Tuesday, February 10, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Musik

5 Film Pilihan Eagle Awards Documentary Competition 2022

Nana HasanbyNana Hasan
December 2, 2022
in Musik
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Eagle Institute Indonesia (EII) kembali menyelenggarakan Eagle Awards Documentary Competition (EADC). Kompetisi ini ditujukan bagi setiap kaum muda yang memiliki semangat kreatif dan inovatif di seluruh Indonesia.

Bekerja sama dengan Kementerian Kominfo dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mengusung tema besar Indonesia Bersinar Makin Cakap Digitall dengan memfokuskan meningkatnya literasi digital dan kecakapan digital masyarakat Indonesia.

Eagle Institute Indonesia tahun ini menerima lebih dari 150 proposal ide film dari seluruh Indonesia. Mereka melalui tahapan seleksi dari para juri independen yang terdiri dari para praktisi film, akademisi dan pegiat literasi digital.

ADVERTISEMENT
Setelah melalui proses yang panjang sejak bulan September 2022 mulai dari penyaringan peserta melalui juri baca hingga juri wawancara, terpilihlah lima ide cerita terbaik yang mendapatkan fasilitas berupa workshop pembuatan film dan pembiayaan produksi film dokumenter.

Adapun kelima film tersebut adalah:

1.    Halima Dan Perahu Bekas

Sutradara     : Rivon Paino dan Findriani Mahmud dari Puhuwato Gorontalo

Sinopsis:

Halima adalah seorang nelayan perempuan penangkap gurita yang tinggal di perkampungan atas laut Torosiaje, Gorontalo. Janda satu anak ini mencari gurita di sekitar perkampungan dengan menggunakan perahu bekas untuk menghidupi dirinya dan kedua orangtuanya yang terbaring sakit. Pahitnya kehidupan banyak Halima lalui dengan trauma ditinggalkan suami telah menjadi sebuah masa lalu bagi Halima.

Di Bajo, nelayan merupakan pekerjaan yang umum dilakukan laki-laki. Halima kemudian bergabung dengan kelompok nelayan gurita. Di sana, ia berkenalan dengan Indri dan kawan-kawannya yang melakukan pendataan dengan menggunakan aplikasi terhadap tangkapan nelayan.

2.    Lima Pare

Sutradara    : Fahmi Abdul Aziz dan Ilham Aulia dari Banten

Sinopsis:

Film ini mengangkat soal bagaimana sistem pertahanan serta kedaulatan pangan pada masyarakat Baduy di tengah perkembangan dunia digital yang semakin maju. Masih banyak sisi lain pada sistem ketahanan pangan di Baduy yang belum banyak dibicarakan, salah satunya adalah soal proses ngaseuk.

3.    Sang unggawa Laut Sumbawa

Sutradara : Harsa Perdana dan Muhammad Farhan dari Sumbawa NTB

Sinopsis :

Jabaruddin (40) atau kerap di sapa  Haren adalah seorang kapten bagang yang telah melaut sejak berumur 15 tahun. Bagi Haren, Laut Sangoro adalah sumber penghidupan utama tidak hanya bagi keluarganya tetapi juga keluarga nelayan lainnya.

Sedikitnya tangkapan ikan memberi pengaruh pada perekonomian para nelayan, sehingga tak jarang para istri-istri nelayan ini harus bekerja ekstra bahkan menjadi tenaga kerja Wanita (TKW) di luar negeri untuk mencukupi kehidupan keluarga. Seperti halnya Suharni, istri Haren yang memutuskan untuk menjadi TKW dan terpaksa berpisah dengan Haren serta ketiga anaknya selama bertahun-tahun.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin massif, juga dimanfaatkan oleh Haren. Dengan adanya koneksi internet yang dapat diakses hingga tengah laut, memudahkannya untuk memetakan potensi ikan serta memasarkannya. Kemudahan akses ini juga membuat komunikasi antara Haren dengan istrinya menjadi lebih baik, Haren selalu mencoba untuk meyakinkan sang istri agar Kembali ke Indonesia.

