Monday, July 27, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Alami Pendarahan Usai Melahirkan, Rahim Rachel Maryam Diangkat

adminsaibyadminsai
October 7, 2020
in Kesehatan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta: Edwin Aprihandono, suami Rachel Maryam angkat bicara mengenai kondisi sang istri usai melahirkan pekan lalu. Rachel sempat dikabarkan mengalami pendarahan hingga koma setelah melahirkan.

Rachel Maryam melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2 Oktober 2020 di di RS Bunda Menteng, Jakarta. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat 3780 gram dan tinggi 50 cm.

Dalam keterangan tertulisnya, pria yang akrab disapa Edo itu meminta maaf baru bisa memberikan keterangan kepada media saat ini. Pasalnya, beberapa hari belakangan dia memang fokus menemani sang istri di rumah sakit.

“Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespons semua pesan, doa dan dukungan yang masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar. Namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua,” tulis Edo.

Edo membenarkan bintang film Janji Joni itu sempat mengalami pendarahan usai melahirkan. Bahkan, akibat pendarahan itu rahim Rachel terpaksa harus diangkat. Meski berat, Edo dan Rachel menganggap keputusan ini sebagai jalan terbaik.

“Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah yang membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah,” jelas Edo.

Edo membantah kabar yang menyebut Rachel sempat mengalami koma. Saat ini kondisi wanita yang juga anggota DPR itu sudah melewati masa krisis dan dalam proses pemulihan.

“Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel ‘ditidurkan’ atau dibuat ‘tidak sadar’ selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. Jadi berita bahwa Rachel ‘koma’ sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya ‘ditidurkan’,” papar Edo.

ADVERTISEMENT

Jakarta: Edwin Aprihandono, suami Rachel Maryam angkat bicara mengenai kondisi sang istri usai melahirkan pekan lalu. Rachel sempat dikabarkan mengalami pendarahan hingga koma setelah melahirkan.

Rachel Maryam melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2 Oktober 2020 di di RS Bunda Menteng, Jakarta. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat 3780 gram dan tinggi 50 cm.

Dalam keterangan tertulisnya, pria yang akrab disapa Edo itu meminta maaf baru bisa memberikan keterangan kepada media saat ini. Pasalnya, beberapa hari belakangan dia memang fokus menemani sang istri di rumah sakit.

“Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespons semua pesan, doa dan dukungan yang masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar. Namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua,” tulis Edo.

Edo membenarkan bintang film Janji Joni itu sempat mengalami pendarahan usai melahirkan. Bahkan, akibat pendarahan itu rahim Rachel terpaksa harus diangkat. Meski berat, Edo dan Rachel menganggap keputusan ini sebagai jalan terbaik.

“Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah yang membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah,” jelas Edo.

Edo membantah kabar yang menyebut Rachel sempat mengalami koma. Saat ini kondisi wanita yang juga anggota DPR itu sudah melewati masa krisis dan dalam proses pemulihan.

“Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel ‘ditidurkan’ atau dibuat ‘tidak sadar’ selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. Jadi berita bahwa Rachel ‘koma’ sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya ‘ditidurkan’,” papar Edo.

Jakarta: Edwin Aprihandono, suami Rachel Maryam angkat bicara mengenai kondisi sang istri usai melahirkan pekan lalu. Rachel sempat dikabarkan mengalami pendarahan hingga koma setelah melahirkan.

Rachel Maryam melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2 Oktober 2020 di di RS Bunda Menteng, Jakarta. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat 3780 gram dan tinggi 50 cm.

Dalam keterangan tertulisnya, pria yang akrab disapa Edo itu meminta maaf baru bisa memberikan keterangan kepada media saat ini. Pasalnya, beberapa hari belakangan dia memang fokus menemani sang istri di rumah sakit.

“Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespons semua pesan, doa dan dukungan yang masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar. Namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua,” tulis Edo.

Edo membenarkan bintang film Janji Joni itu sempat mengalami pendarahan usai melahirkan. Bahkan, akibat pendarahan itu rahim Rachel terpaksa harus diangkat. Meski berat, Edo dan Rachel menganggap keputusan ini sebagai jalan terbaik.

“Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah yang membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah,” jelas Edo.

Edo membantah kabar yang menyebut Rachel sempat mengalami koma. Saat ini kondisi wanita yang juga anggota DPR itu sudah melewati masa krisis dan dalam proses pemulihan.

“Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel ‘ditidurkan’ atau dibuat ‘tidak sadar’ selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. Jadi berita bahwa Rachel ‘koma’ sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya ‘ditidurkan’,” papar Edo.

