Monday, February 9, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Alami Pendarahan Usai Melahirkan, Rahim Rachel Maryam Diangkat

adminsaibyadminsai
October 7, 2020
in Kesehatan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Edwin Aprihandono, suami Rachel Maryam angkat bicara mengenai kondisi sang istri usai melahirkan pekan lalu. Rachel sempat dikabarkan mengalami pendarahan hingga koma setelah melahirkan.

Rachel Maryam melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2 Oktober 2020 di di RS Bunda Menteng, Jakarta. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat 3780 gram dan tinggi 50 cm.

Dalam keterangan tertulisnya, pria yang akrab disapa Edo itu meminta maaf baru bisa memberikan keterangan kepada media saat ini. Pasalnya, beberapa hari belakangan dia memang fokus menemani sang istri di rumah sakit.

“Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespons semua pesan, doa dan dukungan yang masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar. Namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua,” tulis Edo.

Edo membenarkan bintang film Janji Joni itu sempat mengalami pendarahan usai melahirkan. Bahkan, akibat pendarahan itu rahim Rachel terpaksa harus diangkat. Meski berat, Edo dan Rachel menganggap keputusan ini sebagai jalan terbaik.

“Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah yang membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah,” jelas Edo.

Edo membantah kabar yang menyebut Rachel sempat mengalami koma. Saat ini kondisi wanita yang juga anggota DPR itu sudah melewati masa krisis dan dalam proses pemulihan.

“Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel ‘ditidurkan’ atau dibuat ‘tidak sadar’ selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. Jadi berita bahwa Rachel ‘koma’ sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya ‘ditidurkan’,” papar Edo.

ADVERTISEMENT

Jakarta: Edwin Aprihandono, suami Rachel Maryam angkat bicara mengenai kondisi sang istri usai melahirkan pekan lalu. Rachel sempat dikabarkan mengalami pendarahan hingga koma setelah melahirkan.

Rachel Maryam melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2 Oktober 2020 di di RS Bunda Menteng, Jakarta. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat 3780 gram dan tinggi 50 cm.

Dalam keterangan tertulisnya, pria yang akrab disapa Edo itu meminta maaf baru bisa memberikan keterangan kepada media saat ini. Pasalnya, beberapa hari belakangan dia memang fokus menemani sang istri di rumah sakit.

“Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespons semua pesan, doa dan dukungan yang masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar. Namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua,” tulis Edo.

Edo membenarkan bintang film Janji Joni itu sempat mengalami pendarahan usai melahirkan. Bahkan, akibat pendarahan itu rahim Rachel terpaksa harus diangkat. Meski berat, Edo dan Rachel menganggap keputusan ini sebagai jalan terbaik.

“Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah yang membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah,” jelas Edo.

Edo membantah kabar yang menyebut Rachel sempat mengalami koma. Saat ini kondisi wanita yang juga anggota DPR itu sudah melewati masa krisis dan dalam proses pemulihan.

“Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel ‘ditidurkan’ atau dibuat ‘tidak sadar’ selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. Jadi berita bahwa Rachel ‘koma’ sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya ‘ditidurkan’,” papar Edo.

Jakarta: Edwin Aprihandono, suami Rachel Maryam angkat bicara mengenai kondisi sang istri usai melahirkan pekan lalu. Rachel sempat dikabarkan mengalami pendarahan hingga koma setelah melahirkan.

Rachel Maryam melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2 Oktober 2020 di di RS Bunda Menteng, Jakarta. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat 3780 gram dan tinggi 50 cm.

Dalam keterangan tertulisnya, pria yang akrab disapa Edo itu meminta maaf baru bisa memberikan keterangan kepada media saat ini. Pasalnya, beberapa hari belakangan dia memang fokus menemani sang istri di rumah sakit.

“Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespons semua pesan, doa dan dukungan yang masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar. Namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua,” tulis Edo.

Edo membenarkan bintang film Janji Joni itu sempat mengalami pendarahan usai melahirkan. Bahkan, akibat pendarahan itu rahim Rachel terpaksa harus diangkat. Meski berat, Edo dan Rachel menganggap keputusan ini sebagai jalan terbaik.

“Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah yang membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah,” jelas Edo.

Edo membantah kabar yang menyebut Rachel sempat mengalami koma. Saat ini kondisi wanita yang juga anggota DPR itu sudah melewati masa krisis dan dalam proses pemulihan.

“Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel ‘ditidurkan’ atau dibuat ‘tidak sadar’ selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. Jadi berita bahwa Rachel ‘koma’ sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya ‘ditidurkan’,” papar Edo.

ADVERTISEMENT

Jakarta: Edwin Aprihandono, suami Rachel Maryam angkat bicara mengenai kondisi sang istri usai melahirkan pekan lalu. Rachel sempat dikabarkan mengalami pendarahan hingga koma setelah melahirkan.

Rachel Maryam melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2 Oktober 2020 di di RS Bunda Menteng, Jakarta. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat 3780 gram dan tinggi 50 cm.

