Thursday, October 1, 2026
  • Login
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Radio SAI 100FM
No Result
View All Result
Home Teknologi

Denda TikTok Capai Rp 5,3 Triliun, Ada Aturan Baru untuk Remaja di Alabama

cecilbycecil
September 30, 2026
in Teknologi
Denda TikTok Capai Rp 5,3 Triliun, Ada Aturan Baru untuk Remaja di Alabama

Ilustrasi Aplikasi TikTok Credit: freepik.com

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
SAI100FM.ID – Denda TikTok dalam penyelesaian perkara hukum di Alabama, Amerika Serikat, dapat mencapai US$300 juta atau sekitar Rp5,3 triliun. Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri gugatan yang diajukan pemerintah Alabama terhadap platform media sosial milik ByteDance tersebut.

Dalam penyelesaian yang diumumkan pada 25 September 2026, TikTok diwajibkan membayar sedikitnya US$100 juta kepada negara bagian Alabama. Nilainya dapat meningkat hingga US$300 juta apabila persyaratan tertentu dalam kesepakatan terpenuhi. Selain pembayaran tersebut, TikTok juga harus menerapkan sejumlah fitur keselamatan baru yang ditujukan untuk melindungi pengguna anak-anak dan remaja.

Kesepakatan ini tidak hanya berkaitan dengan pembayaran uang. TikTok juga harus mengubah sejumlah aspek pengalaman penggunaan aplikasinya bagi pengguna muda di Alabama. Mulai dari pembatasan waktu penggunaan, pengaturan akses pada malam hari, hingga peningkatan sistem verifikasi usia.

Gugatan Alabama sebelumnya menuduh TikTok menggunakan fitur yang mendorong penggunaan aplikasi secara berlebihan, mengekspos pengguna muda pada risiko kesehatan mental, serta memberikan informasi yang dianggap menyesatkan mengenai keamanan platform. Tuduhan tersebut merupakan bagian dari perkara yang kini diselesaikan melalui kesepakatan tersebut.

Denda TikTok Disertai Batas Penggunaan Dua Jam per Hari
Salah satu ketentuan yang paling menonjol dalam kesepakatan tersebut adalah pembatasan waktu penggunaan TikTok bagi anak-anak dan remaja di Alabama.

TikTok diwajibkan menerapkan batas penggunaan maksimal dua jam setiap hari. Orang tua juga mendapatkan kendali tambahan untuk menetapkan batas waktu yang lebih singkat melalui fitur kontrol orang tua.

Aturan tersebut dirancang untuk membantu keluarga mengatur durasi penggunaan aplikasi. Dengan adanya batas waktu, pengguna muda tidak dapat terus menggunakan TikTok tanpa batas seperti sebelumnya.

Selain pembatasan harian, TikTok juga harus menerapkan fitur yang disebut productive pauses. Fitur tersebut akan memberikan jeda kepada pengguna setelah menggunakan aplikasi selama 15 menit secara terus-menerus. Pengingat serupa kemudian diberikan kembali pada menit ke-60 dan ke-90.Mekanisme ini dimaksudkan untuk menginterupsi penggunaan aplikasi secara terus-menerus, terutama aktivitas menggulir konten tanpa henti.

Dengan demikian, kesepakatan Alabama tidak hanya menetapkan batas total waktu penggunaan, tetapi juga mengharuskan adanya pengingat selama pengguna masih aktif menggunakan aplikasi.

TikTok Membatasi Akses pada Tengah Malam

Perubahan lainnya berkaitan dengan waktu penggunaan pada malam hari. Berdasarkan kesepakatan tersebut, akses pengguna muda ke TikTok akan dibatasi mulai pukul 00.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Pembatasan tersebut juga mencakup fitur pesan langsung dan notifikasi push pada periode tertentu. Pemerintah Alabama menyatakan aturan ini menjadi bagian dari rangkaian perlindungan tambahan bagi pengguna anak dan remaja.

Pembatasan waktu malam membuat aktivitas TikTok tidak lagi berlangsung seperti biasa sepanjang hari bagi kelompok pengguna yang tercakup dalam aturan tersebut.

Selain periode malam, kesepakatan juga memuat pembatasan tertentu terhadap notifikasi dan akses selama jam sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa aturan baru tidak hanya berfokus pada jumlah waktu yang dihabiskan di aplikasi, tetapi juga kapan pengguna muda dapat menerima gangguan dari platform.

Verifikasi Usia Akan Diperkuat

Kesepakatan Alabama juga mewajibkan TikTok memperkuat sistem age assurance atau mekanisme untuk memastikan usia pengguna.

Verifikasi usia menjadi bagian penting karena sejumlah aturan baru memang ditujukan secara khusus kepada anak-anak dan remaja. Tanpa sistem yang mampu mengidentifikasi kelompok usia secara lebih baik, pembatasan tersebut akan sulit diterapkan secara tepat.

TikTok juga diwajibkan meningkatkan perlindungan terhadap akun remaja. Salah satu ketentuannya adalah membuat akun remaja lebih sulit ditemukan oleh pengguna dewasa.

