flores sambil berdonasi.
“Kami ingin melihat keindahan Flores sambil olahraga dan mengumpulkan donasi untuk sesuatu yang sangat darurat yaitu pengadaan air bersih di beberapa desa di Flores, sehingga anak-anak perempuan di sana tidak perlu berjauh-jauh lagi ambil air di saat jam belajar atau main mereka.
Semoga ketika sarana air bersih telah ada, anak perempuan dapat mengejar mimpi-mimpinya, bisa mengejar ketertinggalannya, dan memiliki hak yang sama terkait pendidikan dan waktu bermain. Anak perempuan dan laki-laki seharusnya mendapatkan keduanya dengan setara,” ujar Kaka Slank.
Ini merupakan kali kedua Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menggelar lari amal Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan misi untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, khususnya pemenuhan hak untuk kebutuhan akses air bersih yang lebih memadai di Nagekeo, NTT.
Tahun ini, masyarakat juga dapat terlibat dalam Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan mengikuti Jelajah virtual yaitu kegiatan berlari yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kemudian, jarak lari yang ditempuh dikumpulkan hingga target lari tertentu. Hasil pendaftaran melalui platform Virtuathlon akan menjadi donasi untuk pengadaan akses air bersih di NTT.
Hingga hari ini, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp2 miliar dari target Rp600 juta. Aksi penggalangan dana masih dibuka sampai akhir 30 November 2020 melalui kitabisa.com/jelajahtimur. Minimnya akses air bersih di beberapa desa di NTT mengakibatkan masyarakat masih harus berjalan kaki hingga 2 jam untuk mendapatkan air bersih.
Bahkan, tanggung jawab untuk mengambil air bersih sering kali diserahkan kepada anak perempuan. Berbagai risiko kerap menghantui anak-anak perempuan saat di perjalanan mengambil air bersih. Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa meningkatkan akses air bersih berarti membantu mengurangi beban dan risiko yang dihadapi anak-anak perempuan.
“Kesetaraan bagi anak perempuan harus diperjuangkan di seluruh aspek, baik ranah domestik maupun publik. Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana air bersih, mereka tidak perlu kelelahan saat belajar di sekolah. Saat menstruasi, sanitasi dan kebersihan lebih terjaga. Bahkan, mereka dapat terhindar dari berbagai risiko kekerasan yang mungkin terjadi dalam perjalanan mengambil air,” pungkasnya.

Melalui Jelajah Timur: Charity Run for Equality, Plan Indonesia akan membangun sarana air bersih, sedikitnya di dua desa yakni Nggolonio dan Tedamude di Kabupaten Nagekeo, NTT.

ADVERTISEMENT
Vokalis grup band Slank, Kaka, bersama istrinya, Natascha Oking, melakukan lari amal sejauh 12 km di Flores, NTT, demi berdonasi untuk akses air bersih di Kabupaten Nagekeo. Keduanya mengambil titik start lari pada Sabtu (31/10) dari terminal Watujaji, Kota Bajawa, hingga finis di kampung Bena, Kabupaten Ngada.
Kaka dan Natascha mengambil jarak yang lebih pendek pada jalur yang sama dengan 15 pelari yang berlari dari Kota Mbay, Nagekeo, dengan jarak tempuh 86 km hingga finis di Kampung Bena. Kaka Slank bersama istrinya Natascha melalukan start di Watujaji, Sabtu (31/11), pukul 13.30 Wita, dan mencapai garis finis di Kampung Bena pukul 14.33.