Dalam keterangan tertulisnya, pria yang akrab disapa Edo itu meminta maaf baru bisa memberikan keterangan kepada media saat ini. Pasalnya, beberapa hari belakangan dia memang fokus menemani sang istri di rumah sakit.

“Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespons semua pesan, doa dan dukungan yang masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar. Namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua,” tulis Edo.

Edo membenarkan bintang film Janji Joni itu sempat mengalami pendarahan usai melahirkan. Bahkan, akibat pendarahan itu rahim Rachel terpaksa harus diangkat. Meski berat, Edo dan Rachel menganggap keputusan ini sebagai jalan terbaik.

“Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah yang membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah,” jelas Edo.

Edo membantah kabar yang menyebut Rachel sempat mengalami koma. Saat ini kondisi wanita yang juga anggota DPR itu sudah melewati masa krisis dan dalam proses pemulihan.

“Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel ‘ditidurkan’ atau dibuat ‘tidak sadar’ selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. Jadi berita bahwa Rachel ‘koma’ sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya ‘ditidurkan’,” papar Edo.

Tags: kesehatanselebritas
Previous Post

Aurora Ribero Ingin Bahagiakan Jefri Nichol di Film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi

Next Post

Ussy Sulistiawaty Donorkan ASI untuk Bayi Rachel Maryam

Next Post

Ussy Sulistiawaty Donorkan ASI untuk Bayi Rachel Maryam

Daftar Nominasi MTV Europe Music Awards 2020

Blackpink dan BTS Bersaing dengan Musisi Dunia di MTV EMA 2020

Film Baru Tom Hanks, News of the World Tayang Akhir 2020

Daniel Craig Sepakat No Time To Die Tunda Perilisan hingga April 2021

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
3f09366d 69bc 48ac 8c8c 7832d03b8fa1
B62c08d8 Fe24 4d8a A601 9a839eb0855e
5c0036fa C9ec 4700 Bff1 3eadaa154246
1663b940 6afe 473c 9622 88f01eaec65c
4e4279e0 B75e 4d72 A933 4c79b1a8391f
9a979df1 A519 48e6 B85e 2ac3bde81565
7bbc83cf 9761 4b2d B48d Bcf64b65fa29
Efdee1ab 7ef6 4733 92e1 D5a62ebf7a6c
Ca1f1f2e 4be2 4f36 Ab6e 08e0accc2efd
5c87200a 535c 4566 94aa 04933b327c1d
D7e2db5d C88c 46e9 9e28 Eb17aba75a77
56726471 B95f 465d 8438 13959cb4eb75
60e57a9d C9e2 48ad 88ec Bbd3971dec61
9b34f09d Adb8 496a A933 C8e0face07dc
06dbff86 Da1a 4437 8b89 8b33fdd45d92
Feb7a278 5689 4ac7 B45a F3162a955bf1
A60cac6f 883c 434c Be4c Dabc2f127c29
F4309872 Db85 46cd 8ecf 728c5aa273ce
Ad11f26c 6b6e 46df Aed7 78600bca085b
Fa6ff5be C52a 443c A8ab 83ea66b2480a
B727e217 711c 47d4 A944 C31ba4253011
6153c07f 7785 423b A41c E3e31912ab4a
D70887d0 5ac2 494e B0bf Ec190f563f30
91bbf636 1244 42d8 80b7 F21f12c0a579
C2fdc44d Aa3c 46a3 836b C1f5caf13eee
5eca2eff 1007 4849 8be8 B5de118b6e77
D926bdd5 A520 425e 94b2 0dae66e7268b
0973731b Dd62 40dc 9359 E95da0da5a20
B3e22dc3 441b 4cd5 A33a 527ebe696176
3c169e84 Fa9b 43c3 Ad2a 0d8bbd4cf371
247caacf E731 4a8e B182 04d4a519b032
C2fc50a4 6776 40cb 89e8 C1252592a55c
82f8012a Cedb 4953 9f01 15deb8544e53
87a24e4d 9728 496f 89b9 E243804ddbc6
75e06afc 0058 4fc5 Be39 0239d1f5487a
A391179e B746 4941 Ab48 Fc5d9a2e40d8
28ea86e4 79d8 4ce1 9c2e 939d0baddbc7
5d6f8f2d 5076 46e1 81e5 C2ce66fde1aa
Acee50bf 5ed3 4618 81d2 A3a3d24eeaaf
4d500993 9253 4fad Bd39 86464f90e451
959619a6 Dc9e 48fa 99a9 00f0bcc99a7e
8c5058ba 0777 4efd A747 F1b8a39835fa
Feb7a278 5689 4ac7 B45a F3162a955bf1
7a1c3239 133e 4cad 8d5a 4653d3ddbe2b
42c132e8 3d36 4e90 Ad29 33f6edf37de7
A3ba5247 F348 4c8a 86f1 D6630d12346f
901eb571 107d 4803 Bd04 29668d6c1dde
D0b8d35d Aa35 4ab0 A3e7 2077cd767dc5
70ebd7a7 1edf 41d5 8e98 A9180b526381
C7376453 84ee 4118 9072 E5b9f9318c33