Sunday, June 28, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Bintang Mirip Matahari Telan Planet Sendiri? Misteri Kosmis TOI-5882 Berhasil Diungkap Astronom

cecilbycecil
June 1, 2026
in Teknologi
Bintang Mirip Matahari Telan Planet Sendiri? Misteri Kosmis TOI-5882 Berhasil Diungkap Astronom

Ilustrasi ini menunjukkan bintang TOI-5882 melahap sebuah planet.(Robert Lea

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SAI100FM.ID – Bintang Mirip Matahari Telan Planet, Ilmuwan Ungkap Misteri TOI-5882

Fenomena Bintang Mirip Matahari Telan Planet menjadi salah satu penemuan paling menarik dalam dunia astronomi. Para ilmuwan menemukan bukti kuat bahwa sebuah bintang yang memiliki karakteristik hampir sama dengan Matahari diduga telah menelan salah satu planet yang mengorbitnya. Peristiwa langka ini tidak hanya mengungkap dinamika ekstrem di luar tata surya, tetapi juga menunjukkan bagaimana interaksi gravitasi dapat mengubah nasib sebuah planet dalam waktu singkat.

Bintang yang menjadi pusat perhatian tersebut bernama TOI-5882, yang berada sekitar 1.300 tahun cahaya dari Bumi. Meski peristiwa penelanan planet hampir mustahil disaksikan secara langsung, para astronom berhasil mengumpulkan berbagai petunjuk yang mengarah pada kesimpulan bahwa sebuah planet pernah berakhir di dalam bintang tersebut.

ADVERTISEMENT

Bintang Mirip Matahari Telan Planet Terungkap dari Kandungan Lithium

Petunjuk pertama muncul ketika tim peneliti menemukan kadar unsur lithium yang sangat tinggi pada TOI-5882. Dalam dunia astronomi, lithium merupakan elemen yang biasanya lebih banyak ditemukan pada material penyusun planet dibandingkan pada bintang.

Ketua penelitian, Brooke Kotten dari University of Michigan, menjelaskan bahwa kandungan lithium yang tidak biasa ini menjadi indikasi kuat bahwa bintang tersebut kemungkinan telah menyerap material dari sebuah planet.

Menurutnya, prinsipnya cukup sederhana. Jika sebuah bintang “memakan” planet, maka unsur-unsur yang terdapat pada planet, termasuk lithium, akan ikut bercampur ke dalam lapisan luar bintang sehingga kadarnya meningkat secara signifikan.

Temuan inilah yang menjadi titik awal penyelidikan terhadap TOI-5882.

Astronom Bertindak Layaknya Detektif Kosmis

Berbeda dengan ledakan supernova atau tabrakan galaksi yang dapat diamati dalam waktu tertentu, proses sebuah bintang menelan planet berlangsung sangat cepat.

Peristiwa tersebut diperkirakan hanya terjadi dalam hitungan hari hingga beberapa minggu. Karena durasinya sangat singkat, peluang astronom menyaksikannya secara langsung hampir tidak ada.

Oleh sebab itu, para ilmuwan harus bekerja layaknya detektif yang menyelidiki tempat kejadian perkara. Mereka mengumpulkan berbagai “jejak” berupa komposisi kimia, karakteristik cahaya bintang, hingga perubahan orbit objek di sekitarnya untuk merekonstruksi apa yang sebenarnya terjadi.

Brooke Kotten bahkan menggambarkan penelitian ini seperti menyelesaikan sebuah kasus kriminal. Mereka tidak melihat kejadian secara langsung, tetapi berusaha memahami rangkaian peristiwa melalui bukti-bukti yang tertinggal.

Bukan Karena Menjadi Raksasa Merah

Biasanya, sebuah bintang akan menelan planet-planet di sekitarnya ketika memasuki fase raksasa merah.

Pada tahap ini, bintang telah kehabisan hidrogen sebagai bahan bakar inti sehingga ukurannya mengembang berkali-kali lipat. Akibatnya, planet yang berada terlalu dekat akan terseret dan akhirnya jatuh ke permukaan bintang.

Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa TOI-5882 belum memasuki fase tersebut.

Inilah yang membuat kasus ini menjadi jauh lebih menarik. Karena belum berubah menjadi raksasa merah, para astronom menyimpulkan bahwa pasti ada faktor lain yang mendorong planet tersebut menuju kehancurannya.

Brown Dwarf Diduga Menjadi Pemicu Kehancuran Planet

Penyelidikan kemudian mengarah pada keberadaan sebuah brown dwarf atau katai cokelat yang mengorbit bersama TOI-5882.

Brown dwarf merupakan objek langit yang sering disebut sebagai “bintang gagal”. Massanya terlalu besar untuk dikategorikan sebagai planet, tetapi belum cukup besar untuk memulai reaksi fusi nuklir seperti bintang pada umumnya.

Pendamping TOI-5882 ini diperkirakan memiliki massa sekitar 20 kali massa Jupiter.

Walaupun tidak bersinar seperti bintang biasa, gaya gravitasinya sangat kuat. Para ilmuwan menduga objek inilah yang secara perlahan mengganggu kestabilan orbit planet yang berada di dekat TOI-5882.

Gangguan gravitasi tersebut kemungkinan menyebabkan orbit planet berubah drastis hingga akhirnya bergerak semakin dekat ke bintang induknya sebelum benar-benar tertelan.