Selain itu, orang tua akan mendapatkan pemberitahuan apabila sistem mendeteksi adanya interaksi mencurigakan antara akun remaja dan pengguna dewasa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan terhadap interaksi di dalam platform.

Filter Kecantikan Dilarang untuk Pengguna Remaja
Aturan baru juga menyentuh fitur visual yang tersedia di TikTok. Penggunaan cosmetic filters atau filter kecantikan akan dilarang bagi pengguna remaja yang tercakup dalam kesepakatan.

Filter semacam ini dapat mengubah tampilan wajah atau penampilan seseorang ketika membuat maupun melihat konten. Dalam kesepakatan Alabama, fitur tersebut menjadi salah satu aspek yang dibatasi sebagai bagian dari perlindungan pengguna muda.

TikTok juga diwajibkan menyediakan feed bawaan yang tidak dipersonalisasi berdasarkan algoritma untuk pengguna remaja.

Artinya, pengguna muda akan mendapatkan pilihan tampilan awal yang tidak sepenuhnya dibentuk berdasarkan sistem rekomendasi personal. Ketentuan tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam pengalaman penggunaan TikTok bagi kelompok usia tersebut.

Orang Tua Mendapat Kendali Lebih Besar
Kesepakatan tersebut turut memperkuat peran orang tua dalam mengawasi penggunaan TikTok oleh anak-anak mereka.

Selain dapat menetapkan batas waktu penggunaan yang lebih pendek dari ketentuan dua jam, orang tua mendapatkan kontrol yang lebih mudah digunakan untuk mengatur aktivitas anak di platform.

Langkah ini memberikan ruang bagi keluarga untuk menentukan aturan penggunaan sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, batas dua jam menjadi batas yang ditetapkan dalam kesepakatan, sementara orang tua masih dapat menerapkan pembatasan yang lebih ketat.

TikTok juga diwajibkan meningkatkan fitur keselamatan dan kontrol orang tua sebagai bagian dari penyelesaian perkara tersebut.

Kesepakatan Hanya Berlaku di Alabama
Perlu dicatat bahwa aturan khusus dalam kesepakatan ini berlaku untuk pengguna anak-anak dan remaja di Alabama. Ketentuan tersebut tidak secara otomatis menjadi aturan yang berlaku untuk seluruh pengguna TikTok di Amerika Serikat atau di negara lain.

Penyelesaian ini merupakan hasil perkara antara pemerintah Alabama dan TikTok. Menurut kantor Jaksa Agung Alabama, kesepakatan tersebut menjadi penyelesaian pertama di tingkat negara bagian yang dimaksudkan untuk menyelesaikan kasus Alabama terhadap TikTok.

TikTok sendiri menyatakan komitmennya untuk meningkatkan fitur keselamatan bagi pengguna muda sebagai bagian dari penyelesaian tersebut.

Perkara Alabama juga menjadi bagian dari rangkaian tekanan hukum yang lebih luas terhadap perusahaan media sosial mengenai perlindungan anak dan remaja di internet. Sebelumnya, Alabama juga mencapai penyelesaian dengan perusahaan teknologi lain terkait isu keselamatan pengguna muda.

Apa Dampaknya bagi Pengguna TikTok Muda?
Bagi pengguna anak-anak dan remaja di Alabama, kesepakatan ini berpotensi mengubah cara mereka menggunakan TikTok sehari-hari.

Mereka akan menghadapi batas waktu penggunaan, pengingat untuk beristirahat, pembatasan akses pada malam hari, serta perubahan pada sistem rekomendasi konten. Pada saat yang sama, akun remaja akan mendapatkan perlindungan tambahan terhadap interaksi dengan pengguna dewasa.

Orang tua juga memperoleh lebih banyak alat untuk mengatur penggunaan aplikasi. Dengan adanya kontrol tersebut, keluarga dapat menentukan durasi penggunaan yang sesuai sekaligus memantau aktivitas tertentu.

Dari sisi TikTok, perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan teknis dan operasional untuk memenuhi ketentuan yang telah disepakati.

Penyelesaian TikTok Menambah Perdebatan soal Keamanan Anak

Kasus Alabama menunjukkan bahwa persoalan keselamatan anak di media sosial terus menjadi perhatian regulator di Amerika Serikat.

Kesepakatan dengan TikTok tidak hanya menghasilkan kewajiban pembayaran, tetapi juga memuat berbagai perubahan terhadap fitur aplikasi. Pembatasan waktu, verifikasi usia, perlindungan akun remaja, larangan filter kecantikan, serta pengaturan feed merupakan beberapa ketentuan yang harus diterapkan untuk pengguna muda di Alabama.

Dengan nilai pembayaran minimal US$100 juta dan potensi mencapai US$300 juta, perkara ini menjadi salah satu penyelesaian hukum penting bagi TikTok di tingkat negara bagian.

Namun, penerapan aturan tersebut untuk saat ini terbatas pada Alabama. Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan bagaimana TikTok menjalankan ketentuan baru tersebut dan apakah pendekatan serupa akan muncul dalam perkara atau kebijakan di wilayah lain.

