Wednesday, July 1, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

NASA akan Bangun Kuburan di Bulan, Harga Rp176 Juta

adminsaibyadminsai
November 28, 2020
in Gaya Hidup
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

NASA tidak hanya menjelajahi ruang angkasa untuk menghimpun bahan penelitian yang bertujuan menambah ilmu pengetahuan soal antariksa. Informasi terbaru menyebut bahwa NASA tengah mempersiapkan paket pemakaman di Bulan, dan akan meluncur pada tahun 2021 mendatang.

Mengutip Space.com, NASA bekerja sama dengan perusahaan jasa pemakaman berkantor di Houston, Texas, bernama Celestis dalam penyediaan prosesi pemakaman di Bulan. Prosesi pemakaman tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Juli mendatang, mengusung nama misi Luna 2.

NASA akan mengirimkan Luna 2 ke wilayah Bulan bernama Lacus Mortis dan bertugas membawa abu jenazah yang akan dimakamkan di satelit Bumi tersebut. Sebagai informasi hingga saat ini, NASA baru mengirim satu abu jenazah manusia dan dimakamkan di Bulan, yaitu abu ilmuwan planet Eugene Shoemaker.

Abu Shoemaker diterbangkan ke Bulan pada tahun 1999, dua tahun setelah meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di padang pasir Australia. Informasi yang beredar juga menyebut bahwa layanan ini berpotensi untuk memakamkan abu jenazah yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya.

Selain itu, abu jenazah disebut lebih mudah dibawa dalam perjalanan ke ruang angkasa ketimbang jenazah umum. Abu jenazah ini akan dimakamkan dalam perangkat yang disebut sebagai Kapsul Celestis, dan akan berada di Bulan.

Dalam program promosinya, Celestis menyebut kehadiran kapsul tersebut merupakan bentuk penghormatan untuk orang-orang yang tidak pernah berhenti meraih bintang. Celestis juga berharap bahwa anggota keluarga dan rekan dari jenazah yang dimakamkan akan mengetahui bahwa orang yang mereka cintai ada di lokasi sepi pengunjung setiap kali melihat Bulan.

Paket pemakaman hasil kolaborasi NASA dan Celestis ini dibanderol dengan harga dari USD12.500 (Rp176,5 juta). Untuk penerbangan Juli 2020, NASA dilaporkan telah mengantongi daftar abu jenazah yang akan dimakamkan di Bulan.

Daftar tersebut antara lain yaitu penulis novel Space Odyssey Arthur C Clarke, ahli geologi NASA Mareta West dan skydiver Micah Couch. Misi Luna 2 juga akan membawa Peregrine Lander buatan Astrobotic yang diterbangkan dengan roket Vulcan Centaur.

Lander ini bertugas untuk menaruh abu jenazah di permukaan Bulan dan dilaporkan akan membawa enam kontainer dengan masing-masing kontainer berisi 10 hingga 13 kapsul abu jenazah.

ADVERTISEMENT

NASA tidak hanya menjelajahi ruang angkasa untuk menghimpun bahan penelitian yang bertujuan menambah ilmu pengetahuan soal antariksa. Informasi terbaru menyebut bahwa NASA tengah mempersiapkan paket pemakaman di Bulan, dan akan meluncur pada tahun 2021 mendatang.

Mengutip Space.com, NASA bekerja sama dengan perusahaan jasa pemakaman berkantor di Houston, Texas, bernama Celestis dalam penyediaan prosesi pemakaman di Bulan. Prosesi pemakaman tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Juli mendatang, mengusung nama misi Luna 2.

NASA akan mengirimkan Luna 2 ke wilayah Bulan bernama Lacus Mortis dan bertugas membawa abu jenazah yang akan dimakamkan di satelit Bumi tersebut. Sebagai informasi hingga saat ini, NASA baru mengirim satu abu jenazah manusia dan dimakamkan di Bulan, yaitu abu ilmuwan planet Eugene Shoemaker.

Abu Shoemaker diterbangkan ke Bulan pada tahun 1999, dua tahun setelah meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di padang pasir Australia. Informasi yang beredar juga menyebut bahwa layanan ini berpotensi untuk memakamkan abu jenazah yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya.

Selain itu, abu jenazah disebut lebih mudah dibawa dalam perjalanan ke ruang angkasa ketimbang jenazah umum. Abu jenazah ini akan dimakamkan dalam perangkat yang disebut sebagai Kapsul Celestis, dan akan berada di Bulan.

