SAI100FM.ID – Acha Septriasa Suamiku Lukaku menjadi perhatian publik setelah aktris tersebut membagikan pengalamannya saat menerima tawaran bermain dalam film Suamiku Lukaku. Peran yang ia jalani sebagai Amina, seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), disebut sangat emosional dan penuh tantangan.
Menariknya, tawaran peran tersebut datang hanya beberapa hari sebelum Acha Septriasa menghadapi putusan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa karakter Amina tidak memiliki hubungan langsung dengan pengalaman pribadinya di dunia nyata.
Acha Septriasa Suamiku Lukaku dan Awal Penawaran Peran
Perjalanan Acha Septriasa Suamiku Lukaku dimulai ketika ia ditawari peran Amina oleh sutradara Sharad Sharan dan Viva Westi pada Mei 2025. Saat itu, Acha langsung dihadapkan pada cerita yang cukup berat, yaitu seorang perempuan yang berjuang keluar dari lingkaran KDRT.
Ia mengaku sempat tertegun saat pertama kali membaca premis film tersebut. Namun, meski berada dalam situasi pribadi yang cukup sulit, Acha menegaskan bahwa keputusan untuk menerima peran ini tidak dipengaruhi oleh kondisi rumah tangganya.
Baginya, karakter Amina adalah sosok perempuan yang memiliki cerita kuat dan relevan dengan realitas banyak perempuan di luar sana.
Acha Septriasa Suamiku Lukaku dan Kedekatan Emosional dengan Karakter Amina
Dalam proses mendalami peran, Acha Septriasa Suamiku Lukaku menjadi pengalaman yang sangat emosional bagi sang aktris. Ia merasa ada keterhubungan secara emosional dengan karakter Amina, meskipun tidak mengalami situasi yang sama secara langsung.
Amina digambarkan sebagai perempuan yang berusaha keluar dari hubungan yang penuh kekerasan, namun masih terjebak antara cinta, ketakutan, dan tanggung jawab terhadap anak. Hal inilah yang membuat Acha merasa perlu menyampaikan pesan kuat melalui aktingnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak penonton perempuan yang merasa tersentuh saat menyaksikan film tersebut dalam sesi special screening. Beberapa di antaranya bahkan menangis dan tidak mampu mengungkapkan perasaan mereka secara verbal karena terlalu emosional.
Acha Septriasa Suamiku Lukaku dan Dampak Emosional Selama Syuting
Proses syuting film Suamiku Lukaku dilakukan di Pangkal Pinang. Dalam pengalaman Acha Septriasa Suamiku Lukaku, proses tersebut menjadi salah satu yang paling menantang dalam kariernya sebagai aktris.
Acha secara terbuka mengakui bahwa memerankan Amina membuatnya mengalami tekanan emosional yang cukup besar. Ia harus menyelami perasaan seorang perempuan yang hidup dalam tekanan psikologis, konflik rumah tangga, serta ketidakpastian masa depan.
Setiap hari selama syuting, ia merasa terbebani secara emosional. Bahkan, ia menyebut bahwa tubuh dan bahasa tubuhnya ikut terpengaruh oleh karakter yang ia mainkan, hingga terlihat lebih membungkuk sebagai refleksi dari beban yang dirasakan Amina.
Acha Septriasa Suamiku Lukaku dan Pesan Sosial tentang KDRT
Lebih dari sekadar film drama, Acha Septriasa Suamiku Lukaku membawa pesan sosial yang cukup kuat tentang kekerasan dalam rumah tangga. Film ini mencoba menggambarkan realitas banyak perempuan yang masih terjebak dalam hubungan tidak sehat, namun sulit untuk keluar karena berbagai faktor emosional dan sosial.
Acha percaya bahwa karakter Amina merepresentasikan banyak perempuan di dunia nyata yang masih berjuang mencari jalan keluar dari situasi serupa. Karena itu, ia merasa penting untuk memberikan performa terbaik agar pesan film ini dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Menariknya, film ini juga dikerjakan oleh tim yang didominasi perempuan, mulai dari sutradara hingga sinematografer. Hal ini membuat pendekatan cerita terasa lebih personal dan emosional dalam menggambarkan sudut pandang perempuan.
Acha Septriasa Suamiku Lukaku dalam Perspektif Karier
Sebelum terlibat dalam Suamiku Lukaku, Acha Septriasa telah membintangi puluhan film sejak debutnya dalam Apa Artinya Cinta?. Ia juga pernah bekerja sama dengan Viva Westi dalam film Anwar: The Untold Story pada tahun 2023.
Namun, menurut Acha, Suamiku Lukaku memiliki nuansa yang berbeda karena fokus pada perjuangan perempuan untuk keluar dari kekerasan, bukan sekadar mendampingi perjalanan hidup orang lain.
Hal inilah yang membuat proyek ini menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan kariernya di dunia perfilman Indonesia.
Kesimpulan:
Perjalanan Acha Septriasa Suamiku Lukaku menunjukkan bagaimana sebuah peran dapat memberikan dampak emosional yang mendalam, baik bagi pemain maupun penonton. Film Suamiku Lukaku tidak hanya menghadirkan cerita dramatis, tetapi juga membawa pesan penting tentang kekerasan dalam rumah tangga dan keberanian perempuan untuk keluar dari situasi tersebut.
Meski penuh tantangan, pengalaman ini menjadi salah satu momen penting dalam karier Acha Septriasa, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aktris yang mampu menghadirkan peran-peran emosional dengan sangat kuat dan autentik.