Bagi pengguna di luar Alabama, kesepakatan ini belum berarti adanya perubahan otomatis pada batas penggunaan TikTok. Aturan yang tercantum dalam penyelesaian tersebut secara khusus berkaitan dengan pengguna muda di Alabama dan perkara hukum antara TikTok dengan pemerintah negara bagian tersebut.

ADVERTISEMENT
SAI100FM.ID – Denda TikTok dalam penyelesaian perkara hukum di Alabama, Amerika Serikat, dapat mencapai US$300 juta atau sekitar Rp5,3 triliun. Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri gugatan yang diajukan pemerintah Alabama terhadap platform media sosial milik ByteDance tersebut.

Dalam penyelesaian yang diumumkan pada 25 September 2026, TikTok diwajibkan membayar sedikitnya US$100 juta kepada negara bagian Alabama. Nilainya dapat meningkat hingga US$300 juta apabila persyaratan tertentu dalam kesepakatan terpenuhi. Selain pembayaran tersebut, TikTok juga harus menerapkan sejumlah fitur keselamatan baru yang ditujukan untuk melindungi pengguna anak-anak dan remaja.

Kesepakatan ini tidak hanya berkaitan dengan pembayaran uang. TikTok juga harus mengubah sejumlah aspek pengalaman penggunaan aplikasinya bagi pengguna muda di Alabama. Mulai dari pembatasan waktu penggunaan, pengaturan akses pada malam hari, hingga peningkatan sistem verifikasi usia.

Gugatan Alabama sebelumnya menuduh TikTok menggunakan fitur yang mendorong penggunaan aplikasi secara berlebihan, mengekspos pengguna muda pada risiko kesehatan mental, serta memberikan informasi yang dianggap menyesatkan mengenai keamanan platform. Tuduhan tersebut merupakan bagian dari perkara yang kini diselesaikan melalui kesepakatan tersebut.

Denda TikTok Disertai Batas Penggunaan Dua Jam per Hari
Salah satu ketentuan yang paling menonjol dalam kesepakatan tersebut adalah pembatasan waktu penggunaan TikTok bagi anak-anak dan remaja di Alabama.

TikTok diwajibkan menerapkan batas penggunaan maksimal dua jam setiap hari. Orang tua juga mendapatkan kendali tambahan untuk menetapkan batas waktu yang lebih singkat melalui fitur kontrol orang tua.

Aturan tersebut dirancang untuk membantu keluarga mengatur durasi penggunaan aplikasi. Dengan adanya batas waktu, pengguna muda tidak dapat terus menggunakan TikTok tanpa batas seperti sebelumnya.

Selain pembatasan harian, TikTok juga harus menerapkan fitur yang disebut productive pauses. Fitur tersebut akan memberikan jeda kepada pengguna setelah menggunakan aplikasi selama 15 menit secara terus-menerus. Pengingat serupa kemudian diberikan kembali pada menit ke-60 dan ke-90.Mekanisme ini dimaksudkan untuk menginterupsi penggunaan aplikasi secara terus-menerus, terutama aktivitas menggulir konten tanpa henti.

Dengan demikian, kesepakatan Alabama tidak hanya menetapkan batas total waktu penggunaan, tetapi juga mengharuskan adanya pengingat selama pengguna masih aktif menggunakan aplikasi.

TikTok Membatasi Akses pada Tengah Malam

Perubahan lainnya berkaitan dengan waktu penggunaan pada malam hari. Berdasarkan kesepakatan tersebut, akses pengguna muda ke TikTok akan dibatasi mulai pukul 00.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Pembatasan tersebut juga mencakup fitur pesan langsung dan notifikasi push pada periode tertentu. Pemerintah Alabama menyatakan aturan ini menjadi bagian dari rangkaian perlindungan tambahan bagi pengguna anak dan remaja.

Pembatasan waktu malam membuat aktivitas TikTok tidak lagi berlangsung seperti biasa sepanjang hari bagi kelompok pengguna yang tercakup dalam aturan tersebut.

Selain periode malam, kesepakatan juga memuat pembatasan tertentu terhadap notifikasi dan akses selama jam sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa aturan baru tidak hanya berfokus pada jumlah waktu yang dihabiskan di aplikasi, tetapi juga kapan pengguna muda dapat menerima gangguan dari platform.

Verifikasi Usia Akan Diperkuat

Kesepakatan Alabama juga mewajibkan TikTok memperkuat sistem age assurance atau mekanisme untuk memastikan usia pengguna.

Verifikasi usia menjadi bagian penting karena sejumlah aturan baru memang ditujukan secara khusus kepada anak-anak dan remaja. Tanpa sistem yang mampu mengidentifikasi kelompok usia secara lebih baik, pembatasan tersebut akan sulit diterapkan secara tepat.

TikTok juga diwajibkan meningkatkan perlindungan terhadap akun remaja. Salah satu ketentuannya adalah membuat akun remaja lebih sulit ditemukan oleh pengguna dewasa.

Selain itu, orang tua akan mendapatkan pemberitahuan apabila sistem mendeteksi adanya interaksi mencurigakan antara akun remaja dan pengguna dewasa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan terhadap interaksi di dalam platform.