Dalam program promosinya, Celestis menyebut kehadiran kapsul tersebut merupakan bentuk penghormatan untuk orang-orang yang tidak pernah berhenti meraih bintang. Celestis juga berharap bahwa anggota keluarga dan rekan dari jenazah yang dimakamkan akan mengetahui bahwa orang yang mereka cintai ada di lokasi sepi pengunjung setiap kali melihat Bulan.

Paket pemakaman hasil kolaborasi NASA dan Celestis ini dibanderol dengan harga dari USD12.500 (Rp176,5 juta). Untuk penerbangan Juli 2020, NASA dilaporkan telah mengantongi daftar abu jenazah yang akan dimakamkan di Bulan.

Daftar tersebut antara lain yaitu penulis novel Space Odyssey Arthur C Clarke, ahli geologi NASA Mareta West dan skydiver Micah Couch. Misi Luna 2 juga akan membawa Peregrine Lander buatan Astrobotic yang diterbangkan dengan roket Vulcan Centaur.

Lander ini bertugas untuk menaruh abu jenazah di permukaan Bulan dan dilaporkan akan membawa enam kontainer dengan masing-masing kontainer berisi 10 hingga 13 kapsul abu jenazah.

NASA tidak hanya menjelajahi ruang angkasa untuk menghimpun bahan penelitian yang bertujuan menambah ilmu pengetahuan soal antariksa. Informasi terbaru menyebut bahwa NASA tengah mempersiapkan paket pemakaman di Bulan, dan akan meluncur pada tahun 2021 mendatang.

Mengutip Space.com, NASA bekerja sama dengan perusahaan jasa pemakaman berkantor di Houston, Texas, bernama Celestis dalam penyediaan prosesi pemakaman di Bulan. Prosesi pemakaman tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Juli mendatang, mengusung nama misi Luna 2.

NASA akan mengirimkan Luna 2 ke wilayah Bulan bernama Lacus Mortis dan bertugas membawa abu jenazah yang akan dimakamkan di satelit Bumi tersebut. Sebagai informasi hingga saat ini, NASA baru mengirim satu abu jenazah manusia dan dimakamkan di Bulan, yaitu abu ilmuwan planet Eugene Shoemaker.

Abu Shoemaker diterbangkan ke Bulan pada tahun 1999, dua tahun setelah meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di padang pasir Australia. Informasi yang beredar juga menyebut bahwa layanan ini berpotensi untuk memakamkan abu jenazah yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya.

Selain itu, abu jenazah disebut lebih mudah dibawa dalam perjalanan ke ruang angkasa ketimbang jenazah umum. Abu jenazah ini akan dimakamkan dalam perangkat yang disebut sebagai Kapsul Celestis, dan akan berada di Bulan.

Dalam program promosinya, Celestis menyebut kehadiran kapsul tersebut merupakan bentuk penghormatan untuk orang-orang yang tidak pernah berhenti meraih bintang. Celestis juga berharap bahwa anggota keluarga dan rekan dari jenazah yang dimakamkan akan mengetahui bahwa orang yang mereka cintai ada di lokasi sepi pengunjung setiap kali melihat Bulan.

Paket pemakaman hasil kolaborasi NASA dan Celestis ini dibanderol dengan harga dari USD12.500 (Rp176,5 juta). Untuk penerbangan Juli 2020, NASA dilaporkan telah mengantongi daftar abu jenazah yang akan dimakamkan di Bulan.

Daftar tersebut antara lain yaitu penulis novel Space Odyssey Arthur C Clarke, ahli geologi NASA Mareta West dan skydiver Micah Couch. Misi Luna 2 juga akan membawa Peregrine Lander buatan Astrobotic yang diterbangkan dengan roket Vulcan Centaur.

Lander ini bertugas untuk menaruh abu jenazah di permukaan Bulan dan dilaporkan akan membawa enam kontainer dengan masing-masing kontainer berisi 10 hingga 13 kapsul abu jenazah.

ADVERTISEMENT

NASA tidak hanya menjelajahi ruang angkasa untuk menghimpun bahan penelitian yang bertujuan menambah ilmu pengetahuan soal antariksa. Informasi terbaru menyebut bahwa NASA tengah mempersiapkan paket pemakaman di Bulan, dan akan meluncur pada tahun 2021 mendatang.

Mengutip Space.com, NASA bekerja sama dengan perusahaan jasa pemakaman berkantor di Houston, Texas, bernama Celestis dalam penyediaan prosesi pemakaman di Bulan. Prosesi pemakaman tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Juli mendatang, mengusung nama misi Luna 2.