ADVERTISEMENT

Jakarta: Edwin Aprihandono, suami Rachel Maryam angkat bicara mengenai kondisi sang istri usai melahirkan pekan lalu. Rachel sempat dikabarkan mengalami pendarahan hingga koma setelah melahirkan.

Rachel Maryam melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 2 Oktober 2020 di di RS Bunda Menteng, Jakarta. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat 3780 gram dan tinggi 50 cm.

Dalam keterangan tertulisnya, pria yang akrab disapa Edo itu meminta maaf baru bisa memberikan keterangan kepada media saat ini. Pasalnya, beberapa hari belakangan dia memang fokus menemani sang istri di rumah sakit.

“Mohon maaf apabila selama beberapa hari kebelakang kami belum dapat merespons semua pesan, doa dan dukungan yang masuk baik melalui telephone, wa, ig maupun fb karena kondisi kesehatan Rachel yang kritis dan membutuhkan perhatian penuh selama beberapa hari pasca operasi caesar. Namun kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari sahabat-sahabat semua,” tulis Edo.

Edo membenarkan bintang film Janji Joni itu sempat mengalami pendarahan usai melahirkan. Bahkan, akibat pendarahan itu rahim Rachel terpaksa harus diangkat. Meski berat, Edo dan Rachel menganggap keputusan ini sebagai jalan terbaik.

“Pasca operasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat. Hal ini membuat dokter harus mengambil tindakan untuk segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan dan diputuskan agar Rachel diangkat rahimnya. Pendarahan ini menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah yang membuat HB darah Rachel jadi drop dan membutuhkan sangat banyak sekali transfusi darah,” jelas Edo.

Edo membantah kabar yang menyebut Rachel sempat mengalami koma. Saat ini kondisi wanita yang juga anggota DPR itu sudah melewati masa krisis dan dalam proses pemulihan.

“Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel ‘ditidurkan’ atau dibuat ‘tidak sadar’ selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. Jadi berita bahwa Rachel ‘koma’ sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya ‘ditidurkan’,” papar Edo.

Tags: kesehatanselebritas
Previous Post

Aurora Ribero Ingin Bahagiakan Jefri Nichol di Film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi

Next Post

Ussy Sulistiawaty Donorkan ASI untuk Bayi Rachel Maryam

Next Post

Ussy Sulistiawaty Donorkan ASI untuk Bayi Rachel Maryam

Daftar Nominasi MTV Europe Music Awards 2020

Blackpink dan BTS Bersaing dengan Musisi Dunia di MTV EMA 2020

Film Baru Tom Hanks, News of the World Tayang Akhir 2020

Daniel Craig Sepakat No Time To Die Tunda Perilisan hingga April 2021

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
rolex clone watch sky dweller 326934 dial black strap jubilee 42mm3631 patek philippe replica watch nautilus 7010 34013 omega seamaster aqua terra 150m co axial master chronometer 38mm blue dial on bracelet ac675f08 fake cartier watch tank americaine large model mechanical movement with automatic winding replica panerai xf pam438 ceramic bracelet p90019479 rolex fake clone yacht master black dial4390 patek philippe nautilus 5711 replica watch blue dial7701 rolex pepsi replica3365 rolex 1166221 replica7659 rolex 116622 replica6465 rolex replica watch gmt master ii 126719blro meteorite dial3012 hublot classic fusion fake watch men blue dial bezel stone cz hb factory 42mm2045 omega seamaster planet ocean 600m co axial master chronometer chronograph 45 5mm blue dial on leather strap with rubber lining a8461f26 patek philippe replica watch aquanaut 5067a blue dial4047 replica iwc v6 aquatimer chrono iw376803 black dial ss bracelet a77505238 iwc pilots worldtimer automatic 45mm mens watch iw326201 tag heuer replica watch carrera day date automatic 41 mm steel rolex best replica watch cosmograph daytona 126529ln le mans clean factory 40mm4871 replica richard mille rm035 rafael nadal forge carbon titanium case kvf skeleton dial red black rubber strap miyota82157668 patek philippe best replica watches nautilus 7118 gold wrapped 3k factory 35 2mm7712 whatsapp账号购买
FB-账号购买
twitter账号购买
tiktok账号购买
line账号购买
tiktok账号购买
tiktok账号购买
telegram账号购买
instagram账号购买
line账号购买
whatsapp账号购买
twitter账号购买
FB账号购买-Facebook广告账户
脸允Facebook账号购买平台
Facebook各国稳定耐用白号