Filter Kecantikan Dilarang untuk Pengguna Remaja
Aturan baru juga menyentuh fitur visual yang tersedia di TikTok. Penggunaan cosmetic filters atau filter kecantikan akan dilarang bagi pengguna remaja yang tercakup dalam kesepakatan.

Filter semacam ini dapat mengubah tampilan wajah atau penampilan seseorang ketika membuat maupun melihat konten. Dalam kesepakatan Alabama, fitur tersebut menjadi salah satu aspek yang dibatasi sebagai bagian dari perlindungan pengguna muda.

TikTok juga diwajibkan menyediakan feed bawaan yang tidak dipersonalisasi berdasarkan algoritma untuk pengguna remaja.

Artinya, pengguna muda akan mendapatkan pilihan tampilan awal yang tidak sepenuhnya dibentuk berdasarkan sistem rekomendasi personal. Ketentuan tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam pengalaman penggunaan TikTok bagi kelompok usia tersebut.

Orang Tua Mendapat Kendali Lebih Besar
Kesepakatan tersebut turut memperkuat peran orang tua dalam mengawasi penggunaan TikTok oleh anak-anak mereka.

Selain dapat menetapkan batas waktu penggunaan yang lebih pendek dari ketentuan dua jam, orang tua mendapatkan kontrol yang lebih mudah digunakan untuk mengatur aktivitas anak di platform.

Langkah ini memberikan ruang bagi keluarga untuk menentukan aturan penggunaan sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, batas dua jam menjadi batas yang ditetapkan dalam kesepakatan, sementara orang tua masih dapat menerapkan pembatasan yang lebih ketat.

TikTok juga diwajibkan meningkatkan fitur keselamatan dan kontrol orang tua sebagai bagian dari penyelesaian perkara tersebut.

Kesepakatan Hanya Berlaku di Alabama
Perlu dicatat bahwa aturan khusus dalam kesepakatan ini berlaku untuk pengguna anak-anak dan remaja di Alabama. Ketentuan tersebut tidak secara otomatis menjadi aturan yang berlaku untuk seluruh pengguna TikTok di Amerika Serikat atau di negara lain.

Penyelesaian ini merupakan hasil perkara antara pemerintah Alabama dan TikTok. Menurut kantor Jaksa Agung Alabama, kesepakatan tersebut menjadi penyelesaian pertama di tingkat negara bagian yang dimaksudkan untuk menyelesaikan kasus Alabama terhadap TikTok.

TikTok sendiri menyatakan komitmennya untuk meningkatkan fitur keselamatan bagi pengguna muda sebagai bagian dari penyelesaian tersebut.

Perkara Alabama juga menjadi bagian dari rangkaian tekanan hukum yang lebih luas terhadap perusahaan media sosial mengenai perlindungan anak dan remaja di internet. Sebelumnya, Alabama juga mencapai penyelesaian dengan perusahaan teknologi lain terkait isu keselamatan pengguna muda.

Apa Dampaknya bagi Pengguna TikTok Muda?
Bagi pengguna anak-anak dan remaja di Alabama, kesepakatan ini berpotensi mengubah cara mereka menggunakan TikTok sehari-hari.

Mereka akan menghadapi batas waktu penggunaan, pengingat untuk beristirahat, pembatasan akses pada malam hari, serta perubahan pada sistem rekomendasi konten. Pada saat yang sama, akun remaja akan mendapatkan perlindungan tambahan terhadap interaksi dengan pengguna dewasa.

Orang tua juga memperoleh lebih banyak alat untuk mengatur penggunaan aplikasi. Dengan adanya kontrol tersebut, keluarga dapat menentukan durasi penggunaan yang sesuai sekaligus memantau aktivitas tertentu.

Dari sisi TikTok, perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan teknis dan operasional untuk memenuhi ketentuan yang telah disepakati.

Penyelesaian TikTok Menambah Perdebatan soal Keamanan Anak

Kasus Alabama menunjukkan bahwa persoalan keselamatan anak di media sosial terus menjadi perhatian regulator di Amerika Serikat.

Kesepakatan dengan TikTok tidak hanya menghasilkan kewajiban pembayaran, tetapi juga memuat berbagai perubahan terhadap fitur aplikasi. Pembatasan waktu, verifikasi usia, perlindungan akun remaja, larangan filter kecantikan, serta pengaturan feed merupakan beberapa ketentuan yang harus diterapkan untuk pengguna muda di Alabama.

Dengan nilai pembayaran minimal US$100 juta dan potensi mencapai US$300 juta, perkara ini menjadi salah satu penyelesaian hukum penting bagi TikTok di tingkat negara bagian.

Namun, penerapan aturan tersebut untuk saat ini terbatas pada Alabama. Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan bagaimana TikTok menjalankan ketentuan baru tersebut dan apakah pendekatan serupa akan muncul dalam perkara atau kebijakan di wilayah lain.

Bagi pengguna di luar Alabama, kesepakatan ini belum berarti adanya perubahan otomatis pada batas penggunaan TikTok. Aturan yang tercantum dalam penyelesaian tersebut secara khusus berkaitan dengan pengguna muda di Alabama dan perkara hukum antara TikTok dengan pemerintah negara bagian tersebut.