NASA akan mengirimkan Luna 2 ke wilayah Bulan bernama Lacus Mortis dan bertugas membawa abu jenazah yang akan dimakamkan di satelit Bumi tersebut. Sebagai informasi hingga saat ini, NASA baru mengirim satu abu jenazah manusia dan dimakamkan di Bulan, yaitu abu ilmuwan planet Eugene Shoemaker.

Abu Shoemaker diterbangkan ke Bulan pada tahun 1999, dua tahun setelah meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di padang pasir Australia. Informasi yang beredar juga menyebut bahwa layanan ini berpotensi untuk memakamkan abu jenazah yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya.

Selain itu, abu jenazah disebut lebih mudah dibawa dalam perjalanan ke ruang angkasa ketimbang jenazah umum. Abu jenazah ini akan dimakamkan dalam perangkat yang disebut sebagai Kapsul Celestis, dan akan berada di Bulan.

Dalam program promosinya, Celestis menyebut kehadiran kapsul tersebut merupakan bentuk penghormatan untuk orang-orang yang tidak pernah berhenti meraih bintang. Celestis juga berharap bahwa anggota keluarga dan rekan dari jenazah yang dimakamkan akan mengetahui bahwa orang yang mereka cintai ada di lokasi sepi pengunjung setiap kali melihat Bulan.

Paket pemakaman hasil kolaborasi NASA dan Celestis ini dibanderol dengan harga dari USD12.500 (Rp176,5 juta). Untuk penerbangan Juli 2020, NASA dilaporkan telah mengantongi daftar abu jenazah yang akan dimakamkan di Bulan.

Daftar tersebut antara lain yaitu penulis novel Space Odyssey Arthur C Clarke, ahli geologi NASA Mareta West dan skydiver Micah Couch. Misi Luna 2 juga akan membawa Peregrine Lander buatan Astrobotic yang diterbangkan dengan roket Vulcan Centaur.

Lander ini bertugas untuk menaruh abu jenazah di permukaan Bulan dan dilaporkan akan membawa enam kontainer dengan masing-masing kontainer berisi 10 hingga 13 kapsul abu jenazah.

Tags: bulankuburanNASAradioradiosai
Previous Post

Bebas Jalani Hukuman, Dwi Sasono Terharu

Next Post

Google Hapus Layanan Video Call di Hangouts

Next Post

Google Hapus Layanan Video Call di Hangouts

Di Tengah Tantangan Masa Pandemi, Para Penyelenggara Acara Bentuk Forum Backstagers Indonesia

Rinni Wulandari Menangis saat Buat Lagu Takut Nanti Rindu

10 Penyanyi Terbaik di APAN Music Awards 2020

BTS dan Blackpink Masuk Nominasi Person of The Year Majalah TIME 2020

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
rolex daytona chronograph replica9599 rolex replica 11 watch 101457 replica iwc mkf mark xviii le petit prince blue dial ss bracelet a28924526 patek philippe aquanaut 5164a high quality replica watch8026 rolex datejust gold replica1929 hublot spirit of big bang chronograph 45 mm textured rubber strap 5401a4ec richard mille replica 11 watch rm35 01 full carbon super light5708 hublot classic fusion replica watch ceramic carbon dial leather strap1693 tag heuer replica watch carrera chronograph tourbillon automatic 45 mm ceramic replica rolex datejust 41mm 126333 yg wrapped white dial ss yg jubilee bracelet a28245801 omega seamaster planet ocean replica watch8707 omega replica 11 watch 29230 hublot big bang sang bleu 45mm automatic men s watch rolex datejust oyster perpetual 114200 oyster replica4581 hublot spirit of big bang chronograph 45 mm textured rubber strap rolex diw daytona carbon emerald 40mm oyster carbon replica rolex datejust 41mm 126331 noob rg wrapped rg dial diamonds markers ss rg bracelet a28362648 omega seamaster planet ocean worldtimer imitation watches black ceramic rubber strap3783 replica watches panerai luminor marina tuttogrigio 44mm pam02662 rolex datejust replica watch flower dial with diamond bezel6207 do-you-lose-weight-while-on-your-period probiotics-help-you-lose-weight how-can-i-lose-weight-by-walking best-berberine-supplement-tested gold-whey-protein-isolate can-you-buy-tirzepatide-in-mexico-pharmacy exercise-plan-to-lose-weight-in-2-months rollerblading-lose-weight best-shake-to-lose-weight how-to-lose-weight-at-40-woman