Monday, January 19, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Film

Angga Sasongko Menjaga Nyawa Sinema Selama Pandemi

Nana HasanbyNana Hasan
February 20, 2021
in Film
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Pandemi covid-19 berdampak pada banyak sektor, termasuk industri perfilman Indonesia. Namun, Founder dan CEO Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko, melakukan sejumlah upaya dalam menghidupkan karya film.

Kondisi pandemi covid-19 sendiri diakuinya tak pernah terbayangkan akan terjadi dan berdampak sebesar ini. Upaya mencari ide brilian untuk menghadapi wabah penyakit pun bukan hal yang mudah.

\”Ini pengalaman yang kalau boleh dibilang, kalau bisa ini mimpi saja enggak kejadian benaran gitu ya. Tapi ya ini kejadian, dan enggak ada satu pun dari kita pernah mengalaminya dan tahu cara gimana cara keluar dengan cepat,\” ujar Angga, sapaannya, dalam Ngobras Medcom.id.

ADVERTISEMENT

\”Jadi yang kita lakukan sekarang ya surviving saja. Tapi bukan dengan cara berdiam diri, tapi berusaha untuk tetap produktif, kreatif, dan melakukan apa pun yang bisa kami lakukan supaya situasi yang luar biasa menyulitkan ini jadi opportunity,\” tambahnya.

Putar Otak

Filmmaker harus memutar otak dalam menghadapi pandemi covid-19. Apalagi, pandemi mengakibatkan proses pemutaran film di bioskop menjadi berbeda dibandingkan sebelumnya, bahkan mengalami hambatan.

Meskipun beberapa biskop telah dibuka, namun sejumlah masyarakat masih takut atau tidak bisa menonton film di bioskop. Di sisi lain, distribusi film yang paling besar ialah melalui penayangan di bioskop.

Bioskop juga merupakan tempat di mana orang bisa menikmati karya filmmaker dengan maksimal, karena tersedianya layar yang besar dan sound system yang mumpuni.

\”Waktu bioskop harus tutup misalnya di tahun lalu, sekarang juga terpaksa beroperasi dengan keterbatasan-keterbatasan, yang bisa kami lakukan sebenarnya cuma dua. Pertama, mencari pola distribusi sementara, berinovasi lewat digital,\” jelasnya.

Angga memaparkan bahwa Visinema Pictures berinovasi dengan membuat Bioskop Online, yakni situs menonton film yang legal. Pihaknya pun berharap agar Bioskop Online tidak sekedar subtitusi saat pandemi, namun juga menjadi alternatif untuk melengkapi bioskop konvensional.

\”Kedua, tetap produktif tetap bikin film bahwa bioskop akan recovery cepat. Kami baru selesai bikin film Filosofi Kopi yang ketiga, Visinema juga baru selesai produksi film horor pertamanya Visinema dan kemarin baru selesai syuting Keluarga Cemara 2. Jadi walaupun pandemi, kami berusaha tetap berinovasi dan produktif,\” paparnya.

Perbedaan Syuting Saat Pandemi

Menurut Angga, secara kreatif tidak banyak yang perlu ia sesuaikan. Sebab, pihaknya memproduksi film di sekitar Sukabumi, lokasi yang bisa dilokalisasi, dalam hal ini ramah untuk penerapan karantina mandiri saat pandemi.

\”Film \”Filosofi Kopi 3\” kami membuatnya ada action, 70 persen di dalam hutan, sehingga waktu syuting kita bisa karantina. Yang paling berpengaruh adalah protokol kesehatan yang ketat saat syuting. Kita mengkarantina seluruh kru kita dari awal sampai habis,\” akunya.

Begitu juga untuk proses syuting film \”Keluarga Cemara 2\” yang semuanya dikerjakan di sekitaran Puncak, Bogor. Angga menekankan, seluruh kru dan pemeran film ini melakukan karantina di lokasi syuting. Mereka tidak dibolehkan pergi dari lokasi sebelum syuting film benar-benar berakhir.

Sedangkan film \”Story of Kale: When Someone in Love\”, pembuatannya di sekitar Bogor. Selain itu, film horor Visinema yang baru juga syuting di suatu tempat di Yogyakarta.