Planet yang Hilang Diduga Bertipe Super-Earth

Tim peneliti juga mencoba memperkirakan jenis planet yang telah musnah berdasarkan jumlah lithium yang kini terdapat pada TOI-5882.

Setelah membandingkan kandungan unsur tersebut dengan 62 bintang lain yang memiliki usia serupa, mereka menyimpulkan bahwa planet yang hilang kemungkinan merupakan Super-Earth.

Planet jenis ini memiliki massa sekitar dua kali massa Bumi hingga mendekati ukuran planet es raksasa seperti Neptunus.

Super-Earth sendiri merupakan kategori planet yang cukup umum ditemukan di luar tata surya. Meski dinamakan “Super-Earth”, bukan berarti planet tersebut memiliki kondisi yang layak dihuni. Sebutan ini lebih mengacu pada ukuran dan massanya yang lebih besar dibandingkan Bumi.

Teknologi Modern Membantu Mengungkap Misteri Alam Semesta

Salah satu penulis senior penelitian, Melinda Soares-Furtado dari University of Wisconsin, menilai bahwa keberhasilan mengungkap kasus ini menunjukkan kemajuan pesat teknologi astronomi modern.

Menurutnya, kemampuan mendeteksi perbedaan kandungan lithium pada sebuah bintang yang berjarak sekitar 1.300 tahun cahaya merupakan pencapaian luar biasa.

Instrumen observasi yang semakin presisi memungkinkan para astronom memperoleh data yang sangat detail, sementara metode analisis modern membantu mereka menginterpretasikan sinyal-sinyal yang sebelumnya sulit dipahami.

Melinda juga mengaku bahwa pekerjaannya mengingatkannya pada cita-cita masa kecilnya sebagai seorang penyelidik. Kini, meskipun bukan menyelidiki kasus kriminal di Bumi, ia merasa menjalankan peran sebagai detektif yang mengungkap misteri alam semesta.

Penelitian Membuka Pemahaman Baru tentang Evolusi Planet

Penemuan mengenai TOI-5882 memberikan wawasan baru mengenai bagaimana sistem keplanetan dapat berubah secara drastis akibat interaksi gravitasi.

Selama ini, para ilmuwan lebih sering mengaitkan hilangnya planet dengan evolusi alami bintang menuju fase raksasa merah. Namun, kasus TOI-5882 menunjukkan bahwa keberadaan objek pendamping seperti brown dwarf juga dapat memicu kehancuran planet, bahkan ketika bintang induknya masih berada pada fase normal.

Temuan ini diharapkan dapat membantu para astronom memahami lebih dalam mengenai evolusi sistem planet di berbagai belahan galaksi, sekaligus memberikan gambaran tentang beragam mekanisme yang dapat menyebabkan sebuah planet menghilang.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah The Astrophysical Journal, menambah daftar bukti penting mengenai dinamika kompleks yang terjadi di alam semesta.

Tags: astronomiBintangMiripMatahariTelanPlanetLuarAngkasaObservasiAntariksaPenelitianAstronomiSainsSpaceNews
Previous Post

Lirik Lagu Boompala Le Sserafim Trending di YouTube, Gabungkan Nuansa K-Pop dan Macarena

Next Post

Sinopsis Film The Whisper: Teror Mencekam di Apartemen Tua Shanghai

Next Post

Sinopsis Film The Whisper: Teror Mencekam di Apartemen Tua Shanghai

Song Hye Kyo Pakai Tiara Berlian, Tampil Elegan Bak Ratu di Pemotretan Vogue China

Song Hye Kyo Pakai Tiara Berlian, Tampil Elegan Bak Ratu di Pemotretan Vogue China

Lagu NDOKASIN Warkop DKI Viralin Dong Resmi Diumumkan, Bawa Nuansa Komedi Nostalgia

Lagu NDOKASIN Warkop DKI Viralin Dong Resmi Diumumkan, Bawa Nuansa Komedi Nostalgia

Family Adventure Escape di Novotel Jakarta Mangga Dua Square, Staycation Seru untuk Keluarga

Family Adventure Escape di Novotel Jakarta Mangga Dua Square, Staycation Seru untuk Keluarga

Konser Slank di Jakabaring Palembang Diserbu Puluhan Ribu Slankers, Suasana Pecah dan Penuh Nostalgia

Konser Slank di Jakabaring Palembang Diserbu Puluhan Ribu Slankers, Suasana Pecah dan Penuh Nostalgia

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
hermes suede goatskin chelsea ankle boots 37 beige gobi 1806140 ysl babylone mules in smooth leather 53680 loewe mini flamenco clutch in nappa calfskinhigh end grade 71575 dior necklace 145686 miumiu satin ballerinas 82913 loewe calfskin petal belt flat sandal 36 black 1673197 d caro voyageur wallet black supple cannage calfskin givenchy lambskin xs lock antigona shoulder bag black 1885508 rhyton sneaker with mouth print5912 chanel lambskin quilted chain cc mules 38 white 1776953 mulberry small classic grain billie crossbody bag black 1842629 chanel caviar quilted petit timeless tote ptt black 1883619 ysl y tote in leatherhigh end grade 34590 goyard goyardine artois mm black 1889796 lv speedy p9 bandouliere 25 91755 gucci velvet men loafers9184 goyard saint louis pm bag 36947 balenciaga supple grained calfskin classic silver hardware highlight mini city rouge fraise 1883452 gucci gg supreme monogram textured dollar calfskin web small ophidia dome shoulder bag beige ebony new acero 1820459 chanel lambskin espadrille sandals 37 beige 1829567