Menghadapi hubungan yang gagal, kehilangan keseimbangan saat menyampaikan presentasi penting, mengalami momen jatuh di depan banyak orang, atau mengalami pengalaman hidup yang traumatis, semuanya bisa menjadi kenangan buruk atau memori yang sulit untuk dilupakan.
Kehidupan kita adalah hasil dari perjalanan yang penuh warna, dari saat-saat baik hingga yang buruk, dari kebahagiaan hingga kesedihan. Dan kita semua pasti pernah mengalami momen buruk yang terasa sulit untuk dilupakan.
Menurut pandangan psikolog klinis, Dr. Kamna Chhibber dan Dr. Jyoti Kapoor, Pendiri-Direktur dan Psikiater Senior dari Manasthali, mengenang momen buruk di masa lalu dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik seperti sakit kepala, stres, berkeringat, bahkan sakit perut, serta menguras energi tubuh.
Perasaan ini tentu saja tidak menyenangkan, dan satu pemicu saja bisa memicu kembali kenangan yang tidak diinginkan.
Ya, membebaskan diri dari kenangan buruk tidak semudah itu, tapi kamu dapat berinvestasi pada diri sendiri untuk mengubah cara pandang tentang hidup dan membangun masa depan yang lebih sehat melalui kebiasaan baik.
Kamu bisa mengadopsi pola pikir yang berkembang dan tetap teguh dalam menghadapi segala pengalaman yang ditawarkan hidup. Atau kamu bisa memilih untuk tetap stagnan dengan pola pikir yang lama.
Cara Lupakan Kenangan buruk
1.Belajar dari pengalaman
Momen buruk dalam hidup datang untuk mengajarkan sesuatu. “Mengatakan selamat tinggal pada pengalaman yang tidak menyenangkan bukanlah hal yang mudah. Sebaliknya, buka dirimu, dan cobalah untuk belajar dari pengalaman itu daripada membiarkannya mengendalikan hidupmu,” tegas Dr. Chhibber, seperti yang dilansir dari Health Shots. Penting untuk memberi diri waktu untuk merefleksikan pengalaman secara obyektif terlebih dahulu.
2. Fokus pada apa yang kamu miliki saat ini
Fokuslah pada hal-hal yang ada di sekitarmu saat ini. Perhatikan hal-hal baik dalam hidupmu saat ini. Rasa energi positif dari orang-orang yang mendukungmu. Seiring berjalannya waktu, kenangan buruk itu akan mulai memudar ketika pengalaman baru datang dalam hidupmu.
3. Akui dan terima emosi diri
“Mulailah dengan mengakui emosi yang terkait dengan kenangan buruk tersebut. Merasa kesal, marah, atau sakit hati itu wajar,” jelas Dr. Kapoor. Biarkan dirimu merasakan emosi ini tanpa menghakimi diri sendiri. Sadarilah bahwa tidak apa-apa untuk merasa seperti ini dan ambil langkah pertama menuju penyembuhan.
4. Latihlah kasih sayang pada diri sendiri
Berbaik hatilah pada dirimu sendiri selama proses berlangsung. Pahami bahwa setiap orang melakukan kesalahan atau menghadapi situasi sulit. Perlakukan dirimu dengan penuh kasih sayang dan hindari menyalahkan diri sendiri. Ingatkan dirimu bahwa kamu berhak maju dan menjalani kehidupan yang memuaskan.
5. Cari dukungan
Hubungi teman yang bisa dipercaya, anggota keluarga, atau terapis yang bisa diajak berbicara tentang perasaanmu. Berbicara mengenai pengalamanmu dengan seseorang yang bisa memberikan panduan dan empati bisa sangat membantu. “Mereka dapat memberikan perspektif baru dan mendukung perjalanan penyembuhanmu,” tambah Dr. Kapoor.
Dengan cara-cara di atas, diharapkan kamu bisa melupakan masa lalu yang pahit dan menyambut masa depan yang lebih baik. Ingat, kamu berhak bahagia, dan bahagia itu bisa kamu ciptakan sendiri.