Kegiatan lari itu merupakan bentuk amal yang digagas Plan Indonesia dengan melibatkan 100 pelari yang berlari pada 13 kota, yakni Mbay-Nagekeo, Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Sangatta, Kupang, Sorong, dan Brisbane-Australia.
Kaka Slank dan istri yang juga mengikuti Jelajah Timur: Charity Run for Equality sejak 2019 mengatakan keprihatinannya terhadap anak-anak perempuan untuk akses air bersih di Indonesia Timur dan berharap dengan donasi ini bisa mengatasi masalah yang ada serta ingin melihat keindahan Flores sambil berdonasi.
“Kami ingin melihat keindahan Flores sambil olahraga dan mengumpulkan donasi untuk sesuatu yang sangat darurat yaitu pengadaan air bersih di beberapa desa di Flores, sehingga anak-anak perempuan di sana tidak perlu berjauh-jauh lagi ambil air di saat jam belajar atau main mereka.
Semoga ketika sarana air bersih telah ada, anak perempuan dapat mengejar mimpi-mimpinya, bisa mengejar ketertinggalannya, dan memiliki hak yang sama terkait pendidikan dan waktu bermain. Anak perempuan dan laki-laki seharusnya mendapatkan keduanya dengan setara,” ujar Kaka Slank.
Ini merupakan kali kedua Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menggelar lari amal Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan misi untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, khususnya pemenuhan hak untuk kebutuhan akses air bersih yang lebih memadai di Nagekeo, NTT.
Tahun ini, masyarakat juga dapat terlibat dalam Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan mengikuti Jelajah virtual yaitu kegiatan berlari yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kemudian, jarak lari yang ditempuh dikumpulkan hingga target lari tertentu. Hasil pendaftaran melalui platform Virtuathlon akan menjadi donasi untuk pengadaan akses air bersih di NTT.
Hingga hari ini, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp2 miliar dari target Rp600 juta. Aksi penggalangan dana masih dibuka sampai akhir 30 November 2020 melalui kitabisa.com/jelajahtimur. Minimnya akses air bersih di beberapa desa di NTT mengakibatkan masyarakat masih harus berjalan kaki hingga 2 jam untuk mendapatkan air bersih.
Bahkan, tanggung jawab untuk mengambil air bersih sering kali diserahkan kepada anak perempuan. Berbagai risiko kerap menghantui anak-anak perempuan saat di perjalanan mengambil air bersih. Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa meningkatkan akses air bersih berarti membantu mengurangi beban dan risiko yang dihadapi anak-anak perempuan.
“Kesetaraan bagi anak perempuan harus diperjuangkan di seluruh aspek, baik ranah domestik maupun publik. Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana air bersih, mereka tidak perlu kelelahan saat belajar di sekolah. Saat menstruasi, sanitasi dan kebersihan lebih terjaga. Bahkan, mereka dapat terhindar dari berbagai risiko kekerasan yang mungkin terjadi dalam perjalanan mengambil air,” pungkasnya.

Melalui Jelajah Timur: Charity Run for Equality, Plan Indonesia akan membangun sarana air bersih, sedikitnya di dua desa yakni Nggolonio dan Tedamude di Kabupaten Nagekeo, NTT.

Vokalis grup band Slank, Kaka, bersama istrinya, Natascha Oking, melakukan lari amal sejauh 12 km di Flores, NTT, demi berdonasi untuk akses air bersih di Kabupaten Nagekeo. Keduanya mengambil titik start lari pada Sabtu (31/10) dari terminal Watujaji, Kota Bajawa, hingga finis di kampung Bena, Kabupaten Ngada.
Kaka dan Natascha mengambil jarak yang lebih pendek pada jalur yang sama dengan 15 pelari yang berlari dari Kota Mbay, Nagekeo, dengan jarak tempuh 86 km hingga finis di Kampung Bena. Kaka Slank bersama istrinya Natascha melalukan start di Watujaji, Sabtu (31/11), pukul 13.30 Wita, dan mencapai garis finis di Kampung Bena pukul 14.33.

