Thursday, February 5, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Green Room, Kisah Teror Menegangkan Band Punk

adminsaibyadminsai
September 24, 2020
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Semua penggemar film horor, suspense, atau thriller, pasti akrab dengan sensasi naiknya adrenalin berkat pancingan adegan-adegan yang menegangkan. Dalam film garapan sutradara Jeremy Saulnier, Green Room, tak sekadar ketegangan yang bakal menghampiri penonton, tapi juga teror.

Film yang sudah dapat dinikmati lewat digital platform Klik Film ini, dimulai dengan hadirnya sebuah band punk dengan personel Pat (Anton Yelchin), Reece (Joe Cole), Sam (Alia Shawkat), dan Tiger (Callum Turner). Band yang sudah cukup dikenal ini membuat mereka banyak manggung di sejumlah tempat dengan bayaran tak seberapa. Sampai akhirnya mereka menerima tawaran manggung dari sebuah bar di tengah hutan pun mereka terima.

Dari sinilah, kejadian menegangangkan dimulai. Tempat ini ternyata merupakan markas para neo nazi, kaum skinhead yang memegang teguh supremasi kulit putih. Usai manggung, keempatnya tak sengaja menyaksikan pembunuhan di ruang ganti pemain band. Mereka, bersama satu saksi lain, yakni Amber (Imogen Poots), lantas dikurung oleh pegawai bar tersebut, dengan alasan menunggu polisi datang.

ADVERTISEMENT

Tapi semakin lama, mereka makin yakin bahwa hanya persoalan waktu saja sampai gerombolan skinhead yang dipimpin Darcy (Patrick Stewart) ini menghabisi mereka. Teror mulai dibangun Jeremy Saulnier. Bagaimana lima anak muda minim senjata yang terperangkap dalam ruangan tertutup berhasil lolos dari kepungan skinhead bersenjata parang dan senapan. Penonton ikut merasa sesak dalam nuansa klaustrofobik Green Room.

Pertarungan antara protagonis dan antagonis berjalan dengan liar dan tak terkontrol. Adegan action film ini juga tidak mengjadirkan koreografi pertarungan yang memanjakan mata ala film laga di sini. Di sini, semua berjalan dengan ‘berantakan’, chaos, seperti sengaja dibuat alami, layaknya pertarungan jalanan.

Namun justru hal ini yang membuatnya makin terasa nyata dan membetot saraf penonton. Green Room, adalah satu film yang menegangkan. Hampir setiap detik di paruh kedua film ini, ketegangan dijalin secara sangat ketat dan intens, tak berhenti membuat penonton mengantisipasi apa yang akan terjadi setelahnya. Apabila Anda mengejar ketegangan, teror, dan pompaan adrenalin, maka Green Room seharusnya ada dalam daftar Anda.

Tags: filmfilm baru
Previous Post

Agen Rahasia James Bond Ternyata Betul-Betul Ada di Polandia

Next Post

Artis Ini Benarkan Dua Putrinya Positif Covid-19, Satu Masih Balita

Next Post

Artis Ini Benarkan Dua Putrinya Positif Covid-19, Satu Masih Balita

Sule Tegaskan Nathalie Holscher Mualaf Bukan karena Dirinya

Usai Temani Nathalie Holscher Mualaf, Sule Siap Menikahi

Sempat Dihapus, Ayah Gigi Hadid Unggah Kembali Puisi untuk Sang Cucu

PUBG Mobile Gandeng Blackpink

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
1bd80cb8 Fd96 4053 A4c4 D169605e7d6c
B543975e 1b8d 402d A644 7330c3ed8239
9079db77 D295 448f 83f9 B9a376e0fca8
1e4bcd54 5834 444d B124 4dfc85ce273b
48c6b660 192f 4e53 80bc 2dc510ef452b
76cfc19a Eb45 4ecd 8382 1e86363f1ad5
90e149f8 Bf67 4eec 97c8 9c0ba163b79d
Adf317a3 01ad 4d42 Ba0d Ae6cc51fefd3
1ce4614d A161 43d9 Bc38 934efe4a6064
34cc6d2f 04e7 4281 Ac63 75582034f95b
78a3b1e2 0800 4580 Ae19 Aee1d028e793
B7aecc2e E31c 432d A66b Abccb9f8dfd0
6fa57e14 E1ab 4882 A2f1 8ca84844f8a7
9bf0bb00 D424 415b Aa8e 7a260f7837f8
Ee0b852b 4806 418b 8405 Def64057d98b
75fd4877 55a3 4c03 B8c6 B8b6c249c6c4
5e728418 7a92 4893 936d D0d5435c92dc
96be1cc3 7ae1 4276 9cd7 5952689e6214
A1234a1a 721f 4046 95a5 8acb804d63b6
Ad7da104 Dfb0 4037 B8e3 727c2cf743a8
0d27bedc 4c38 478b A509 D4b5dbee19ff
72b48166 Dbf9 479a Ab37 Ae4617582b41
0a932e53 B982 4523 8c9d Ca335e638b82
4cd74f77 359a 4669 A9f4 E85b519ee61e
6c01d1a6 Caf7 4576 B970 9021ade5596c
Daa97904 01d5 4106 Be2b 76ea09663b7a
2d2af268 F737 47ba 9924 3fb4b86b6b29
009c3a8e 4c4e 4449 B70b 75654d974c45
09e7e259 10b5 49c7 96b0 58ce19537c51
8e114cff 0b32 48ca Bfd5 Ea375502500d
87da36fa 9140 4474 9101 6263a5ea6279
894a2df4 90c6 43e1 8350 399b4d1b5326
A9a10111 9557 4f5b 9d66 54abfb13346c
91bbf636 1244 42d8 80b7 F21f12c0a579
F025f13e 8526 4d27 A6f9 5137e5bb0df0
02fa8c86 E7c1 4493 B4c5 B51805649cad
Ac4fe045 47b3 4cbc A39a Bda7b98592e5
7eb6d36e 14ab 4b25 9da4 75f83fdebcae
6725b391 A94a 45d2 81bf F8f899295650
73cfccc3 2e0f 4725 B56e E6736e86e319
2d753860 Db61 4a23 A919 D68774607f8e
1d72ca29 7db4 467b Bb83 635b0c8c1739
C8b35e2b 5278 41bc 9e39 3c9c3484b6c5
70127d06 41cd 4005 A818 90f329c548e4
75e06afc 0058 4fc5 Be39 0239d1f5487a
369539a7 6485 4584 8db2 7b4fb715b0a4
609ae4fa C93e 46b6 8339 569885da63e4
9f583bbc 791d 422b B7a7 75a09b9a4068
B09334a8 6b9d 46ca 9265 46e62a82f209
4890c090 9a08 4315 B978 F489710b9701