Thursday, February 5, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Penyakit Usus yang Perlu Diwaspadai demi Kesehatan

Nana HasanbyNana Hasan
January 28, 2022
in Kesehatan
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Sistem pencernaan dalam tubuh memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan agar tetap optimal. Jika ada salah satu organ pencernaan bermasalah atau terganggu dikarenakan terserang penyakit maka akan mempengaruhi kerja sistem pencernaan.
Berikut penyakit usus yang perlu diwaspadai demi kesehatan tubuh.

Dampak dari gangguan atau penyakit di saluran pencernaan, khususnya di usus, mampu menghambat penyerapan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Itu juga memberikan risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit dan tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Intoleransi makanan
Gangguan sistem saluran pencernaan yang paling sering ditemukan adalah yang disebabkan oleh intoleransi makanan. Kondisi intoleransi makanan adalah respons sistem pencernaan manusia ketika ada makanan atau minuman yang tidak dapat dicerna masuk ke dalam tubuh.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini berbeda dengan alergi makanan karena pada kasus alergi makanan sistem kekebalan tubuh manusia akan bereaksi dan melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, salah satunya adalah makanan atau minuman, yang dianggap berbahaya.

Intoleransi laktosa adalah salah satu contoh intoleransi makanan yang dialami oleh manusia di mana ketidakmampuan usus untuk mencerna laktosa dari susu disebabkan oleh tidak adanya enzim laktase untuk mencerna dan mengubah laktosa, salah satu jenis karbohidrat disakarida, menjadi bentuk lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.

Menurut penjelasan ahli gizi Arif Sabta Aji dalam siaran pers Milklife #BeraniMinumSusu, kasus intoleransi laktosa banyak ditemukan di Indonesia. Bahkan pada tingkat Asia, memiliki kecenderungan lebih berisiko untuk mengalami intoleransi laktosa.

Diperkirakan di Asia Tenggara termasuk Indonesia, sekitar 80 persen penduduknya mengalami intoleransi laktosa. Sementara di Eropa, prosentase penderita intoleransi laktosa pada ras kaukasia lebih rendah sekitar 25 persen.

\”Hal ini disebabkan, karena faktor genetis keturunan di mana secara budaya konsumsi susu orang Asia lebih lama menerima kebiasaan minum susu sapi jika dibandingkan dengan orang Eropa,\” papar Arif.

Tingginya konsumsi susu di Eropa disebabkan karena mereka tinggal di geografis yang lebih jarang terkena paparan sinar matahari sehingga anjuran cukup konsumsi susu
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dan zat gizi lainnya.

Berbeda dengan orang yang tinggal lebih dekat dengan garis khatulistiwa karena lebih banyak terpapar sinar matahari. Kondisi ini menyebabkan masih belum banyak orang yang memiliki enzim laktase yang cukup untuk mampu mencerna laktosa dari susu.

Menurut Arif, banyak gejala yang ditimbulkan dari intoleransi laktosa terhadap fungsi pencernaan dan kesehatan manusia seperti perut kembung, sakit perut, diare, dan muntah.

\”Kondisi tersebut sering dialami penderita intoleransi laktosa selama 30 menit sampai dua jam setelah konsumsi susu. Jika setelah konsumsi susu dan produk susu
olahan lainnya membuat perut kembung, kemungkinan akan mengalami sakit perut atau diare,\” paparnya.

\”Gejala ini merupakan indikator bahwa tubuh mengalami gangguan fungsi pencernaan terhadap makanan tertentu\” tambah Arif.

Selain itu, Arif mengatakan, pada akhirnya tubuh akan mengalami kelelahan dikarenakan gejala yang ditimbulkan ketika mengalami intoleransi laktosa.

Oleh karena itu, solusi untuk menghindari efek dan gejala yang ditimbulkan oleh intoleransi laktosa adalah dengan mengurangi konsumsi bahan makanan yang mengandung laktosa dengan mengganti produk minuman susu dengan produk minuman susu yang bebas laktosa.

Konsumsi produk olahan susu lainnya juga bisa menjadi alternatif karena jumlah laktosanya sudah tidak sebanyak produk susu sapi tanpa olahan.

Orang yang mengalami intoleransi laktosa dan dengan sengaja menghindari konsumsi susu akan berisiko mengalami defisiensi pada zat gizi tertentu seperti kalsium, vitamin D, vitamin B12, dan protein.