Kegiatan lari itu merupakan bentuk amal yang digagas Plan Indonesia dengan melibatkan 100 pelari yang berlari pada 13 kota, yakni Mbay-Nagekeo, Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Sangatta, Kupang, Sorong, dan Brisbane-Australia.
Kaka Slank dan istri yang juga mengikuti Jelajah Timur: Charity Run for Equality sejak 2019 mengatakan keprihatinannya terhadap anak-anak perempuan untuk akses air bersih di Indonesia Timur dan berharap dengan donasi ini bisa mengatasi masalah yang ada serta ingin melihat keindahan Flores sambil berdonasi.
“Kami ingin melihat keindahan Flores sambil olahraga dan mengumpulkan donasi untuk sesuatu yang sangat darurat yaitu pengadaan air bersih di beberapa desa di Flores, sehingga anak-anak perempuan di sana tidak perlu berjauh-jauh lagi ambil air di saat jam belajar atau main mereka.
Semoga ketika sarana air bersih telah ada, anak perempuan dapat mengejar mimpi-mimpinya, bisa mengejar ketertinggalannya, dan memiliki hak yang sama terkait pendidikan dan waktu bermain. Anak perempuan dan laki-laki seharusnya mendapatkan keduanya dengan setara,” ujar Kaka Slank.
Ini merupakan kali kedua Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menggelar lari amal Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan misi untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, khususnya pemenuhan hak untuk kebutuhan akses air bersih yang lebih memadai di Nagekeo, NTT.
Tahun ini, masyarakat juga dapat terlibat dalam Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan mengikuti Jelajah virtual yaitu kegiatan berlari yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kemudian, jarak lari yang ditempuh dikumpulkan hingga target lari tertentu. Hasil pendaftaran melalui platform Virtuathlon akan menjadi donasi untuk pengadaan akses air bersih di NTT.
Hingga hari ini, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp2 miliar dari target Rp600 juta. Aksi penggalangan dana masih dibuka sampai akhir 30 November 2020 melalui kitabisa.com/jelajahtimur. Minimnya akses air bersih di beberapa desa di NTT mengakibatkan masyarakat masih harus berjalan kaki hingga 2 jam untuk mendapatkan air bersih.
Bahkan, tanggung jawab untuk mengambil air bersih sering kali diserahkan kepada anak perempuan. Berbagai risiko kerap menghantui anak-anak perempuan saat di perjalanan mengambil air bersih. Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa meningkatkan akses air bersih berarti membantu mengurangi beban dan risiko yang dihadapi anak-anak perempuan.
“Kesetaraan bagi anak perempuan harus diperjuangkan di seluruh aspek, baik ranah domestik maupun publik. Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana air bersih, mereka tidak perlu kelelahan saat belajar di sekolah. Saat menstruasi, sanitasi dan kebersihan lebih terjaga. Bahkan, mereka dapat terhindar dari berbagai risiko kekerasan yang mungkin terjadi dalam perjalanan mengambil air,” pungkasnya.

Melalui Jelajah Timur: Charity Run for Equality, Plan Indonesia akan membangun sarana air bersih, sedikitnya di dua desa yakni Nggolonio dan Tedamude di Kabupaten Nagekeo, NTT.

ADVERTISEMENT
Vokalis grup band Slank, Kaka, bersama istrinya, Natascha Oking, melakukan lari amal sejauh 12 km di Flores, NTT, demi berdonasi untuk akses air bersih di Kabupaten Nagekeo. Keduanya mengambil titik start lari pada Sabtu (31/10) dari terminal Watujaji, Kota Bajawa, hingga finis di kampung Bena, Kabupaten Ngada.
Kaka dan Natascha mengambil jarak yang lebih pendek pada jalur yang sama dengan 15 pelari yang berlari dari Kota Mbay, Nagekeo, dengan jarak tempuh 86 km hingga finis di Kampung Bena. Kaka Slank bersama istrinya Natascha melalukan start di Watujaji, Sabtu (31/11), pukul 13.30 Wita, dan mencapai garis finis di Kampung Bena pukul 14.33.

Kegiatan lari itu merupakan bentuk amal yang digagas Plan Indonesia dengan melibatkan 100 pelari yang berlari pada 13 kota, yakni Mbay-Nagekeo, Lampung, DKI Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Denpasar, Lombok, Makassar, Sangatta, Kupang, Sorong, dan Brisbane-Australia.
Kaka Slank dan istri yang juga mengikuti Jelajah Timur: Charity Run for Equality sejak 2019 mengatakan keprihatinannya terhadap anak-anak perempuan untuk akses air bersih di Indonesia Timur dan berharap dengan donasi ini bisa mengatasi masalah yang ada serta ingin melihat keindahan Flores sambil berdonasi.
“Kami ingin melihat keindahan Flores sambil olahraga dan mengumpulkan donasi untuk sesuatu yang sangat darurat yaitu pengadaan air bersih di beberapa desa di Flores, sehingga anak-anak perempuan di sana tidak perlu berjauh-jauh lagi ambil air di saat jam belajar atau main mereka.
Semoga ketika sarana air bersih telah ada, anak perempuan dapat mengejar mimpi-mimpinya, bisa mengejar ketertinggalannya, dan memiliki hak yang sama terkait pendidikan dan waktu bermain. Anak perempuan dan laki-laki seharusnya mendapatkan keduanya dengan setara,” ujar Kaka Slank.
Ini merupakan kali kedua Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) kembali menggelar lari amal Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan misi untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, khususnya pemenuhan hak untuk kebutuhan akses air bersih yang lebih memadai di Nagekeo, NTT.
Tahun ini, masyarakat juga dapat terlibat dalam Jelajah Timur: Charity Run for Equality dengan mengikuti Jelajah virtual yaitu kegiatan berlari yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kemudian, jarak lari yang ditempuh dikumpulkan hingga target lari tertentu. Hasil pendaftaran melalui platform Virtuathlon akan menjadi donasi untuk pengadaan akses air bersih di NTT.
Hingga hari ini, donasi yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp2 miliar dari target Rp600 juta. Aksi penggalangan dana masih dibuka sampai akhir 30 November 2020 melalui kitabisa.com/jelajahtimur. Minimnya akses air bersih di beberapa desa di NTT mengakibatkan masyarakat masih harus berjalan kaki hingga 2 jam untuk mendapatkan air bersih.
Bahkan, tanggung jawab untuk mengambil air bersih sering kali diserahkan kepada anak perempuan. Berbagai risiko kerap menghantui anak-anak perempuan saat di perjalanan mengambil air bersih. Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa meningkatkan akses air bersih berarti membantu mengurangi beban dan risiko yang dihadapi anak-anak perempuan.
“Kesetaraan bagi anak perempuan harus diperjuangkan di seluruh aspek, baik ranah domestik maupun publik. Dengan terpenuhinya kebutuhan sarana air bersih, mereka tidak perlu kelelahan saat belajar di sekolah. Saat menstruasi, sanitasi dan kebersihan lebih terjaga. Bahkan, mereka dapat terhindar dari berbagai risiko kekerasan yang mungkin terjadi dalam perjalanan mengambil air,” pungkasnya.