4.    The Flinstones Digital Rimba Bulungan

Sutradara : Anggrino Gilang Verlando dan Rohil Findiawan Mokmin dari Bulungan Kalimantan Utara

Sinopsis:

Sandi (25) seorang pemuda sekaligus ketua RT dari suku nomaden di pedalaman kalimantan memutuskan untuk memiliki hunian tetap dan beradaptasi dengan teknologi meski keterbatasan akses jaringan di hutan. Dengan kondisi hutan yang semakin mengecil dan hasil buruan sudah mulai sulit Sandi berupaya agar masyarakat yang masih tinggal di dalam hutan mendapatkan akses Kesehatan dan Pendidikan. Keinginannya ini berawal saat Sandi kehilangan 2 anaknya,].

Namun tidak semua masyarakat punan batu di hutan sajau berau merespon baik atas niatnya. Hingga akhirnya, Sandi sempat ingin memutuskan berhenti sebagai ketua RT. Sandi sebagai pemuda suku punan batu yang telah berdamai dengan keadaan purba dan modern bercita-cita agar anaknya dapat bersekolah di kota, tapi keluarganya menolak karena alasan jarak. Sandi yang khawatir akan masa depan Punan Batu hanya bisa berharap warganya yang masih tinggal di hutan Sajau Berau mendapatkan perhatian dengan tidak mengganggu kehidupan mereka di dalam hutan.

5.    Tanpa Terkecuali

Sutradara : Raka Mahandika dan M.Tritaufan Saputra dari Tangerang Selatan Banten

Sinopsis :

Menceritakan seorang tuna netra bernama Fakhry Muhammad Rosa (28) seorang content creator Youtube yang berfokus pada Teknologi dengan membuat konten review aplikasi ramah disabilitas tuna netra, review gadget dll. Kecintaannya terhadap dunia teknologi membuat fakhry kerap mengisi acara pelatihan yang rutin diselenggarakan Paradifa, Bakti Kominfo sejak 2017 dan beberapa event lainnya sampai saat ini.

Dalam kelas pelatihan Microsoft office inilah Fakhry bertemu seorang perempuan yang menjadi pujaan hatinya. Dan di sisi lain Fakhry juga menghabiskan waktunya dengan bermain music dengan teman-teman, bahkan mereka sudah beberapa menciptakan lagu mereka sendiri yang juga sering dibawakan pada pertunjukan-pertunjukan music yang mengundang grup band Fakhry dan teman-temannya.

Keterbatasan tidak membuat Fakhry dan teman-temannya putus asa dan menyerah. Mereka sering mengisi acara untuk menghibur orang banyak sebagai kontribusi mereka memberi manfaat (hiburan) dan bukan hanya penerima manfaat.

Dalam Awarding kali ini akan diumumkan juga tiga film terbaik pilihan juri yang terdiri dari Mun Jeong Hyun (Master Of Documentary dari Korea Selatan ), Inayah Wahid ( Artis Indonesia)  dan Usman Kansong (Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo) Tiga Film pemenang tersebut akan mendapatkan Piala Eagle Awards, uang tunai Puluhan juta rupiah dan Smartphone.

Kelima film terpilih tersebut juga ditayangkan di Metro TV mulai tanggal 28 dan 30 November 2022 pukul 09:30 – 10:00 WIB dan tanggal 1-2 Desember 2022 pukul 09:30 – 10:00 WIB dan 3 Desember 2022 pukul 09:05 – 09:30 WIB.

Dilansir : medcom.id
Tags: 5 Film Pilihan Eagle Awards Documentary Competition 2022Eagle Awards Documentary Competition 2022
Previous Post

Lirik dan Makna Pilu di Balik Lagu \’Back to December\’ Taylor Swift

Next Post

Julian Jacob Resmi Lamar Sang Kekasih yang Disebut Sahabat Brisia Jodie

Next Post

Julian Jacob Resmi Lamar Sang Kekasih yang Disebut Sahabat Brisia Jodie

Rain Mundur Jadi CEO Agensi, Bagaimana Nasib Artisnya?