SAI100FM.ID – Denda TikTok dalam penyelesaian perkara hukum di Alabama, Amerika Serikat, dapat mencapai US$300 juta atau sekitar Rp5,3 triliun. Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri gugatan yang diajukan pemerintah Alabama terhadap platform media sosial milik ByteDance tersebut.

Dalam penyelesaian yang diumumkan pada 25 September 2026, TikTok diwajibkan membayar sedikitnya US$100 juta kepada negara bagian Alabama. Nilainya dapat meningkat hingga US$300 juta apabila persyaratan tertentu dalam kesepakatan terpenuhi. Selain pembayaran tersebut, TikTok juga harus menerapkan sejumlah fitur keselamatan baru yang ditujukan untuk melindungi pengguna anak-anak dan remaja.

Kesepakatan ini tidak hanya berkaitan dengan pembayaran uang. TikTok juga harus mengubah sejumlah aspek pengalaman penggunaan aplikasinya bagi pengguna muda di Alabama. Mulai dari pembatasan waktu penggunaan, pengaturan akses pada malam hari, hingga peningkatan sistem verifikasi usia.

Gugatan Alabama sebelumnya menuduh TikTok menggunakan fitur yang mendorong penggunaan aplikasi secara berlebihan, mengekspos pengguna muda pada risiko kesehatan mental, serta memberikan informasi yang dianggap menyesatkan mengenai keamanan platform. Tuduhan tersebut merupakan bagian dari perkara yang kini diselesaikan melalui kesepakatan tersebut.

Denda TikTok Disertai Batas Penggunaan Dua Jam per Hari
Salah satu ketentuan yang paling menonjol dalam kesepakatan tersebut adalah pembatasan waktu penggunaan TikTok bagi anak-anak dan remaja di Alabama.

TikTok diwajibkan menerapkan batas penggunaan maksimal dua jam setiap hari. Orang tua juga mendapatkan kendali tambahan untuk menetapkan batas waktu yang lebih singkat melalui fitur kontrol orang tua.

Aturan tersebut dirancang untuk membantu keluarga mengatur durasi penggunaan aplikasi. Dengan adanya batas waktu, pengguna muda tidak dapat terus menggunakan TikTok tanpa batas seperti sebelumnya.

Selain pembatasan harian, TikTok juga harus menerapkan fitur yang disebut productive pauses. Fitur tersebut akan memberikan jeda kepada pengguna setelah menggunakan aplikasi selama 15 menit secara terus-menerus. Pengingat serupa kemudian diberikan kembali pada menit ke-60 dan ke-90.Mekanisme ini dimaksudkan untuk menginterupsi penggunaan aplikasi secara terus-menerus, terutama aktivitas menggulir konten tanpa henti.

Dengan demikian, kesepakatan Alabama tidak hanya menetapkan batas total waktu penggunaan, tetapi juga mengharuskan adanya pengingat selama pengguna masih aktif menggunakan aplikasi.

TikTok Membatasi Akses pada Tengah Malam

Perubahan lainnya berkaitan dengan waktu penggunaan pada malam hari. Berdasarkan kesepakatan tersebut, akses pengguna muda ke TikTok akan dibatasi mulai pukul 00.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Pembatasan tersebut juga mencakup fitur pesan langsung dan notifikasi push pada periode tertentu. Pemerintah Alabama menyatakan aturan ini menjadi bagian dari rangkaian perlindungan tambahan bagi pengguna anak dan remaja.

Pembatasan waktu malam membuat aktivitas TikTok tidak lagi berlangsung seperti biasa sepanjang hari bagi kelompok pengguna yang tercakup dalam aturan tersebut.

Selain periode malam, kesepakatan juga memuat pembatasan tertentu terhadap notifikasi dan akses selama jam sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa aturan baru tidak hanya berfokus pada jumlah waktu yang dihabiskan di aplikasi, tetapi juga kapan pengguna muda dapat menerima gangguan dari platform.

Verifikasi Usia Akan Diperkuat

Kesepakatan Alabama juga mewajibkan TikTok memperkuat sistem age assurance atau mekanisme untuk memastikan usia pengguna.

Verifikasi usia menjadi bagian penting karena sejumlah aturan baru memang ditujukan secara khusus kepada anak-anak dan remaja. Tanpa sistem yang mampu mengidentifikasi kelompok usia secara lebih baik, pembatasan tersebut akan sulit diterapkan secara tepat.

TikTok juga diwajibkan meningkatkan perlindungan terhadap akun remaja. Salah satu ketentuannya adalah membuat akun remaja lebih sulit ditemukan oleh pengguna dewasa.

Selain itu, orang tua akan mendapatkan pemberitahuan apabila sistem mendeteksi adanya interaksi mencurigakan antara akun remaja dan pengguna dewasa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan terhadap interaksi di dalam platform.

Filter Kecantikan Dilarang untuk Pengguna Remaja
Aturan baru juga menyentuh fitur visual yang tersedia di TikTok. Penggunaan cosmetic filters atau filter kecantikan akan dilarang bagi pengguna remaja yang tercakup dalam kesepakatan.

