Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang diwaspadai diseluruh dunia, karena dapat menyebabkan komplikasi penyakit dalam. Dan ternyata mengurangi asupan garam pun ternyata belum cukup menghindari hipertensi.
Kebanyakan dari kita berkata memang pemicu hipertensi adalah asupan garam yang tinggi. Padahal, bukan hanya itu saja. Banyak faktor-faktor lain yang menjadi penyebab, seperti gaya hidup dan faktor turunan.
Hal ini diungkapkan oleh dr. Tunggul D. Situmorang, SpPD-KGH, Past President InaSH (Indonesian Society of Hypertension) sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Asupan garam bukan satu-satunya pemicu, sehingga kita perlu melihat kepada faktor lainnya yang harus dilakukan.
Baca juga : Tidur Cukup Penting Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
\”Jadi dengan hanya membatasi konsumsi garam itu tidak cukup untuk mencegah penyakit hipertensi. Karena banyak faktor yang harus diperhatikan,\” kata dr. Tunggul dalam Konferensi Pers #BeatHypertension dari Tropicana Slim, Rabu, 16 Mei 2023.
Ternyata salah satu faktor pemicu hipertensi adalah faktor keturunan. Memiliki keluarga pengidap hipertensi bisa menjadi acuan kita untuk selalu waspada termasuk selalu rutin melakukan pengecekan tekanan darah.
Baca juga : 6 Manfaat Minum Teh Tawar Hangat untuk Kesehatan
\”Memiliki keluarga yang mengidap hipertensi juga meningkatkan risiko. Jadi harus memperhatikan keseluruhannya,\” lanjut dr. Tunggul.
Selain faktor keturunan, obesitas perlu juga diperhatikan sebab, keadaan ini memang bisa memicu datangnya hipertensi. Dokter pun menyarankan untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat, khususnya pada penyandang obesitas.
\”Kalau misalnya gemuk, jadi bukan hanya garam saja. Perlu rutin olahraga juga salah satu pencegahannya,\” saran dr. Tunggul.
Hipertensi sejatinya dapat dicegah. Pencegahan menurut dr. Tunggul sendiri merujuk kepada gaya hidup yang sehat. Adapun hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah hipertensi, antara lain:
– Mengurangi asupan garam.
– Makan makanan sehat dan bernutrisi.
– Melakukan olahraga.
– Berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol.
– Rutin melakukan cek tekanan darah.
\”Harus disadari sebenarnya hipertensi bisa dicegah. Kalau sudah didiagnosis hipertensi bisa dikendalikan karena bisa merusak semua organ yang punya pembuluh darah, organ vital jantung, ginjal, otak, mata, pembuluh darah semua kena. Kalau semua kena untuk mengembalikannya tidak bisa,\” pungkas dr. Tunggul.