Intoleransi laktosa tidak dapat dicegah, tetapi gejala dari intoleransi laktosa dapat dicegah dengan mengonsumsi produk susu bebas laktosa.

Dilansir dari: cnnindonesia.com

Tags: kesehatanPenyakit Usus
Previous Post

Cara Daftar Vaksin Booster Gratis di PeduliLindungi

Next Post

Viral Tantangan Nationality Challenge, ini Cara Menggunakan Aplikasi FacePlay

Next Post

Viral Tantangan Nationality Challenge, ini Cara Menggunakan Aplikasi FacePlay

Apakah Makan Kiwi Bisa dengan Kulitnya?

DJ Indah Cleo Terbakar Satu Ruangan Bersama Belasan Korban Bentrokan Sorong

Alami OCD Akut, Aliando Syarief Merasa Kena Karma

HIVI! Ajak Rendy Pandugo hingga Juicy Luicy di Konser 13 Tahun Berkarya

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
8e3736c1 4dbd 4cc5 8614 010e3fa5b4e5
20f72293 3d9f 4e1b Ae0e F3e7f6898634
E8270420 Ba6b 4bb1 9379 8a94b24ec109
E03df4ff B226 4677 B7c5 249b5690760d
2297cadb F8c5 430a 8367 5525c1cb9973
C3cfdc57 9bae 44ce 8653 D6ef4609098c
19e7735d B301 464c 81c8 D5a419efa6d6
F17f8f4b 80a6 4b86 91bf 567cb1199662
0806a2db 466c 4b87 84a5 E1ffb7d2e8fe
7d7b39e6 7d3f 4c4d Ad48 E4eb11067199
Ad5502fb 80db 4f4d B68f 0f46774fadce
Fbbeddc5 E971 42ba 802e 2935a588ffcd
9b3e5452 6dda 4a94 B0d3 1470dd6e61c4
7c78acc3 A923 45b8 A598 D8a974f5a50c
Bbc4ead8 D658 4bb7 9b14 762cc4a87065
D5c22f2b Cd68 4579 8904 8b22be6f3bd6
F76af818 6f1c 45d4 Aeb8 70ae0467592a
5eca2eff 1007 4849 8be8 B5de118b6e77
169c8057 Acd0 46eb 880d D83c6636215a
4533426d D8ff 4d60 B00b 245222feec22
6f9caaf8 Ce42 4574 9377 Ccd1f79bf77a
Faab7c8d 139c 4c63 9f81 646e774797f4
404dbdcf 1f71 400f 8a51 7b4ed35472ed
004a66e8 0b12 4114 90be 250e9b22b257
729308ec 6400 4c45 Adb3 9e922808923b
E9ddacfe 3e46 4826 8e07 Aab0db49c81b
9809c488 5b19 4feb 87fd 21da50b2c4dc
96be1cc3 7ae1 4276 9cd7 5952689e6214
6e11ca6b 0959 4ed1 86d0 3a3cf1bfdd08
9b6910af D1d3 4ca1 975a 59e4d732f6d2
4bba401c 80bf 4cd9 9f37 Bcd248e1d810
Daca0416 1208 47d1 B0ad 6933f96cfa96
A990452f E7a4 4efb Ad5c 3f708f20e012
1448dc0a 0762 4c9e 9230 796f3861953c
0986bc9a 97ed 4b64 9a25 Fa3eea473c55
50e7e172 C471 4b15 A282 960a6fbf586c
D7220d0b C56b 4207 Abf6 4c8d25b1b650
901eb571 107d 4803 Bd04 29668d6c1dde
0e2f0515 40d9 446f A029 40d084ffffbc
0669b9fe 8a35 4bd9 Ad76 30978e913334
2442823c 8ec1 44c2 8fed F1b568f7db58
779cb60a F5d3 44b9 B669 Dc3998287c0f
Ab18b1a4 Faf2 40a9 B408 88cbbd8c3070
D55427d1 D27f 4287 B91e B87fe746ddde
046fc8fe 9972 4927 A0c8 06a3fe5ba33c
8080f2aa 2bf0 4b7b 8659 3599da927031
Af0501b8 F4c2 434f Ac4f 55e533d3ae54
D26d5e93 0999 4c29 83ef F87f84759bd8
1160621e 0a17 458a 9a22 8cccdc8b0dea
0c1ef380 8778 4816 A600 B30d58c98242