Judika Temani Malam Penikmat Pesta di Senopati

Ahsan/Hendra Kaget ke BWF World Tour Finals

Jojo dan Ginting Ungkap Persiapan Tunggal Putra Sambut BWF World Tour Finals 2022

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
7a9a93d9 2635 4f77 A496 1e2c5ce1a983
322f6d97 7cc6 4c2a A7cb De06522bf49a
94097b76 64b1 4250 9720 9926a66bc3a2
4b4c21c5 5b52 4bc3 923c B10ecef9e5e1
90582729 Ab33 4e16 9c3f 14edefbc18d2
A378eee0 9323 4675 A80b 44ed7c56cc99
01098ce9 5c89 46df 9f47 5115303403c5
3a1f1b1e 3cf7 4de5 8c6d Ed2ec5301581
D921651a 5147 461e Ae9d C8761bc09a4f
2b3848df 7cd1 4189 Bc19 49f354c8bf80
2770ee3b 1b5f 4ddf A4e1 38f8b59a77d2
C4556d8b D24d 40b0 Bbd0 F7682fe62c96
Cb3e7859 95cd 41b5 A8d8 8d094650923b
64e9d0e9 D1be 415c Bdcf 169b65a0cfbb
194cea13 6b68 4c31 Bf16 7b07d964dac6
4b4c3d0e Cb59 40df Bd21 45cea10cc1b4
774da240 1d1b 4cb0 8642 710c2d97441b
3e9d9436 55d5 424a B93e 8f4f21b260e3
Cf74f21f F4ec 413f 9311 Ffce6b855143
C23c3178 D5f9 4ab6 970a 62930cc1c57f
812ef60a 09e8 4851 89b6 0ab4f8440d88
120508d6 763c 41d5 8493 Be9d182cbb42
C7bc4c83 5487 44b2 9450 Fc49b182b967
644ecbc4 E428 427b 9f74 69744f010f2e
167e2bc8 1cd4 49b9 B23c 96e6565a8d77
9946d51b E81c 4f29 9b8f 5634180e0da6
6aebc82c 60a1 424c Bf49 1628ba3d3f8d
6a96583b E257 4d14 8d40 33915d60c9f1
24d187a5 1c7c 4b0e 9f44 29fe228df88e
6c2cfcc4 1edd 4ffd 927d 5be0bf15440a
343f4d08 3f52 4978 Ab7a 618910ac5941
3c7ead5a 8025 4cbd 9a65 407cfd36dab5
25216bc9 250b 4dfb A705 Fb2d3278dfc6
3560bfc5 81a7 4eb0 A284 3ae3dbf8ea6a
Ebdb3040 F2ab 42c8 A902 Ff76497daa6f
B8b61c4c 3ed5 4e85 B048 2395d45032b0
25cb59d4 00b1 4b3b B8b5 D3d4b8e199b7
Be57479b 4e5e 48d8 A7f3 Ed54345c6728
Fb84e425 9cac 4335 A79b 30fa08dbebac
E6e50fbc 7fe4 478d B069 97365cf3aaea
667efe62 2bff 46db 92a8 0984ddf73e4b
Feb7a278 5689 4ac7 B45a F3162a955bf1
71fcf120 Baa3 4f88 9cb5 82459c73b763
E90741ed 2272 4000 812b 9d3bd96b621b
B5742814 201f 44da A22f Ff3924c8b43d
B5833466 Aa7d 412f 819f 42a9ce3df3f7
2442823c 8ec1 44c2 8fed F1b568f7db58
2a9998c4 21ea 403f B9af 7533b9e5d6d8
0bac5485 5895 458a 97ed Dad241c51f8f
303aefcf 85cf 4fe5 95b0 Ac665d357f12