Melalui Jelajah Timur: Charity Run for Equality, Plan Indonesia akan membangun sarana air bersih, sedikitnya di dua desa yakni Nggolonio dan Tedamude di Kabupaten Nagekeo, NTT.

Tags: air bersihkesehatanlomba larimusisi
Previous Post

Film Terbaru BTS Tayang di Bioskop Tanah Air pada 5 November

Next Post

Lee Min-ho: Buka Saluran Youtube Sendiri

Next Post

Lee Min-ho: Buka Saluran Youtube Sendiri

Enggak Mau Pakai Masker, Bisa Jadi Kamu Antisosial

5 November, Indonesia Kedatangan Perfect World Mobile VNG

Puisi Nadin Amizah di Panggung Prambanan Jazz Festival 2020

Sean Connery Meninggal, Wariskan 6 Film Terbaik Kepada Dunia

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
louis vuitton lv onthego bags replica fff07c99 dior oblique canvas mini saddle wallet replica perfect details3888 hermes constance 24 bag c2981296 fendi iconic baguette bag 3 gucci marmont mini shoulder bag white hermes picotin lock 22 bag d8b58d00 women s hourglass wallet on chain box in red christian dior medium lady dior bag matte hardware black ultramatte for women 9 5in 24cm cd m0565sloi m9897843 gucci gg supreme padlock small shoulder bag brown8750 christian dior lady dior pouch smoky blue for women womens handbags 8 5in 21 5cm cd7435 gucci dionysus gg velvet small shoulder bag 4002496027 jamie medium chain bag 8220 carrÉ rive gauche 8221 in lambskin and suede d0ade027 hermes elan bag dark red gold 28cm dior 61 handbag in brown leather4570 replica new collection bags 19plf0005 gucci horsebit 1955 small bag brown corduroy4393 fendi saddle bag 3 celine triomphe mini brown3589 herms herbag zip 31 bag 31x25x10 cm luxury canvas leather shoulder bag for women spacious everyday herms tote b3c3828c replicate lv x tm rosalie coin purse m1339911 replica saint laurent loulou medium quilted leather shoulder bag black d9bc9ff0 gucci diagonal gg marmont mini bag white blue3879 louis vuitton lv onthego mm pm replica celine triomphe logo medium sheep leather wallet c3b57539 celine medium soft 16 bag in smooth calfskinhigh end grade 28061 marmont matelass leather belt bag6351 gg matelass top handle mini bag black 8211 gb052 gucci soho small leather disco bag brown6191 celine black mini 16 in satinated calfskin bag2706 gg marmont leather super mini bag dusty pink matelass chevron 8211 gb161 saint laurent niki baby in vintage leather bag replica dior bowling handbag micro in blue and white leather8083 replicate louis vuitton carryall bb m13014 11 replica celinebag 8211 page 6 8211 premium quality designer bags hermes mini kelly ii bag d399a6eb celine triomphe shiny leather short wallet blue gucci ophidia gg medium tote bag 5245372907 replica louis vuitton blossom pm m21848 saint laurent kate bag replicate ysl le 5 agrave 7 in smooth leather11 replica 83b4f83c