Jakarta: Maestro Tari Legong Bali, Ayu Bulantrisna Djelantik, tutup usia. Ia mengembuskan napas terakhir di RS Siloam Jakarta, pada Rabu, 24 Februari 2021 pukul 00.30 WIB.
Bulan meninggal dunia pada usia 74 tahun. Penyebabnya, diduga karena kanker pankreas yang dideritanya. Kabar duka ini diumumkan oleh sejumlah kerabatnya.
\”RIP (Rest in Peace) Bulantrisna Djelantik,\” tulis Fotografer Senior Arbain Rambey di akun Twitter miliknya.
Kabar duka juga disampaikan oleh salah satu Pianis Tanah Air, Ananda Sukarlan. Ia menyatakan bahwa Bulan sempat memiliki rencana menjalani pengobatan di Negeri Sakura, namun Tuhan telah memanggilnya.
\”Turut berduka cita atas wafatnya maestra tari Indonesia, Ibu Bulantrisna Djelantik. Berita saya terima pukul 01.00 dini hari tadi. RIP Ibu #bulantrisnadjelantik,\” cuit Ananda Sukarlan.
Selain menjadi maestro tari tradisional, Bulantrisna juga merupakan dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan). Juga menjadi pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.
Ia telah menggeluti seni tari sejak berusia 7 tahun. Tak hanya menari untuk kepuasan dirinya sendiri, Bulan juga membagikan ilmu tarinya kepada orang lain sejak usianya remaja.
Bakat yang dimilikinya diturunkan dari sang kakek, Ida Anak Agung Anglurah Djelantik, yang merupakan Raja terakhir di Kerajaan Karangasem. Bakat menari Bulan luar biasa. Bahkan, pada usia 10 tahun, ia pernah menari di hadapan Presiden Soekarno, di Istana Negara.
Dilansir dari: medcom.id