Filter semacam ini dapat mengubah tampilan wajah atau penampilan seseorang ketika membuat maupun melihat konten. Dalam kesepakatan Alabama, fitur tersebut menjadi salah satu aspek yang dibatasi sebagai bagian dari perlindungan pengguna muda.

TikTok juga diwajibkan menyediakan feed bawaan yang tidak dipersonalisasi berdasarkan algoritma untuk pengguna remaja.

Artinya, pengguna muda akan mendapatkan pilihan tampilan awal yang tidak sepenuhnya dibentuk berdasarkan sistem rekomendasi personal. Ketentuan tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam pengalaman penggunaan TikTok bagi kelompok usia tersebut.

Orang Tua Mendapat Kendali Lebih Besar
Kesepakatan tersebut turut memperkuat peran orang tua dalam mengawasi penggunaan TikTok oleh anak-anak mereka.

Selain dapat menetapkan batas waktu penggunaan yang lebih pendek dari ketentuan dua jam, orang tua mendapatkan kontrol yang lebih mudah digunakan untuk mengatur aktivitas anak di platform.

Langkah ini memberikan ruang bagi keluarga untuk menentukan aturan penggunaan sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, batas dua jam menjadi batas yang ditetapkan dalam kesepakatan, sementara orang tua masih dapat menerapkan pembatasan yang lebih ketat.

TikTok juga diwajibkan meningkatkan fitur keselamatan dan kontrol orang tua sebagai bagian dari penyelesaian perkara tersebut.

Kesepakatan Hanya Berlaku di Alabama
Perlu dicatat bahwa aturan khusus dalam kesepakatan ini berlaku untuk pengguna anak-anak dan remaja di Alabama. Ketentuan tersebut tidak secara otomatis menjadi aturan yang berlaku untuk seluruh pengguna TikTok di Amerika Serikat atau di negara lain.

Penyelesaian ini merupakan hasil perkara antara pemerintah Alabama dan TikTok. Menurut kantor Jaksa Agung Alabama, kesepakatan tersebut menjadi penyelesaian pertama di tingkat negara bagian yang dimaksudkan untuk menyelesaikan kasus Alabama terhadap TikTok.

TikTok sendiri menyatakan komitmennya untuk meningkatkan fitur keselamatan bagi pengguna muda sebagai bagian dari penyelesaian tersebut.

Perkara Alabama juga menjadi bagian dari rangkaian tekanan hukum yang lebih luas terhadap perusahaan media sosial mengenai perlindungan anak dan remaja di internet. Sebelumnya, Alabama juga mencapai penyelesaian dengan perusahaan teknologi lain terkait isu keselamatan pengguna muda.

Apa Dampaknya bagi Pengguna TikTok Muda?
Bagi pengguna anak-anak dan remaja di Alabama, kesepakatan ini berpotensi mengubah cara mereka menggunakan TikTok sehari-hari.

Mereka akan menghadapi batas waktu penggunaan, pengingat untuk beristirahat, pembatasan akses pada malam hari, serta perubahan pada sistem rekomendasi konten. Pada saat yang sama, akun remaja akan mendapatkan perlindungan tambahan terhadap interaksi dengan pengguna dewasa.

Orang tua juga memperoleh lebih banyak alat untuk mengatur penggunaan aplikasi. Dengan adanya kontrol tersebut, keluarga dapat menentukan durasi penggunaan yang sesuai sekaligus memantau aktivitas tertentu.

Dari sisi TikTok, perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan teknis dan operasional untuk memenuhi ketentuan yang telah disepakati.

Penyelesaian TikTok Menambah Perdebatan soal Keamanan Anak

Kasus Alabama menunjukkan bahwa persoalan keselamatan anak di media sosial terus menjadi perhatian regulator di Amerika Serikat.

Kesepakatan dengan TikTok tidak hanya menghasilkan kewajiban pembayaran, tetapi juga memuat berbagai perubahan terhadap fitur aplikasi. Pembatasan waktu, verifikasi usia, perlindungan akun remaja, larangan filter kecantikan, serta pengaturan feed merupakan beberapa ketentuan yang harus diterapkan untuk pengguna muda di Alabama.

Dengan nilai pembayaran minimal US$100 juta dan potensi mencapai US$300 juta, perkara ini menjadi salah satu penyelesaian hukum penting bagi TikTok di tingkat negara bagian.

Namun, penerapan aturan tersebut untuk saat ini terbatas pada Alabama. Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan bagaimana TikTok menjalankan ketentuan baru tersebut dan apakah pendekatan serupa akan muncul dalam perkara atau kebijakan di wilayah lain.

Bagi pengguna di luar Alabama, kesepakatan ini belum berarti adanya perubahan otomatis pada batas penggunaan TikTok. Aturan yang tercantum dalam penyelesaian tersebut secara khusus berkaitan dengan pengguna muda di Alabama dan perkara hukum antara TikTok dengan pemerintah negara bagian tersebut.

ADVERTISEMENT
SAI100FM.ID – Denda TikTok dalam penyelesaian perkara hukum di Alabama, Amerika Serikat, dapat mencapai US$300 juta atau sekitar Rp5,3 triliun. Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri gugatan yang diajukan pemerintah Alabama terhadap platform media sosial milik ByteDance tersebut.