Biaya Produksi Lebih Besar

\”Kita sediakan fasilitas, mulai dari transportasi, akomodasi, dokter jaga, tes secara berkala seminggu bisa dua kali tes (untuk memastikan status covid-19),\” ungkapnya.

Biaya produksi pun berbeda dibandingkan proses syuting sebelum terjadinya pandemi covid-19. Tentunya, biaya produksi menjadi lebih besar, karena dilakukannya tes kesehatan secara berkala dan keperluan lainnya.

\”Waduh, pusing sih. Kalau mikirin biaya ya tentunya dengan pandemi ini biaya produksi jauh lebih mahal. Makanya yang paling menyakitkan adalah ketika kami syuting dengan biaya yang jauh lebih mahal, risikonya tinggi, ada di dalam proses pembuatan film gitu. Waktu sudah rilis teenyata filmnya dibajak. Aduh!\” pungkasnya.

Dilansir dari: medcom.id

Tags: covid19filmpandemiproduksi filmSinema
Previous Post

Rawon Dinobatkan Jadi Sup Terbaik di Asia

Next Post

Followers Bertahan di Angka 1,7 Juta, Ternyata Ini Trik Licik Si Dayana

Next Post

Followers Bertahan di Angka 1,7 Juta, Ternyata Ini Trik Licik Si Dayana

Eksplorasi Musik, Coldiac Rilis \"Sampaikan\" Versi Akustik

Eksplorasi Musik, Coldiac Rilis \"Sampaikan\" Versi Akustik

Eksplorasi Musik, Coldiac Rilis \"Sampaikan\" Versi Akustik

Eksplorasi Musik, Coldiac Rilis \"Sampaikan\" Versi Akustik

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • SOSOK
  • TEKNOLOGI
  • NEWS
  • PROFIL
  • HUBUNGI KAMI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
bvlgari tubogas series bracelet8594 neverfull gm m40990 8c750e20 eternal n5 ring1331 cor baroque belt buckle reversible leather strap 24 mm 118339 panthere de cartier necklace2042 hermes special order hss birkin 25 gold and jaune ambre togo brushed gold hardware hermes kelly pochette rose pourpre swift palladium hardware olympe ear clip small model 114228 fendi baguette mini bag embroidered with denim effect light blue sequins3486 louis vuitton twist pm m247584593 baguette 28532 gucci diana small tote bag 8 juste un clou pendant diamonds 35813 hermes birkin 30 nata clemence palladium hardware gucci horsebit 1955 mini rounded bag carryall pm m24707 serpenti viper bracelet 39547 farandole pendant small model 23554 louis vuitton pochette metis east west m127352042 amulettes constance bracelet 33863 pre owned hermes birkin 30 rose jaipur clemence palladium hardware blossom mm m21851 78196b63 small padded re nylon shoulder bag 29120 clic clac h jour de casting bracelet1144 toy lock ring enamel bracelet 43622 ysl jamie 4 3 in suede 21065 h equestre belt buckle reversible leather strap 24 mm 108488 olympe ear clip small model1480 large zipped wallet cuir triomphe in smooth calfskin tan8780 croisiere single loop bracelet 21998 mini pop h necklace 92744 hermes birkin 25 bleu nuit togo gold hardware 3 h infini belt buckle reversible leather strap 24 mm 544581 comete chevron bracelet8143 chanel as4654 mini trendy cc flap bag turquoise lambskin light gold hardware3654 pre owned hermes birkin 35 bubblegum togo palladium hardware vintage alhambra earrings 24329 ysl envelope small in quilted grain de poudre embossed leather 56885 dior small lady d joy bag handbags 41433 clic clac h brides de gala applique pique bracelet8327 gg emblem medium tote bag 2 7e504d27 chaine dancre contour bracelet medium model8127 lv x tm coussin pm3264 dior large dior book tote 42cm 51343 h torsade belt buckle reversible leather strap 24 mm 393905 chaine dancre contour bracelet medium model5235 fendi baguette ice white selleria bag with 612 hand sewn topstitches6682 mini clous ring large model9438 louis vuitton carryall pm m466738562 hermes constance 18 magnolia chevre palladium hardware 1