Dalam penyelesaian yang diumumkan pada 25 September 2026, TikTok diwajibkan membayar sedikitnya US$100 juta kepada negara bagian Alabama. Nilainya dapat meningkat hingga US$300 juta apabila persyaratan tertentu dalam kesepakatan terpenuhi. Selain pembayaran tersebut, TikTok juga harus menerapkan sejumlah fitur keselamatan baru yang ditujukan untuk melindungi pengguna anak-anak dan remaja.

Kesepakatan ini tidak hanya berkaitan dengan pembayaran uang. TikTok juga harus mengubah sejumlah aspek pengalaman penggunaan aplikasinya bagi pengguna muda di Alabama. Mulai dari pembatasan waktu penggunaan, pengaturan akses pada malam hari, hingga peningkatan sistem verifikasi usia.

Gugatan Alabama sebelumnya menuduh TikTok menggunakan fitur yang mendorong penggunaan aplikasi secara berlebihan, mengekspos pengguna muda pada risiko kesehatan mental, serta memberikan informasi yang dianggap menyesatkan mengenai keamanan platform. Tuduhan tersebut merupakan bagian dari perkara yang kini diselesaikan melalui kesepakatan tersebut.

Denda TikTok Disertai Batas Penggunaan Dua Jam per Hari
Salah satu ketentuan yang paling menonjol dalam kesepakatan tersebut adalah pembatasan waktu penggunaan TikTok bagi anak-anak dan remaja di Alabama.

TikTok diwajibkan menerapkan batas penggunaan maksimal dua jam setiap hari. Orang tua juga mendapatkan kendali tambahan untuk menetapkan batas waktu yang lebih singkat melalui fitur kontrol orang tua.

Aturan tersebut dirancang untuk membantu keluarga mengatur durasi penggunaan aplikasi. Dengan adanya batas waktu, pengguna muda tidak dapat terus menggunakan TikTok tanpa batas seperti sebelumnya.

Selain pembatasan harian, TikTok juga harus menerapkan fitur yang disebut productive pauses. Fitur tersebut akan memberikan jeda kepada pengguna setelah menggunakan aplikasi selama 15 menit secara terus-menerus. Pengingat serupa kemudian diberikan kembali pada menit ke-60 dan ke-90.Mekanisme ini dimaksudkan untuk menginterupsi penggunaan aplikasi secara terus-menerus, terutama aktivitas menggulir konten tanpa henti.

Dengan demikian, kesepakatan Alabama tidak hanya menetapkan batas total waktu penggunaan, tetapi juga mengharuskan adanya pengingat selama pengguna masih aktif menggunakan aplikasi.

TikTok Membatasi Akses pada Tengah Malam

Perubahan lainnya berkaitan dengan waktu penggunaan pada malam hari. Berdasarkan kesepakatan tersebut, akses pengguna muda ke TikTok akan dibatasi mulai pukul 00.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Pembatasan tersebut juga mencakup fitur pesan langsung dan notifikasi push pada periode tertentu. Pemerintah Alabama menyatakan aturan ini menjadi bagian dari rangkaian perlindungan tambahan bagi pengguna anak dan remaja.

Pembatasan waktu malam membuat aktivitas TikTok tidak lagi berlangsung seperti biasa sepanjang hari bagi kelompok pengguna yang tercakup dalam aturan tersebut.

Selain periode malam, kesepakatan juga memuat pembatasan tertentu terhadap notifikasi dan akses selama jam sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa aturan baru tidak hanya berfokus pada jumlah waktu yang dihabiskan di aplikasi, tetapi juga kapan pengguna muda dapat menerima gangguan dari platform.

Verifikasi Usia Akan Diperkuat

Kesepakatan Alabama juga mewajibkan TikTok memperkuat sistem age assurance atau mekanisme untuk memastikan usia pengguna.

Verifikasi usia menjadi bagian penting karena sejumlah aturan baru memang ditujukan secara khusus kepada anak-anak dan remaja. Tanpa sistem yang mampu mengidentifikasi kelompok usia secara lebih baik, pembatasan tersebut akan sulit diterapkan secara tepat.

TikTok juga diwajibkan meningkatkan perlindungan terhadap akun remaja. Salah satu ketentuannya adalah membuat akun remaja lebih sulit ditemukan oleh pengguna dewasa.

Selain itu, orang tua akan mendapatkan pemberitahuan apabila sistem mendeteksi adanya interaksi mencurigakan antara akun remaja dan pengguna dewasa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan terhadap interaksi di dalam platform.

Filter Kecantikan Dilarang untuk Pengguna Remaja
Aturan baru juga menyentuh fitur visual yang tersedia di TikTok. Penggunaan cosmetic filters atau filter kecantikan akan dilarang bagi pengguna remaja yang tercakup dalam kesepakatan.

Filter semacam ini dapat mengubah tampilan wajah atau penampilan seseorang ketika membuat maupun melihat konten. Dalam kesepakatan Alabama, fitur tersebut menjadi salah satu aspek yang dibatasi sebagai bagian dari perlindungan pengguna muda.

TikTok juga diwajibkan menyediakan feed bawaan yang tidak dipersonalisasi berdasarkan algoritma untuk pengguna remaja.

Artinya, pengguna muda akan mendapatkan pilihan tampilan awal yang tidak sepenuhnya dibentuk berdasarkan sistem rekomendasi personal. Ketentuan tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam pengalaman penggunaan TikTok bagi kelompok usia tersebut.

Orang Tua Mendapat Kendali Lebih Besar
Kesepakatan tersebut turut memperkuat peran orang tua dalam mengawasi penggunaan TikTok oleh anak-anak mereka.

Selain dapat menetapkan batas waktu penggunaan yang lebih pendek dari ketentuan dua jam, orang tua mendapatkan kontrol yang lebih mudah digunakan untuk mengatur aktivitas anak di platform.

Langkah ini memberikan ruang bagi keluarga untuk menentukan aturan penggunaan sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, batas dua jam menjadi batas yang ditetapkan dalam kesepakatan, sementara orang tua masih dapat menerapkan pembatasan yang lebih ketat.

TikTok juga diwajibkan meningkatkan fitur keselamatan dan kontrol orang tua sebagai bagian dari penyelesaian perkara tersebut.

Kesepakatan Hanya Berlaku di Alabama
Perlu dicatat bahwa aturan khusus dalam kesepakatan ini berlaku untuk pengguna anak-anak dan remaja di Alabama. Ketentuan tersebut tidak secara otomatis menjadi aturan yang berlaku untuk seluruh pengguna TikTok di Amerika Serikat atau di negara lain.

Penyelesaian ini merupakan hasil perkara antara pemerintah Alabama dan TikTok. Menurut kantor Jaksa Agung Alabama, kesepakatan tersebut menjadi penyelesaian pertama di tingkat negara bagian yang dimaksudkan untuk menyelesaikan kasus Alabama terhadap TikTok.

TikTok sendiri menyatakan komitmennya untuk meningkatkan fitur keselamatan bagi pengguna muda sebagai bagian dari penyelesaian tersebut.

Perkara Alabama juga menjadi bagian dari rangkaian tekanan hukum yang lebih luas terhadap perusahaan media sosial mengenai perlindungan anak dan remaja di internet. Sebelumnya, Alabama juga mencapai penyelesaian dengan perusahaan teknologi lain terkait isu keselamatan pengguna muda.

Apa Dampaknya bagi Pengguna TikTok Muda?
Bagi pengguna anak-anak dan remaja di Alabama, kesepakatan ini berpotensi mengubah cara mereka menggunakan TikTok sehari-hari.

Mereka akan menghadapi batas waktu penggunaan, pengingat untuk beristirahat, pembatasan akses pada malam hari, serta perubahan pada sistem rekomendasi konten. Pada saat yang sama, akun remaja akan mendapatkan perlindungan tambahan terhadap interaksi dengan pengguna dewasa.

Orang tua juga memperoleh lebih banyak alat untuk mengatur penggunaan aplikasi. Dengan adanya kontrol tersebut, keluarga dapat menentukan durasi penggunaan yang sesuai sekaligus memantau aktivitas tertentu.

Dari sisi TikTok, perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan teknis dan operasional untuk memenuhi ketentuan yang telah disepakati.

Penyelesaian TikTok Menambah Perdebatan soal Keamanan Anak

Kasus Alabama menunjukkan bahwa persoalan keselamatan anak di media sosial terus menjadi perhatian regulator di Amerika Serikat.

Kesepakatan dengan TikTok tidak hanya menghasilkan kewajiban pembayaran, tetapi juga memuat berbagai perubahan terhadap fitur aplikasi. Pembatasan waktu, verifikasi usia, perlindungan akun remaja, larangan filter kecantikan, serta pengaturan feed merupakan beberapa ketentuan yang harus diterapkan untuk pengguna muda di Alabama.

Dengan nilai pembayaran minimal US$100 juta dan potensi mencapai US$300 juta, perkara ini menjadi salah satu penyelesaian hukum penting bagi TikTok di tingkat negara bagian.

Namun, penerapan aturan tersebut untuk saat ini terbatas pada Alabama. Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan bagaimana TikTok menjalankan ketentuan baru tersebut dan apakah pendekatan serupa akan muncul dalam perkara atau kebijakan di wilayah lain.

Bagi pengguna di luar Alabama, kesepakatan ini belum berarti adanya perubahan otomatis pada batas penggunaan TikTok. Aturan yang tercantum dalam penyelesaian tersebut secara khusus berkaitan dengan pengguna muda di Alabama dan perkara hukum antara TikTok dengan pemerintah negara bagian tersebut.

Tags: DendaTikTokKeamananAnakMediaSosialtiktokTikTokAlabama
Previous Post

Gaya Komunikasi Zodiak dalam Hubungan, Siapa yang Paling Romantis?

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • NEWS
  • Privacy Policy
  • Profil
  • Radio SAI
  • rss
  • Stream

© 2023 - SAI100FM.ID

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HIBURAN
  • MUSIK
  • FILM
  • K-POP
  • GAYA HIDUP
  • TEKNOLOGI

© 2023 - SAI100FM.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In